Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Surat Ulu

Surat Ulu atau Aksara Hulu, juga dikenal sebagai Aksara Rencong atau Aksara Kaganga, adalah sebutan untuk rumpun aksara Brahmi yang berkembang di pulau Sumatra bagian selatan. Istilah ini merujuk pada aksara-aksara yang pernah digunakan oleh masyarakat Sumatera Selatan, Bengkulu, serta Krui. Surat Ulu telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2018.

Rumpun aksara Brahmi yang berkembang di pulau Sumatra bagian selatan
Diperbarui 1 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

"Aksara Rencong" dan "Aksara Kaganga" dialihkan ke halaman ini. Untuk aksara yang berkembang di daerah sekitar Gunung Kerinci, lihat Aksara Incung. Untuk nama senjata, lihat Rencong.
Surat Ulu
Aksara Rencong
ꥆꤰ꥓ꤼꤽ ꤽꥉꥐꤹꥋꥏ
Aksara Kaganga
ꥆꤰ꥓ꤼꤽ ꤰꤱꤲ
Jenis aksara
Abugida
BahasaMelayu Tengah, Musi Ulu, Rawas, Lembak, dan lain-lain
Aksara terkait
Silsilah
Menurut hipotesis hubungan antara abjad Aramea dengan Brahmi, maka silsilahnya sebagai berikut:
  • Abjad Proto-Sinai
    • Abjad Fenisia
      • Abjad Aramea
        • Aksara Brahmi
    Dari aksara Brahmi diturunkanlah:
    • Aksara Pallawa
      • Aksara Kawi
        • Surat Ulu
    Aksara kerabat
    Bali
    Batak
    Baybayin
    Bugis
    Incung
    Jawa
    Lampung
    Makassar
    Sunda
    Pengkodean Unicode
    Rentang Unicode
    • U+A930–U+A95F
      Rejang
     Artikel ini mengandung transkripsi fonetik dalam Alfabet Fonetik Internasional (AFI). Untuk bantuan dalam membaca simbol AFI, lihat Bantuan:Pengucapan. Untuk penjelasan perbedaan [ ], / / dan ⟨ ⟩, Lihat IPA § Tanda kurung dan delimitasi transkripsi.

    Surat Ulu (Surat Ulu: ꤼꥈꤽꤳ꥓ ꥆꥈꤾꥈ) atau Aksara Hulu, juga dikenal sebagai Aksara Rencong atau Aksara Kaganga,[1][a] adalah sebutan untuk rumpun aksara Brahmi yang berkembang di pulau Sumatra bagian selatan. Istilah ini merujuk pada aksara-aksara yang pernah digunakan oleh masyarakat Sumatera Selatan (Rawas, Lintang, Ogan, Lakitan, Musi), Bengkulu (Pasemah, Lembak, Rejang, Serawai), serta Krui (di Lampung).[2] Surat Ulu telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2018.[3][4]

    Asal nama

    Surat Ulu berasal dari dua kata, yaitu surat yang berarti tulisan, dan ulu yang berarti wilayah dataran tinggi, tempat sungai Musi bermuara (yaitu Pegunungan Bukit Barisan). Dengan pengertian ini, aksara Kerinci dan aksara Lampung sebenarnya tidak termasuk dalam kategori Surat Ulu, meskipun beberapa ahli memasukkannya.[b] Istilah "Surat Ulu" sendiri digunakan oleh masyarakat setempat untuk menyebut rumpun aksara ini.[6][7][5][c]

    Nama lain yang juga dikenal adalah aksara Rencong (bahasa Belanda: Rèntjong-schriftcode: nl is deprecated ). Kata rencong kemungkinan berasal dari bahasa Melayu Kuno mèncong, yang berarti miring atau tidak lurus.[butuh rujukan] Ada juga pendapat bahwa kata ini berasal dari runcing, karena aksara ini awalnya ditulis menggunakan ujung pisau yang runcing.[10] Terlepas dari asal-usulnya, istilah Rencong banyak digunakan oleh sarjana Barat untuk menyebut rumpun aksara ini.[11][d] Nama ini juga memiliki variasi lain, seperti Surat Ghincung dalam bahasa Basemah.[12]

    Istilah lain yang digunakan adalah aksara Kaganga. Nama ini diperkenalkan oleh M. A. Jaspan (1926-1975), seorang antropolog dari Universitas Hull. Istilah ini tidak hanya merujuk pada Surat Ulu, tetapi juga pada seluruh keturunan aksara Brahmi.[13] Nama Kaganga berasal dari tiga huruf pertama dalam susunan aksara Brahmi, serupa dengan bagaimana istilah "alfabet" diambil dari dua huruf pertama dalam alfabet Yunani (alfa-beta), atau "abjad" yang berasal dari empat huruf pertama dalam abjad Arab (alif-ba-jim-dal).[11][6][e]

    Unicode

    Artikel utama: Aksara Rejang

    Saat ini, hanya varian Rejang dari Surat Ulu yang telah terdaftar di Unicode. Upaya untuk mendaftarkan seluruh varian Surat Ulu telah dilakukan sejak tahun 2021.[15]

    Galeri

    Penggunaan Aksara Rejang

    • Gelumpai bertuliskan aksara Rejang
      Gelumpai bertuliskan aksara Rejang

    Lihat pula

    • Aksara Nusantara

    Catatan

    1. ↑ Istilah surat ulu yang menunjuk kepada aksara atau tulisan rencong atau Ka-Ga-Nga terdapat antara lain dalam manuskrip-manuskrip Mal. 6873, Mal 6874, Mal. 6884, Mal. 6877, dan L.Or. 12.247 (Perpustakaan Universitas Leiden).[1]
    2. ↑ "Orang-orang tua di daerah Sumatra bagian Selatan sering kali menyebut aksara Lampung sebagai surat Ulu..."[5]
    3. ↑ "Surat ulu adalah nama lokal dan merupakan istilah yang lazim bagi masyarakat pendukungnya untuk menyebut aksara yang oleh sarjana Barat disebut rencong atau Ka-Ga-Nga. Beberapa informan memberikan keterangan bahwa mereka menyebut aksara daerah turunan aksara pallava itu dengan nama surat ulu, sebagaimana yang dinyatakan oleh Jalil (dari desa Muara Timput) dan Meruki (dari desa Ujung Padang), serta Pidin (dari desa Napal Jungur). Catatan Westenenk (1922:95) seperti yang dimuat dalam TBG edisi 61,[8] menunjukkan bahwa istilah surat ulu memang merupakan nama lokal yang digunakan oleh masyarakat pendukung tradisi tulis Ulu."[9]
    4. ↑ Mengenai hubungan penamaan antara aksara Rencong dan Surat Ulu, L. C. Westenenk menulis sebagaimana berikut:

      Toen ik dit eerste opstel schreef, wist ik n.l. niet, of de bij Europeanen gebruikelijke term "rèntjong-schrift" inderdaad ergens door Maleisch wordt gebezigd. Het is mij nu gebleken, dat dit in het landschap Rawas (Palembang) het geval is. Elders noemt men het gewonlijk: soerat oeloe = bovenlandsch schrift.[8]

      Ketika saya menulis esai pertama ini, saya tidak tahu apakah istilah "aksara rencong" yang biasa digunakan di kalangan orang Eropa, memang digunakan di suatu tempat dimana orang Melayu tinggal. Sekarang menjadi jelas bagi saya bahwa (istilah) ini digunakan di kawasan Rawas (Palembang). Di kawasan lain (aksara ini) biasa disebut: surat ulu = aksara dataran tinggi.

      —Westenenk (1919)
    5. ↑ Hal ini diperkuat oleh pernyataan Mohammad Noeh yang menyatakan bahwa aksara-aksara ini "disebut sebagai tulisan Ka Ga Nga, yaitu sistem aksara kuno yang berasal dari India."[14]

    Rujukan

    1. 1 2 Sarwono & Rahayu 2014, hlm. 2.
    2. ↑ Sarwono & Rahayu 2014, hlm. 5.
    3. ↑ "Warisan Budaya Takbenda | Beranda". warisanbudaya.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2024-09-20.
    4. ↑ Haidar Izzuddin, Muhammad (2026-02-12). "Surat Ulu dan Perkembangannya: Tradisi Tulis dari Wilayah Uluan Sumatera Bagian Selatan". Tinta Emas Historia Network.
    5. 1 2 Pudjiastuti 1996, hlm. 46.
    6. 1 2 "Aksara Kaganga Bengkulu – Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu". Diakses tanggal 2021-11-10.
    7. ↑ Sarwono & Rahayu 2014, hlm. 4.
    8. 1 2 Westenenk, L. C. (1919). Aanteekeningen omtrent het hoornopschrift van Loeboek Blimbing in de marga Sindang Bliti, onder-afdeeling Redjang, afdeeling Lebong, residentie Benkoelen. Weltevreden: Albrecht & Co. hlm. 448–459. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    9. ↑ Sarwono & Rahayu 2014, hlm. 4 - 5.
    10. ↑ Pitri, Nandia (Desember 2019). "Batik Incung dan Islam di Kerinci". Jurnal Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman. 19 (2): 27–39.
    11. 1 2 Sarwono & Rahayu 2014, hlm. 1.
    12. ↑ Mahdi, Sutiono (2014). Aksara base besemah : pelajaghan mbace nga nulis urup ulu (surat ghincung). Dewi Saputri. Bandung. ISBN 978-602-9238-64-8. OCLC 906670726. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
    13. ↑ M. A. Jaspan (1964). Folk literature of South Sumatra: Redjang Ka-Ga-Nga Texts (dalam bahasa English). Internet Archive. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
    14. ↑ Pudjiastuti 1996, hlm. 2.
    15. ↑ "Unicode Status (Rejang)". ScriptSource.

    Daftar pustaka

    • Sarwono, Sarwit; Rahayu, Ngudining (2014). Pusat Penulisan dan Para Penulis Manuskrip Ulu di Bengkulu (PDF). Universitas Bengkulu: UNIB Press. ISBN 978-979-9431-85-1.
    • Pudjiastuti, Titik (1996). Aksara dan Naskah Kuno Lampung Dalam Pandangan Masyarakat Lampung Kini (PDF). Jakarta: Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Pusat Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
    • l
    • b
    • s
    Surat Ulu
    • Aksara Rejang
    • l
    • b
    • s
    Jenis-jenis aksara
    Gambaran
    • Sejarah tulisan
    • Grafem
    Daftar
    • Aksara
      • belum diuraikan
      • penemu
      • buatan
    • Bahasa menurut aksara / catatan tertulis pertama
    Jenis
    Abjad
    • Arab Selatan Kuno
    • Arab Utara Lama
    • Arab
      • Jawi
      • Pegon
      • Sorabe
    • Aram
      • Hatran
    • Fenisia
      • Ibrani Kuno
    • Hieroglif Mesir
    • Ibrani
      • Ashuri
      • Kursif
      • Rashi
      • Solitreo
    • Mani
    • Nabath
    • Pahlewi
      • Mazmur Pahlewi
    • Punik
    • Proto-Sinai
    • Samaria
    • Sogdi
    • Suryani
    • Steno Pitman
    • Steno Teeline
    • Tifinagh
    • Ugarit
    Abugida
    Brahmi
    Utara
    • Bhaiksuki
    • Bhujimol
    • Brāhmī
    • Dewanagari
    • Dogra
    • Gujarat
    • Gupta
    • Gurmukhī
    • Kaithī
    • Khojki
    • Khudabad
    • Kotak Zanabazar
    • Laṇḍā
    • Lepcha
    • Limbu
    • Mahajani
    • Manipur
    • Marchen
      • Drusha
      • Marchung
      • Pungs-chen
      • Pungs-chung
    • Modi
    • Multan
    • Nāgarī
    • Nagari Selatan
    • Nagari Sylhet
    • Nagari Timur
      • Assam
      • Bengali
    • Nandinagari
    • Pracalit (Newah)
    • Oriya
      • Karani
    • ʼPhags-pa
    • Ranjana
    • Sarada
    • Siddhaṃ
    • Soyombo
    • Takri
    • Tibet
      • Uchen
      • Umê
    • Tirhuta
    • Tokharia
    Selatan
    • Ahom
    • Bhattiprolu
    • Burma
    • Chakma
    • Cham
    • Divehi
    • Fakkham
    • Goykanadi
    • Grantha
    • Kadamba
    • Kannada
    • Karen
    • Khmer
    • Lao
    • Leke
    • Malayalam
    • Pallawa
    • Pyu
    • Saurashtra
    • Sinhala
    • Tai Le
    • Tai Lue Baru
    • Tai Noi
    • Tai Tham
    • Tai Viet
    • Tamil
    • Tamil-Brahmi
    • Telugu
    • Thai
    • Tulu
    • Vatteluttu
      • Kolezhuthu
      • Malayanma
    Kawi
    • Bali
    • Batak
    • Baybayin
      • Buhid
      • Hanunó'o
      • Kapampangan
      • Tagbanwa
    • Buda
    • Jawa
    • Lontara
      • Bilang-bilang
    • Makassar
    • Sunda Kuno
      • Sunda
    • Surat Ulu
      • Incung
      • Lampung
      • Rejang
    Lainnya
    • Aborigin Kanada
      • Siksiká
      • Silabis Déné
    • Braille bahasa Jepang
    • Buri Wolio
    • Fox I
    • Geʽez
    • Gunjala Gondi
    • Jenticha
    • Kharosthi
    • Mandombe
    • Masaram Gondi
    • Meroi
    • Miao
    • Mwangwego
    • Pahawh Hmong
    • Steno Boyd
    • Steno Thomas
    • Thaana
    Alfabet
    Linear
    • A-Chik Tok'birim
    • Abkhaz
    • Adlam
    • Albania Kaukasus
    • Armenia
    • Avesta
    • Avoiuli
    • Bassa Vah
    • Borama
    • Buryat
    • Caria
    • Coelbren
    • Coorgi–Cox
    • Deseret
    • Elbasan
    • Etruria
    • Evenki
    • Fox II
    • Georgia
      • Asomtavruli
      • Mkhedruli
      • Nuskhuri
    • Glagol
    • Gotik
    • Greko-Iberia
    • Hangeul
    • Hungaria Kuno
    • IPA
    • Italik Kuno
    • Jenticha
    • Kaddare
    • Kayah Li
    • Kiril
      • Kiril Awal
    • Klingon
    • Komi
    • Koptik
    • Latin
    • Lisu Tua
    • Luo
    • Lyd
    • Lyk
    • Manchu
    • Manda
    • Medefaidrin
    • Mongolia
    • Mru
    • Neo-Tifinagh
    • N'Ko
    • Ogham
    • Ol Chiki
    • Osage
    • Osmanya
    • Pau Cin Hau
    • Pazand
    • Perm Kuno
    • Rohingya Hanif
    • Rune
    • Side
    • Somalia
    • Sorang Sompeng
    • Steno Cross
    • Steno Duployé
    • Steno Gabelsberger
    • Steno Gregg
    • Syaw
    • Tifinagh
    • Todo
    • Tolong Siki
    • Orkhon
    • Uighur Kuno
    • Vietnam
    • Visible Speech
    • Vithkuqi
    • Wancho
    • Warang Citi
    • Yunani
    • Zaghawa
    Non-linear
    • Alfabet Moon
    • Bendera maritim
    • Braille
    • Kode telegraf
    • New York Point
    • Semafor bendera
    Ideogram dan piktogram
    • Adinkra
    • Aztek
    • Simbol Bliss
    • Dongba
    • Ersu Shaba
    • Emoji
    • IConji
    • Isotype
    • Kaidā
    • Míkmaq
    • Mixtec
    • Nsibidi
    • Hieroglif Ojibwe
    • Siglas poveiras
    • Testerian
    • Yerkish
    • Zapotec
    Logogram
    Tionghoa
    Aksara Han
    • Sederhana
    • Rumit
    • Tulang Ramalan
    • Perunggu
    • Segel
    • Hanja
    • Idu
    • Kanji
    • Chữ Nôm
    • Zhuang
    Dipengaruhi Tionghoa
    • Jurchen
    • Aksara besar Khitan
    • Sui
    • Tangut
    Logosilabis lainnya
    • Anatolia
    • Bagam
    • Kreta
    • Epi-Olmek
    • Maya
    • Proto-Elam
    • Yi (Kuno)
    Logokonsonan
    • Demotik
    • Hieratik
    • Hieroglif Mesir
    Sistem bilangan
    • Hindu-Arab
      • Arab Barat
      • Arab Timur
      • Angka Hindu
    • Abjad
    • Loteng (Yunani)
    • Muiska
    • Romawi
    Semisilabis
    Penuh
    • Keltiberia
    • Iberia Timur Laut
    • Iberia Tenggara
    • Khom
    Pengulangan
    • Espanca
    • Pahawh Hmong
    • Aksara kecil Khitan
    • Hispania Kuno Barat Daya
    • Zhuyin fuhao
    Isyarat
    • ASLwrite
    • SignWriting
    • si5s
    • Notasi Stokoe
    Silabis
    • Afaka
    • Bamum
    • Bété
    • Byblos
    • Aborigin Kanada
    • Cherokee
    • Siprus
    • Sipro-Minoa
    • Ditema tsa Dinoko
    • Eskayan
    • Geba
    • Danau Algonquin
    • Iban
    • Idu
    • Jepang
      • Hiragana
      • Katakana
      • Man'yōgana
      • Hentaigana
      • Sogana
      • Jindai moji
    • Kikakui
    • Kpelle
    • Linear B
    • Linear Elamite
    • Lisu
    • Loma
    • Nüshu
    • Nwagu Aneke
    • Persia Kuno
    • Sumeria
    • Vai
    • Woleai
    • Yi (Baku)
    • Yugtun
    • l
    • b
    • s
    Braille ⠃⠗⠁⠊⠇⠇⠑
    Braille cell
    • 1829 braille
    • International uniformity
    • ASCII braille
    • Unicode braille patterns
    Braille scripts
    French-ordered
    • Afrika Selatan
    • Albania
    • Azerbaijan
    • Belanda
    • Ceska
    • Esperanto
    • Ghana
    • Guarani
    • Filipino
    • Hawaii
    • Hungaria
    • Inggris (Inggris Tunggal)
    • Iñupiaq
    • IPA
    • Irlandia
    • Italia
    • Jerman
    • Kanton
    • Katalan
    • Latvia
    • Lituania
    • Luksemburg (diperluas menjadi 8 dot)
    • Malta
    • Māori
    • Navajo
    • Nigeria
    • Polandia
    • Portugis
    • Prancis
    • Romania
    • Samoa
    • Slowakia
    • Spanyol
    • Mandarin Taiwan (sebagian besar disusun ulang)
    • Tiongoha daratan
    • Turki
    • Vietnam
    • Wales
    • Yugoslavia
    • Zambia
    Keluarga Nordik
    • Estonia
    • Faroe
    • Islandia
    • Sami Utara
    • Skandinavia
      • Denmark
      • Finlandia
      • Greenland
      • Norwegia
      • Swedia
    Russian lineage family
    i.e. Cyrillic-mediated scripts
    • Belarusia
    • Bulgaria
    • Kazakh
    • Kyrgyz
    • Mongolia
    • Rusia
    • Tatar
    • Ukraina
    Egyptian lineage family
    i.e. Arabic-mediated scripts
    • Arab
    • Persia
    • Urdu (Pakistan)
    Indian lineage family
    i.e. Bharati Braille
    • Devanagari (Hindi / Marathi / Nepali)
    • Bengali (Bangla / Assam)
    • Gujarat
    • Kannada
    • Malayalam
    • Odia
    • Punjab
    • Sinhala
    • Tamil
    • Telugu
    • Urdu (India)
    Other scripts
    • Amharic
    • Armenia
    • Burma
    • Kamboja
    • Dzongkha (bahasa Bhutan)
    • Georgia
    • Yunani
    • Ibrani
    • Inuktitut (reassigned vowels)
    • Thai dan Lao (Japanese vowels)
    • Tibet
    Reordered
    • Braille bahasa Algeria (obsolete)
    Frequency-based
    • Braille bahasa Amerika (obsolete)
    Independent
    • Chinese semi-syllabaries
      • Kanton
      • Mandarin Tionghoa daratan
      • Mandarin Taiwan
      • Two-cell Chinese (Shuangpin)
    • Jepang
    • Korea
    Eight-dot
    • Luksemburg
    • Kanji
    • Gardner–Salinas braille codes (GS8)
    Symbols in braille
    • Braille music
    • Canadian currency marks
    • Computer Braille Code
    • Gardner–Salinas braille codes (science; GS8/GS6)
    • International Phonetic Alphabet (IPA)
    • Nemeth braille code
    Braille technology
    • Braille e-book
    • Braille embosser
    • Braille translator
    • Braille watch
    • Mountbatten Brailler
    • Optical braille recognition
    • Perforation
    • Perkins Brailler
    • Refreshable braille display
    • Slate and stylus
    • Braigo
    Persons
    • Louis Braille
    • Charles Barbier
    • Valentin Haüy
    • Thakur Vishva Narain Singh
    • Sabriye Tenberken
    • William Bell Wait
    Organisations
    • Braille Institute of America
    • Braille Without Borders
    • Japan Braille Library
    • National Braille Association
    • Blindness organizations
    • Schools for the blind
    • American Printing House for the Blind
    Other tactile alphabets
    • Decapoint
    • Moon type
    • New York Point
    • Night writing
    • Vibratese
    Related topics
    • Accessible publishing
    • Braille literacy
    • RoboBraille
    • l
    • b
    • s
    Sistem tulisan elektronik
    • Emotikon
    • Emoji
    • Kaomoji
    • iConji
    • Leet
    • Unicode

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Asal nama
    2. Unicode
    3. Galeri
    4. Lihat pula
    5. Catatan
    6. Rujukan
    7. Daftar pustaka

    Artikel Terkait

    Surat Lampung

    aksara keturunan Kawi untuk menulis rumpun bahasa Lampung

    Bahasa Bali

    bahasa Melayu-Polinesia yang dituturkan di pulau Bali

    Bahasa Melayu Kuno

    bentuk Melayu tertua yang berhasil dibuktikan, dibuktikan melalui inskripsi yang terutama ditemukan di Sumatra dan Jawa

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026