Abdul Azis adalah politisi Indonesia dan Bupati Kolaka Timur sejak 2025. Ia lahir di Enrekang, Sulawesi Selatan dan besar di Mamuju, Sulawesi Barat. Sebelum terjun ke politik, Abdul Azis adalah anggota Polri dan ajudan gubernur. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Sulawesi Tenggara.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
|
Abdul Azis | |
|---|---|
| Bupati Kolaka Timur ke-4 | |
| Masa jabatan 27 November 2023 (Pelaksana tugas: 24 Agustus 2022 – 27 November 2023) – 11 Agustus 2025 | |
| Presiden | Joko Widodo Prabowo Subianto |
| Gubernur | Andi Sumangerukka |
| Wakil | Yosep Sahaka |
| Wakil Bupati Kolaka Timur ke-2 | |
| Masa jabatan 24 Agustus 2022 – 27 November 2023 | |
| Presiden | Joko Widodo |
| Gubernur | Ali Mazi Andap Budhi Revianto Andi Sumangerukka |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 05 Januari 1986 Enrekang Sulawesi Selatan Indonesia |
| Partai politik | NasDem[1] |
| Suami/istri | Hartini Azis, A.Ma |
| Anak | 5 |
| Pekerjaan | Politikus |
| Karier militer | |
| Pihak | |
| Dinas/cabang | |
| Masa dinas | 2004 – 2022 |
| Pangkat | Ajun Inspektur Polisi Dua |
| Satuan | Reserse |
|
| |
Abdul Azis (lahir 5 Januari 1986) adalah politisi Indonesia dan Bupati Kolaka Timur sejak 2025. Ia lahir di Enrekang, Sulawesi Selatan dan besar di Mamuju, Sulawesi Barat. Sebelum terjun ke politik, Abdul Azis adalah anggota Polri dan ajudan gubernur. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Sulawesi Tenggara.[2]
Pada Pilkada 2024, ia terpilih sebagai Bupati Kolaka Timur dari Partai NasDem.[3]
1. Polri Tahun 2003,
2. Plt Bupati Kolaka Timur 2022,
3. Bupati Kolaka Timur 2024-sekarang,
4. Ketua KONI Kolaka Timur 2022-sekarang,
5. Ketua Dewan Masjid Kabupaten Kolaka Timur-Sekarang[6]
Pada Agustus 2025, Abdul Azis, Bupati Kolaka Timur, menjadi sorotan publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadapnya terkait dugaan kasus korupsi dalam proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). KPK menegaskan bahwa penangkapan tersebut telah dilakukan sesuai prosedur, terlebih setelah mendapat informasi kuat dari sejumlah lokasi. OTT dilakukan di tiga kota—Jakarta, Kendari, dan Makassar—dan tim Khusus KPK di Makassar berhasil menangkap Abdul Azis sebagai bagian dari jaringan penerima suap dalam proyek pembangunan RSUD Kolaka Timur.[7]
Abdul Azis kemudian resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dengan dugaan sebagai pihak penerima suap atas proyek RSUD yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), serta terindikasi sebagai bagian dari dugaan aliran dana ke pihak-pihak tertentu, termasuk partai politik.[8] Partai NasDem menaungi Abdul Azis secara terbuka mendukung proses hukum.[9]