Celebes Belanda mengacu pada periode pemerintahan kolonial di bagian selatan pulau Sulawesi sebagai wilayah dagang Vereenigde Oostindische Compagnie sejak 1699 sampai awal 1800-an, kemudian menjadi bagian dari Hindia Belanda sampai 1945. Keberadaan Belanda di daerah ini diawali dengan perebutan Sulawesi dari Portugal dan berakhir dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Celebes sekarang disebut Sulawesi. Ibu kota Makassar sering ditulis Macassar, Makassar, Macaçar, Mancaçar, atau Goa, Gowa. Nama Ujung Pandang juga pernah digunakan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Celebes Belanda | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1699–1946 | |||||||||
| Status | Koloni Belanda Bagian dari Timur Raya (1938–1946) | ||||||||
| Ibu kota | Makassar | ||||||||
| Bahasa yang umum digunakan | Belanda, Melayu | ||||||||
| Gubernur Makassar/Gubernur Celebes | |||||||||
| Panglima | |||||||||
| Era Sejarah | Imperialisme | ||||||||
• Penaklukan Belanda atas Kesultanan Makassar | 1699 | ||||||||
| 1946 | |||||||||
| Mata uang | Gulden Hindia Belanda | ||||||||
| |||||||||
Celebes Belanda mengacu pada periode pemerintahan kolonial di bagian selatan pulau Sulawesi sebagai wilayah dagang Vereenigde Oostindische Compagnie sejak 1699[1] sampai awal 1800-an, kemudian menjadi bagian dari Hindia Belanda sampai 1945. Keberadaan Belanda di daerah ini diawali dengan perebutan Sulawesi dari Portugal dan berakhir dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Celebes sekarang disebut Sulawesi. Ibu kota Makassar sering ditulis Macassar, Makassar, Macaçar, Mancaçar, atau Goa, Gowa (tidak sama dengan Goa, ibu kota India Portugal).[2] Nama Ujung Pandang juga pernah digunakan.
Sulawesi sebelum masa pemerintahan Belanda merupakan bagian dari Kesultanan Gowa. Pada tahun 1660, armada kapal besar pimpinan Johan van Dam mengebom Makassar. Sejak 1667 sampai seterusnya, VOC berkantor di Fort Rotterdam di pelabuhan Makassar. Benteng ini didirikan tahun 1669.[3] Setelah empat bulan memaksa Sultan Hasanuddin untuk takluk, Perjanjian Bongaya ditandangani pada tanggal 18 November 1667 dan pemerintahan Belanda sah berdiri di daerah itu.[4] Celebes dan Dependensinya ("Celebes en Onderhoorigheden") adalah nama wilayah pemerintahan kolonial ini pada 1847-1924. Tahun 1925, daerah ini menjadi keresidenan Hindia Belanda dan dibagi menjadi beberapa bagian. Ibu kotanya adalah Makassar. Nama Makassar sebelumnya dipakai sebagai nama wilayah pemerintahan kolonial ini.[5][6]