Perekonomian Belanda adalahh ekonomi pasar yang sangat maju dengan fokus pada perdagangan dan logistik, manufaktur, jasa, inovasi teknologi, serta energi berkelanjutan dan terbarukan. Belanda menempati peringkat ke-18 sebagai ekonomi terbesar dunia berdasarkan PDB nominal dan peringkat ke-28 berdasarkan paritas daya beli (PPP/KKB), sekaligus menjadi ekonomi terbesar kelima di Uni Eropa berdasarkan PDB nominal. Pada tahun 2023, Belanda memiliki PDB per kapita (nominal) tertinggi ke-11 dan PPP tertinggi ke-13 di dunia, menjadikannya salah satu negara dengan pendapatan per kapita tertinggi. Banyak perusahaan teknologi terkemuka dunia berkantor pusat atau memiliki markas besar Eropa di Amsterdam, seperti IBM, Microsoft, Google, Oracle, Cisco, Uber, dan Netflix. Kota Rotterdam yang merupakan kota terbesar kedua berfungsi sebagai pusat perdagangan, logistik, dan ekonomi utama dunia serta memiliki pelabuhan terbesar di Eropa. Belanda menduduki peringkat ke-5 dalam Global Innovation Index dan ke-4 dalam Global Competitiveness Report. Di antara negara-negara OECD, Belanda memiliki sistem jaminan sosial yang sangat efisien dengan pengeluaran sosial mencapai sekitar 25,3% dari PDB.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Ekonomi Belanda | |
|---|---|
| Mata uang | Euro (EUR) |
| Tahun fiskal | Tahun kalender |
| Organisasi perdagangan | EU, WTO, dan OECD |
| Statistik | |
| PDB | |
| Pertumbuhan PDB | |
| PDB per kapita | |
| PDB per sektor | |
| Inflasi (IHK) | |
| Penduduk di bawah garis kemiskinan | |
| Koefisien gini | 26,4 rendah (2023)[6] |
| Angkatan kerja | |
| Angkatan kerja berdasarkan sektor | |
| Pengangguran | |
| Industri utama | Pertanian, minyak dan gas alam, logam dan produk teknik, mesin dan peralatan elektronik, kimia, perminyakan, konstruksi, mikroelektronik, perikanan |
| Eksternal | |
| Ekspor | $610 miliar (2023)[2] |
| Komoditas ekspor | minyak bumi olahan, peralatan penyiaran, mesin, obat dalam kemasan, minyak bumi mentah (2023) |
| Tujuan ekspor utama |
|
| Impor | $710 miliar (2023)[2] |
| Komoditas impor | minyak mentah, minyak bumi olahan, gas alam, peralatan penyiaran, komputer (2023) |
| Negara asal impor utama |
|
| Modal investasi langsung asing | |
| Utang kotor luar negeri | $4,345 triliun (2019)[2] |
| Pembiayaan publik | |
| Utang publik | |
| Pendapatan | 43,6% dari PDB (2019)[10] |
| Beban | 41,9% dari PDB (2019)[10] |
| Bantuan ekonomi |
|
| Peringkat utang | |
| Cadangan mata uang asing | $54,016 miliar (2021)[2] (ke-41) |
| Sumber data utama: CIA World Fact Book | |
Perekonomian Belanda adalahh ekonomi pasar yang sangat maju dengan fokus pada perdagangan dan logistik, manufaktur, jasa, inovasi teknologi, serta energi berkelanjutan dan terbarukan.[16][17] Belanda menempati peringkat ke-18 sebagai ekonomi terbesar dunia berdasarkan PDB nominal dan peringkat ke-28 berdasarkan paritas daya beli (PPP/KKB), sekaligus menjadi ekonomi terbesar kelima di Uni Eropa berdasarkan PDB nominal.[18] Pada tahun 2023, Belanda memiliki PDB per kapita (nominal) tertinggi ke-11 dan PPP tertinggi ke-13 di dunia, menjadikannya salah satu negara dengan pendapatan per kapita tertinggi. Banyak perusahaan teknologi terkemuka dunia berkantor pusat atau memiliki markas besar Eropa di Amsterdam, seperti IBM, Microsoft, Google, Oracle, Cisco, Uber, dan Netflix.[19][20] Kota Rotterdam yang merupakan kota terbesar kedua berfungsi sebagai pusat perdagangan, logistik, dan ekonomi utama dunia serta memiliki pelabuhan terbesar di Eropa.[21] Belanda menduduki peringkat ke-5 dalam Global Innovation Index dan ke-4 dalam Global Competitiveness Report. Di antara negara-negara OECD, Belanda memiliki sistem jaminan sosial yang sangat efisien dengan pengeluaran sosial mencapai sekitar 25,3% dari PDB.[22][23][24]
Belanda memiliki ekonomi terbuka yang makmur, dan sangat bergantung pada perdagangan luar negeri. Perekonomian negara ini dikenal dengan hubungan industrial yang stabil, tingkat pengangguran dan inflasi yang relatif rendah, surplus neraca berjalan yang besar (yang dibandingkan dengan ukuran negara bahkan melebihi Jerman), serta peran pentingnya sebagai penghubung transportasi Eropa. Rotterdam merupakan pelabuhan terbesar di Eropa, sementara Amsterdam memiliki salah satu bandara terbesar di dunia. Aktivitas industri terutama berpusat pada pengolahan makanan, bahan kimia, penyulingan minyak bumi, teknologi tinggi, jasa keuangan, sektor kreatif, dan mesin listrik. Sektor pertanian yang sangat termekanisasi hanya mempekerjakan sekitar 2% angkatan kerja tetapi menghasilkan surplus besar untuk industri pengolahan makanan dan ekspor. Belanda bersama dengan 11 mitra Uni Eropa lainnya mulai menggunakan mata uang euro pada 1 Januari 2002.
Belanda memiliki sumber daya gas alam yang stabil sejak tahun 1959 ketika ditemukan sumber gas. Saat ini Belanda menyumbang lebih dari 25% dari seluruh cadangan gas alam di Uni Eropa. Selama beberapa dekade berikutnya, penjualan gas alam menghasilkan peningkatan pendapatan yang signifikan bagi Belanda.[25] Namun konsekuensi tak terduga dari kekayaan energi negara ini awalnya berdampak pada daya saing sektor ekonomi lainnya, memunculkan teori "penyakit Belanda" setelah penemuan ladang gas Groningen yang sangat besar.[25]
Belanda merupakan "negara penghubung" yang membantu mengalirkan keuntungan dari negara-negara dengan pajak tinggi ke surga pajak.[26] Negara ini pernah dinobatkan sebagai surga pajak terbesar ke-7 di dunia.[27]
Kebijakan keuangan ketat dihentikan pada tahun 2009 karena krisis kredit saat itu. Sektor perbankan yang relatif besar sebagian dinasionalisasi dan diselamatkan melalui intervensi pemerintah. Tingkat pengangguran turun menjadi 5,0% pada musim panas 2011, tetapi meningkat tajam menjadi 7,3% pada Mei 2013, dan 6,8% pada 2015. Angka ini turun kembali menjadi 3,9% pada Maret 2018.[28][29] Defisit anggaran negara sekitar 2,2% pada 2015, jauh di bawah norma 3,0% di UE.[30] Pada 2016, anggaran negara menunjukkan surplus 0,4% dan diperkirakan akan tumbuh menjadi surplus lebih dari 1,0% pada 2017.[31] Secara historis, Belanda memperkenalkan dan menciptakan pasar saham[32] yang awalnya berfokus pada perdagangan penggalasan (merchandise) melalui Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC). Belanda adalah anggota pendiri Uni Eropa, OECD, dan Organisasi Perdagangan Dunia.
Pada tahun 2018, selain memproduksi produk pertanian lainnya yang lebih kecil,[33] Belanda juga menghasilkan:[34]


Penemuan ladang gas Groningen pada tahun 1959 dan keuntungan besar yang diperoleh selama beberapa dekade berikutnya diyakini menyebabkan penurunan sektor manufaktur di Belanda,[35] yang kemudian melahirkan teori "penyakit Belanda" (Dutch disease).[25]
Meskipun cadangan minyak di Laut Utara relatif kecil, Belanda memiliki sekitar 25% dari total cadangan gas alam di Uni Eropa.[36] Cadangan gas alam Belanda diperkirakan mencapai 600 miliar kaki kubik (data 2014),[37] atau sekitar 0,3% dari total dunia. Pada tahun 2014–2015, pemerintah memutuskan untuk mengurangi produksi gas di provinsi Groningen secara signifikan akibat masalah penurunan tanah, perbedaan elevasi, dan gempa kecil yang merusak banyak properti. Pada akhir tahun 2018, pemerintah memutuskan untuk menghentikan produksi gas di Groningen sepenuhnya dengan pengurangan bertahap setiap tahun, dan diperkirakan akan berhenti total pada 2028.[38] Namun, pada 23 Juni 2023, pemerintah memutuskan untuk menutup lima fasilitas produksi yang tersisa mulai 1 Oktober 2023. Meski demikian, kemungkinan pembukaan kembali sementara tetap terbuka jika terjadi situasi internasional yang tidak menentu atau cuaca ekstrem. Semua ladang gas akan ditutup dan dibongkar permanen pada 1 Oktober 2024.[39]
Dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca, pemerintah Belanda menargetkan seluruh rumah tangga bebas gas alam pada tahun 2050 dengan memberikan subsidi transisi energi.[40] Sebanyak 98% perusahaan di Belanda telah mengambil langkah pengurangan emisi, melampaui rata-rata UE sebesar 89%. Namun, hanya 48% perusahaan yang menetapkan dan memantau target emisi mereka sendiri.[41] Mayoritas perusahaan menekan emisi melalui pengurangan limbah dan daur ulang (86%) serta program efisiensi energi (76%).[42][43]
Hingga tahun 2023, 78% perusahaan Belanda telah berinvestasi dalam pengurangan emisi karbon dan mitigasi bencana iklim, sementara 60% lainnya berencana berinvestasi dalam tiga tahun ke depan. Angka ini jauh di atas rata-rata UE (56% dan 54%).[44] Investasi terbesar dilakukan dalam pengurangan limbah dan peningkatan daur ulang (86%).[45]
Perusahaan-perusahaan Belanda juga lebih cenderung memandang transisi menuju peraturan iklim yang lebih ketat sebagai peluang bisnis (39% dibandingkan dengan rata-rata Eropa sebesar 23%).[46]

Peneliti di Belanda mulai mempelajari energi nuklir pada tahun 1930-an dan membangun reaktor riset Dodewaard pada tahun 1955. Tujuannya adalah memperkenalkan teknologi tenaga nuklir pada tahun 1962 untuk menggantikan bahan bakar fosil. Pada tahun 1968, reaktor uji coba dihubungkan ke jaringan listrik nasional, tetapi ditutup pada tahun 1997. Pada tahun 1970-an, Belanda menetapkan kebijakan untuk memproses ulang seluruh bahan bakar nuklir bekas. Pada tahun 1984, pemerintah membangun fasilitas penyimpanan jangka panjang (100 tahun) bagi limbah radioaktif tingkat menengah dan rendah, serta meneliti cara pembuangan akhir. Pada September 2003, Central Organization for Radioactive Waste membuat fasilitas penyimpanan sementara untuk limbah radioaktif tingkat tinggi. Satu-satunya reaktor nuklir komersial Belanda adalah Borssele, yang beroperasi sejak tahun 1973 dan menghasilkan sekitar 4% listrik nasional per tahun 2011.[47] Reaktor Dodewaard yang lebih tua adalah reaktor uji yang sempat terhubung ke jaringan listrik nasional, tetapi ditutup pada tahun 1997. Ada pula reaktor riset 2 MW bernama Institut Reaktor Delft (RID) di Universitas Teknologi Delft, yang digunakan untuk penelitian neutron dan positron, bukan untuk produksi energi.
Pada tahun 1994, Dewan Negara Belanda memutuskan untuk menghapus tenaga nuklir secara bertahap setelah perdebatan soal pengelolaan limbah nuklir. Reaktor Dodewaard ditutup pada 1997, dan pemerintah berencana mengakhiri izin operasi Borssele pada tahun 2003, tetapi izin tersebut diperpanjang hingga tahun 2034 dengan syarat memenuhi standar keselamatan tertinggi.[butuh rujukan] Setelah pemilu tahun 2010, pemerintah mulai mendukung ekspansi energi nuklir, dan dua perusahaan pemilik Borssele mengajukan rencana pembangunan reaktor baru.[48][49] Namun, pada Januari 2012, perusahaan Delta menunda keputusan untuk membangun pembangkit nuklir kedua.

Pada tahun 2011, Belanda dikunjungi oleh 11,3 juta wisatawan asing.[50] Pada 2012, sektor pariwisata menyumbang 5,4% terhadap PDB dan 9,6% terhadap total lapangan kerja. Dengan peringkat global ke-147 untuk kontribusi terhadap PDB dan ke-83 untuk lapangan kerja, pariwisata tergolong sektor kecil dalam ekonomi Belanda.[51] Holland Utara menjadi provinsi paling populer bagi wisatawan asing pada 2011, dengan 6 juta pengunjung, disusul Holland Selatan dengan 1,4 juta. Mayoritas turis berasal dari Jerman (3 juta), Britania Raya (1,5 juta), dan Belgia (1,4 juta).[52] Hingga 2020, Belanda memiliki sembilan Situs Warisan Dunia UNESCO dan dikenal akan seni serta warisan sejarahnya yang kaya.
Dalam sektor restoran cepat saji dan kudapan, McDonald's menjadi pemain dominan dengan jumlah karyawan terbanyak, diikuti oleh Burger King, FEBO (pemain nasional), dan Kwalitaria. Jaringan lain yang hadir di pasar Belanda antara lain Pizza Hut, Domino's Pizza, dan KFC. Sementara itu, jaringan Belgia Quick telah meninggalkan pasar Belanda sejak tahun 2000.[53]

Pada tahun 2022, sektor dengan jumlah perusahaan terbanyak di Belanda adalah sektor jasa dengan 761.749 perusahaan, diikuti sektor keuangan, asuransi, dan properti sebanyak 693.255, serta perdagangan ritel sebanyak 101.025 perusahaan.[54]
Di Belanda, 91% perusahaan menyatakan telah berinvestasi dengan baik dalam tiga tahun terakhir (2020–2023), lebih tinggi dari rata-rata Uni Eropa sebesar 82%.[55] Dibandingkan perusahaan Eropa lainnya, perusahaan Belanda lebih fokus pada pengembangan produk atau layanan baru (26%) dibandingkan penggantian (34%). Hanya 7% yang tidak berencana berinvestasi, sejalan dengan rata-rata Uni Eropa (10%).[56] Krisis energi tahun 2022–2023 memang berdampak pada perusahaan Belanda, tetapi tidak separah negara-negara UE lainnya. Meski sebagian besar perusahaan khawatir soal harga energi, hanya 30% yang menganggapnya masalah serius, separuh dari rata-rata UE (59%).[57][58]
Tantangan jangka panjang terbesar bagi investasi di Belanda adalah kekurangan tenaga terampil (71%) dan harga energi tinggi (66%). Namun, hambatan-hambatan ini lebih rendah dibanding rata-rata UE dan juga menurun dari tahun 2021. Misalnya, akses pendanaan hanya menjadi kendala bagi 23% perusahaan Belanda, dibanding 44% di UE.[59]
Pada 2023, sekitar 13% perusahaan Belanda memperkenalkan produk, proses, atau layanan baru di pasar domestik maupun global.[60] Sebagian besar perusahaan Belanda juga lebih maju secara teknologi dibanding rata-rata Eropa, hampir 8 dari 10 (78%) perusahaan sudah menggunakan setidaknya satu teknologi digital, sedangkan rata-rata UE hanya 70%. Teknologi yang paling banyak digunakan meliputi platform digital (59%), robotika (56%), dan Internet of Things (55%), sementara penggunaan pencetakan 3D (19%) dan augmented/VR (15%) masih terbatas.[61]
Belanda adalah rumah bagi beberapa perusahaan multinasional besar, termasuk Heineken, Ahold, Philips, TomTom, Randstad NV, dan ING, yang semuanya berkantor pusat di Amsterdam. Ribuan perusahaan non-Belanda juga berkantor pusat di Belanda, seperti EADS, LyondellBasell, dan IKEA, karena tarif pajak perusahaan yang lebih menarik.[butuh rujukan]
Perusahaan-perusahaan terbesar di Belanda dalam Fortune Global 500 per tahun 2022 adalah sebagai berikut:
| Peringkat | Peringkat Fortune 500 | Nama | Industri | Pendapatan
(juta USD) |
Keuntungan
(juta USD) |
Aset
(juta USD) |
Karyawan | Kantor pusat |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Stellantis | Otomotif | 176.663,0 | 16.789,1 | 195.297,9 | 281.595 | Hoofddorp | ||
| Ahold Delhaize | Ritel | 89.385,6 | 2.655,5 | 51.974,5 | 259.000 | Zaandam | ||
| Aegon | Jasa keuangan | 63.662,7 | 2.341,0 | 532.402,5 | 22.271 | Den Haag | ||
| Airbus | Dirgantara dan pertahanan | 61.657,5 | 4.981,2 | 121.712,4 | 126.495 | Leiden | ||
| Louis Dreyfus Company | Makanan | 49.569,0 | 697,0 | 23.626,0 | 15.737 | Rotterdam | ||
| INGKA Holding | Ritel | 47.545,8 | 1.887,1 | 65.010,9 | 174.225 | Leiden | ||
| LyondellBasell | Kimia | 46.173,0 | 5.610,0 | 36.742,0 | 19.100 | Rotterdam | ||
| ING Group | Perbankan | 33.851,4 | 7.036,1 | 1.079.297,3 | 57.660 | Amsterdam | ||
| X5 Group | Ritel | 29.921,7 | 580,0 | 17.164,8 | 340.928 | Den Haag | ||
| Randstad NV | Konsultan | 29.126,8 | 908,0 | 12.552,5 | 39.530 | Diemen |