Mlarak adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Ponorogo. Mlarak adalah lokasi kampus pusat Pondok Modern Darussalam Gontor yang berdiri di Desa Gontor. Gontor adalah salah satu pondok pesantren termasyur di Indonesia yang alumninya banyak menjadi tokoh-tokoh penting di kancah nasional hingga internasional. Sekarang Gontor memiliki banyak cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain Gontor, juga terdapat pondok pesantren terkenal lain di Mlarak seperti Ma'had Al-Muqoddasah di Nglumpang dan PP Al-Islam di Joresan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Mlarak | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Ponorogo | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Joko Setiawan, S.STP, M.Si | ||||
| Populasi (2023) | |||||
| • Total | 36.155 jiwa | ||||
| Kode pos | 63472 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.02.08 | ||||
| Kode BPS | 3502080 | ||||
| Luas | 32,09 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 15 | ||||
| |||||
Mlarak adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Ponorogo. Mlarak adalah lokasi kampus pusat Pondok Modern Darussalam Gontor yang berdiri di Desa Gontor. Gontor adalah salah satu pondok pesantren termasyur di Indonesia yang alumninya banyak menjadi tokoh-tokoh penting di kancah nasional hingga internasional. Sekarang Gontor memiliki banyak cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.[1][2] Selain Gontor, juga terdapat pondok pesantren terkenal lain di Mlarak seperti Ma'had Al-Muqoddasah di Nglumpang dan PP Al-Islam di Joresan.
Ujung barat Mlarak adalah Jalan Raya Siman-Jabung, di jalan tersebut terdapat perempatan Jabung yang terkenal sebagai sentra minuman khas berupa Dawet Jabung yang manis dan segar.[3] Jalan utama di Mlarak adalah Jalan Raya Mlarak yang terdapat pusat kecamatan serta berbagai pasar seperti Pasar Gandu dan Pasar Siwalan.[4]

Mlarak adalah salah satu kecamatan di Ponorogo yang terletak di tengah. Geografi kecamatan ini berupa dataran rendah dengan lahan yang didominasi persawahan dan terdapat sungai seperti Sungai Gendol. Desa paling barat adalah Jabung yang dilewati Jalan Raya Jabung-Siman, jalan ini juga sekaligus menjadi pembatas dengan Desa Demangan, Siman di sebelah barat. Sedangkan desa paling timur terdiri dari Suren, Candi, dan Totokan.[5]
Batas wilayah Mlarak adalah sebagai berikut:[5]
| Utara | Kecamatan Siman |
| Timur | Kecamatan Pulung |
| Selatan | Kecamatan Jetis, Kecamatan Sambit, dan Kecamatan Sawoo |
| Barat | Kecamatan Jetis dan Kecamatan Siman |
Kecamatan Mlarak terdiri dari 15 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:[5]
| No. | Nama Desa | Nama Dusun / Dukuh / Lingkungan | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Bajang | Bajang Tengah, Caru, Jetak, Sudimoro | [5] |
| 2 | Candi | Bakalan, Pehpandan, Tengah | [5] |
| 3 | Gandu | Krajan, Mambil, Mangunarjo, Sembung | [5] |
| 4 | Gontor | Gontor 1, Gontor 2, Genengan | [5] |
| 5 | Jabung | Jabung 1, Jabung 2, Jabung 3 (Nglawu) | [5] |
| 6 | Joresan | Joresan 1, Joresan 2, Joresan 3 | [5] |
| 7 | Kaponan | Kaponan 1, Kaponan 2, Kaponan 3, Kampung Baru, Krajan, Njeblok, Ngledok, Ngrayungan (Prayungan), Puthuk Mojo, Sendang | [6] |
| 8 | Mlarak | Gunungsari, Krajan, Ngledok, Purworejo | [5] |
| 9 | Nglumpang | Nglumpang 1, Nglumpang 2, Nglumpang 3, Nglumpang 4 (Blebaan) | [5] |
| 10 | Ngrukem | Gondang, Jalen, Jebekan, Kedalon, Krajan, Ngijon, Puthuk, Turus | [5] |
| 11 | Serangan | Bakalan, Krajan | [5] |
| 12 | Siwalan | Siwalan 1, Siwalan 2, Siwalan 3, Guwolandak, Randusulur | [5] |
| 13 | Suren | Suren, Gunting, Keden, Wonojati | [5] |
| 14 | Totokan | Totokan 1, Totokan 2, Totokan 3, Bendo, Gondang, Jajar | [5] |
| 15 | Tugu | Krajan, Pacar, Pandewatu, Pojok, Sidowayah | [5] |

Desa Jabung, Mlarak dikenal sebagai lokasi asal-usul minuman khas bernama Es Dawet Jabung. Penjual minuman tersebut banyak ditemukan di perempatan Jabung di Jalan Raya Siman-Jabung. Es Dawet Jabung terbuat dari campuran berbagai bahan seperti cendol (terbuat dari tepung aren), gempol (bulatan dari tepung beras), kuah santan, juruh (cairan gula), tape ketan, dan bahan lainnya sehingga menghasilkan kombinasi minuman yang manis dan segar. Cara penyuguhan minuman ini juga unik, penjual menyodorkan mangkok sekaligus alas atau lepeknya, tetapi pembeli hanya mengambil mangkoknya saja. Tradisi ini terkadang membuat tarik menarik lepek antara penjual dan pembeli yang belum faham.[8]