Korupsi di Kosovo merujuk pada upaya pencegahan dan keberadaan praktik korupsi di negara tersebut. Berdasarkan berbagai survei publik di Kosovo dan laporan dari institusi seperti Komisi Eropa, tingkat korupsi dan impunitas di kalangan politisi tergolong tinggi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Korupsi di Kosovo merujuk pada upaya pencegahan dan keberadaan praktik korupsi di negara tersebut. Berdasarkan berbagai survei publik di Kosovo dan laporan dari institusi seperti Komisi Eropa, tingkat korupsi dan impunitas di kalangan politisi tergolong tinggi.[1]
Dalam Indeks Persepsi Korupsi 2024 dari Transparency International, Kosovo memperoleh skor 44 pada skala 0 (sangat korup) hingga 100 (sangat bersih). Berdasarkan skor tersebut, Kosovo menempati peringkat ke-73 dari 180 negara dalam indeks tersebut, di mana negara yang menempati peringkat pertama dianggap memiliki sektor publik paling jujur.[2] Sebagai perbandingan di kawasan Eropa Timur dan Asia Tengah, skor tertinggi adalah 53, skor rata-rata kawasan adalah 35, dan skor terendah adalah 17.[3] Secara global, skor terbaik adalah 90 (peringkat 1), skor rata-rata dunia adalah 43, dan skor terburuk adalah 8 (peringkat 180).[4]
Komisi Eropa melaporkan bahwa kecurangan pemilu masih terjadi di Kosovo dan mencerminkan kelemahan serius dalam proses elektoral. Barometer Korupsi Global 2013 dari Transparency International menunjukkan bahwa partai politik dianggap sebagai institusi paling korup kedua di Kosovo, hanya kalah dari lembaga peradilan.[1]
Korupsi dianggap sebagai hambatan terbesar dalam menjalankan bisnis di Kosovo, dan pelaku usaha sering kali harus memberikan suap saat berurusan dengan pejabat publik. Sektor-sektor seperti bea cukai, manufaktur, penyediaan listrik, gas, dan air diidentifikasi sebagai sektor yang paling terdampak oleh korupsi. Terdapat berbagai prosedur yang rumit dan mahal yang harus dilalui perusahaan untuk memperoleh izin usaha dan perizinan lainnya, yang pada akhirnya menciptakan lebih banyak peluang bagi praktik korupsi.[5]