Badegan adalah kecamatan di Kabupaten Ponorogo yang terletak di ujung barat dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah. Badegan dilalui oleh jalan nasional strategis yang menghubungkan Ponorogo-Wonogiri-Solo. Wilayah Badegan terutama di bagian barat dan selatan merupakan kawasan perbukitan yang kering sehingga banyak ditanami pohon jati.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Badegan | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Ponorogo | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Muhammad Muhlas, S.Sos, MM | ||||
| Populasi (2023) | |||||
| • Total | 34.555 jiwa | ||||
| Kode pos | 63455 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.02.13 | ||||
| Kode BPS | 3502140 | ||||
| Luas | 58,05 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 10 | ||||
| |||||
Badegan adalah kecamatan di Kabupaten Ponorogo yang terletak di ujung barat dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah. Badegan dilalui oleh jalan nasional strategis yang menghubungkan Ponorogo-Wonogiri-Solo. Wilayah Badegan terutama di bagian barat dan selatan merupakan kawasan perbukitan yang kering sehingga banyak ditanami pohon jati.[1]
Beberapa bukit dan hutan terkenal di Badegan antara lain taman wisata Bukit Soeharto dan Hutan Kucur di Desa Biting.[2][3] Desa paling selatan dan tertinggi adalah Desa Dayakan yang memiliki banyak kampung terpencil di tengah perbukitan dan hutan jati seperti Dukuh Jurang Sempu dan Watuagung. Kawasan ini berbatasan dengan ujung utara dari Kabupaten Pacitan.[4]
Pada tahun 1995, 7 desa dari Kecamatan Badegan memisahkan diri dan bergabung dengan 5 desa dari Kecamatan Kauman untuk membentuk kecamatan baru bernama Kecamatan Jambon. Akibat dari pemekaran itu, sekarang Badegan hanya tersisa 10 desa.[5]

Badegan adalah kecamatan di Ponorogo yang terletak di ujung barat dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah. Kecamatan ini dilewati Jalan Raya Ponorogo-Solo yang memanjang dari Desa Bandaralim di ujung timur dan Desa Biting di ujung barat. Desa paling selatan, sekaligus yang terluas dan tertinggi adalah Desa Dayakan yang didominasi perbukitan. Perbukitan ini termasuk dalam rangkaian Pegunungan Kidul yang memanjang di selatan Pulau Jawa. Desa Dayakan terdapat banyak kampung terpencil di tengah perbukitan seperti Dukuh Jurang Sempu dan Watuagung yang berbatasan dengan ujung utara Pacitan.[1]
Badegan dilintasi beberapa sungai, salah satunya Sungai Sungkur yang melintasi kecamatan ini dari barat ke timur dan dibangun Bendungan Semorobangun untuk mengairi sawah karena wilayahnya yang cenderung kering.[6]
Batas wilayah Badegan adalah sebagai berikut:[1]
| Utara | Kecamatan Sampung |
| Timur | Kecamatan Jambon |
| Selatan | |
| Barat |
Tahun 1742 terjadi Geger Pecinan dimana Sunan Kuning atau Raden Mas Garendi menyerang keraton Mataram di Kartasura yang menyebabkan Sri Susuhunan Pakubuwana II terusir dari tahta. Ditemani para abdinya yang setia ia mengungsi ke Ponorogo dari arah barat. Menurut legenda, ketika sampai di perbatasan Ponorogo, beliau merasa haus tetapi tidak ada air lalu penduduk memberinya "badeg" atau "badek" (minuman dari sari ketan). Sehingga daerah ini sekarang dinamakan Badegan.[7]
Pada tahun 2020, secara administratif Kecamatan Badegan terdiri dari 10 Desa yang mencakup beberapa dusun / dukuh / lingkungan yang terbagi lagi menjadi 46 Rukun Warga dan 234 Rukun Tetangga. Dusun atau dukuh tersebut yakni sebagai berikut:[1]
| No. | Nama Desa | Nama Dusun / Dukuh / Lingkungan | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Badegan | Badegan, Kroyo, Nglambong | [1] |
| 2 | Bandaralim | Bandaralim Lor, Bandaralim Kidul, Bandaralim Tengah | [1] |
| 3 | Biting | Brangkal, Kresek, Temon | [1] |
| 4 | Dayakan | Jatigandok, Jurang Sempu, Kliyur, Krincing, Mboto, Ndoro, Ngemplak, Ogal Agil, Pengkok, Salam, Sepring, Sekarputih, Watuagung | [1] |
| 5 | Kapuran | Kapuran, Bangon, Kandelan, Munggu, Sukosari | [1] |
| 6 | Karangan | Dilem, Jaten, Kuncen, Pagutan, Pohlowo, Pohsawit, Tunggur | [8] |
| 7 | Karangjoho | Bandar, Demungan, Mitir, Ngerdani, Nglampit, Suwiyu, Titang | [1] |
| 8 | Tanjunggunung | Bondalem, Krajan, Miri, Randugede, Santren | [1] |
| 9 | Tanjungrejo | Bakalan, Bogoran, Genggong, Krajan, Sole, Tumpuk | [1] |
| 10 | Watubonang | Bisang, Gulun, Keden, Krajan | [1] |

Monumen Bukit Soeharto yang terletak di Desa Biting, Kecamatan Badegan, Ponorogo merupakan salah satu tempat sejarah yang ada di Kabupaten Ponorogo. Tempat yang pernah disinggahi Presiden kedua RI yaitu Soeharto itu selain memiliki pemandangan yang menakjubkan, juga mempunyai sejarah dengan berdirinya monumen yang ditandatangani langsung oleh Presiden Soeharto pada tahun 1978. Saat malam Bukit Soeharto mempunyai kenampakkan alam yang unik, lampu-lampu di pemukiman warga tampak seperti Taman Bintang.[2]
Kawasan ini merukan hutan heterogen yang cukup luas, yang terdiri dari tanaman jati, mahoni dan beberapa tanaman lainnya. Hutan Kucur memiliki luas 1,6 hektar dan tercatat masuk Desa Biting. Wanawisata ini pernah menjadi salah satu kawasan yang begitu legendaris. Tak kurang, mantan presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto pernah singgah di kawasan ini. Taman Rekreasi Kucur adalah taman rekreasi yang ada karena adanya mata air di sekitar taman tersebut. Mata air tersebut konon berasal dari batu yang mengeluarkan air (kucuran air) lalu batu itu diselidiki merupakan pohon membatu yang besar. Batu tersebut dibelah agar tidak membahayakan, dan munculah mata air yang lebih deras. Itulah kenapa mata air tersebut disebut Kucur.[2]
Jembatan ini terletak di Desa Biting, Badegan dan awalnya merupakan jalan akses utama warga Dukuh Temon menuju jalan raya yang dibangun sekitar tahun 1993. Jembatan yang dulunya berwarna kuning ini disulap oleh warga desa Biting menjadi jembatan Pelangi pada tahun 2018. Wisatawan bisa ber-swafoto di atas jembatan yang indah. Wisatawan juga bisa turun ke sungai untuk menikmati segarnya air sungai dengan batu-batuan alam yang tersebar. Selain itu di kawasan ini juga dikembangkan wisata taman bunga yang tidak kalah menarik.[3]
Terletak satu kawasan dengan Jembatan Pelangi Biting. Sesuai namanya, tanaman bunga mendominasi keindahan tempat yang banyak memiliki spot yang instagramable. Di tempat ini juga dilengkapi gazebo yang bisa menghilangkan kepenatan dan tempat istirahat yang nyaman bagi yang sedang menempuh perjalanan. Aneka kuliner baik makanan dan minuman juga banyak tersedia disini.[3]

Bendungan Semorobangun terletak di tepian jalan Raya Ponorogo-Solo, tepatnya di Desa Biting dan selesai dibangun pada tahun 2003. Bendungan ini berada di aliran Sungai Sungkur. Bendungan Semorobangun menyuguhkan panorama perbukitan dan hutan jati yang cantik dan sejuk.[6]
Objek wisata ini berada di Desa Dayakan, Badegan tepatnya di Dusun Jurang Sempu. Wisata ini mengandalkan keindahan alam berupa embung buatan dan kebun tanaman buah kelengkeng. Di kawasan ini juga bisa dipakai untuk bumi perkemahan dan terdapat jembatan bambu yang bagus untuk spot selfie, juga terdapat taman bunga yang menarik wisatawan untuk datang.
Tugu dengan tinggi 11 meter dan lebar 16 meter ini, berdiri tegak tepat di perbatasan Propinsi Jawa Tengah dengan Propinsi Jawa Timur, Tepatnya di Desa Biting, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo dan Desa Biting, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri. Kabupaten Ponorogo dikenal dengan julukan Kota Reog atau Bumi Reog karena daerah ini merupakan daerah asal dari kesenian Reog. Tak heran tugu perbatasan wilayah ini mencerminkan akan budaya kesenian Reog Ponorogo. Tampak patung dadak merak, warok, jatil, kelonosewandono dan bujanganong, menjadi ormanen di tugu gapura ini. Tak jarang pengendara mobil yang melintas, berhenti sejenak untuk poto-poto di area tugu perbatasan ini.
1. Saparas (–)
2. Karrodjo (–)
3. Aribroto (–)
4. Sunarjo (–)
5. Soehananto (1970 - 1975)
6. Soeharto (1975 - 1978)
7. Soepardjoko (1978 - 1980)
8. Sabil (1980 - 1982)
9. Soerjadi (1982 - 1984)
10. Irdit Herunandi (1984 - 1985)
11. Budi Harmono, Ba (1985 - 1989)
12. Moch. Ichwan (1989 - 1990)
13. Soekardono, SH (1990 - 1997)
14. Drs. Slamet (1997 - 2001)
15. Supriyanto (2001 - 2003)
16. Tri Endah P.,M.Si. (2003 - 2010)
17. Drs. Sariyono, MM (2010 - 2013)
18. Susanto ,S.H (2013 - 2014)
19. Hj Lista Ariyani,SH (2014 - 2019)
20. Ringga D.H. Irawan, S.STP, M.SI. (2019 - 2021)
21. Sugeng Prasetyo, S.Sos, MM (2021 - 2023 )
22. Muhammad Muhlas, S.Sos, MM ( 2023 - Sekarang)