Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pertempuran Prancis

Pertempuran Prancis, juga dikenal sebagai Kampanye Barat, Kampanye Prancis dan Jatuhnya Prancis, selama Perang Dunia II adalah invasi Jerman ke Prancis, yang memperkenalkan taktik-taktik yang masih digunakan. Prancis dan Negeri Rendah ditaklukkan, mengakhiri operasi darat di Front Barat hingga pendaratan Normandia pada tanggal 6 Juni 1944.

artikel daftar Wikimedia
Diperbarui 27 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pertempuran Prancis
Pertempuran Prancis
Bagian dari Front Barat dari Perang Dunia II

Searah jarum jam dari atas kiri:
  • Peralatan yang ditinggalkan di Prancis utara
  • Pasukan Jerman berbaris melewati Paris
  • Tentara Britania memeriksa senjata anti-tank Jerman
  • Mobil lapis baja Prancis yang hancur
  • Tentara Prancis dalam perjalanan menuju kamp tawanan perang Jerman
  • Tank Panzer II Jerman menerobos Ardennes
Tanggal10 Mei – 25 Juni 1940
(1 bulan, 2 minggu dan 1 hari)
LokasiNegeri Rendah dan Prancis
Hasil Kemenangan Poros
Perubahan
wilayah
  • Prancis Vichy dibentuk
  • Sebagian wilayah Prancis berada di bawah pendudukan militer Jerman dan Italia
  • Jerman menganeksasi Alsace–Lorraine
Pihak terlibat
  • Jerman Nazi Jerman
  •  Italia (sejak 10 Juni)
 Prancis
  •  Aljazair Prancis[1]
  • Maroko Prancis[1]
  • Tunisia Prancis[1]
  •  Afrika Barat Prancis[1]
  • Madagaskar Prancis[1]
  •  Indochina Prancis[1]
  •  Belgia
  •  Britania Raya
  •  Belanda
  • Pemerintahan Polandia dalam pengasingan Polandia
  •  Kanada
  •  Cekoslowakia
  •  Luksemburg
Tokoh dan pemimpin
  • Jerman Nazi Erich von Manstein
  • Jerman Nazi Heinz Guderian
  • Jerman Nazi Walther von Brauchitsch
  • Jerman Nazi Franz Halder
  • Jerman Nazi Gerd von Rundstedt
  • Jerman Nazi Fedor von Bock
  • Jerman Nazi Wilhelm von Leeb
  • Jerman Nazi Ewald von Kleist
  • Jerman Nazi Albert Kesselring
  • Jerman Nazi Hugo Sperrle
  • Kerajaan Italia (1861–1946) Pangeran Umberto
  • Republik Prancis Ketiga Maurice Gamelin[a]
  • Republik Prancis Ketiga Alphonse Georges[a]
  • Republik Prancis Ketiga Maxime Weygand[b]
  • Republik Prancis Ketiga Gaston Billotte ⚔
  • Republik Prancis Ketiga Georges Blanchard
  • Republik Prancis Ketiga André-Gaston Prételat
  • Republik Prancis Ketiga Benoît Besson
  • Republik Prancis Ketiga René Olry
  • Leopold III (POW)
  • Britania Raya Lord Gort
  • Belanda Henri Winkelman (POW)
Pasukan
Angkatan Darat Poros
  • Jerman Nazi Grup Angkatan Darat B
    • Angkatan Darat ke-18
    • Angkatan Darat ke-6
  • Jerman Nazi Grup Angkatan Darat A
    • Angkatan Darat ke-4
    • Angkatan Darat ke-12
    • Angkatan Darat ke-16
    • Panzer Grup Kleist
  • Jerman Nazi Grup Angkatan Darat C
    • Angkatan Darat ke-1
    • Angkatan Darat ke-7

  • Sejak 10 Juni di Pegunungan Alpen:
  • Kerajaan Italia di bawah Fasisme (1922-1943) Army Group West
    • Angkatan Darat ke-1
    • Angkatan Darat ke-4
Angkatan Darat Sekutu
  • Republik Prancis Ketiga Grup Angkatan Darat ke-1
    • Angkatan Darat ke-7
    • Belgia Angkatan Darat Belgia
    • Britania Raya BEF
    • Angkatan Darat ke-1
    • Angkatan Darat ke-9
    • Angkatan Darat ke-2
  • Republik Prancis Ketiga Grup Angkatan Darat ke-2
    • Angkatan Darat ke-3
    • Angkatan Darat ke-4
    • Angkatan Darat ke-5
  • Republik Prancis Ketiga Grup Angkatan Darat ke-3
    • Angkatan Darat ke-8

  • Belanda Angkatan Darat Belanda
  • Sejak 10 Juni di Pegunungan Alpen:
  • Prancis Angkatan Darat Alpen
Kekuatan

Jerman: 141 divisi
7,378 senapan[2]
2,445 tank[2]
5,638 pesawat tempur[3][c]
3,350,000 orang
Italia di Alpen
22 divisi
3,000 senapan
300,000 orang

Total:
3,650,000 orang

Sekutu: 135 divisi
13,974 senapan
3,383–4,071 tank Prancis[2][4]
<2,935 pesawat tempur[3][d]
3,300,000 orang
Prancis di Alpen
5 divisi
~150,000 orang

Total:
3,450,000 orang
Korban

Jerman:
27,074 tewas
111,034 terluka
18,384 hilang[5][6][7]
1,129 kru pesawat tewas[8]
1,236 pesawat tempur hilang[5][9]
795–822[10] tank hilang[e]
Jerman: 179,547
Italia: 6,029–6,040[f]


Total: 185,587

73,000 tewas
240,000 terluka
15,000 hilang[g]
1,756,000 tertangkap
2,233 pesawat tempur hilang[23]
1,749 tank Prancis hilang[h]
689 tank Britania hilang[i]


Total: 2,084,000
  • l
  • b
  • s
Kampanye selama
Perang Dunia II
Eropa
  • Polandia
  • Perang Palsu
  • Finlandia
    • Perang Musim Dingin
    • Karelia
    • Laplandia
  • Denmark dan Norwegia
  • Front Barat
  • Prancis dan Benelux
  • Britania
  • Balkan
  • Front Timur
  • Italia
    • Sisilia

Asia-Pasifik

  • Tiongkok
  • Samudra Pasifik
    • Pasifik Barat Daya
  • Perang Prancis-Thailand
  • Asia Tenggara
  • Burma dan India
  • Jepang
  • Manchuria dan Korea bagian utara
    • konflik perbatasan pra-perang

Mediterania dan Timur Tengah

  • Afrika
    • Afrika Utara
    • Afrika Timur
  • Laut Mediterania
  • Adriatik
  • Malta
  • Timur Tengah
    • Irak
    • Suriah–Lebanon
    • Iran
  • Dodekanisa
  • Prancis Selatan

Kampanye Lainnya

  • Amerika
  • Atlantik
  • Pengeboman Strategis
  • Madagaskar

Perang Kontemporer

  • Perang Sipil Tiongkok
  • Perbatasan Soviet-Jepang
  • Ekuador-Peru
  • l
  • b
  • s
Front Barat
Pendahuluan
1939
  • Perang Phoney
  • Saar
  • Pertempuran Teluk Heligoland
1940
  • Luksemburg
  • Belanda
    • Den Haag
    • Rotterdam
    • Zeeland
    • Pengeboman Rotterdam
  • Belgia
    • Benteng Eben-Emael
    • Hannut
    • Gembloux
    • La Lys
  • Prancis
    • Sedan
    • Montcornet
    • Arras
    • Lille
    • Boulogne
    • Calais
    • Abbeville
    • Paula
    • Dunkerque
    • Evakuasi Dunkerque
    • Invasi Italia ke Prancis
    • Saumur
  • Britania
    • Adlertag
    • Hari Tersulit
    • Hari Pertempuran Britania
  • Singa Laut
1942–1943
  • Cerberus dan Donnerkeil
  • Serangan St Nazaire
  • Serangan Dieppe
1944–1945
  • Overlord
  • Dragoon
  • Garis Siegfried
  • Market Garden
    • Arnhem
  • Hutan Hürtgen
  • Aachen
  • Queen
  • Scheldt
  • Bulge
    • Nordwind
    • Bodenplatte
  • Kantung Colmar
  • Kantung-kantung Atlantik
  • Invasi Sekutu ke Jerman
Kampanye-kampanye yang berstrategi
  • The Blitz
  • Mempertahankan Reich
  • Serangan-Serangan ke Tembok Atlantik
  • Pertempuran Atlantik
  • l
  • b
  • s
Pertempuran Prancis
  • Pertempuran Prancis
    • Royal Marine
    • Sedan
    • Montcornet
    • Saumur
    • Arras
    • Boulogne
    • Calais
    • Dunkirk
      • Wormhoudt
    • Dynamo
    • Abbeville
    • Lille
    • Paula
    • Alps
    • Fall Rot
    • Lagarde
    • Cycle
    • Ariel
    • Fall Braun

Pertempuran Prancis (bahasa Prancis: bataille de Francecode: fr is deprecated , bahasa Inggris: battle of Francecode: en is deprecated ; 10 Mei – 25 Juni 1940), juga dikenal sebagai Kampanye Barat (bahasa Jerman: Westfeldzugcode: de is deprecated ), Kampanye Prancis (bahasa Jerman: Frankreichfeldzugcode: de is deprecated , bahasa Prancis: campagne de Francecode: fr is deprecated ) dan Jatuhnya Prancis, selama Perang Dunia II adalah invasi Jerman ke Prancis, yang memperkenalkan taktik-taktik yang masih digunakan. Prancis dan Negeri Rendah ditaklukkan, mengakhiri operasi darat di Front Barat hingga pendaratan Normandia pada tanggal 6 Juni 1944.

Dalam Fall Gelb ("Kasus Kuning"), unit lapis baja Jerman melakukan dorongan yang mengejutkan melalui Ardennes dan kemudian sepanjang lembah Somme, memotong dan mengelilingi unit-unit Sekutu yang telah maju ke Belgia untuk menghadapi pasukan Jerman di sana. Pasukan Britania, Belgia dan Prancis terdorong ke laut oleh Jerman. Angkatan laut Britania dan Prancis mengevakuasi anggota dari Pasukan Ekspedisi Britania (BEF) dan angkatan darat Prancis dan Belgia dari Dunkirk dalam Operasi Dynamo.

Rencana awal

Pada bulan Oktober 1939, pucuk pimpinan tentara Jerman (OKH, singkatan dari Ober Kommando Des Heeres) sudah mempunyai rencana untuk menyerang sekutu di Eropa Barat. Menurut rencana ini, puluhan divisi akan menyerang dalam garis-garis yang paralel, dengan sayap kanannya sebagai tulang punggung ofensif ini. Rencana ini ada baiknya, sederhana. Tapi buruknya mirip sekali dengan yang pernah digunakan Jerman pada Perang Dunia I, yang dikenal sebagai rencana Schlieffen. Disaat itulah muncul Jenderal Erich Von Manstein yang memiliki rencana yang berbeda.

Rencana Manstein

Manstein berencana menerobos pertahanan musuh di wilayah pegunungan Ardennes, karena menurutnya musuh tidak akan menduga suatu ofensif Jerman melalui wilayah pegunungan itu. Manstein lalu menyusun sebuah memorandum kepada OKH yang intisarinya sebagai berikut: Tulang punggung ofensif Jerman bukan sayap kanan, tetapi sayap kiri yang terdiri dari divisi tank dan kendaraan bermotor, yang menerjang kearah sedan melalui Ardennes. Rencana itu lalu dikirim kepada OKH, tetapi jendral-jendral lembaga ini tidak meneruskannya kepada Hitler.

Bocor

Bulan Januari 1940, sebuah pesawat karena cuaca buruk mendarat di wilayah Belgia. Dalam pesawat itu terdapat sebagian dari perintah operasi bagi Armada Udara Pertama, yang tidak sempat dimusnahkan sehingga jatuh ketangan pemerintah Belgia, lalu diteruskan kepada Inggris-Prancis. Bocornya rencana ini membuat Hitler mengubah rencananya, dia pun lebih bersedia untuk menerima usul-usul Manstein. Hitler setuju, dan rencana Manstein akan dilaksanakan tanggal 10 Mei 1940.

Tank belgia yang ditinggalkan diperiksa oleh tentara Jerman

Serangan Jerman

Pada 10 Mei 1940, bom-bom Jerman dijatuhkan pada sasaran-sasaran di Belanda dan Belgia. Belanda sengaja menimbulkan banjir di sebagian wilayahnya untuk menahan laju tentara Jerman, tetapi Jerman menerjunkan pasukan payung di belakang willayah yang tergenang air itu. Kota Rotterdam dibom sampai hancur oleh Luftwaffe, dalam empat hari pertahanan Belanda runtuh. Keruntuhan Belgia menyusul dua minggu kemudian.

Tentara Prancis saat itu menduga Jerman akan menyerang menurut rencana Schilieffen. Tentara Jerman sengaja menarik perhatian lawannya kejurusan Belanda dan Belgia, yang diserbu oleh Army Group B. Serangan ini dilakukan secara mencolok, pasukan payung diterjunkan, 1000 pesawat Luftwaffe dipusatkan disana, termasuk tiga divisi Panzer. Prancis mengira bahwa Army Group B itulah tulang punggung ofensif Jerman. Tentara Prancis-Inggris menyerbu ke bagian utara Belgia untuk menghadapi Army Group B.

Namun tulang punggung Tentara Jerman bukan terletak pada Army Group B di utara, tetapi di selatan (Ardennes) oleh Army Group A yang terdiri dari tujuh divisi tank. Tidak diduga oleh Prancis, menyerbulah ratusan tank ini ke Ardennes di bawah pimpinan Jenderal Heinz Guderian. Setelah menyeberangi sungai Mass dekat Sedan, lalu tiba di tanah datar. Secepat kilat menggelindinglah tank-tank itu ke arah barat, di belakang garis depan Inggris-Prancis. Hanya dalam beberapa hari Guderian sampai di Boulogne, Calais, di pantai samudera Atlantik. Tentara Inggris-Prancis terbelah menjadi dua.

Pada 21 Mei di Arras, pasukan tank dan infanteri Britania Raya melawan Divisi Panzer ke-7 pimpinan Erwin Rommel. Meski demikiran, pasukan Rommel lebih unggul; pasukannya mampu bergerak lebih cepat dan lebih jauh daripada pasukan lain. Pasukan Panzer Jerman bergerak memutar ke selatan dan barat dan mengepung Sekutu.[25]

Dunkirk

Pada 20 Mei Jerman sudah mencapai Selat Inggris dan terus merangsek masuk ke Belgia. Tentara Belgia akhirnya menyerah pada 28 Mei, menyisakan pasukan Britania Raya yang bertahan. Sementara itu, Jenderal Lord Gort, komandan Pasukan Ekspedisi Britania memutuskan untuk menghentikan serangan balasan dan menyelamatkan pasukannya.[25]

Tanggal 23 Mei Guderian berada hanya beberapa mil dari pelabuhan Dunkirk tempat ratusan ribu serdadu Prancis-Inggris sudah berkumpul untuk mengungsi ke Inggris. Saat Guderian ingin menyerbu kota tersebut, Hitler memerintahkan pasukan tank Guderian berhenti. Alasan Hitler itu masih belum diketahui. Akibat perintah Hitler ratusan ribu Tentara sekutu dapat dievakuasi.

Antara 26 Mei hingga 4 Juni Britania Raya menggelar Operasi Dinamo untuk mengevakuasi 338.000 pasukan Prancis-Britania Raya di Dunkirk. Dalam evakuasi Dunkirk Inggris mengerahkan kapal perang, kapal penumpang, kapal pesiar, bahkan kapal nelayan, semua kekuatan maritim Inggris dikerahkan. Luftwaffe mengirim pembom untuk menggagalkan evakuasi itu, tetapi gagal karena tenaga Luftwaffe tidak cukup, di samping juga berkat perlawanan yang hebat dari Angkatan Udara Inggris.[25]

Tentara Jerman berbaris di Paris

Jatuhnya Paris

Pada tanggal 5 Juni, ketika kota Dunkrik jatuh ketangan Jerman setelah evakuasi tentara Inggris selesai, Hitler mengerahkan 10 divisi panzernya dengan 133 divisi infantri ke selatan, ke arah Paris. Prancis cemas, Divisi-divisi mereka yang dapat dikerahkan selain lebih sedikit, juga tidak begitu terlatih. Hampir semua divisinya yang lebih terlatih justru terasing, terpencil di Belgia utara setelah dipotong oleh serangan Guderian.

Meskipun beberapa bagian Prancis memberikan perlawanan yang baik, tetapi banjir Panzer Jerman tak tertahankan. Tanggal 10 Juni pemerintahan Prancis meniggalkan Paris. Empat hari kemudian Paris jatuh tanpa perlawanan. Reynaud digantikan sebagai perdana menteri oleh Marsekal Pétain dan dia pada tanggal 17 Juni minta diadakan gencatan senjata.

Pranala luar

  • World War 2 Online Newspaper Archives - The German Invasion of Western Europe, 1940 Diarsipkan 2005-11-28 di Wayback Machine.
  • BBC - History - WW2: Fall of France Campaign (Flash animation of the campaign)
  • Official German account of the Battle of France (as published in 1940)
  • 1940: The Battle of France
  • Battle of France timeline
  • Royal Engineers Museum Diarsipkan 2009-05-03 di Wayback Machine. Royal Engineers and Second World War
  • Battle of France Diarsipkan 2007-05-04 di Wayback Machine. (Serbia)
  • Ruins of the Reich (Vol II) Diarsipkan 2007-10-06 di Wayback Machine.

Catatan

  1. 1 2 Hingga 17 Mei
  2. ↑ Sejak 17 Mei
  3. ↑ Hooton menggunakan Bundesarchiv, Militärarchiv di Freiburg. Kekuatan Luftwaffe termasuk glider dan transportasi yang digunakan dalam serangan di Belanda dan Belgia.[3]
  4. ↑ Hooton menggunakan Arsip Nasional di London untuk catatan RAF, termasuk "Air 24/679 Operational Record Book: The RAF in France 1939–1940", "Air 22/32 Air Ministry Daily Strength Returns", "Air 24/21 Advanced Air Striking Force Operations Record" dan "Air 24/507 Fighter Command Operations Record". Untuk Armée de l'Air, Hooton menggunakan "Service Historique de Armée de l'Air (SHAA), Vincennes".[3]
  5. ↑ Steven Zaloga wrote, "Of the 2,439 panzers originally committed 822, or about 34 per cent, were total losses after five weeks of fighting.... Detailed figures for the number of mechanical breakdowns are not available and are not relevant as in the French case, since, as the victors, the Wehrmacht could recover damaged or broken-down tanks and put them back into service".[11]
  6. ↑ Official Italian report on 18 July 1940: Italian casualties amounted to 631 or 642 men killed, 2,631 wounded and 616 reported missing. A further 2,151 men suffered from frostbite during the campaign.[12][13][14]
  7. ↑ Prancis:
    ≈60,000 tewas
    200,000 terluka
    12,000 hilang[15][16]
    Britania:
    3,500–5,000 tewas
    16,815 terluka
    47,959 hilang atau tertangkap[5][17][18]
    Belgia:
    6,093 tewas
    15,850 terluka
    500 hilang[19][20]
    Belanda:
    2,332 tewas
    7,000 terluka
    Polish:
    5,500 tewas atau terluka[21]
    Luksemburg:
    7 terluka[22]
  8. ↑ Steven Zaloga notes that "According to a postwar French Army study, French tank losses in 1940 amounted to 1,749 tanks lost out of 4,071 engaged, of which 1,669 were lost to gunfire, 45 to mines and 35 to aircraft. This amounts to about 43 per cent. French losses were substantially amplified by the large numbers of tanks that were abandoned or scuttled by their crews".[4]
  9. ↑ Jonathan Fennell notes "Losses 'included 180,000 rifles, 10,700 Bren guns, 509 two-pounder anti-tank guns, 509 cruiser tanks and 180 infantry tanks'."[24]

Catatan kaki

  1. 1 2 3 4 5 6 Scheck 2010, hlm. 426.
  2. 1 2 3 Umbreit 2015, hlm. 279.
  3. 1 2 3 4 Hooton 2007, hlm. 47–48.
  4. 1 2 Zaloga 2011, hlm. 73.
  5. 1 2 3 Frieser 1995, hlm. 400.
  6. ↑
  7. ↑ Sheppard 1990, hlm. 88.
  8. ↑ Hooton 2010, hlm. 73.
  9. ↑ Murray 1983, hlm. 40.
  10. ↑ Healy 2007, hlm. 85.
  11. ↑ Zaloga 2011, hlm. 76.
  12. ↑ Sica 2012, hlm. 374.
  13. ↑ Porch 2004, hlm. 43.
  14. ↑ Rochat 2008, para. 19.
  15. ↑ Gorce 1988, hlm. 496.
  16. ↑ Quellien 2010, hlm. 262–263.
  17. ↑ French 2001, hlm. 156.
  18. ↑ Archives, The National. "The National Archives | World War II | Western Europe 1939–1945: Invasion | How worried was Britain about invasion 1940–41?". archive.wikiwix.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 March 2023. Diakses tanggal 14 January 2023.
  19. ↑ Dear & Foot 2005, hlm. 96.
  20. ↑ Ellis 1993, hlm. 255.
  21. ↑ Jacobson, 2015, nopp
  22. ↑ "Inauguration du Monument érigé à la Mémoire des Morts de la Force Armée de la guerre de 1940–1945" (PDF). Grand Duché de Luxembourg Ministére D'État Bulletin D'Information (dalam bahasa Prancis). Vol. 4, no. 10. Luxembourg: Service information et presse. 31 October 1948. hlm. 147. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 8 January 2017. Diakses tanggal 22 Mei 2020.
  23. ↑ Hooton 2007, hlm. 90.
  24. ↑ Fennell 2019, hlm. 115.
  25. 1 2 3 Sheffield, Gary (2011-03-30). "The Fall of France". BBC - History (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-03-29.

Referensi

  • P.K. Ojong, Perang Eropa Jilid I, Gramedia Pustaka Utama
Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Republik Ceko

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Rencana awal
  2. Rencana Manstein
  3. Bocor
  4. Serangan Jerman
  5. Dunkirk
  6. Jatuhnya Paris
  7. Pranala luar
  8. Catatan
  9. Catatan kaki
  10. Referensi

Artikel Terkait

Wikimedia Foundation

organisasi amal asal Amerika Serikat

Pemblokiran Wikimedia di Indonesia

pembatasan domain auth.wikimedia.org di Indonesia

Wikikamus bahasa Banjar

Wiktionary berbahasa Banjar

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026