Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Uni Belanda-Indonesia

Uni Belanda-Indonesia, yang juga disebut sebagai solusi dua negara oleh pihak Belanda, adalah hubungan konfederasi antara Belanda dan Indonesia yang berlangsung antara tahun 1949 dan 1956. Disepakati pada tahun 1949, ini merupakan upaya Belanda untuk terus mengikat bekas koloni Hindia Belanda ke Belanda dalam bentuk konfederasi, setidaknya dalam kerangka uni personal, meskipun kemerdekaan telah diberikan. Namun, solusi ini kurang efektif dibandingkan dengan Uni Prancis pada masa yang sama dan kurang bertahan lama dibandingkan dengan Persemakmuran Britania. Persatuan yang longgar ini gagal terutama karena sengketa mengenai Nugini Belanda dan dibatalkan oleh Indonesia pada tahun 1954, meskipun secara de jure tetap ada hingga tahun 1956.

hubungan konfederasi Belanda dan Indonesia antara tahun 1949 dan 1956
Diperbarui 20 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Uni Belanda-Indonesia
Uni Belanda-Indonesia

Nederlands-Indonesische Uniecode: nl is deprecated   (Belanda)
Netherlands-Indonesia Unioncode: en is deprecated   (Inggris)
1949–1956
Bendera Uni Indonesia-Belanda
Bendera Belanda dan Indonesia
Skema tata letak Uni Belanda-Indonesia
Skema tata letak Uni Belanda-Indonesia
StatusKonfederasi antara Belanda dan Indonesia
Ibu kotaAmsterdam
Jakarta
SekretariatDen Haag
Bahasa yang umum digunakanIndonesia
Belanda
Bahasa asli
Agama
Islam Sunni
Kekristenan
Hindu
Buddha
PemerintahanNegara konfederasi campuran yang dilimpahkan kekuasaannya di bawah pemerintahan raja
Hoofd der Unie
(Kepala Uni)
 
• 1949–1956
Juliana
Direktur Jenderal 
• 1949‒1956
P. J. A. Idenburg
Sejarah 
• Didirikan
1 Januari 1949
• Pengalihan kedaulatan
27 Desember 1949
• Konferensi Menteri Uni Belanda-Indonesia
24 Maret 1950
• Soekarno membubarkan Uni
17 Agustus 1954
• Piagam Kerajaan Belanda
15 Desember 1954
• Uni dibubarkan (di Indonesia)
15 Februari 1956
• Uni dibubarkan (di Belanda)
Februari 1956
Luas
19562.111.219 km2 (815.146 sq mi)
Populasi
 - Perkiraan 1949
84.000.000[1]
Didahului oleh
Digantikan oleh
Belanda
Republik Indonesia Serikat
krjKerajaan
Belanda
Republik Indonesia
Sunting kotak info
Sunting kotak info • Lihat • Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Uni Belanda-Indonesia (bahasa Belanda: Nederlands-Indonesische Uniecode: nl is deprecated , NIU; bahasa Inggris: Netherlands-Indonesia Unioncode: en is deprecated ), yang juga disebut sebagai solusi dua negara (bahasa Belanda: tweestaten-oplossingcode: nl is deprecated ) oleh pihak Belanda, adalah hubungan konfederasi antara Belanda dan Indonesia yang berlangsung antara tahun 1949 dan 1956.[2][3] Disepakati pada tahun 1949, ini merupakan upaya Belanda untuk terus mengikat bekas koloni Hindia Belanda (kini Indonesia) ke Belanda dalam bentuk konfederasi, setidaknya dalam kerangka uni personal, meskipun kemerdekaan telah diberikan. Namun, solusi ini kurang efektif dibandingkan dengan Uni Prancis pada masa yang sama dan kurang bertahan lama dibandingkan dengan Persemakmuran Britania. Persatuan yang longgar ini gagal terutama karena sengketa mengenai Nugini Belanda dan dibatalkan oleh Indonesia pada tahun 1954, meskipun secara de jure tetap ada hingga tahun 1956.

Sejarah

Perundingan Linggajati dari kiri ke kanan: Wim Schermerhorn, Lord Killearn dan Sutan Sjahrir.

Pada tanggal 15 November 1946 Perundingan Linggajati ditandatangani antara Belanda dan Hindia Belanda yang segera menjadi independen,[4] yang menyatakan bahwa koloni-koloni Belanda akan menjadi negara merdeka yang disebut Republik Indonesia Serikat.[5][6][7]

Uni Indonesia-Belanda didirikan "untuk mempromosikan kepentingan bersama mereka." Karena perselisihan militer, eksekusi kesepakatan tersebut tidak dilakukan. Setelah Belanda menandatangani gencatan senjata dengan Republik Indonesia, pengalihan kedaulatan berlangsung pada tanggal 27 Desember 1949, dan Uni Indonesia-Belanda didirikan.[8]

Uni Indonesia-Belanda dibubarkan saat Indonesia meninggalkannya pada tahun 1956.

Struktur

Uni Belanda-Indonesia akan menjadi setara dengan Uni Prancis atau Persemakmuran Britania. Uni ini akan terdiri dari dua mitra yang independen dan berdaulat:

  1. Kerajaan Belanda, yang terdiri dari:
    1. Belanda Belanda
    2.  Guyana Belanda
    3. Antillen Belanda Antillen Belanda
    4. Belanda Nugini Belanda
  2. Republik Indonesia Serikat (kemudian menjadi Republik Indonesia), yang terdiri dari tujuh negara bagian:
    1. Indonesia Republik Indonesia
    2. Indonesia Timur
    3. Negara Jawa Timur
    4. Negara Sumatera Timur
    5. Negara Madura
    6. Negara Pasundan
    7. Negara Sumatera Selatan
Yang Mulia Ratu Juliana, Kepala Uni Indonesia-Belanda

Status Nugini Belanda harus didiskusikan lebih lanjut. Pada awalnya, Nugini Belanda tetap berada di bawah kekuasaan Belanda. Dan, di mana Suriname dan Antillen akan menjadi mitra sejajar (negara federasi) di Kerajaan, Nugini akan tetap menjadi koloni. Kepala Uni (Hoofd der Unie) adalah Ratu Juliana, di mana peran Yang Mulia adalah sebagai kepala negara, mirip dengan peran Kepala Persemakmuran saat ini. Kolaborasi ini akan berlangsung di bidang-bidang berikut:

  • Pertahanan
  • Hubungan luar negeri
  • Keuangan
  • Hubungan ekonomi
  • Hubungan budaya

Untuk mencapai hal ini, berbagai organ akan dibentuk. Pertama, konferensi para menteri harus diadakan setiap enam bulan sekali. Kedua, sebuah sekretariat permanen didirikan di Den Haag. Setiap mitra akan memilih seorang Sekretaris Jenderal, yang setiap tahun akan mengambil alih kepemimpinan Sekretariat. (Sejak tahun 1950, P. J. A. Idenburg untuk Belanda, yang akan tetap menjabat hingga pengaturan ini dibubarkan pada tahun 1956). Akhirnya, ada Pengadilan Arbitrase Uni yang dibentuk untuk mengadili perselisihan antara Belanda dan Indonesia.[9]

Lihat pula

  • flagPortal Indonesia
  • Sejarah Indonesia
  • Konferensi Meja Bundar
  • Majelis Permusyawaratan Federal (BFO)

Referensi

  1. ↑ Günter, Pahl (1950). Knaurs Welt-Atlas. Droemersche Verlagsanstalt München. hlm. 123 (Netherlands), p. 122 (West New Guinea) and p. 204 (Indonesia).
  2. ↑ S. Pompe (26 Mei 1992). "3.5.3". Indonesian Law 1949-1989: A Bibliography of Foreign-Language Materials With Brief Commentaries on the Law (Edisi Van Vollenhoven Institute For Law and Administration in Non-Western Countries). Martinus Nijhoff Publishers. hlm. 65–. ISBN 0-7923-1744-0.
  3. ↑ Frederik Mari Asbeck (Baron van.) (28 July 1976). SIJTHHOFF (ed.). International Society in Search of a Transnational Legal Order: Selected Writings and Bibliography. BRILL. hlm. 286–. ISBN 90-286-0016-7.
  4. ↑ Wehl 1948, hlm. 145.
  5. ↑ Ricklefs 2008, hlm. 361.
  6. ↑ Wehl 1948, hlm. 146-148.
  7. ↑ Ide Anak Agung Gde Agung 1973, hlm. 60.
  8. ↑ Kahin 1961, hlm. 439-444.
  9. ↑ Kahin, George McTurnan (1961) [1952]. Nationalism and Revolution in Indonesia. Ithaca, New York: Cornell University Press. hlm. 435–436.

Bacaan lebih lanjut

  • Nijhoffs Geschiedenislexicon Nederland en België, dikompilasi oleh H.W.J. Volmuller dalam kolaborasi dengan editor De Grote Oosthoek, The Hague‑Antwerp 1981.
  • Ide Anak Agung Gde Agung (1973), Twenty Years Indonesian Foreign Policy: 1945–1965, Mouton & Co, ISBN 979-8139-06-2
  • Kahin, George McTurnan (1961) [1952], Nationalism and Revolution in Indonesia, Ithaca, New York: Cornell University Press
  • Ricklefs, M. C. (2008) [1981], A History of Modern Indonesia Since c. 1300 (Edisi 4th), London: Palgrave Macmillan, ISBN 978-0-230-54685-1
  • Wehl, David (1948), The Birth of Indonesia, London: George Allen & Unwin Ltd.
  • l
  • b
  • s
Topik Indonesia
Sejarah Nusantara
(pra-Indonesia)
  • Garis waktu
  • Prasejarah
  • Kerajaan Hindu-Buddha
  • Kerajaan Islam
  • Kerajaan Kristen
  • Era kolonial Portugis
  • Era VOC
  • Era Hindia Belanda
  • Era pendudukan Jepang
Sejarah Indonesia
  • Sejarah nama
  • Proklamasi
  • Era transisi
    • Revolusi nasional
    • KMB
    • Pengakuan Belanda
  • Era RIS
  • Era demokrasi liberal
    • Dekret Presiden 5 Juli 1959
    • Pemilihan Umum 1955
  • Era demokrasi terpimpin
    • Politik Mercusuar
    • Trikora
    • Konfrontasi ke Malaysia
    • G30S
  • Era orde baru
    • Supersemar
    • Pendudukan di Timor Timur
    • Gerakan 1998
  • Era reformasi
    • Referendum Timor Timur
Geografi
  • Air terjun
  • Bendungan dan waduk
  • Danau
  • Pegunungan
    • Gunung berapi
  • Pulau dan kepulauan
    • menurut provinsi
    • abjad A-L
    • M-Z
  • Perairan
    • Laut
    • Pantai
    • Selat
    • Sungai
    • Teluk
  • Tanjung
  • Tempat
  • Titik-titik garis pangkal
  • Wilayah
Politik dan
pemerintahan
  • Ibu kota negara
  • Lembaga negara
  • Pemerintah
  • Presiden
    • Kementerian
  • MPR
    • DPR
    • DPD
  • Kekuasaan kehakiman
    • MA
    • MK
    • KY
  • BPK
  • Perwakilan di luar negeri
  • Kepolisian
  • Militer
  • Administratif (Provinsi
  • Kabupaten/kota
  • Kecamatan dan kelurahan/desa)
  • Hubungan luar negeri
  • Hukum
  • Undang-undang
  • Pemilu
  • Partai politik
  • Kewarganegaraan
Ekonomi
  • APBN
  • APBD
  • Bank
  • Pasar modal
    • IDX
    • JFX
  • Pariwisata
  • Pertanian dan perkebunan
  • Perusahaan
    • BUMN
  • Sains dan teknologi
  • Transportasi
    • Penerbangan
    • Perkeretaapian
Demografi
  • Suku bangsa
  • Bahasa nasional
  • Bahasa daerah
  • Agama
  • Nama orang
  • Tokoh
  • Kesehatan
    • Kesehatan hewan
    • Pelayanan kesehatan
  • Pendidikan
  • Olahraga
Budaya
  • Seni
    • Film
    • Tari
    • Sastra
    • Musik
    • Lagu
    • Teater
    • Bela diri
  • Masakan
  • Mitologi
  • Permainan tradisional
  • Busana daerah
  • Arsitektur
    • Bandar udara
    • Pelabuhan
    • Stasiun kereta api
    • Terminal
    • Pembangkit listrik
  • Warisan Budaya
    • UNESCO
    • Wayang
    • Batik
    • Keris
    • Angklung
    • Tari Saman
    • Noken
Simbol
  • Sang Saka Merah Putih
  • Garuda Pancasila
  • Ibu Pertiwi
  • Nusantara
Flora dan fauna
  • Fauna Indonesia
    • Binatang endemik
    • Identitas nasional dan regional
  • Flora Indonesia
    • Tumbuhan endemik
    • Identitas nasional dan regional
  • Burung
    • endemik
  • Ikan
  • Mamalia
  • Reptil
  • Cagar alam
  • Suaka margasatwa
  • Taman nasional
  • Terumbu karang
Lainnya
  • Media
  • Telekomunikasi
    • Internet
    • Permainan video
  • Penyiaran
    • Televisi
      • Terestrial
      • Berlangganan
    • Radio
  • Tanda kehormatan
  • Kode pos
  • Kode telepon
  • Kode kendaraan
  • Hari penting
Outline Garis besar • Portal Portal
  • l
  • b
  • s
Imperium Belanda
Koloni dan pos dagang Vereenigde Oostindische Compagnie (1602–1798)
Kegubernuran Jenderal
  • Batavia
Kegubernuran
  • Ambon
  • Kepulauan Banda
  • Celebes
  • Ceylon
  • Koromandel
  • Formosa
  • Koloni Tanjung
  • Malaka
  • Maluku
  • Pesisir timur laut Jawa
Direktorat
  • Bengal
  • Persia
  • Suratte
Komandemen
  • Bantam
  • Malabar
  • Pesisir barat Sumatera
Keresidenan
  • Banjarmasin
  • Cheribon
  • Palembang
  • Pontianak
Permukiman Opperhoofd
  • Burma
  • Dejima
  • Kanton
  • Mauritius
  • Siam
  • Timor
  • Tonkin
Koloni dan pos dagang Geoctroyeerde Westindische Compagnie (1621–1792)
Koloni di Amerika
  • Berbice 1
  • Brasil
  • Cayenne
  • Curaçao dan Dependensi
  • Demerara
  • Essequibo
  • Belanda Baru
  • Pomeroon
  • Sint Eustatius dan Dependensi
  • Surinam 2
  • Tobago
  • Kepulauan Virgin
Pos dagang di Afrika
  • Arguin
  • Pantai Emas
  • Loango-Angola
  • Senegambia
  • Pantai Budak
  • 1 Dipimpin Society of Berbice
  • 2 Dipimpin Society of Suriname
Permukiman Noordsche Compagnie (1614–1642)
Permukiman
  • Jan Mayen
  • Smeerenburg
Koloni Kerajaan Belanda (1815–1962)
Sampai 1825
  • Benggala
  • Koromandel
  • Malaka
  • Suratte
Sampai 1853
  • Dejima
Sampai 1872
  • Pantai Emas
Sampai 1945
  • Hindia Belanda 3
Sampai 1954
  • Curaçao dan Dependensi 4
  • Suriname 4
Sampai 1962
  • Nugini
  • 3 Pembentukan Uni Belanda-Indonesia hingga dibubarkan 1956.
    4 Menjadi negara konstituen Kerajaan Belanda; Suriname merdeka penuh tahun 1975, Curaçao dan Dependensi berubah nama menjadi Antillen Belanda dan dibubarkan tahun 2010.
Kerajaan Belanda (1954–sekarang)
Negara konstituen
  • Aruba
  • Curaçao
  • Belanda
  • Sint Maarten
Munisipalitas khusus Belanda
  • Bonaire
  • Saba
  • Sint Eustatius
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • VIAF

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Struktur
  3. Lihat pula
  4. Referensi
  5. Bacaan lebih lanjut

Artikel Terkait

Republik Indonesia Serikat

bekas Negara di Asia Tenggara (1949–1950)

Papua (wilayah Indonesia)

wilayah di Indonesia Timur, terletak di pulau Papua

Sejarah Nusantara pada era kerajaan Hindu-Buddha

aspek sejarah masuknya agama Hindu Buddha di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026