Invasi Jerman ke Belanda, yang dikenal juga sebagai Pertempuran Belanda, adalah kampanye militer yang merupakan bagian dari Operasi Kuning, invasi Jerman Nazi ke Negeri Rendah serta Prancis selama Perang Dunia II. Pertempuran ini berlangsung dari 10 Mei 1940 hingga penyerahan pasukan utama Belanda pada 14 Mei. Pasukan Belanda di provinsi Zealand terus melawan Wehrmacht hingga 17 Mei, ketika Jerman menyelesaikan pendudukan seluruh negara.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| ||||||||||||||||||||||||||||||||
Invasi Jerman ke Belanda (bahasa Belanda: Duitse aanval op Nederlandcode: nl is deprecated ), yang dikenal juga sebagai Pertempuran Belanda (bahasa Belanda: Slag om Nederlandcode: nl is deprecated ), adalah kampanye militer yang merupakan bagian dari Operasi Kuning (bahasa Jerman: Fall Gelbcode: de is deprecated ), invasi Jerman Nazi ke Negeri Rendah (Belgia, Luksemburg, dan Belanda) serta Prancis selama Perang Dunia II. Pertempuran ini berlangsung dari 10 Mei 1940 hingga penyerahan pasukan utama Belanda pada 14 Mei. Pasukan Belanda di provinsi Zealand terus melawan Wehrmacht hingga 17 Mei, ketika Jerman menyelesaikan pendudukan seluruh negara.
Invasi Belanda menandai beberapa operasi terjun payung massal pertama, yang bertujuan untuk menduduki titik-titik strategis dan membantu kemajuan pasukan darat. Luftwaffe Jerman menggunakan pasukan terjun payung dalam penaklukan beberapa landasan udara di sekitar Rotterdam dan Den Haag, yang membantu mereka dengan cepat menguasai negara tersebut dan melumpuhkan pasukan Belanda.
Setelah pemboman dahsyat Rotterdam oleh Luftwaffe pada 14 Mei, Jerman mengancam akan membom kota-kota Belanda lainnya jika pasukan Belanda menolak menyerah. Staf Umum menyadari tidak dapat menghentikan pembom, dan memerintahkan Angkatan Darat Kerajaan Belanda untuk menghentikan pertempuran. Bagian-bagian terakhir Belanda yang diduduki dibebaskan pada tahun 1945.