Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Lokomotif CC206

Lokomotif CC206 atau GE CM20EMP adalah lokomotif diesel elektrik produksi General Electric Transportation, Amerika Serikat yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero). Lokomotif ini dilengkapi dua bogie dengan konfigurasi C-C (Co'Co'), yaitu tiga buah roda penggerak di setiap bogienya. Terdapat perbedaan dengan lokomotif diesel elektrik buatan GE lain pada jenis yang sama, yaitu dilengkapi dua kabin masinis di ujung muka dan belakang, seperti lokomotif di Eropa pada umumnya. Lokomotif CC206 diperuntukkan untuk keperluan angkutan barang dan penumpang di Pulau Jawa. Sementara di Sumatera Selatan, lokomotif ini hanya diperuntukkan untuk keperluan angkutan barang.

salah satu lokomotif diesel-elektrik di Indonesia
Diperbarui 10 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Lokomotif CC206
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Lokomotif CC206" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
"CC206", "Puong", dan "Si Puong" beralih ke halaman ini.
Lokomotif CC206
Lokomotif CC206 13 28 milik dipo induk PWT berjalan sendirian di PJL Geser Stasiun Yogyakarta
Jenis dan asal
Sumber tenagaDiesel elektrik
ProdusenGeneral Electric Transportation
Nomor seriCC206
ModelGE CM20EMP
Tanggal produksi2012-2013, 2015-2016
Jumlah diproduksi150 buah
Data teknis
Konfigurasi:
​
 • Whyte0-6-6-0
 • AARC-C
 • UICCo'Co'
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
BogieFabricated Bogie (PT Barata Indonesia Persero)
Panjang15.849 mm (17 yd 1 ft 0 in)
Lebar2.743 mm (3 yd 0 ft 0 in)
Tinggi3.695 mm (4 yd 0 ft 1,5 in)
Beban gandar15 ton (15 ton panjang; 17 ton pendek)
Jenis bahan bakarHigh-Speed Diesel (HSD)
MesinGE 7FDL-8
Jenis mesin4 langkah, Dual Turbocharger With Common Rail
AlternatorGE 761
GeneratorGE GT601
Motor traksi6 unit by PT Pindad
Silinder8 buah
Perbandingan roda gigi90:21
Rem lokomotifWestinghouse 26L
(Terdiri dari: Rem udara tekan, Pengereman dinamis, Rem parkir)
Sistem keselamatanLOCOCOMM™, LOCOTROL® Distributed Power, Train Control/SCADA, Ultra Cab II Signaling, GE Integrated Function Display™, GE BrightStar™ Microprocessor and Computer System
Jenis lonceng: Graham White GW373 E-Bell

Jenis klakson:

  • Nathan P-2 horn
  • Nathan P-2 horn + Nathan KS-1L (CC 206 15 15 SMC & CC 206 15 17 KPT)
Klakson lokomotif CC206.
Bunyi Klakson lokomotif CC206.

Bermasalah memainkan berkas ini? Lihat bantuan media.
Performansi
Kelajuan maksimum120 kmh (75 mph) | 160 kmh (100 mph) (Uji Coba)
Daya mesin1.680 kW (2.250 hp)
Gaya traksi248 kN (56.000 lbf)
Karier
OperatorKereta Api Indonesia
JulukanSi Puong
LokalPulau Jawa (penumpang dan barang)
Sumatera Selatan (barang)
Mulai dinas2013; 12 tahun lalu (generasi I)
2015; 10 tahun lalu (generasi IIA)
2016; 9 tahun lalu (generasi IIB)
Keadaan149 unit beroperasi, 1 unit konservasi

Lokomotif CC206 atau GE CM20EMP adalah lokomotif diesel elektrik produksi General Electric Transportation, Amerika Serikat yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero). Lokomotif ini dilengkapi dua bogie dengan konfigurasi C-C (Co'Co'), yaitu tiga buah roda penggerak di setiap bogienya. Terdapat perbedaan dengan lokomotif diesel elektrik buatan GE lain pada jenis yang sama, yaitu dilengkapi dua kabin masinis di ujung muka dan belakang, seperti lokomotif di Eropa pada umumnya. Lokomotif CC206 diperuntukkan untuk keperluan angkutan barang dan penumpang di Pulau Jawa. Sementara di Sumatera Selatan, lokomotif ini hanya diperuntukkan untuk keperluan angkutan barang.

Terdapat perbedaan antara lokomotif CC206 dan lokomotif sebelumnya, antara lain tenaga lebih besar dan tingkat emisi gas buang lebih rendah. Dengan berat lokomotif mencapai 90 ton (89 ton panjang; 99 ton pendek) dengan beban gandar sebesar 15 ton (15 ton panjang; 17 ton pendek) maka jalur rel di Jawa disesuaikan untuk mengakomodasi lokomotif ini

CC206 merupakan lokomotif terakhir produksi GE Transportation yang didesain, diproduksi, dan diekspor secara khusus untuk Indonesia, sebelum divisi tersebut dijual oleh General Electric ke Wabtec pada tahun 2018–2019.[1][2]

Latar belakang

Keberadaan lokomotif berkabin ganda di Indonesia berawal dari lokomotif berusia tua yang pernah beroperasi, seperti lokomotif CC200, BB301, BB304, dan BB305 CFD. Namun, semua lokomotif tersebut telah berumur lebih dari 30–40 tahun dan banyak dilakukan pengafkiran/perucatan—lokomotif CC200 yang berusia di atas 60 tahun dan seluruh BB305 kini telah dirucat. Lokomotif berkabin ganda tersebut dirancang supaya tidak perlu diputar di pemutar rel sebelum beroperasi.

Pada dasawarsa 2000-an, PT KAI memiliki gagasan untuk memesan lokomotif yang kuat, berkabin ganda, dilengkapi teknologi komputer GE BrightStar™ Sirius yang sebelumnya juga dimiliki oleh lokomotif CC204, serta memiliki layar monitor komputer.

Dalam beberapa tahun terakhir, pengadaan CC204 dinilai kurang efisien. Hal ini disebabkan oleh sedikitnya produksi lokomotif per tahun, tetapi kebutuhan akan lokomotif cukup banyak. Gagasan dalam pemesanan lokomotif CC206 ke General Electric muncul pada 2010 untuk menambah armada PT KAI, digunakan untuk keperluan angkutan barang di Pulau Jawa. Selain itu, lokomotif ini dipesan dalam jumlah banyak. PT KAI mampu mendatangkan seratus unit hanya dalam setahun meskipun didatangkan dalam beberapa generasi—dibandingkan dengan pengadaan 37 unit lokomotif CC204 yang membutuhkan waktu lebih dari 5 tahun.

Pengadaan

CC206 15 29 saat baru tiba di Pelabuhan Panjang.

Pada 2012, PT KAI memesan seratus unit lokomotif CC206 (CM20EMP) tanpa bogie buatan General Electric Transportation dengan nilai kontrak sebesar Rp4 triliun.[3] Bogie lokomotif dirakit oleh PT Barata Indonesia (Persero).[4]: 44  Pada 2013, 100 unit lokomotif CC206 yang dipesan tiba secara bertahap di Pelabuhan Tanjung Priok. Lokomotif-lokomotif tersebut kemudian diangkut ke Balai Yasa Yogyakarta untuk dilakukan pemasangan bogie.[5]

Pada tahun 2015, PT KAI kembali memesan 50 unit lokomotif CC206 kepada General Electric. Sebanyak 39 unit lokomotif tiba pada 2015, sementara 11 unit sisanya tiba pada 2016.[6] Saat ini, seluruh lokomotif CC206 telah berada di Indonesia dan digunakan untuk keperluan kereta api penumpang dan barang.

Data teknis

Desain bentuk lokomotif

Desain lokomotif CC206 memiliki kemiripan dengan salah satu lokomotif GE yang beroperasi di Australia, yaitu lokomotif Class 2800 (GE CM30-8) milik Queensland Rail. Sementara itu, desain kabin memiliki kemiripan dengan lokomotif milik China Railway, yaitu China Railways HXN5 (GE ES59ACi) dan lokomotif milik Indian Railways, yaitu Indian Locomotive Class WDG-4G (GE ES43ACmi). Lampu lokomotif seperti lampu kabut dan lampu semboyan masih mengikuti desain lokomotif GE sebelumnya yang beroperasi di Indonesia.

Mesin, spesifikasi lokomotif, dan perangkat elektronik

Klakson lokomotif CC 206.
Bunyi Semboyan 35 lokomotif CC 206.

Bermasalah memainkan berkas ini? Lihat bantuan media.

Lokomotif CC206 menggunakan mesin delapan silinder, GE 7FDL-8 mesin yang sama digunakan pada lokomotif GE untuk KAI sebelumnya namun daya yang dihasilkan sedikit lebih besar yakni 2250 hp serta emisi gas buang lebih rendah.

Lokomotif ini dilengkapi perangkat elektronik komputer GE BrightStar™ Sirius yang dipadukan dengan layar monitor GE Integrated Function Display™ (GE IFD) seperti lokomotif Dash-sehingga menjadikan CC206 sebagai lokomotif yang dilengkapi layar monitor komputer kendali kedua di Indonesia setelah CC205 dan lokomotif GE pertama di Indonesia dengan layar tampilan. Berbeda dengan lokomotif CC204 yang juga menggunakan perangkat elektronik komputer GE BrightStar™ Sirius, tetapi tidak memiliki layar monitor seperti di lokomotif CC206.

Lokomotif ini memiliki klakson yang "Berbeda dan terdengar lebih keras dari lokomotif sebelumnya" karena menggunakan jenis klakson "Nathan P-2 Horn" sehingga ia dijuluki sebagai "Si Puong" atau "Puongs" oleh penggemar kereta api. Selain itu lokomotif ini juga memiliki julukan "Muka Dua" karena memiliki dua kabin masinis dan juga "Badut".

Daya angkut lokomotif ini bisa mencapai 20 gerbong terbuka 50 ton (49 ton panjang; 55 ton pendek), 33-35 gerbong datar, gerbong ketel dan gerbong tertutup maupun 16 kereta penumpang untuk satu lokomotif penarik.[7]

Alokasi

Kereta api Jayakarta yang berdinas Lokomotif CC 206 15 10 SDT sebelum dimutasi ke Depo Lokomotif Kertapati

Keseluruhan unit lokomotif CC206 generasi pertama yang berjumlah 100 unit, ditempatkan di seluruh depo induk lokomotif yang berada di Pulau Jawa, kecuali Depo Induk Madiun dan Depo Induk Jember. Lokomotif ini utamanya digunakan untuk keperluan angkutan kereta api penumpang unggulan, maupun barang.

Kemudian, sebanyak 11 unit lokomotif CC206 generasi kedua pada awalnya dialokasikan untuk Depo Induk di Jawa, sementara sisanya sebanyak 28 unit generasi IIA dan 11 unit generasi IIB dialokasikan untuk Divisi Regional III Palembang dan ditempatkan di Depo Induk Kertapati, setelah sebelumnya dilakukan uji coba di Jawa. Seluruh lokomotif CC206 yang berada di Pulau Sumatra digunakan untuk kebutuhan kereta api angkutan batu bara swasta dan berbagai kereta api angkutan barang di Divisi Regional III Palembang. Pada Desember 2025[8] dan Februari 2026[9], sebanyak 19 lokomotif CC206 generasi kedua dimutasikan dari Kertapati ke Jawa, dengan 7 di antaranya merupakan lokomotif yang sempat dimutasikan dari Jawa ke Kertapati antara 2021-2024.

Depo Lokomotif Kertapati tercatat sebagai depo lokomotif dengan kepemilikan lokomotif CC206 terbanyak. Saat ini, terdapat 1 unit lokomotif CC206 yang berstatus konservasi, yaitu CC206 13 97 yang mengalami tabrakan kereta api Cicalengka 2024.

Persebaran lokomotif CC206, per 26 Februari 2026[10][11][12][13]
Depo Jumlah
Cipinang (CPN) 27
Bandung (BD) 21
Cirebon (CN) 11
Semarang Poncol (SMC) 8
Purwokerto (PWT) 11
Yogyakarta (YK) 18
Sidotopo (SDT) 25
Kertapati (KPT) 28
Total 149

Insiden

Lokomotif CC206 13 23 saat menarik kereta api Argo Lawu, salah satu lokomotif CC206 yang mengalami kerusakan parah di kabin masinis setelah menabrak gerbong pengangkut pipa besar.
Lokomotif CC206 13 99 PWT (sekarang BD) saat menarik KA Pangrango. Ini adalah lokomotif yang sama dimana lokomotif ini menabrak truk pakan ternak saat berdinas di KA Turangga.
Lokomotif CC206 13 97 BD saat berdinas Kereta api Argo Wilis. Lokomotif yang sama dimana lokomotif tersebut mengalami tabrakan dengan Commuter Line Bandung Raya saat berdinas KA Turangga.
  • Pada 12 September 2013, terjadi kebakaran permukiman penduduk di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang yang mengakibatkan lokomotif CC206 13 16 yang melangsir kereta api angkutan BBM Pertamina terbakar.[14]
  • Pada 4 April 2014, pukul 18.30 WIB, kereta api Malabar anjlok di km 224, Kampung Terung, Mekarsari, Kadipaten, Tasikmalaya karena terjadi tanah longsor. Kejadian ini mengakibatkan lokomotif CC206 13 55 BD (sekarang CPN) beserta dua kereta kelas eksekutif terperosok lalu keluar rel. Akibat beratnya medan, proses evakuasi lokomotif CC206 13 55 terhambat. Imbas pada kejadian tersebut, lalu lintas jalur selatan Jawa di koridor Bandung–Kutoarjo terhambat.[15]
  • Pada 4 Mei 2014, lokomotif CC206 13 69 yang menarik kereta api Bogowonto beserta gerbong pembangkit (P 0 08 01) terguling setelah menabrak truk kontainer di Cirebon, Jawa Barat.[16][17]
  • Pada 23 Mei 2015, CC206 13 23 yang menarik kereta api Bangunkarta tergelincir dan terguling di Stasiun Waruduwur, Cirebon dan menabrak rangkaian KA 2502 kereta api pipa besar.[18]
  • Pada 29 Agustus 2015, lokomotif CC206 15 07 menabrak sepur badug dan sebuah warung di dekat Balai Yasa Yogyakarta karena gagal uji rem. Manager Corporate Communication Daerah Operasi VI Yogyakarta, Gatut Sutiyatmoko, meyakini bahwa kejadian tersebut murni disebabkan oleh kegagalan rem. Saat itu, balai yasa bekerja sama dengan GE Transportation untuk melakukan uji coba lokomotif CC206.[19]
  • Pada 9 September 2016, lokomotif CC206 13 13 yang menarik kereta api semen ditabrak kereta derek pemeliharaan listrik aliran atas (LAA) di km 46+500 petak Bojonggede–Cilebut, tidak jauh dari Stasiun Bojong Gede. Kejadian ini mengakibatkan kabin CC206 tersebut rusak dan mengganggu jadwal perjalanan KA Commuter Jabodetabek lintas Bogor-Jakarta.[20]
  • Pada 20 Mei 2017 pukul 10.30 WIB, lokomotif CC206 13 92 YK yang menarik KA 1 Argo Bromo Anggrek tujuan Stasiun Gambir terbakar setelah menabrak mobil di perlintasan tak berpalang, 500 meter (0,31 mi) dari Stasiun Sedadi. Kejadian ini mengakibatkan empat penumpang mobil tewas, sementara perjalanan KA Argo Bromo Anggrek terhambat karena menunggu lokomotif penolong dari Depo Lokomotif Semarang Poncol.[21]
  • Pada 21 Mei 2017 pukul 21.52 WIB, lokomotif CC206 13 69 YK—lokomotif yang pernah mengalami kecelakaan KA Bogowonto pada 2014—yang menarik KA 3 Argo Bromo Anggrek tujuan Stasiun Gambir mengalami kerusakan di bagian depan akibat menabrak mobil bak terbuka di Randublatung, Blora.[22]
  • Pada 30 Maret 2023, lokomotif CC206 13 99 BD yang menarik KA Turangga menabrak truk pakan ternak di perlintasan kereta api nomor 76 antara Stasiun Jombang-Stasiun Sembung di Jatipelem, Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kecelakaan disebabkan karena truk yang mogok saat berada di perlintasan. Lokomotif CC206 13 99 ringsek, sementara tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi lalu lintas kereta api jalur selatan dan utara Pulau Jawa di koridor Madiun–Surabaya lumpuh.[23]
  • Pada 29 September 2023 Lokomotif CC206 13 46 SDT yang menarik KA Jayakarta menabrak forklift di perlintasan sebidang Kampung Baru dipetak antara Stasiun Lemahabang dan Kedunggedeh, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kecelakaan disebabkan oleh forklift yang tersangkut di badan rel. Lokomotif CC206 13 46 SDT Keluar dari jalur dan bogienya penyok yang menyebabkan Lokomotif tidak dapat berjalan dan harus menggunakan roda tambahan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.[24]
  • Pada 17 Oktober 2023 pukul 13.15 WIB KA Argo Semeru (KA 17) dengan lokomotif CC206 15 05 SDT menuju Jakarta Gambir anjlok hingga keluar jalur di km 520+4 petak antara Stasiun Sentolo dan Wates, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta. Setelah berselang beberapa saat, KA Argo Wilis (KA 6) dengan lokomotif CC206 13 53 BD mengarah Surabaya Gubeng menyerempet rangkaian KA Argo Semeru dan terdapat kerusakan pada bagian kiri lokomotif. Penyebab dari kecelakaan ini adalah terdapat perbaikan rel yang belum selesai. Tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut, tetapi jalur selatan Jawa di koridor Kutoarjo–Yogyakarta lumpuh total karena tertutup oleh kedua kereta tersebut.[25]
  • Pada 5 Januari 2024 pukul 06.03 WIB, terjadi adu banteng yakni tabrakan antara KA 350 Commuter Line Bandung Raya dan KA 65A Turangga di petak KM 181+700 antara Stasiun Haurpugur dan Stasiun Cicalengka. Insiden ini melibatkan dua lokomotif. Lokomotif CC201 77 17 CN ringsek sehingga diafkirkan/rucat di Balai Yasa Yogyakarta sedangkan lokomotif CC206 13 97 BD rusak dibagian underframe. Insiden ini telah memakan korban jiwa pegawai kereta sebanyak 4 orang dan 37 orang lainnya mengalami luka-luka.[26]
  • Pada 25 September 2024 dini hari, kereta api Taksaka (KA 70) relasi Gambir–Yogyakarta dengan lokomotif CC 206 13 78 menabrak sebuah truk pengaduk beton di perlintasan sebidang antara Stasiun Sentolo dan Rewulu, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta. Lokomotif ini mengalami kerusakan pada bagian depan, serta terdapat kerusakan pada 1 kereta penumpang kelas eksekutif. Tidak ada korban jiwa atas insiden tersebut, tetapi masinis dan asisten masinis mengalami luka-luka.[27][28]
  • Pada 8 April 2025, Kereta api Harina relasi Bandung–Surabaya Pasar Turi yang ditarik oleh Lokomotif CC206 13 25 menabrak truk di perlintasan didaerah Kaligawe, Semarang, yang disebabkan oleh supir truk yang menerobos palang pintu perlintasan saat pintu sedang ditutup, pada akhirnya kereta api Harina menabrak truk tersebut yang menyebabkan supir truk tewas dan penumpang truk terluka ringan. [29]

Galeri

  • Lokomotif CC 206 13 31 saat berada di Stasiun Purwokerto
    Lokomotif CC 206 13 31 saat berada di Stasiun Purwokerto
  • Lokomotif CC 206 15 01 milik dipo induk Sidotopo (sebelumnya Cipinang) sedang melangsir Kereta api Sancaka di Stasiun Yogyakarta
    Lokomotif CC 206 15 01 milik dipo induk Sidotopo (sebelumnya Cipinang) sedang melangsir Kereta api Sancaka di Stasiun Yogyakarta
  • Lokomotif CC 206 15 11 SDT membawa stiker spesial HUT KAI Ke-76 Tahun saat menarik Kereta api Bima di Walet, Tambun selatan.
    Lokomotif CC 206 15 11 SDT membawa stiker spesial HUT KAI Ke-76 Tahun saat menarik Kereta api Bima di Walet, Tambun selatan.
  • Lokomotif CC 206 13 27 YK membawa stiker spesial Hype Trip By KAI saat menarik Kereta api peti kemas di Indonesia di Tambun.
    Lokomotif CC 206 13 27 YK membawa stiker spesial Hype Trip By KAI saat menarik Kereta api peti kemas di Indonesia di Tambun.
  • Lokomotif CC 206 13 62 YK (kiri) dan CC 206 13 27 YK (kanan) bertemakan Hype Trip by KAI bertemu di Stasiun Jakarta Kota
    Lokomotif CC 206 13 62 YK (kiri) dan CC 206 13 27 YK (kanan) bertemakan Hype Trip by KAI bertemu di Stasiun Jakarta Kota
  • Lokomotif CC 206 13 18 dengan stiker G20 Indonesia berdinas KA Argo Parahyangan melintas Stasiun Klender Baru
    Lokomotif CC 206 13 18 dengan stiker G20 Indonesia berdinas KA Argo Parahyangan melintas Stasiun Klender Baru
  • Lokomotif CC 206 13 96 dengan stiker edisi spesial 77 Tahun KAI berdinas KA Argo Parahyangan melintas Stasiun Telagamurni
    Lokomotif CC 206 13 96 dengan stiker edisi spesial 77 Tahun KAI berdinas KA Argo Parahyangan melintas Stasiun Telagamurni
  • Lokomotif CC 206 13 27 dengan stiker Hype Trip berdinas KA Taksaka Hype Trip persiapan melintas Stasiun Cikampek
    Lokomotif CC 206 13 27 dengan stiker Hype Trip berdinas KA Taksaka Hype Trip persiapan melintas Stasiun Cikampek
  • CC 206 Berdinas KA 3440 Baraswasta Simpangmegang
    CC 206 Berdinas KA 3440 Baraswasta Simpangmegang
  • CC 206 berdinas KA 3990 Pertamina Lapati Sumatera Selatan
    CC 206 berdinas KA 3990 Pertamina Lapati Sumatera Selatan
  • CC 206 berdinas KA batubara swasta simpangmuara, sumatera selatan
    CC 206 berdinas KA batubara swasta simpangmuara, sumatera selatan
  • Lokomotif CC 206 15 39 KPT Berdinas KA Batubara Kertapati / Barapati Isian dengan kontainer KAI Logistik telah melintas langsung di Stasiun Prabumulih
    Lokomotif CC 206 15 39 KPT Berdinas KA Batubara Kertapati / Barapati Isian dengan kontainer KAI Logistik telah melintas langsung di Stasiun Prabumulih
  • Lokomotif CC 206 13 83 Menuju Depo lokomotif Bandung
    Lokomotif CC 206 13 83 Menuju Depo lokomotif Bandung
  • Lokomotif CC 206 15 07 sedang menunggu sinyal masuk di Stasiun Jatinegara
    Lokomotif CC 206 15 07 sedang menunggu sinyal masuk di Stasiun Jatinegara
  • Lokomotif CC 206 13 63 persiapan melintas langsung Stasiun Kampung Bandan
    Lokomotif CC 206 13 63 persiapan melintas langsung Stasiun Kampung Bandan

Lihat pula

  • CC201
  • CC202
  • CC203
  • CC204
  • CC205

Referensi

Kutipan

  1. ↑ Brumpton, H.; Vats, R. (2018-05-21). "GE to merge transportation unit with Wabtec in $11.1 billion deal". Reuters. Diakses tanggal 2024-09-19.
  2. ↑ Burroughs, D. (2019-02-25). "Wabtec - GE Transportation merger completed". International Railway Journal. Diakses tanggal 2024-09-19.
  3. ↑ "GE Menangi Tender Pengadaan 100 Lokomotif KAI". beritasatu.com. 2012-02-23. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-06-25. Diakses tanggal 2018-04-29.
  4. ↑ UGM 2016.
  5. ↑ Suryanto 2013.
  6. ↑ Supriyanto 2016.
  7. ↑ "Search". GE Transportation. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-19. Diakses tanggal 2016-11-15.
  8. ↑ https://keretaapikita.com/7-lokomotif-cc-206-yang-di-mutasi-dari-sumatera-ke-jawa/
  9. ↑ https://redigest.web.id/2026/02/12-unit-lokomotif-cc206-dari-sumsel-tiba-di-jakarta/
  10. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. hlm. 1524. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  11. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Sumatera Bagian Utara Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. hlm. 90. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  12. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Sumatera Bagian Barat Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. hlm. 42. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  13. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Sumatera Bagian Selatan Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. hlm. 222. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  14. ↑ "TribunNews: Lokomotif Ini Ikut Jadi Korban Kebakaran di Malang". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-09-10. Diakses tanggal 2014-08-30.
  15. ↑ Majalah KA Edisi Mei 2014, halaman 22 s.d. 23. Beratnya Medan Hambat Evakuasi CC206
  16. ↑ "Merdeka: Lokomotif KA Bogowonto yang Terguling Belum Dievakuasi". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-01-20. Diakses tanggal 2014-06-07.
  17. ↑ Majalah KA Edisi Juni 2014: Lagi-lagi CC206 Jungkel
  18. ↑ "Okezone: Tabrakan terjadi karena KA Bangunkarta tergelincir dari rel". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-03-24. Diakses tanggal 2015-06-17.
  19. ↑ "Breaking News TribunJogja: Lokomotif PT KAI Gagal Uji Rem dan Tabrak Ujung Rel". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-08-10. Diakses tanggal 2015-08-30.
  20. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-11. Diakses tanggal 2016-10-05.
  21. ↑ "Tabrakan Avanza-Argo Anggrek di Grobogan, 4 Meninggal". Tempo Nasional. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-05-20. Diakses tanggal 2017-05-31.
  22. ↑ Suara.com. "KA Argo Bromo Anggrek Tabrak Mobil di Blora". suara.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-03-24. Diakses tanggal 2017-05-31.
  23. ↑ Beritasatu.com. "KA Turangga Tabrak Truk Pengangkut Pakan Ternak". beritasatu.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-04-03. Diakses tanggal 2023-04-02.
  24. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-10-04. Diakses tanggal 2023-10-02.
  25. ↑ Priyatna, Aditya (17 Oktober 2023). "KA Argo Semeru Kecelakaan di Kulon Progo, Saksi Mata: Ada Asap Putih, Tiba-tiba Gerbong Keluar Jalur". Kompas.com. Yogyakarta: KG Media. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-10-19. Diakses tanggal 17 Oktober 2023.
  26. ↑ Fajar Fadhillah, Muhammad (2024-01-05). "Kecelakaan Kereta 'Adu Banteng' KA Turangga dan KA Bandung Raya". Kompas TV. Diakses tanggal 2024-12-06.
  27. ↑ Silaban, Martha Warta (2024-09-25). "Kronologi Kecelakaan Kereta Taksaka dan Truk di Perlintasan Sentolo-Rewulu". Tempo. Diakses tanggal 2024-09-25.
  28. ↑ Media, Kompas Cyber (2024-09-25). "Kecelakaan Kereta Taksaka Vs Truk Molen di Bantul, Sopir Masih Diperiksa". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2024-09-25.
  29. ↑ "Kereta api Harina menabrak truk didaerah Kaligawe, Semarang 2025". kompas regional.com. Diakses tanggal 8 Mei 2025.

Daftar pustaka

  • Faishal, Muhammad; Triana, Sofyan (2018). "Analisis Pola Operasi Mempawah-Sanggau Kalimantan Barat". RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil. 4 (1): 11. doi:10.26760/rekaracana.v4i1.11. ISSN 2477-2569. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-09-01. Diakses tanggal 2021-06-17.
  • Majalah KA Edisi September 2013. Berburu CC 206 in Action.
  • Prasetya, Henry Widya; Atmaja, Dadang Sanjaya; Hermawan, Rochmat Septian (2021). "Analisis Gangguan Hasil Uji Pop Test Sebagai Parameter Kehandalan Mesin Diesel Lokomotif CC 206". Virtual of Mechanical Engineering Article. 6 (1): 30. doi:10.36526/v-mac.v6i1.1282. ISSN 2528-0112. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-11. Diakses tanggal 2021-06-17. ;
  • Supriyanto, Yudi (2016-02-18). "KAI: 11 Unit Lokomotif Susulan Datang Pada September 2016 | Ekonomi". Bisnis.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-11. Diakses tanggal 2021-06-18. ; Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link)
  • Suryanto, ed. (2013-12-06). "100 lokomotif dari AS sudah tiba di Indonesia". Antara News. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-11. Diakses tanggal 2021-06-18. ;
  • UGM, Teknik Sipil (2016). Majalah Clapeyron Volume 61: Semarak Kebangkitan Perkeretaapian Indonesia. Yogyakarta: Bagian Teknik Sipil FT. UGM. ISSN 0216-2962. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-02-21. Diakses tanggal 2021-06-17. ;

Pranala luar

  • Portal Perkeretaapian Indonesia
Wikimedia Commons memiliki media mengenai CC206.
  • (Indonesia) Situs web resmi PT Kereta Api Indonesia Diarsipkan 2015-11-25 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Daftar lokomotif di Indonesia
Uap
  • B
    • 10
    • 11
    • 12
    • 13
    • 14
    • 15
    • 16
    • 17
    • 18
    • 19
    • 20
    • 21
    • 22
    • 23
    • 24
    • 25
    • 26
    • 27
    • 50
    • 51
    • 52
    • 53
  • BB
    • 7
    • 8
    • 10
  • C
    • 7
    • 10
    • 11
    • 12
    • 13
    • 14
    • 15
    • 16
    • 17
    • 18
    • 19
    • 20
    • 21
    • 22
    • 23
    • 24
    • 25
    • 26
    • 27
    • 28
    • 29
    • 30
    • 31
    • 32
    • 33
    • 50
    • 51
    • 52
    • 53
    • 54
  • CC
    • 10
    • 50
  • D
    • 10
    • 11
    • 13
    • 14
    • 15
    • 16
    • 17
    • 18
    • 50
    • 51
    • 52
  • DD
    • 50
    • 51
    • 52
  • E10
  • F10
  • DSM
    • 22
    • 28
    • 38
    • 48
    • 55
  • NIS
    • 1–2
    • 151–160
    • 107
  • SS 200T/300T
  • TC10
  • TD10
Diesel
Elektrik
  • A20001 Gajah Mada
  • B200 (Moyse)
  • BB
    • 200
    • 201
    • 202
    • 203
    • 204
  • Bima Kunting II–III
  • CC
    • 200
    • 201
    • 202
    • 203
    • 204
    • 205
    • 206
    • 207
Hidrolik
  • B
    • B301
  • C
    • 300
    • 301
  • D
    • 300
    • 301
  • BB
    • 300
    • 301
    • 302
    • 303
    • 304
    • 305
    • 306
  • CC
    • 300
  • Kebo Kuning
  • DD5512
Mekanik
  • Bima Kunting I
  • Pelita 1
Listrik
  • ESS
    • 3000
    • 3100
    • 3200
    • 3300
    • 4000
Hibrida
MMT-M-270-BDE
Ikon rintisan

Artikel bertopik lokomotif ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Pengadaan
  3. Data teknis
  4. Desain bentuk lokomotif
  5. Mesin, spesifikasi lokomotif, dan perangkat elektronik
  6. Alokasi
  7. Insiden
  8. Galeri
  9. Lihat pula
  10. Referensi
  11. Kutipan
  12. Daftar pustaka
  13. Pranala luar

Artikel Terkait

Lokomotif CC203

salah satu lokomotif diesel-elektrik di Indonesia

Lokomotif BB203

salah satu lokomotif diesel-elektrik di Indonesia

Lokomotif CC205

salah satu lokomotif diesel-elektrik di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026