Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Paus Benediktus IX

Paus Benediktus IX adalah salah satu tokoh yang paling kontroversial dalam sejarah Gereja Katolik. Ia menjabat sebagai Paus dalam tiga periode yang terpisah, menjadikannya satu-satunya Paus dalam sejarah yang melakukannya. Dengan kehidupan yang penuh lika-liku, dari skandal hingga kejatuhan, riwayatnya kerap menjadi perdebatan di kalangan sejarawan. Benediktus IX dikenal tidak hanya karena pengaruhnya dalam urusan gerejawi, tetapi juga karena tindakannya yang sering dianggap tidak sesuai dengan kedudukannya sebagai pemimpin rohani umat Katolik.

Paus Gereja Katolik dari tahun 1032-1044, lagi pada 1045, dan 1047-1048
Diperbarui 21 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Paus Benediktus IX
Paus

Benediktus IX
Awal masa kepausan
1. Oktober 1032
2. April 1045
3. November 1047
Akhir masa kepausan
1. September 1044
2. Mei 1045
3. Juli 1048
Pendahulu1. Yohanes XIX
2. Silvester III
3. Klemens II
Penerus1. Silvester III
2. Gregorius VI
3. Damasus II
Informasi pribadi
Nama lahirTheophylactus
Lahir±1012
Roma, Italia
Meninggal1055, 1065, atau 1085
Grottaferrata, Italia
Paus lainnya yang bernama Benediktus

Paus Benediktus IX adalah salah satu tokoh yang paling kontroversial dalam sejarah Gereja Katolik. Ia menjabat sebagai Paus dalam tiga periode yang terpisah, menjadikannya satu-satunya Paus dalam sejarah yang melakukannya. Dengan kehidupan yang penuh lika-liku, dari skandal hingga kejatuhan, riwayatnya kerap menjadi perdebatan di kalangan sejarawan. Benediktus IX dikenal tidak hanya karena pengaruhnya dalam urusan gerejawi, tetapi juga karena tindakannya yang sering dianggap tidak sesuai dengan kedudukannya sebagai pemimpin rohani umat Katolik.

Kehidupan Awal

Nama asli Benediktus IX adalah Theophylactus, lahir sekitar tahun 1012 dalam keluarga Tusculum, yang memiliki pengaruh besar dalam politik Roma. Ayahnya, Alberic III dari Tusculum, adalah seorang bangsawan yang menggunakan pengaruhnya untuk memastikan bahwa putranya menjadi Paus. Theophylactus, yang diyakini masih sangat muda ketika menduduki takhta kepausan, diduga baru berusia sekitar 20 tahun pada saat penunjukannya.

Masa Kepausan

Benediktus IX memulai masa kepausannya pada tahun 1032, menggantikan pamannya, Paus Yohanes XIX. Masa kepemimpinannya dipenuhi dengan berbagai kontroversi, termasuk tuduhan nepotisme, korupsi, dan gaya hidup yang tidak bermoral. Banyak sumber sejarah, termasuk catatan dari para kronikus gereja, menggambarkannya sebagai sosok yang "tidak pantas" memimpin Gereja.

  1. Kepausan Pertama (1032–1044): Dalam masa kepemimpinan pertamanya, Benediktus IX menghadapi berbagai tantangan politik. Ia sering memihak keluarganya dalam konflik dengan bangsawan Roma lainnya. Akibat tindakannya yang sering dianggap sewenang-wenang, ia kehilangan dukungan rakyat Roma, yang akhirnya memaksanya meninggalkan kota pada tahun 1044.
  2. Kepausan Kedua (1045): Setelah meninggalkan Roma, Benediktus IX berhasil merebut kembali takhta kepausan dengan bantuan keluarganya. Namun, periode ini berlangsung singkat karena ia memutuskan untuk menjual posisi Paus kepada pamannya, Yohanes Gratianus, yang kemudian dikenal sebagai Paus Gregorius VI. Penjualan jabatan ini dianggap sebagai salah satu peristiwa paling memalukan dalam sejarah Gereja.
  3. Kepausan Ketiga (1047–1048): Pada tahun 1047, Benediktus IX kembali mencoba merebut takhta kepausan dengan dukungan pasukan Tusculum. Namun, masa kepausan ketiganya juga tidak berlangsung lama. Pada tahun 1048, Kaisar Heinrich III menunjuk Damasus II sebagai Paus baru, yang menandai akhir dari kekuasaan Benediktus IX.

Kehidupan Setelah Kepausan

Setelah digulingkan, Benediktus IX dilaporkan menghabiskan sisa hidupnya di pengasingan. Beberapa catatan menyebutkan bahwa ia bertobat dan mengakhiri hidupnya di sebuah biara, meskipun kebenaran cerita ini masih diperdebatkan. Ia meninggal dunia pada tahun 1056, meninggalkan warisan yang penuh kontroversi.

Penilaian Sejarah

Benediktus IX sering dianggap sebagai salah satu Paus terburuk dalam sejarah Gereja Katolik. Banyak sejarawan gereja, seperti Santo Petrus Damianus, mengecam gaya hidup dan perilakunya. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa situasi politik yang rumit pada masanya turut berkontribusi pada kejatuhannya.

Kesimpulan

Kisah Benediktus IX adalah sebuah peringatan akan bahaya politik yang mencampuri urusan gerejawi. Dengan kepemimpinan yang diwarnai oleh skandal dan korupsi, ia tetap menjadi salah satu tokoh yang paling banyak dibahas dalam sejarah Gereja Katolik. Meskipun demikian, kisahnya juga mengajarkan tentang pentingnya pertobatan dan kerendahan hati dalam menghadapi kesalahan.

Lihat pula

  • Daftar umur para Paus
Didahului oleh:
Yohanes XIX
Paus
1032–44
Diteruskan oleh:
Silvester III
Didahului oleh:
Silvester III
Paus
1045
Diteruskan oleh:
Gregorius VI
Didahului oleh:
Klemens II
Paus
1047–48
Diteruskan oleh:
Damasus II

Referensi

  1. Coulombe, Charles A. (2003). Vicars of Christ: A History of the Popes. Citadel Press. p. 198. ISBN 978-0-8065-2370-5.
  2. "The youngest pope in history was a tween who ruled 3 separate times in his life". Business Insider. Retrieved 30 December 2024.
  3. Pham 2004, p. 56.
  4. Miranda, Salvador (30 April 2010). "Pope Benedict VIII (1012-1024)". The Cardinals of the Holy Roman Church. Archived from the original on 15 February 2018.
  5. Mann, Horace (1909). "Pope Gregory VI". Catholic Encyclopedia. 6 – via New Advent.
  • l
  • b
  • s
Paus Gereja Katolik
  • Daftar paus
    • grafik
    • masa jabatan
    • orang kudus
  • Nama Paus
  • Abdikasi Paus
    • Paus emeritus
  • Antipaus
  • Paus terpilih
Abad ke-1
s.d. ke-4
  • Petrus
  • Linus
  • Anakletus
  • Klemens I
  • Evaristus
  • Aleksander I
  • Sistus I
  • Telesforus
  • Higinus
  • Pius I
  • Anisetus
  • Soter
  • Eleuterus
  • Viktor I
  • Zefirinus
  • Kalistus I
  • Urbanus I
  • Pontianus
  • Anterus
  • Fabianus
  • Kornelius
  • Lusius I
  • Stefanus I
  • Sistus II
  • Dionisius
  • Feliks I
  • Eutikhianus
  • Kaius
  • Marselinus
  • Marselus I
  • Eusebius
  • Miltiades
  • Silvester I
  • Markus
  • Yulius I
  • Liberius
  • Damasus I
  • Sirisius
  • Anastasius I
Abad ke-5
s.d. ke-8
  • Inosensius I
  • Zosimus
  • Bonifasius I
  • Selestinus I
  • Sistus III
  • Leo I
  • Hilarius
  • Simplisius
  • Feliks III
  • Gelasius I
  • Anastasius II
  • Simakhus
  • Hormidas
  • Yohanes I
  • Feliks IV
  • Bonifasius II
  • Yohanes II
  • Agapitus I
  • Silverius
  • Vigilius
  • Pelagius I
  • Yohanes III
  • Benediktus I
  • Pelagius II
  • Gregorius I
  • Sabianus
  • Bonifasius III
  • Bonifasius IV
  • Adeodatus I
  • Bonifasius V
  • Honorius I
  • Severinus
  • Yohanes IV
  • Teodorus I
  • Martinus I
  • Eugenius I
  • Vitalianus
  • Adeodatus II
  • Donus
  • Agato
  • Leo II
  • Benediktus II
  • Yohanes V
  • Konon
  • Sergius I
  • Yohanes VI
  • Yohanes VII
  • Sisinius
  • Konstantinus
  • Gregorius II
  • Gregorius III
  • Zakharias
  • Stefanus II
  • Paulus I
  • Stefanus III
  • Adrianus I
  • Leo III
Abad ke-9
s.d. ke-12
  • Stefanus IV
  • Paskalis I
  • Eugenius II
  • Valentinus
  • Gregorius IV
  • Sergius II
  • Leo IV
  • Benediktus III
  • Nikolaus I
  • Adrianus II
  • Yohanes VIII
  • Marinus I
  • Adrianus III
  • Stefanus V
  • Formosus
  • Bonifasius VI
  • Stefanus VI
  • Romanus
  • Teodorus II
  • Yohanes IX
  • Benediktus IV
  • Leo V
  • Sergius III
  • Anastasius III
  • Lando
  • Yohanes X
  • Leo VI
  • Stefanus VII
  • Yohanes XI
  • Leo VII
  • Stefanus VIII
  • Marinus II
  • Agapitus II
  • Yohanes XII
  • Benediktus V
  • Leo VIII
  • Yohanes XIII
  • Benediktus VI
  • Benediktus VII
  • Yohanes XIV
  • Yohanes XV
  • Gregorius V
  • Silvester II
  • Yohanes XVII
  • Yohanes XVIII
  • Sergius IV
  • Benediktus VIII
  • Yohanes XIX
  • Benediktus IX
  • Silvester III
  • Benediktus IX
  • Gregorius VI
  • Klemens II
  • Benediktus IX
  • Damasus II
  • Leo IX
  • Viktor II
  • Stefanus IX
  • Nikolaus II
  • Aleksander II
  • Gregorius VII
  • Viktor III
  • Urbanus II
  • Paskalis II
  • Gelasius II
  • Kalistus II
  • Honorius II
  • Inosensius II
  • Selestinus II
  • Lusius II
  • Eugenius III
  • Anastasius IV
  • Adrianus IV
  • Aleksander III
  • Lusius III
  • Urbanus III
  • Gregorius VIII
  • Klemens III
  • Selestinus III
  • Inosensius III
Abad ke-13
s.d. ke-16
  • Honorius III
  • Gregorius IX
  • Selestinus IV
  • Inosensius IV
  • Aleksander IV
  • Urbanus IV
  • Klemens IV
  • Gregorius X
  • Inosensius V
  • Adrianus V
  • Yohanes XXI
  • Nikolaus III
  • Martinus IV
  • Honorius IV
  • Nikolaus IV
  • Selestinus V
  • Bonifasius VIII
  • Benediktus XI
  • Klemens V
  • Yohanes XXII
  • Benediktus XII
  • Klemens VI
  • Inosensius VI
  • Urbanus V
  • Gregorius XI
  • Urbanus VI
  • Bonifasius IX
  • Inosensius VII
  • Gregorius XII
  • Martinus V
  • Eugenius IV
  • Nikolaus V
  • Kalistus III
  • Pius II
  • Paulus II
  • Sistus IV
  • Inosensius VIII
  • Aleksander VI
  • Pius III
  • Yulius II
  • Leo X
  • Adrianus VI
  • Klemens VII
  • Paulus III
  • Yulius III
  • Marselus II
  • Paulus IV
  • Pius IV
  • Pius V
  • Gregorius XIII
  • Sistus V
  • Urbanus VII
  • Gregorius XIV
  • Inosensius IX
  • Klemens VIII
Abad ke-17
s.d. ke-20
  • Leo XI
  • Paulus V
  • Gregorius XV
  • Urbanus VIII
  • Inosensius X
  • Aleksander VII
  • Klemens IX
  • Klemens X
  • Inosensius XI
  • Aleksander VIII
  • Inosensius XII
  • Klemens XI
  • Inosensius XIII
  • Benediktus XIII
  • Klemens XII
  • Benediktus XIV
  • Klemens XIII
  • Klemens XIV
  • Pius VI
  • Pius VII
  • Leo XII
  • Pius VIII
  • Gregorius XVI
  • Pius IX
  • Leo XIII
  • Pius X
  • Benediktus XV
  • Pius XI
  • Pius XII
  • Yohanes XXIII
  • Paulus VI
  • Yohanes Paulus I
  • Yohanes Paulus II
Abad ke-21
  • Benediktus XVI
  • Fransiskus
  • Leo XIV
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
  • Selama Kekaisaran Romawi, hingga 493
    • Di bawah Konstatinus Agung, 312–337
  • Kepausan Ostrogoth, 493–537
  • Kepausan Bizantin, 537–752
  • Kepausan Franka, 756–857
  • Saeculum obscurum, 904–964
  • Zaman Kresentius, 974–1012
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
  • Kepausan Tuskulum, 1012–1044 / 1048
  • Konflik dengan Romawi Suci, 1048–1257
  • Kepausan kembara
    • Viterbo, 1257–1281
    • Orvieto, 1262–1297
    • Perugia, 1228–1304
  • Kepausan Avignon, 1309–1378
  • Skisma Barat, 1378–1417
Zaman Modern
Awal dan Puncak
  • Kepausan Renaisans, 1417–1534
  • Kepausan Reformasi, 1534–1585
  • Kepausan Barok, 1585–1689
  • Abad Pencerahan, ±1640–1740
  • Kepausan Revolusi, 1775–1848
  • Permasalahan Roma, 1870–1929
  • Vatikan, 1929–sekarang
    • Perang Dunia II, 1939–1945
    • Perang Dingin, 1945–1992
  • Buku
  • Kategori
  •  Portal Katolik


Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Spanyol
  • Polandia
  • Vatikan
  • Israel
Orang
  • Tokoh Italia
  • Deutsche Biographie
  • DDB

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan Awal
  2. Masa Kepausan
  3. Kehidupan Setelah Kepausan
  4. Penilaian Sejarah
  5. Kesimpulan
  6. Lihat pula
  7. Referensi

Artikel Terkait

Daftar Paus menurut negara

ada 267 kepausan sejak Paus Benediktus IX (1032-1044; 1045; 1047-1048) terpilih menjadi Paus tiga kali. Telah ada sembilan Paus sejak pembentukan resmi

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026