Korupsi di Slowakia merupakan masalah serius dan berkelanjutan. Barometer Korupsi Global 2021 dari Transparency International menunjukkan bahwa korupsi masih menjadi masalah di Slowakia: 19% responden Slowakia berpendapat korupsi meningkat selama tahun sebelumnya, dan 11% telah membayar suap kepada pekerja sektor publik. Kasus-kasus korupsi besar telah melanda negara tersebut, termasuk kasus “Gorilla” yang mencuat pada akhir tahun 2011. Dalam kasus ini, rekaman penyadapan rahasia antara tahun 2005 dan 2006 bocor ke internet, mengungkap jutaan Euro dalam bentuk suap yang dibayarkan oleh perusahaan ekuitas swasta kepada pejabat pemerintah Slowakia sebagai imbalan atas kesepakatan privatisasi dan pengadaan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

|
90–100
80–89
70–79
60–69
50–59
40–49
|
30–39
20–29
10–19
0–9
Tidak ada data
|
Korupsi di Slowakia merupakan masalah serius dan berkelanjutan. Barometer Korupsi Global 2021 dari Transparency International menunjukkan bahwa korupsi masih menjadi masalah di Slowakia: 19% responden Slowakia berpendapat korupsi meningkat selama tahun sebelumnya, dan 11% telah membayar suap kepada pekerja sektor publik.[1] Kasus-kasus korupsi besar telah melanda negara tersebut, termasuk kasus “Gorilla” yang mencuat pada akhir tahun 2011. Dalam kasus ini, rekaman penyadapan rahasia antara tahun 2005 dan 2006 bocor ke internet, mengungkap jutaan Euro dalam bentuk suap yang dibayarkan oleh perusahaan ekuitas swasta kepada pejabat pemerintah Slowakia sebagai imbalan atas kesepakatan privatisasi dan pengadaan.[2]
Dalam Indeks Persepsi Korupsi Transparency International tahun 2024, Slowakia mendapat skor 49 pada skala 0 ("sangat korup") hingga 100 ("sangat bersih"). Jika diurutkan berdasarkan skor, Slowakia berada di peringkat ke-59 di antara 180 negara dalam Indeks tersebut, dan negara yang menempati peringkat pertama dianggap memiliki sektor publik yang paling jujur.[3] Sebagai perbandingan dengan skor regional, skor tertinggi di antara negara-negara Eropa Barat dan Uni Eropa adalah 90, skor rata-rata adalah 64, dan skor terendah adalah 41.[4] Sebagai perbandingan dengan skor di seluruh dunia, skor terbaik adalah 90 (peringkat 1), skor rata-rata adalah 43, dan skor terburuk adalah 8 (peringkat 180).[5]
Pada bulan Agustus 2019, Kelompok Negara Anti-Korupsi Dewan Eropa (GRECO) mendesak Slowakia untuk membuat kemajuan lebih lanjut dalam hal efektivitas kerangka hukum dan kebijakan untuk menghentikan korupsi di kalangan pegawai yang menduduki jabatan eksekutif tinggi dan kepolisian.[6]
Korupsi menduduki peringkat kedua sebagai faktor paling bermasalah dalam menjalankan bisnis di Slowakia, menurut Forum Ekonomi Dunia,[7] setelah birokrasi pemerintah yang tidak efisien. Para eksekutif bisnis yang disurvei melaporkan bahwa dana publik sering dialihkan ke perusahaan, individu, atau kelompok karena korupsi, dan kurangnya perilaku etis oleh perusahaan dalam interaksi mereka dengan pejabat publik, politikus, dan perusahaan lain merupakan kerugian bisnis yang serius bagi negara tersebut.[8]
Perusahaan menganggap terjadinya pembayaran tidak teratur dan suap cukup umum terjadi sehubungan dengan impor dan ekspor, utilitas publik, pembayaran pajak tahunan, dan pemberian kontrak dan lisensi publik atau memperoleh keputusan pengadilan yang menguntungkan.[8]