Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Paus Adrianus III

Paus Adrianus III, lahir sekitar tahun 855 M, adalah seorang Paus Gereja Katolik yang menjabat sebagai Uskup Roma dari 17 Mei 884 hingga wafatnya pada 8 Juli 885. Masa kepausannya yang singkat terjadi pada periode sejarah yang penuh dengan tantangan politik dan konflik di Eropa, khususnya di Kekaisaran Karoling. Adrianus III dihormati sebagai seorang santo dalam Gereja Katolik, dan hari peringatannya dirayakan pada tanggal 8 Juli.

Paus Gereja Katolik dari tahun 884 hingga 885
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Paus Adrianus III
Paus

Santo Adrianus III
Awal masa kepausan
17 Mei 885
Akhir masa kepausan
September 885
PendahuluMarinus I
PenerusStefanus V
Informasi pribadi
Nama lahirAdrianus atau Agapitus
Lahirtanggal tidak diketahui
Roma, Italia
MeninggalSeptember 885
Modena, Italia
Paus lainnya yang bernama Adrianus

Paus Adrianus III (Adrianus Sanctus Tertius), lahir sekitar tahun 855 M, adalah seorang Paus Gereja Katolik yang menjabat sebagai Uskup Roma dari 17 Mei 884 hingga wafatnya pada 8 Juli 885. Masa kepausannya yang singkat terjadi pada periode sejarah yang penuh dengan tantangan politik dan konflik di Eropa, khususnya di Kekaisaran Karoling. Adrianus III dihormati sebagai seorang santo dalam Gereja Katolik, dan hari peringatannya dirayakan pada tanggal 8 Juli.

Latar Belakang Kehidupan

Adrianus lahir di Roma, kemungkinan besar dari keluarga Roma yang terhormat. Meskipun sedikit yang diketahui tentang masa mudanya, ia dipandang sebagai seorang pria yang berbudi luhur dan taat dalam menjalankan iman Kristiani. Sebagai seorang rohaniwan, Adrianus memiliki reputasi sebagai seorang yang bijaksana dan penuh belas kasih, sebuah karakter yang kelak memengaruhi kebijakannya sebagai paus.

Pemilihan sebagai Paus

Adrianus dipilih sebagai paus pada masa yang diliputi oleh krisis dalam Gereja dan masyarakat Eropa. Pemilihannya berlangsung setelah kematian Paus Marinus I, dan ia mewarisi Gereja yang menghadapi tantangan besar, termasuk konflik politik internal di Roma dan tekanan dari para penguasa duniawi di Kekaisaran Karoling. Pemilihannya mencerminkan keyakinan para kardinal bahwa Adrianus memiliki kekuatan moral untuk memimpin Gereja dalam masa sulit tersebut.

Kebijakan Kepausan

Selama masa kepausannya yang singkat, Adrianus III dikenal karena usahanya untuk memperbaiki hubungan antara Gereja dan kekuatan sekuler. Ia terlibat dalam berbagai upaya mediasi untuk meredakan ketegangan di antara para penguasa Eropa, termasuk di Kekaisaran Karoling, yang saat itu terpecah-belah akibat perebutan kekuasaan di antara para pewaris takhta.

Adrianus juga dikenal karena perhatiannya terhadap kaum miskin dan lemah. Dalam tradisi kepemimpinan yang diinspirasi oleh ajaran Kristus, ia mendorong distribusi bantuan kepada masyarakat yang menderita akibat konflik dan bencana alam. Ia juga memerintahkan perbaikan berbagai gereja di Roma, menunjukkan dedikasinya pada kelangsungan iman Kristiani di tengah kekacauan.

Hubungan dengan Kekaisaran Karoling

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Adrianus adalah hubungan Gereja dengan kekuasaan sekuler di Kekaisaran Karoling. Pada tahun 885, ia diundang oleh Charles III ("Charles the Fat") untuk menghadiri pertemuan besar di Worms, dengan tujuan membahas pengangkatan ahli waris kekaisaran. Meskipun Adrianus berniat untuk menghadiri pertemuan ini, ia wafat dalam perjalanan, sehingga niat tersebut tidak terlaksana.

Kematian

Adrianus III wafat secara mendadak pada 8 Juli 885 di San Cesario, Italia, dalam perjalanan menuju Kekaisaran Karoling. Penyebab kematiannya tidak diketahui dengan pasti, tetapi beberapa sumber menyebutkan kemungkinan besar karena penyakit atau komplikasi perjalanan yang sulit. Jenazahnya dimakamkan di Basilika Santo Petrus di Roma.

Kanosisasi dan Penghormatan

Paus Adrianus III dihormati sebagai seorang santo karena kehidupan sucinya dan dedikasinya yang penuh kasih dalam memimpin Gereja selama masa penuh kesulitan. Ia dikanonisasi pada abad ke-10, dan namanya dimasukkan ke dalam kalender liturgi sebagai salah satu paus yang dihormati karena kebajikan dan kesetiaannya pada Kristus.

Hari peringatannya dirayakan setiap tanggal 8 Juli, dan ia dianggap sebagai pelindung umat yang menghadapi kesulitan politik atau sosial. Peringatannya terutama dihormati di Italia, khususnya di wilayah Roma.

Warisan

Meskipun masa kepausan Adrianus III sangat singkat, ia meninggalkan warisan sebagai pemimpin Gereja yang taat dan penuh kasih. Dedikasinya untuk memelihara hubungan damai antara Gereja dan negara serta perhatiannya kepada kaum miskin menjadikan kepemimpinannya sebagai teladan bagi para pemimpin Kristiani pada masa-masa mendatang.

Didahului oleh:
Marinus I
Paus
885 – 885
Diteruskan oleh:
Stefanus V

Referensi

  1. Mann, Horace K. The Lives of the Popes in the Early Middle Ages. Vol. IV. London: Kegan Paul, Trench, Trübner, 1910.
  2. Kelly, J.N.D. The Oxford Dictionary of Popes. Oxford: Oxford University Press, 1986.
  3. Duchesne, Louis. Liber Pontificalis. Paris: E. Thorin, 1892.
  • l
  • b
  • s
Paus Gereja Katolik
  • Daftar paus
    • grafik
    • masa jabatan
    • orang kudus
  • Nama Paus
  • Abdikasi Paus
    • Paus emeritus
  • Antipaus
  • Paus terpilih
Abad ke-1
s.d. ke-4
  • Petrus
  • Linus
  • Anakletus
  • Klemens I
  • Evaristus
  • Aleksander I
  • Sistus I
  • Telesforus
  • Higinus
  • Pius I
  • Anisetus
  • Soter
  • Eleuterus
  • Viktor I
  • Zefirinus
  • Kalistus I
  • Urbanus I
  • Pontianus
  • Anterus
  • Fabianus
  • Kornelius
  • Lusius I
  • Stefanus I
  • Sistus II
  • Dionisius
  • Feliks I
  • Eutikhianus
  • Kaius
  • Marselinus
  • Marselus I
  • Eusebius
  • Miltiades
  • Silvester I
  • Markus
  • Yulius I
  • Liberius
  • Damasus I
  • Sirisius
  • Anastasius I
Abad ke-5
s.d. ke-8
  • Inosensius I
  • Zosimus
  • Bonifasius I
  • Selestinus I
  • Sistus III
  • Leo I
  • Hilarius
  • Simplisius
  • Feliks III
  • Gelasius I
  • Anastasius II
  • Simakhus
  • Hormidas
  • Yohanes I
  • Feliks IV
  • Bonifasius II
  • Yohanes II
  • Agapitus I
  • Silverius
  • Vigilius
  • Pelagius I
  • Yohanes III
  • Benediktus I
  • Pelagius II
  • Gregorius I
  • Sabianus
  • Bonifasius III
  • Bonifasius IV
  • Adeodatus I
  • Bonifasius V
  • Honorius I
  • Severinus
  • Yohanes IV
  • Teodorus I
  • Martinus I
  • Eugenius I
  • Vitalianus
  • Adeodatus II
  • Donus
  • Agato
  • Leo II
  • Benediktus II
  • Yohanes V
  • Konon
  • Sergius I
  • Yohanes VI
  • Yohanes VII
  • Sisinius
  • Konstantinus
  • Gregorius II
  • Gregorius III
  • Zakharias
  • Stefanus II
  • Paulus I
  • Stefanus III
  • Adrianus I
  • Leo III
Abad ke-9
s.d. ke-12
  • Stefanus IV
  • Paskalis I
  • Eugenius II
  • Valentinus
  • Gregorius IV
  • Sergius II
  • Leo IV
  • Benediktus III
  • Nikolaus I
  • Adrianus II
  • Yohanes VIII
  • Marinus I
  • Adrianus III
  • Stefanus V
  • Formosus
  • Bonifasius VI
  • Stefanus VI
  • Romanus
  • Teodorus II
  • Yohanes IX
  • Benediktus IV
  • Leo V
  • Sergius III
  • Anastasius III
  • Lando
  • Yohanes X
  • Leo VI
  • Stefanus VII
  • Yohanes XI
  • Leo VII
  • Stefanus VIII
  • Marinus II
  • Agapitus II
  • Yohanes XII
  • Benediktus V
  • Leo VIII
  • Yohanes XIII
  • Benediktus VI
  • Benediktus VII
  • Yohanes XIV
  • Yohanes XV
  • Gregorius V
  • Silvester II
  • Yohanes XVII
  • Yohanes XVIII
  • Sergius IV
  • Benediktus VIII
  • Yohanes XIX
  • Benediktus IX
  • Silvester III
  • Benediktus IX
  • Gregorius VI
  • Klemens II
  • Benediktus IX
  • Damasus II
  • Leo IX
  • Viktor II
  • Stefanus IX
  • Nikolaus II
  • Aleksander II
  • Gregorius VII
  • Viktor III
  • Urbanus II
  • Paskalis II
  • Gelasius II
  • Kalistus II
  • Honorius II
  • Inosensius II
  • Selestinus II
  • Lusius II
  • Eugenius III
  • Anastasius IV
  • Adrianus IV
  • Aleksander III
  • Lusius III
  • Urbanus III
  • Gregorius VIII
  • Klemens III
  • Selestinus III
  • Inosensius III
Abad ke-13
s.d. ke-16
  • Honorius III
  • Gregorius IX
  • Selestinus IV
  • Inosensius IV
  • Aleksander IV
  • Urbanus IV
  • Klemens IV
  • Gregorius X
  • Inosensius V
  • Adrianus V
  • Yohanes XXI
  • Nikolaus III
  • Martinus IV
  • Honorius IV
  • Nikolaus IV
  • Selestinus V
  • Bonifasius VIII
  • Benediktus XI
  • Klemens V
  • Yohanes XXII
  • Benediktus XII
  • Klemens VI
  • Inosensius VI
  • Urbanus V
  • Gregorius XI
  • Urbanus VI
  • Bonifasius IX
  • Inosensius VII
  • Gregorius XII
  • Martinus V
  • Eugenius IV
  • Nikolaus V
  • Kalistus III
  • Pius II
  • Paulus II
  • Sistus IV
  • Inosensius VIII
  • Aleksander VI
  • Pius III
  • Yulius II
  • Leo X
  • Adrianus VI
  • Klemens VII
  • Paulus III
  • Yulius III
  • Marselus II
  • Paulus IV
  • Pius IV
  • Pius V
  • Gregorius XIII
  • Sistus V
  • Urbanus VII
  • Gregorius XIV
  • Inosensius IX
  • Klemens VIII
Abad ke-17
s.d. ke-20
  • Leo XI
  • Paulus V
  • Gregorius XV
  • Urbanus VIII
  • Inosensius X
  • Aleksander VII
  • Klemens IX
  • Klemens X
  • Inosensius XI
  • Aleksander VIII
  • Inosensius XII
  • Klemens XI
  • Inosensius XIII
  • Benediktus XIII
  • Klemens XII
  • Benediktus XIV
  • Klemens XIII
  • Klemens XIV
  • Pius VI
  • Pius VII
  • Leo XII
  • Pius VIII
  • Gregorius XVI
  • Pius IX
  • Leo XIII
  • Pius X
  • Benediktus XV
  • Pius XI
  • Pius XII
  • Yohanes XXIII
  • Paulus VI
  • Yohanes Paulus I
  • Yohanes Paulus II
Abad ke-21
  • Benediktus XVI
  • Fransiskus
  • Leo XIV
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
  • Selama Kekaisaran Romawi, hingga 493
    • Di bawah Konstatinus Agung, 312–337
  • Kepausan Ostrogoth, 493–537
  • Kepausan Bizantin, 537–752
  • Kepausan Franka, 756–857
  • Saeculum obscurum, 904–964
  • Zaman Kresentius, 974–1012
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
  • Kepausan Tuskulum, 1012–1044 / 1048
  • Konflik dengan Romawi Suci, 1048–1257
  • Kepausan kembara
    • Viterbo, 1257–1281
    • Orvieto, 1262–1297
    • Perugia, 1228–1304
  • Kepausan Avignon, 1309–1378
  • Skisma Barat, 1378–1417
Zaman Modern
Awal dan Puncak
  • Kepausan Renaisans, 1417–1534
  • Kepausan Reformasi, 1534–1585
  • Kepausan Barok, 1585–1689
  • Abad Pencerahan, ±1640–1740
  • Kepausan Revolusi, 1775–1848
  • Permasalahan Roma, 1870–1929
  • Vatikan, 1929–sekarang
    • Perang Dunia II, 1939–1945
    • Perang Dingin, 1945–1992
  • Buku
  • Kategori
  •  Portal Katolik
Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Italia
  • Republik Ceko
  • Vatikan
  • Israel
Orang
  • Tokoh Italia
  • Deutsche Biographie
  • DDB

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar Belakang Kehidupan
  2. Pemilihan sebagai Paus
  3. Kebijakan Kepausan
  4. Hubungan dengan Kekaisaran Karoling
  5. Kematian
  6. Kanosisasi dan Penghormatan
  7. Warisan
  8. Referensi

Artikel Terkait

Daftar Paus menurut negara

(858–867) Paus Adrianus II (867–872) Paus Yohanes VIII (872–882) Paus Marinus I (882–884) Paus Adrianus III (884–885) Paus Stefanus V (885–891) Paus Formosus

Daftar makam kepausan yang masih ada

artikel daftar Wikimedia

Sirilus dan Metodius

teolog dan misionaris Kristen dari Kekaisaran Bizantium, abad ke-9

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026