Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiAbu Abdurrahman as-Sulami
Artikel Wikipedia

Abu Abdurrahman as-Sulami

Abu Abdurrahman as-Sulami merupakan tokoh Tabi'in yang tumbuh besar setelah wafatnya Nabi Muhammad. Nama lengkapnya Abdullah bin Habib bin Rabi'ah al-Kufi. Ia ahli Qira'ah di Kufah, Irak, lahir pada akhir masa Muhammad. Ia belajar pada Umar, Utsman, Ali, Zaid, Ubay dan Ibnu Mas'ud.

Wikipedia article
Diperbarui 14 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Abu Abdurrahman as-Sulami merupakan tokoh Tabi'in yang tumbuh besar setelah wafatnya Nabi Muhammad. Nama lengkapnya Abdullah bin Habib bin Rabi'ah al-Kufi. Ia ahli Qira'ah di Kufah, Irak, lahir pada akhir masa Muhammad. Ia belajar pada Umar, Utsman, Ali, Zaid, Ubay dan Ibnu Mas'ud.[1][2]

Kehidupan

Setelah pertempuran di wilayah Armenia selesai pada masalah Khalifah Utsman dimana terdapat sahabat Hudzaifah bin Al Yaman ditengah peperangan, Hudzaifah dikagetkan dengan sebuah peristiwa yang amat mengejutkan dan menyesakkan dada. Kaum muslimin saat itu berselisih pendapat dalam masalah qiroat (bacaan) al Quran. Bahkan sampai kepada taraf saling menyalahkan dan mengkafirkan. Sebuah kejadian yang amat mengkhawatirkan tentunya di mata sahabat ini.

Oleh karenanya, ia segera menghadap Utsman bin Affan guna mendiskusikan masalah yang baru saja ia saksikan. Akhirnya Utsman memerintahkan pembentukan panitia penulisan Al Quran yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit.

Saat penulisan al Quran telah usai, ia lantas mengirim beberapa mushaf tersebut ke penjuru negeri dengan satu orang ulama yang akan mengajarkannya. Diantara mereka terdapat Abu Abdurrahman As Sulami yang ditugaskan untuk mengajarkan Al Quran di Kufah. Ia pun berangkat dan mengajarkan Al Quran di Masjid Agung Kufah tak kurang dari 20 Tahun, terinspirasi perkataan Muhammad,"Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya".[3]

Metode menghafal Quran as-Sulami ia katakan,“Kami mempelajari Al Quran dari generasi (sahabat) yang berkata bahwa tidaklah 10 ayat mereka lewati dan berpindah ke 10 ayat yg lain kecuali setelah memahami isi kandungannya, maka kami pun mempelajari Al Quran sekaligus mengamalkannya” Ashim, Atho, Hasan dan Husein ikut belajar pada as-Sulami.

Kematian

Ia wafat pada 74 H di usia lebih 80 tahun pada masa awal Hajjaj menguasai Irak.[4]

Referensi

  1. ↑ Dzahabi, Imam (2017). Terjemah Siyar A'lam an-Nubala Jilid 9. Jakarta: Pustaka Azzam. ISBN 978-602-236-270-8
  2. ↑ Haq, Muharrik Fathul. “Bekal Untuk Mu, Wahai Pejuang Al-Qur’an” (Untuk Tingkat Dasar Sampai Tingkat Lanjutan). GUEPEDIA. hlm. 177. ISBN 978-623-421-416-1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Quran, Hamalatul (2018-12-27). "Serial Ahli Qiroat #4 : Abu Abdirrohman As Sulami". Pesantren Tahfidz Hamalatul Quran (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-04.
  4. ↑ rezaervani (2020-09-11). "Abu Abdurrahman As Sulamiy | Sanad Qiroat Imam 'Aashim" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-04.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • İslâm Ansiklopedisi

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan
  2. Kematian
  3. Referensi

Artikel Terkait

Abdurrahman bin Auf

dari delapan orang pertama (As-Sabiqunal Awwalun) yang menerima agama Islam, yaitu dua hari setelah Abu Bakar. Abdurrahman bin Auf berasal dari Bani Zuhrah

Ubaidah bin Abdurrahman as-Sulami

Ubaidah bin Abdurrahman as-Sulami (bahasa Arab: عبيدة بن عبد الرحمن السلميcode: ar is deprecated ) adalah seorang gubernur Arab pada masa Kekhalifahan

Tabiin

ar-Rasibi Abdurrahman al-Ghafiqi Abdurrahman bin Abi Laila Abubakar bin Abdurrahman Abu Abdurrahman as-Sulami Abu Burdah bin Abu Musa al-Asy'ari Abu Muslim

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026