Tabiin atau Tabi'in, secara etimologi tabiin merupakan bentuk jamak dari tabi. Secara terminologi adalah orang yang bertemu dengan sahabat Nabi Muhammad dalam keadaan Islam dan meninggal juga dalam keadaan Islam. Usia mereka rata-rata lebih muda dari sahabat nabi, bahkan ada yang masih anak-anak atau remaja pada masa sahabat masih hidup. Jadi Tabiin merupakan murid sahabat nabi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Bagian dari seri |
| Islam |
|---|

Tabiin atau Tabi'in (bahasa Arab: التابعون/التابعينcode: ar is deprecated , har. 'para pengikut'), secara etimologi tabiin merupakan bentuk jamak dari tabi[1] (bahasa Arab: التابعcode: ar is deprecated , har. 'pengikut'). Secara terminologi adalah orang yang bertemu dengan sahabat Nabi Muhammad dalam keadaan Islam dan meninggal juga dalam keadaan Islam.[1] Usia mereka rata-rata lebih muda dari sahabat nabi, bahkan ada yang masih anak-anak atau remaja pada masa sahabat masih hidup. Jadi Tabiin merupakan murid sahabat nabi.
Masa tabiin dimulai sejak wafatnya sahabat nabi terakhir, Abu Thufail al-Laitsi, pada tahun 100 H (735 M) di kota Makkah; dan berakhir dengan wafatnya Tabiin terakhir, Khalaf bin Khulaifat, pada tahun 181 H (812 M).[2]
Setelah masa tabiin berakhir, maka diteruskan dengan masa tabiut tabiin atau generasi ketiga umat Islam setelah Nabi Muhammad wafat.[2]
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam karyanya Taqrib at-Tahdzib membagi para tabiin menjadi empat tingkatan berdasarkan usia dan sumber periwayatannya, yaitu:[3]
Mayoritas ulama penulis biografi para periwayat hadis (asma ar-rijal) juga membagi para tabiin menjadi tiga tingkatan berdasarkan Sahabat Nabi yang menjadi guru mereka, yaitu:[4]
Tabiin perempuan yang paling utama, maka Abu Bakar bin Abu Dawud mengatakan, "Wanita tabiin adalah Hafshah binti Sirin, 'Amrah binti Abdurrahman, dan setelah keduanya adalah Ummu Darda'."[1][5]
Di bawah ini adalah daftar beberapa tokoh tabiin yang ternama: