Taman Budaya Gunungkidul (TBG) adalah sarana wisata yang terletak di Jl. Lkr. Utara, Siyono Wetan, Logandeng, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengelolaan kawasan secara teknis dijalankan oleh Unit Pelaksana Tugas (UPT) Taman Budaya Gunungkidul yang bertanggung jawab langsung kepada Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Taman Budaya Gunungkidul | |
|---|---|
| Informasi | |
| Berdiri | 20 Desember 2021 |
| Pengelola | Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Gunungkidul |
| Fasilitas | Gedung Auditorium, Gedung Grha Budaya, musholla, toliet, dan tempat parkir. |
| Alamat | Jl. Lkr. Utara, Siyono Wetan, Logandeng, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta |
| Telpon | |
| Website | |
Taman Budaya Gunungkidul (TBG) adalah sarana wisata yang terletak di Jl. Lkr. Utara, Siyono Wetan, Logandeng, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengelolaan kawasan secara teknis dijalankan oleh Unit Pelaksana Tugas (UPT) Taman Budaya Gunungkidul yang bertanggung jawab langsung kepada Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul.
Pembangunan TBG dilakukan secara bertahap mulai tahun 2018 dengan dukungan pendanaan sepenuhnya dari Dana Keistimewaan (Danais) DIY. Kompleks ini lalu diresmikan secara formal oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, pada tanggal 20 Desember 2021. Sejak saat itu, operasional dan tata kelola teknis gedung berada di bawah wewenang Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul.[1]
Fasilitas TBG meliputi gedung auditorium berkapasitas 500 orang untuk pertunjukan dalam ruang, serta amfiteater yang diperuntukkan bagi pementasan kesenian luar ruangan seperti Reog. Terdapat pula struktur pendopo yang berfungsi sebagai lokasi pementasan karawitan maupun ruang pertemuan formal. Beberapa fasilitas penunjang berupa masjid sebagai tempat ibadah, area toilet atau pakiwan yang terjaga kebersihannya, serta lahan parkir luas guna mengakomodasi kendaraan roda dua maupun roda empat. Sektor ekonomi kreatif diwadahi melalui area pertokoan yang menjajakan suvenir serta makanan khas daerah, yang didukung oleh keberadaan kantin sebagai penyedia konsumsi. Selain itu, tersedia sejumlah selasar yang difungsikan sebagai tempat istirahat sekaligus ruang inkubasi ide bagi para pelaku seni dan budaya.[2]
Arsitektur TBG menampilkan perpaduan antara kemegahan struktur modern dan nilai-nilai tradisional Jawa. Bangunan utama merupakan gedung bertingkat empat yang dirancang secara fungsional; lantai dasar dialokasikan sebagai ruang pertemuan dan lokakarya seni, sementara lantai dua dan tiga difungsikan khusus sebagai panggung pertunjukan mewah dengan sistem pencahayaan modern. Ikon utama dari kompleks ini adalah sebuah Pendopo Joglo berukuran luas 28 x 32 meter dengan sokoguru kokoh berdimensi 40 x 40 cm. Estetika interior joglo ini sangat kental dengan ornamen Jawa, terlihat pada plafon kayu, detail ukiran, serta lampu gantung hasil kerajinan lokal Ngawen, Gunungkidul.[2]