Pendidikan di Belanda memiliki karakteristik khusus dengan sistem yang berorientasi pada kebutuhan dan latar belakang peserta didik. Sistem pendidikan dibagi berdasarkan kelompok usia, dengan beberapa jenjang pendidikan yang kemudian dibagi lagi menjadi beberapa tingkatan sesuai level pembelajaran. Sekolah-sekolah di Belanda terbagi menjadi sekolah negeri, sekolah khusus, dan sekolah umum-khusus (netral), meskipun terdapat juga beberapa sekolah swasta. Sistem penilaian di Belanda menggunakan skala 1 hingga 10.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan | |
|---|---|
| Menteri Pendidikan | Eppo Bruins dan Mariëlle Paul |
| Biaya pendidikan nasional (2014) | |
| Biaya | €32,1 miliar ($42 miliar) |
| Penjelasan utama | |
| Bahasa utama | Belanda Dwibahasa/Tribahasa (dengan bahasa Inggris, Jerman, Prancis, atau Frisia Barat (hanya di Friesland)) |
| Didirikan | 1968 (Mammoewet) 1999 (revisi terakhir) |
Pendidikan di Belanda memiliki karakteristik khusus dengan sistem yang berorientasi pada kebutuhan dan latar belakang peserta didik. Sistem pendidikan dibagi berdasarkan kelompok usia, dengan beberapa jenjang pendidikan yang kemudian dibagi lagi menjadi beberapa tingkatan sesuai level pembelajaran. Sekolah-sekolah di Belanda terbagi menjadi sekolah negeri, sekolah khusus (berbasis agama), dan sekolah umum-khusus (netral),[1] meskipun terdapat juga beberapa sekolah swasta. Sistem penilaian di Belanda menggunakan skala 1 (sangat buruk ) hingga 10 (sangat baik).
Menurut Program Penilaian Pelajar Internasional (PISA) yang dikoordinasikan oleh Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), sistem pendidikan Belanda menempati peringkat ke-10 terbaik di dunia pada tahun 2022.[2]
Anak-anak bersekolah di sekolah dasar (basisschool) mulai usia 4 tahun hingga sekitar 12 tahun. Sekolah dasar ini terdiri dari 8 kelompok kelas. Kelompok 1 dan 2 biasa disebut kelas taman kanak-kanak (kleuterklassen). Mulai kelompok 3, anak-anak mulai belajar membaca, menulis, dan berhitung.
Sejak April tahun ajaran 2014-2015, semua siswa kelompok 8 di sekolah dasar reguler wajib mengikuti ujian akhir (eindtoets).[3] Salah satu contoh ujian akhir ini adalah tes Cito (citotoets). Namun, sekolah dasar sudah memberikan rekomendasi sekolah (schooladvies) sebelum 1 Maret, yang berisi jenis sekolah lanjutan yang disarankan oleh sekolah dasar.
Setelah lulus sekolah dasar, siswa dapat memilih antara empat jenis sekolah lanjutan:
Pendidikan menengah (voortgezet onderwijs) berlangsung selama 4, 5, atau 6 tahun tergantung jenis sekolahnya. Tiga tahun pertama di HAVO dan VWO serta dua tahun pertama di VMBO disebut sebagai fase pembentukan dasar (basisvorming). Setelah itu, siswa memilih jurusan (profiel di HAVO/VWO atau sector di VMBO) yang sesuai dengan pendidikan lanjutan mereka setelah lulus sekolah menengah.
VMBO (voorbereidend middelbaar beroepsonderwijs atau "Pendidikan Menengah Kejuruan Persiapan") berlangsung selama empat tahun, mulai usia 12 hingga 16 tahun.[4] Sistem ini menggabungkan pelatihan kejuruan dengan pendidikan teori dalam bidang bahasa, matematika, sejarah, seni, dan sains. Enam puluh persen siswa di Belanda terdaftar di VMBO. Tingkatan VMBO yang diikuti siswa ditentukan berdasarkan nilai yang diperoleh,[4] bukan pilihan siswa sendiri, dan tidak semua tingkatan tersedia di setiap sekolah menengah.
Semua jalur pendidikan VMBO mengarah ke pendidikan menengah kejuruan (MBO). Siswa dari jalur basisberoepsgerichte leerweg (jalur kejuruan dasar) dapat melanjutkan ke MBO tingkat 2. Sementara jalur lainnya mengarah ke MBO tingkat 3 atau 4. Tingkat 1 MBO diperuntukkan bagi siswa tanpa ijazah VMBO, meski dalam beberapa kasus mereka bisa langsung masuk tingkat 2. Di MBO, siswa bisa naik ke tingkat lebih tinggi tergantung program yang tersedia dan persyaratan masuk masing-masing jurusan.
Tiga jalur VMBO — VMBO-BBL, VMBO-KBL, dan VMBO-GL — memiliki empat sektor:
Setiap sektor terbagi lagi menjadi departemen yang fokus pada bidang pekerjaan tertentu. Siswa di VMBO-TL tidak mengambil mata pelajaran kejuruan, tetapi memilih paket mata pelajaran akademik umum yang tetap terkait dengan sektor di atas. Mereka juga harus menyelesaikan sectorwerkstuk (proyek akhir sektoral) yang sesuai dengan pilihan sektornya. Bagi yang ingin eksplorasi lebih luas, tersedia program intersektoral atau intrasektoral.
HAVO (hoger algemeen voortgezet onderwijs atau "Pendidikan Menengah Atas Umum") merupakan pendidikan menengah umum yang ditempuh selama lima tahun, biasanya dari usia 12 hingga 17 tahun. Program ini memberikan landasan pengetahuan umum yang kuat dan menjadi jalur utama untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi profesional (HBO) setara politeknik.
VWO (voorbereidend wetenschappelijk onderwijs atau "Pendidikan Persiapan Akademik") bersifat lebih akademis dengan durasi 6 tahun, umumnya dari usia 12 hingga 18 tahun. Ijazah VWO membuka pintu ke pendidikan universitas (WO), meskipun beberapa universitas mungkin menerapkan persyaratan tambahan berdasarkan jurusan atau mata pelajaran tertentu yang diambil siswa.
VWO sendiri terbagi menjadi atheneum dan gimnasium. Atheneum merupakan program reguler, sementara Gimnasium menawarkan kurikulum yang sama tetapi dengan tambahan wajib pembelajaran bahasa Latin dan Yunani Kuno. Pembelajaran bahasa kuno ini biasanya dimulai secara bertahap, dengan bahasa Latin diajarkan mulai tahun pertama atau kedua, dan bahasa Yunani dimulai tahun kedua atau ketiga. Di fase lanjutan (tahun keempat hingga keenam), siswa dapat memilih untuk melanjutkan salah satu atau kedua bahasa tersebut, yang dikombinasikan dengan pembelajaran mendalam tentang budaya kuno.
VAVO (Voortgezet algemeen volwassenen onderwijs atau "Pendidikan Lanjutan untuk Dewasa") adalah pendidikan lanjutan khusus untuk orang dewasa. Program ini melayani berbagai kebutuhan, mulai dari penyelesaian ijazah bagi siswa yang belum tuntas (VMBO/MAVO, HAVO, atau VWO), pengambilan sertifikat mata pelajaran tertentu saja, hingga program akselerasi seperti peralihan dari HAVO ke VWO dalam waktu satu atau dua tahun. Sistem ini mencerminkan komitmen Belanda terhadap pendidikan sepanjang hayat dan kesempatan kedua dalam pembelajaran.
Pendidikan tinggi di Belanda tersedia melalui dua jenis institusi utama: universitas ilmu terapan (hogescholen atau HBO) yang terbuka bagi lulusan HAVO, VWO, dan MBO-4. Jenis institusi ini mencakup perguruan tinggi umum maupun yang berspesialisasi di bidang tertentu seperti pertanian, seni rupa dan pertunjukan, atau pelatihan keguruan. Kemudian adalah universitas riset (universiteiten atau WO) yang hanya menerima lulusan VWO dan lulusan HBO (termasuk yang telah menyelesaikan tahun pertama HBO/propaedeuse). Kelompok ini terdiri dari 12 universitas umum plus tiga universitas teknologi.[5]
MBO (middelbaar beroepsonderwijs atau "Pendidikan Kejuruan Menengah") di Belanda berfokus pada pelatihan kejuruan. Banyak lulusan VMBO melanjutkan pendidikan ke MBO setelah menyelesaikan sekolah menengah pertama. Durasi program MBO bervariasi antara 1 hingga 4 tahun, tergantung pada tingkat yang dipilih. Setelah menyelesaikan MBO, peserta didik memiliki dua pilihan: langsung memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di HBO (pendidikan tinggi profesional), jika memenuhi persyaratan.
Pendidikan HBO (hoger beroepsonderwijs atau "Pendidikan Kejuruan Tinggi") berorientasi pada pembelajaran tinggi dan pelatihan profesional. Setelah menyelesaikan HBO (biasanya 4-6 tahun), siswa dapat mendaftar ke program master profesional (1-2 tahun) atau langsung memasuki dunia kerja. Dalam beberapa kasus, siswa dengan diploma MBO atau VWO bisa mendapatkan pengecualian untuk mata kuliah tertentu sehingga memungkinkan mereka menyelesaikan HBO dalam 3 tahun.
HBO diajarkan di hogescholen (universitas ilmu terapan), yang jumlahnya lebih dari 40 di Belanda. Masing-masing hogeschool menawarkan beragam program, kecuali beberapa yang berspesialisasi di bidang seni atau pertanian. Perlu dicatat bahwa hogescholen tidak diperbolehkan menyebut diri mereka sebagai universiteit (universitas) dalam bahasa Belanda. Aturan ini juga berlaku untuk bahasa Inggris, sehingga institusi HBO dikenal sebagai universities of applied sciences.
Pendidikan WO (wetenschappelijk onderwijs atau "Pendidikan Imiah") hanya tersedia di universitas riset di Belanda, dan berfokus pada pengembangan keilmuan di bidang seni maupun sains. Program ini diawali dengan jenjang sarjana yang umumnya ditempuh dalam 3 tahun, setelah itu lulusannya dapat memilih antara melanjutkan ke program magister (dengan durasi satu hingga tiga tahun tergantung bidang studi) atau langsung memasuki dunia kerja. Bagi yang ingin menempuh jenjang doktoral, gelar magister menjadi prasyarat mutlak untuk dapat mendaftar sebagai kandidat PhD selama 3 atau 4 tahun di universitas. Belanda memiliki beragam jenis universitas penelitian, mulai dari empat universitas teknologi, satu universitas terbuka, enam universitas umum, hingga empat universitas dengan spesialisasi unik.[6] Meski awalnya berfokus pada bidang-bidang khusus, universitas-universitas spesialis ini dalam perkembangannya telah banyak mengintegrasikan program-program studi umum ke dalam kurikulum mereka.
