Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Ahlulbait

Ahlulbait mengacu pada keluarga Nabi Islam Muhammad. Dalam Islam Sunni, istilah ini juga diperluas ke seluruh keturunan Fatimah az-Zahra Dalam Islam Syiah, istilah ini terbatas pada Muhammad, putrinya Fatimah az-Zahra, sepupu dan menantunya Ali bin Abi Thalib, dan putra mereka, Ḥasan dan Ḥusain. Pandangan umum Sunni menambahkan istri-istri Muhammad ke dalam lima hal ini termasuk semua putri dan cucu Muhammad yaitu Zainab, Ummu Kultsum, Ruqayyah dan Umamah.

Keluarga Nabi Muhammad Saw
Diperbarui 24 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ahlulbait
Family of MuhammadTemplat:SHORTDESC:Family of Muhammad

Bagian dari seri tentang
Muhammad
Muhammad
Kehidupan dan karier
Kehidupan di Mekkah • Hijrah • Muhammad di Madinah • Haji Wada' • Pernikahan • Kematian
Karier
  • Wahyu pertama
  • Karier militer
  • Karier diplomatik
  • Pembebasan Mekkah
  • Hadis
Mukjizat
  • Al-Quran
  • Isra Mikraj
  • Pembelahan bulan
  • Mukjizat Muhammad
Pewaris
Perpisahan Khotbah • hadits terakhir • Hadits • Ghadir Khum • Saqifah • Ahlulbait • Sahabat • Khulafaur Rasyidin • Imam • Sejarah Islam
Pujian
  • Selawat
  • Maulid
Terkait
  • Masjid Nabawi
  • Harta milik
  • Peninggalan
    • Portal Islam
    • Portal Muhammad
  • l
  • b
  • s

Ahlulbait (bahasa Arab: أَهْل ٱلْبَيْتcode: ar is deprecated , har. 'rumah tangga') mengacu pada keluarga Nabi Islam Muhammad. Dalam Islam Sunni, istilah ini juga diperluas ke seluruh keturunan Fatimah az-Zahra Dalam Islam Syiah, istilah ini terbatas pada Muhammad, putrinya Fatimah az-Zahra, sepupu dan menantunya Ali bin Abi Thalib, dan putra mereka, Ḥasan dan Ḥusain. Pandangan umum Sunni menambahkan istri-istri Muhammad ke dalam lima hal ini termasuk semua putri dan cucu Muhammad yaitu Zainab, Ummu Kultsum, Ruqayyah dan Umamah.[1]

Definisi

Ketika kata ahl (bahasa Arab: أهلcode: ar is deprecated ) muncul dalam konstruksi seseorang, kata itu mengacu pada saudara sedarahnya. Namun, kata tersebut juga memiliki arti yang lebih luas dengan kata benda lain.[2] Secara khusus, bayt (bahasa Arab: بَيْتcode: ar is deprecated ) diterjemahkan sebagai 'rumah' atau 'tempat tinggal',[3] dan dengan demikian terjemahan dasar dari ahl al-bayt adalah 'penghuni rumah'.[2] Artinya, ahl al-bayt secara harfiah diterjemahkan menjadi '[penghuni] rumah'. Dengan tidak adanya kata sandang pasti al-, terjemahan harfiah dari ahl bayt adalah 'rumah tangga'.[2]

Nabi lain

Frasa ahl al-bayt muncul tiga kali dalam Al-Qur'an, teks keagamaan utama Islam, dalam kaitannya dengan Ibrahim (11 :73), Musa (28:12), dan Muhammad (33:33).[2] Bagi Ibrahim dan Musa, ahl al-bayt dalam Al-Qur'an secara aklamasi diartikan sebagai keluarga.[2] Namun keutamaan juga menjadi kriteria keanggotaan keluarga nabi dalam Al-Qur'an.[3] Artinya, anggota keluarga para nabi terdahulu yang kafir atau tidak setia tidak dikecualikan dari hukuman Tuhan.[4][5] Secara khusus, keluarga Nuh diselamatkan dari air bah, kecuali istri dan salah satu putranya, yang permohonan Nuh ditolak menurut ayat 11:46, "Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (ahl)."[6] Keluarga para nabi masa lalu sering kali diberi peran penting dalam Al-Qur'an.[7] Di sana, sanak saudara mereka dipilih oleh Allah sebagai ahli waris rohani dan materi para nabi.[8][9]

Muhammad

Makkah adalah tempat kelahiran Muhammad dan anggota keluarganya, termasuk Ali dan Fatimah, sebelum migrasi mereka ke Madinah pada tahun 622. Gambar di sini adalah Perpustakaan Mekahtul Mukarrama, juga dikenal sebagai Baitul Maulid, karena diyakini berdiri di tempat di mana Muhammad lahir.
Madinah menjadi rumah bagi Ahlulbait setelah migrasi mereka dari Makkah. Gambar di latar belakang adalah makam (ditandai dengan Kubah Hijau) dan masjid Muhammad. Di latar depan adalah Pemakaman Baqi', tempat Hasan dan beberapa kerabat Muhammad lainnya dimakamkan.
Setelah kematian Muhammad dan Fatimah di Madinah pada tahun 632, beberapa kerabat mereka, termasuk Husain dan Ali, bermigrasi ke Irak dan meninggal di sana. Gambar di latar belakang adalah kuil di Najaf tempat Ali diyakini dimakamkan, setelah pembunuhannya di kota tetangga Kufah di Irak.

Rumah tangga Muhammad, sering disebut sebagai Ahlulbait, muncul dalam ayat 33:33 Al-Qur'an,[10] juga dikenal sebagai ayat penyucian.[11] Salah satu bagian dari ayat penyucian berbunyi, "Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai Ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya."[10] Umat Muslim berbeda pendapat mengenai siapa yang termasuk dalam ahl al-bayt Muhammad dan apa hak istimewa atau tanggung jawab yang mereka miliki.[4] Dalam referensi Sunni ayat tersebut berkaitan dengan istri-istri Muhammad karena ayat sebelumnya (ayat 32) membahas tentang istri Muhammad, "Wahai istri-istri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah lembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik."

Dimasukkannya Ahlul Kisa'

Lihat pula: Ahlul Kisa'
Nama-nama Ahlul Kisa', tertulis di tempat suci Abbas bin Ali, terletak di Karbala, Irak

Mayoritas hadis yang dikutip oleh penafsir Sunni, ath-Thabari mengidentifikasi Ahl al-Bayt dengan Ahlul Kisa', yaitu Muhammad, putrinya Fatimah, suaminya Ali, dan kedua putranya, Hasan dan Husain.[12][13][14] Sejumlah laporan juga dicatat dalam Shahih Muslim, Sunan at-Tirmidzi, Musnad Ahmad bin Hanbal,[15][16] semua kumpulan hadits kanonik Sunni, dan oleh beberapa otoritas Sunni lainnya, termasuk as-Suyuthi, al-Hafiz al-Kabir,[17] Hakim al-Nisaburi,[18] and Ibnu Katsir.[19] Hadis Ahlul Kisa diperkirakan terjadi setelah Pertempuran Khandak setelah tahun 8 H dimana putri Muhammad lainnya telah wafat seperti Zainab, Ummu Kultsum dan Ruqayyah.

Mungkin dalam versi paling awal dari hadis kisa,[20] Istri Muhammad Ummu Salamah (riwayat lain oleh Aisyah) menceritakan bahwa dia mengumpulkan Ali, Fatima, Hasan, dan Husain di bawah jubahnya dan berdoa, "Ya Allah, inilah ahl al-bayt dan anggota keluarga terdekatku; hilangkan kekotoran batin dari mereka dan sucikanlah mereka sepenuhnya."[2][4] Beberapa catatan melanjutkan bahwa Ummu Salamah kemudian bertanya kepada Muhammad, "Apakah aku bersamamu, ya Rasulullah?" tetapi hanya menerima tanggapan, "Engkau akan memperoleh kebaikan. Engkau akan memperoleh kebaikan." Laporan-laporan tersebut antara lain diberikan dalam Sunan al-Tirmidzi, Musnad Ahmad,[21] dan oleh Ibn Katsir, as-Suyuthi, dan penafsir Syiah Muhammad Husain Thabathaba'i.[10] Namun versi Sunni lain dari hadits ini menambahkan Ummu Salamah ke dalam Ahlul Bait.[1] Dalam versi Sunni lainnya, sahaya Muhammad, Watsilah binti al-Asqa' juga termasuk dalam Ahlul Bait.[22]

Di tempat lain di Musnad Ahmad, Muhammad dikatakan membacakan ayat terakhir ayat penyucian setiap pagi ketika dia melewati rumah Fatimah untuk mengingatkan seisi rumahnya akan salat subuh.[23][24] Dalam peristiwa Mubahalah bersama orang-orang Kristen Arab Najran, Muhammad juga diyakini telah mengumpulkan empat orang di atas di bawah jubahnya dan menyebut mereka sebagai ahl al-bayt miliknya, menurut sumber Syiah dan beberapa Sunni,[25][14] termasuk Shahih Muslim dan Sunan at-Tirmidzi.[26] Susunan Ahlulbait ini dicatat oleh Islamis Laura Veccia Vaglieri,[23] dan juga dilaporkan dengan suara bulat di sumber-sumber Syiah.[1] Dalam karya-karya teologi Syiah, Ahlulbait sering kali juga memasukkan sisa imam Syiah.[12] Istilah ini kadang-kadang diterapkan secara longgar dalam tulisan-tulisan Syiah untuk seluruh keturunan Ali dan Fatimah.[12][27][28]

Penyertaan istri-istri Muhammad

Ayat penyucian dalam folio Al-Qur'an, berasal dari periode akhir Safawi.

Mungkin karena perintah sebelumnya dalam ayat penyucian ditujukan kepada istri-istri Muhammad,[4] beberapa penulis Sunni, seperti al-Wahidi, secara eksklusif menafsirkan Ahlulbait sebagai istri Muhammad.[12][2] Yang lain telah mencatat bahwa bagian terakhir dari ayat ini secara tata bahasa tidak konsisten dengan perintah sebelumnya (kata ganti jamak maskulin versus jamak feminin).[29] Jadi Ahlulbait tidak terbatas pada istri-istri Muhammad saja.[10][4][23] Ibnu Katsir, misalnya, memasukkan Ali, Fatimah, dan kedua putra mereka ke dalam Ahlubait, selain istri-istri Muhammad.[12] Memang benar, hadits Sunni tertentu mendukung dimasukkannya istri-istri Muhammad ke dalam Ahlulbait, termasuk beberapa laporan dalam otoritas Ibnu Abbas dan Ikrima.[30]

Alternatifnya, Islamis Oliver Leaman mengusulkan bahwa pernikahan dengan seorang nabi tidak menjamin dimasukkannya dalam ahl al-bayt miliknya. Dia berpendapat bahwa, dalam ayat 11:73,[2] Sara dimasukkan dalam ahl al-bayt Abraham hanya setelah menerima berita tentang segera menjadi ibu dari dua nabi, Ishak dan Yakub. Demikian pula Leaman menyarankan agar ibu Musa dihitung sebagai anggota ahl al-bayt dalam ayat 28:12, bukan karena menikah dengan Imran, tetapi karena menjadi ibu Musa.[3] Demikian pula, dalam upaya mereka untuk dimasukkan ke dalam Ahlulbait, Abbasiyah berpendapat bahwa perempuan, meskipun mereka mulia dan suci, tidak dapat dianggap sebagai sumber silsilah (nasab). Sebagai keturunan paman dari pihak ayah Muhammad Abbas, mereka mengklaim bahwa dia setara dengan ayah Muhammad setelah ayah Muhammad meninggal.[2][31]

Interpretasi yang lebih luas

Seperti disebutkan di atas, beberapa penulis Sunni telah memperluas penerapannya dengan memasukkan ke dalam Ahlulbait marga Muhammad (Banu Hasyim),[2][32] Bani Muthalib,[1] Abbasiyah,[10][2][12] dan bahkan Bani Umayyah, yang merupakan keturunan dari keponakan Hasyim, Umayyah.[4][12] Memang benar, versi Sunni lain dari Hadis al-Kisa jelas dimaksudkan untuk menambahkan Bani Abbasiyah ke dalam Ahlulbait.[12] Klaim Abbasiyah ini pada gilirannya menjadi landasan upaya mereka untuk mendapatkan legitimasi.[2][4] Demikian pula, versi Sunni dari hadits thaqalayn mendefinisikan Ahlulbait sebagai keturunan Ali dan saudara-saudaranya (Aqil dan Ja'far), dan paman Muhammad, Abbas.[1][12]

Dua Khulafaur Rasyidin pertama, Abu Bakar dan Umar, juga termasuk dalam Ahlulbait dalam beberapa laporan Sunni, karena keduanya adalah ayah mertua Muhammad. Namun demikian, hal ini dan laporan mengenai masuknya Bani Umayyah ke dalam Ahlulbait mungkin merupakan reaksi di kemudian hari terhadap klaim Bani Abbasiyah atas masuknya mereka ke dalam Ahlulbait dan upaya mereka sendiri untuk mendapatkan legitimasi.[4] Istilah ini juga diartikan sebagai suku Quraisy dari Makkah,[2][4] atau seluruh komunitas Muslim.[1][4] Misalnya, pakar Islam Rudi Paret [de] mengidentifikasi bayt (terj. har. 'rumah') dalam ayat penyucian dengan Ka'bah, terletak di situs paling suci dalam Islam. Namun, teorinya hanya mendapat sedikit pendukung, terutama Moshe Sharon, pakar lainnya.[2][4][33]

Kesimpulan

Kompromi khas Sunni adalah mendefinisikan Ahlulbait sebagai Ahlul Kisa' (Muhammad, Ali, Fatimah, Hasan, Husain) bersama dengan istri-istri Muhammad.[1] yang mungkin juga mencerminkan pendapat mayoritas para penafsir Sunni abad pertengahan.[34] Di kalangan Islamis modern, pandangan ini dianut oleh Ignác Goldziher dan rekan penulisnya,[12] dan disebutkan oleh Sharon,[2] sementara Wilferd Madelung juga mencakup Bani Hasyim di Ahlulbait mengingat hubungan darah mereka dengan Muhammad.[30] Sebaliknya, Syiah membatasi Ahlulbait hanya pada Muhammad, Ali, Fatimah, Hasan, dan Husain, dengan menunjuk pada tradisi otentik dalam sumber Sunni dan Syiah.[35][3][29] Pandangan mereka didukung oleh Veccia Vaglieri dan Husain M. Jafri, pakar lainnya.[23]

Posisi dalam Islam

Dalam Al-Qur'an

Keluarga dan keturunan para nabi masa lalu memegang posisi penting dalam Al-Quran. Di dalamnya, keturunan mereka menjadi ahli waris rohani dan materi untuk menjaga keutuhan perjanjian ayah mereka.[36][37] Kerabat Muhammad juga disebutkan dalam Al-Qur'an dalam berbagai konteks.[38]

Ayat mawaddah

Artikel utama: Ayat mawaddah

Dikenali sebagai ayat mawaddah (terj. har. 'kasih sayang' atau 'kecintaan'), ayat 42:23 Al-Qur'an menyatakan, “Katakanlah (Muhammad), 'Aku tidak meminta kepadamu sesuatu imbalan pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.'”[39] Sejarawan yang berhaluan Syiah Ibnu Ishaq meriwayatkan bahwa Muhammad menyebutkan al-qurba dalam ayat ini sebagai Ali, Fatimah, dan kedua putra mereka, Hasan dan Husain.[40] Hal ini juga merupakan pandangan sebagian ulama Sunni, di antaranya Fakhruddin ar-Razi, al-Baidhawi,[41] dan Ibnu al-Maghazili.[40] Namun sebagian besar penulis Sunni menolak pandangan Syiah dan menawarkan berbagai alternatif,[39] Yang paling utama di antara ayat ini adalah bahwa ayat ini memerintahkan kecintaan terhadap sanak saudara secara umum.[42][43] Dalam Syiah Dua Belas Imam, cinta dalam ayat mawaddah juga mengandung ketaatan kepada Ahlulbait sebagai sumber bimbingan agama yang eksoteris dan esoterik.[44][45]

Ayat mubahala

Artikel utama: Mubahalah

Seorang utusan Kristen dari Najran, berlokasi di Arab Selatan, tiba di Medina sekitar tahun 632 dan merundingkan perjanjian damai dengan Muhammad.[46][47] Selama mereka berada di sana, kedua pihak mungkin juga memperdebatkan sifat Yesus, manusia atau Tuhan, meskipun delegasi tersebut pada akhirnya menolak keyakinan Islam,[48] yang mengakui kelahiran Yesus yang ajaib tetapi menolak kepercayaan umat Kristen terhadap keilahiannya.[49] Yang terkait dengan cobaan ini adalah ayat 3:61 Al-Qur'an.[50] Ayat ini memerintahkan Muhammad untuk menantang lawan-lawannya bermubahalah (terj. har. 'saling mengutuk'),[29] mungkin ketika perdebatan telah menemui jalan buntu.[51]

Siapa yang membantahmu dalam hal ini setelah engkau memperoleh ilmu, katakanlah (Muhammad), “Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istrimu, kami sendiri dan kamu juga, kemudian marilah kita bermubahalah agar laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.”

— 3:61[50]

Delegasi tersebut menarik diri dari tantangan tersebut dan bernegosiasi untuk perdamaian.[47] Mayoritas laporan menunjukkan bahwa Muhammad muncul pada acara mubahala, ditemani oleh Ali, Fatimah, Hasan, dan Husain.[52] Sejumlah laporan diberikan oleh Ibnu Ishaq,[53] ar-Razi,[53] Muslim bin al-Hajjaj, Hakim an-Naisaburi,[54] dan Ibnu Katsir.[55] Dimasukkannya keempat kerabat tersebut oleh Muhammad, sebagai saksi dan penjaminnya dalam ritual mubahalah,[56][57] yang menaikkan derajat keagamaannya di tengah masyarakat.[48][58] Jika kata 'diri kita sendiri' dalam ayat ini mengacu pada Ali dan Muhammad, sebagaimana argumen para penulis Syiah, maka Muhammad secara alami memiliki otoritas keagamaan yang sama dalam Al-Qur'an dengan Muhammad.[59][60]

Khums

Al-Qur'an juga mencadangkan bagi kerabat Muhammad seperlima rampasan (khums) dan sebagian dari fay. Yang terakhir ini terdiri dari tanah dan properti yang ditaklukkan secara damai oleh umat Islam.[42] Petunjuk Al-Quran ini dipandang sebagai kompensasi atas pengecualian Muhammad dan keluarganya dari pemberian (sedekah maupun zakat). Memang benar, sedekah dianggap sebagai tindakan penyucian bagi umat Islam biasa dan sumbangan mereka tidak boleh sampai ke sanak saudara Muhammad karena hal itu akan melanggar kesucian mereka dalam Al-Qur'an.[61]

Dalam literatur hadis

Hadis tsaqalain

Artikel utama: Hadis dua hal berat

Hadits tsaqalain (terj. har. 'dua harta') adalah hadis kenabian yang banyak diberitakan yang memperkenalkan Al-Qur'an dan keturunan Muhammad sebagai satu-satunya dua sumber bimbingan ilahi setelah kematiannya.[25] Hadits ini memiliki makna khusus dalam Dua Belas Syiah, di mana Dua Belas Imam, yang semuanya adalah keturunan Muhammad, dipandang sebagai penerus spiritual dan politiknya.[62] Versi yang muncul dalam Musnad Ahmad, kumpulan hadis Sunni kanonik, berbunyi,

Aku [Muhammad] tinggalkan di antara kamu dua harta yang jika kamu pegang teguh padanya niscaya kamu tidak akan disesatkan setelah aku. Yang satu lebih agung dari yang lainnya: Kitab Allah (Al-Quran), yang berupa tali yang direntangkan dari Langit ke Bumi, dan [yang kedua adalah] keturunanku, Ahlulbaitku. Keduanya tidak akan berpisah sampai mereka kembali ke al-kautsar.[25]

Hadis bahtera

Artikel utama: Hadis bahtera

Hadits tentang bahtera dikaitkan dengan Muhammad dan mengibaratkan rumah tangganya dengan Bahtera Nuh. Dilaporkan oleh otoritas Syiah dan Sunni, versi disajikan dalam al-Mustadrak, kumpulan hadis kenabian Sunni, berbunyi,[63] "Sesungguhnya penghuni rumahku (Ahlulbait) di umatku ibarat bahtera Nuh: Siapa pun yang berlindung di dalamnya akan selamat dan siapa pun yang menentangnya akan tenggelam.[64]

Dalam komunitas Muslim

Kesucian keluarga nabi kemungkinan besar merupakan prinsip yang diterima pada zaman Muhammad.[65] Saat ini, seluruh umat Islam menghormati rumah tangga Muhammad,[32][66][44] dan keberkahan bagi keluarganya (Āl) dipanjatkan dalam setiap doa.[67] Di banyak komunitas Muslim, status sosial yang tinggi diberikan kepada orang yang mengaku keturunan Ali dan Fatimah. Mereka disebut sayyid atau syarif.[28][32][27] Beberapa kepala negara dan politikus Muslim juga mengklaim keturunan darah Muhammad, termasuk dinasti Alawiyah Maroko, dinasti Hasyimiyah di Irak dan Yordania, dan pemimpin Revolusi Iran, Khomeini.[32]

Sunni juga menghormati Ahlulbait,[32] mungkin lebih menghormati Ahlulbait sebelum zaman modern.[4] Kebanyakan Sufi tariqat juga menelusuri rantai spiritual mereka hingga Muhammad melalui Ali dan menghormati Ahlul Kisa' sebagai Lima Suci.[32] Namun, kaum Syiah (terutama Dua Belas dan Ismailiyah)-lah yang lebih menjunjung tinggi otoritas Ahlulbait, menganggap mereka sebagai pemimpin sah komunitas Muslim setelah Muhammad. Mereka juga percaya pada kekuatan penebusan rasa sakit dan kemartiran yang dialami oleh Ahlulbait (khususnya oleh Husain) bagi mereka yang berempati dengan penyebab dan penderitaan ilahi mereka.[66][32] Dua belas Syiah menunggu kedatangan mesianis Muhammad al-Mahdi, keturunan Muhammad, yang diharapkan mengantarkan era perdamaian dan keadilan dengan mengatasi tirani dan penindasan di bumi.[68][32] Beberapa sumber Syiah juga menganggap penting kosmologis Ahlulbait, di mana mereka dipandang sebagai alasan penciptaan alam semesta.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 Goldziher, Arendonk & Tritton 2012.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Sharon.
  3. 1 2 3 4 Leaman 2006.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Brunner 2014.
  5. ↑ Madelung 1997, hlm. 10.
  6. ↑ Madelung 1997, hlm. 9, 10.
  7. ↑ Madelung 1997, hlm. 8.
  8. ↑ Madelung 1997, hlm. 17.
  9. ↑ Jafri 1979, hlm. 14-16.
  10. 1 2 3 4 5 Nasr et al. 2015, hlm. 2331.
  11. ↑ Abbas 2021, hlm. 65.
  12. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Howard 1984.
  13. ↑ Madelung 1997, hlm. 14–15.
  14. 1 2 Algar 2011.
  15. ↑ Momen 1985, hlm. 16-7, 325.
  16. ↑ Shomali 2003, hlm. 58–59, 62–63.
  17. ↑ Mavani 2013, hlm. 71.
  18. ↑ Shah-Kazemi 2007, hlm. 61n17.
  19. ↑ Lalani 2000, hlm. 69, 147.
  20. ↑ Soufi 1997, hlm. 6.
  21. ↑ Shomali 2003, hlm. 62.
  22. ↑ Soufi 1997, hlm. 7–8.
  23. 1 2 3 4 Veccia Vaglieri 2012.
  24. ↑ Shomali 2003, hlm. 63.
  25. 1 2 3 Momen 1985, hlm. 16.
  26. ↑ Momen 1985, hlm. 16, 325.
  27. 1 2 Esposito 2003, hlm. 9.
  28. 1 2 Glassé 2001.
  29. 1 2 3 Haider 2014, hlm. 35.
  30. 1 2 Madelung 1997, hlm. 15.
  31. ↑ Jafri 1979, hlm. 195.
  32. 1 2 3 4 5 6 7 8 Campo 2004.
  33. ↑ Madelung 1997, hlm. 11.
  34. ↑ Soufi 1997, hlm. 16.
  35. ↑ Momen 1985, hlm. 16, 17.
  36. ↑ Madelung 1997, hlm. 8-12.
  37. ↑ Jafri 1979, hlm. 15-17.
  38. ↑ Madelung 1997, hlm. 12.
  39. 1 2 Nasr et al. 2015, hlm. 2691.
  40. 1 2 Mavani 2013, hlm. 41, 60.
  41. ↑ Momen 1985, hlm. 152.
  42. 1 2 Madelung 1997, hlm. 13.
  43. ↑ Gril.
  44. 1 2 Mavani 2013, hlm. 41.
  45. ↑ Lalani 2000, hlm. 66.
  46. ↑ Momen 1985, hlm. 13–14.
  47. 1 2 Schmucker 2012.
  48. 1 2 Madelung 1997, hlm. 16.
  49. ↑ Nasr et al. 2015, hlm. 378–379.
  50. 1 2 Nasr et al. 2015, hlm. 379.
  51. ↑ Osman 2015, hlm. 110.
  52. ↑ Haider 2014, hlm. 36.
  53. 1 2 Shah-Kazemi 2015.
  54. ↑ Osman 2015, hlm. 140n42.
  55. ↑ Nasr et al. 2015, hlm. 380.
  56. ↑ McAuliffe.
  57. ↑ Fedele 2018, hlm. 56.
  58. ↑ Lalani 2006, hlm. 29.
  59. ↑ Mavani 2013, hlm. 72.
  60. ↑ Bill & Williams 2002, hlm. 29.
  61. ↑ Madelung 1997, hlm. 14.
  62. ↑ Tabatabai 1975, hlm. 156.
  63. ↑ Momen 1985, hlm. 325.
  64. ↑ Sobhani 2001, hlm. 112.
  65. ↑ Jafri 1979, hlm. 17.
  66. 1 2 Campo 2009.
  67. ↑ Soufi 1997, hlm. 16–17.
  68. ↑ Mavani 2013, hlm. 240.

Sumber

  • Abbas, H. (2021). The Prophet's Heir: The Life of Ali Ibn Abi Talib. Yale University Press. ISBN 9780300252057.
  • Algar, H. (2011). "Āl-e 'Abā". Encyclopaedia Iranica. Vol. I/7. hlm. 742.
  • Bill, J.; Williams, J.A. (2002). Roman Catholics and Shi'i Muslims: Prayer, Passion, and Politics. University of North Carolina Press. ISBN 0807826898.
  • Brunner, R. (2014). "Ahl al-Bayt". Dalam Fitzpatrick, C.; Walker, A.H. (ed.). Muhammad in History, Thought, and Culture: An Encyclopedia of the Prophet of God. hlm. 5–9.
  • Campo, J.E. (2004). "Ahl al-Bayt". Dalam Martin, R.C. (ed.). Encyclopedia of Islam and the Muslim world. Vol. 1. Macmillan Reference. hlm. 25–26. ISBN 0028656040.
  • Campo, J.E., ed. (2009). "ahl al-bayt". Encyclopedia of Islam. Facts On File. hlm. 23. ISBN 9780816054541.
  • Esposito, J.L., ed. (2003). The Oxford Dictionary of Islam. Oxford University Press. hlm. 9. ISBN 0195125584.
  • Fedele, V. (2018). "Fatima (605/615–632 CE)". Dalam de-Gaia, S. (ed.). Encyclopedia of Women in World Religions: Faith and Culture Across History. ABC-CLIO. hlm. 56. ISBN 9781440848506.
  • Glassé, C. (2001). "Ahl al-Bayt". The New Encyclopedia of Islam. Altamira. hlm. 31. ISBN 0759101892.
  • Goldziher, I.; Arendonk, C. van; Tritton, A.S. (2012). "Ahl Al-Bayt". Dalam Bearman, P.; Bianquis, Th.; Bosworth, C.E.; van Donzel, E.; Heinrichs, W.P. (ed.). Encyclopaedia of Islam (Edisi Second). ISBN 9789004161214.
  • Gril, D. "Love and Affection". Dalam Pink, J. (ed.). Encyclopaedia of the Qur'ān. doi:10.1163/1875-3922_q3_EQSIM_00266.
  • Haider, N. (2014). Shī'ī Islam: An Introduction. Cambridge University Press. ISBN 9781107031432.
  • Howard, I.K.A. (1984). "Ahl-e Bayt". Encyclopaedia Iranica. Vol. I/6. hlm. 365.
  • Jafri, S.H.M (1979). Origins and Early Development of Shia Islam. London: Longman.
  • Lalani, A.R. (2000). Early Shi'i Thought: The Teachings of Imam Muhammad al-Baqir. I.B. Tauris. ISBN 1850435928.
  • Lalani, A.R. (2006). "'Ali ibn Abi Talib". Dalam Leaman, O. (ed.). The Qur'an: An Encyclopedia. Routledge. hlm. 28–32. ISBN 9780415326391.
  • Leaman, O. (2006). "Ahl al-Bayt". Dalam Leaman, O. (ed.). The Qur'an: An Encyclopedia. Routledge. hlm. 16–17. ISBN 9780415326391.
  • Madelung, W. (1997). The Succession to Muhammad: A Study of the Early Caliphate. Cambridge University Press. ISBN 9780521646963.
  • Mavani, H. (2013), Religious Authority and Political Thought in Twelver Shi'ism: From Ali to Post-Khomeini, Routledge Studies in Political Islam, Routledge, ISBN 9780415624404
  • McAuliffe, J.D. "Fāṭima". Dalam Pink, J. (ed.). Encyclopaedia of the Qur'ān. doi:10.1163/1875-3922_q3_EQSIM_00153. Diakses tanggal 12 Juni 2023.
  • Momen, M. (1985). An Introduction to Shi'i Islam. Yale University Press. ISBN 9780300035315.
  • Nasr, S.H.; Dagli, C.K.; Dakake, M.M.; Lumbard, J.E.B.; Rustom, M., ed. (2015). The Study Quran: A New Translation and Commentary. Harper Collins. ISBN 9780061125867.
  • Osman, R. (2015). Female Personalities in the Qur'an and Sunna: Examining the Major Sources of Imami Shi'i Islam. Routledge. ISBN 9781315770147.
  • Schmucker, W. (2012). "Mubāhala". Dalam Bearman, P.; Bianquis, Th.; Bosworth, C.E.; van Donzel, E.; Heinrichs, W.P. (ed.). Encyclopaedia of Islam (Edisi Second). doi:10.1163/1573-3912_islam_SIM_5289. ISBN 9789004161214.
  • Shah-Kazemi, R. (2007). Justice and Remembrance: Introducing the Spirituality of Imam 'Ali. I.B. Tauris. ISBN 9781845115265.
  • Shah-Kazemi, R. (2015). "'Alī b. Abī Ṭālib 2. Biography". Dalam Daftary, F. (ed.). Encyclopaedia Islamica. Diterjemahkan oleh Melvin-Koushki, M. doi:10.1163/1875-9831_isla_COM_0252.
  • Sharon, M. "People of the House". Dalam Pink, J. (ed.). Encyclopaedia of the Qur'ān. Diakses tanggal 16 Juli 2023.
  • Shomali, M.A. (2003). Shi'i Islam: Origins, Faith, and Practices. Islammic College for Advanced Studies Press. ISBN 190406311X.
  • Sobhani, J. (2001). Doctrines of Shi'i Islam: A Compendium of Imami Beliefs and Practices. Diterjemahkan oleh Shah-Kazemi, R. I.B. Tauris. ISBN 1860647804. LCCN 2004433965. OCLC 48944249. OL 17038817M.
  • Soufi, D.L. (1997). The Image of Fāṭima in Classical Muslim Thought (PhD thesis). Princeton University. ProQuest 304390529.
  • Tabatabai, S.M.H. (1975). Shi'ite Islam. Diterjemahkan oleh Nasr, S.H. State University of New York Press. ISBN 0873953908.
  • Veccia Vaglieri, L. (2012). "Fāṭima". Dalam Bearman, P.; Bianquis, Th.; Bosworth, C.E.; van Donzel, E.; Heinrichs, W.P. (ed.). Encyclopaedia of Islam (Edisi Second). ISBN 9789004161214.

Bacaan lanjutan

  • Öz, M. (1994). "Ehl-i Beyt". Turkish Encyclopedia of Islam (dalam bahasa Turki). Vol. 10. TDV İslâm Ansiklopedisi. hlm. 498–501. ISBN 9789753894371.
  • l
  • b
  • s
Topik Islam
Garis besar Islam
Rukun Iman
  • Allah
    • Tauhid
  • Nabi
    • Muhammad
  • Malaikat
  • Kitab
  • Qada dan Qadar
  • Hari kiamat dan akhirat
Rukun Islam
  • Syahadat
  • Salat
  • Zakat
  • Puasa
  • Haji
  • Sejarah
  • Pemimpin
  • Garis waktu sejarah Islam
  • Penerus Muhammad
    • Khulafaur Rasyidin
    • Saqifah Bani Sa'idah
    • Pidato Ghadir Khum
  • Penaklukan awal
  • Zaman Keemasan
  • Historiografi
  • Sahabat Nabi
  • Ahlulbait
  • Imamah Syiah
  • Khilafah
    • Rasyidin
    • Umayyah
    • Abbasiyah
    • Kordoba
    • Fatimiyah
    • Almohad
    • Sokoto
    • Utsmaniyah
Teks keagamaan
  • al-Qur'an
  • Hadis
  • Tafsir
  • Sirah
  • Qisas Al-Anbiya
Firkah dan mazhab
  • Sunni
    • Asy'ariyah, Maturidiyah, dan Atsariyah
    • Salafiyah
  • Sufisme
  • Syiah
    • 12 Imam
    • Ismailiyah
    • Alawi
    • Alevi
      • Bektashi
    • Zaidiyah
  • Khawarij
    • Ibadi
  • Nation of Islam
  • Ahmadiyah
    • Lahore
  • Quranisme
  • Nondenominasi
  • Kehidupan
  • Budaya
  • Akhlak
  • Anak-anak
  • Bendera
  • Filsafat
  • Hari raya
  • Hewan
  • Kalender
  • Kemanusiaan
  • Kurban
  • LGBT
  • Madrasah
  • Masjid
  • Musik
  • Pakaian
  • Politik
  • Islam
  • Seni
  • Wanita
  • Menurut negara
  • Hukum
  • Fikih
Ekonomi
  • Perbankan
  • Sejarah
  • Sukuk
  • Takaful
  • Murabahah
  • Riba
Taharah
  • Mandi wajib
  • Miswak
  • Najis
  • Tayamum
  • Toilet
  • Wudu
  • Keluarga
  • Pernikahan
  • Seks
  • Haya'
  • Ijab kabul
  • Mahr
  • Mahram
  • Nikah
  • Nikah mut'ah
  • Zina
Aspek lainnya
  • Adab
  • Baligh
  • Etika
  • Dzabihah
  • Dzimmi
  • Gelar
  • Hudud
  • Hukum
  • Jizyah
  • Jinayat
  • Kalam
  • Kepemimpinan
  • Mazhab
  • Judi
  • Mā malakat aimānukum
  • Militer
    • Tahanan perang
  • Perbudakan
  • Pemisahan gender
  • Sumber hukum
  • Talak
  • Waris
 Studi
Seni
  • Arabesque
  • Arsitektur
  • Kaligrafi
  • Karpet
  • Musik
  • Pola geometri
  • Taman
  • Tembikar
Ilmu pengetahuan Islam
  • Alkimia dan kimia
  • Astronomi
  • Geografi dan kartografi
  • Fisika
  • Matematika
  • Kedokteran
  • Kosmologi
  • Optika
Filsafat
  • Awal
  • Kontemporer
  • Eskatologi
  • Kalam
Bidang lainnya
  • Astrologi
  • Feminisme
  • Kreasionisme (evolusi)
  • Liberalisme dan progresvisme
  • Pengubahan menjadi masjid
  • Psikologi
  • Penemuan
  • Sastra
    • Puisi
  • Syuubiyah
 Lain-lain
Hubungan dengan agama lain
  • Kekristenan
    • Mormonisme
    • Protestanisme
  • Hindu
  • Jaina
  • Sikh
  • Yahudi
Murtad
  • Murtad menurut negara
  • Mantan Muslim
  • Daftar mantan Muslim
  • Daftar organisasi mantan Muslim
Topik terkait
  • al-Qur'an dan mukjizat
  • Kritik
    • Muhammad
    • al-Qur'an
  • Islamisme
    • Kritik
    • Pasca-Islamisme
    • Qutbisme
  • Islamofobia
    • Insiden
  • KDRT
  • Keperawatan
  • Mukjizat
  • Muslim yang berbudaya
  • Pembantaian
  • Simbol
  •  Portal Islam
  • Category Kategori
  • l
  • b
  • s
Nama orang dan tempat yang disebutkan dalam Al-Qur'an
Tokoh
Bukan manusia
  • Allah (Tuhan)
    • Asmaulhusna
Hewan
Terkait
  • Baqarah (sapi betina)
  • Żiʾb (serigala) yang dikhawatirkan Nabi Yaqub karena akan menyerang Nabi Yusuf
  • Fīl (gajah)
  • Ḥimār (keledai)
  • Hudhud Nabi Sulaiman
  • Kalb (anjing) Ashabulkahfi
  • Namlah (semut betina) Nabi Sulaiman
  • Nūn (ikan) Nabi Yunus
  • Nāqat Nabi Ṣāliḥ
Tidak terkait
  • ʿAnkabūt (Laba-laba betina)
  • Dābbat al-Arḍ
  • Ḥimār
  • Naḥl (lebah madu)
  • Qaswarah ('singa asia', 'pemangsa', atau 'pemburu')
Malaikat
  • Malaikat neraka
    • Malik
    • Zabaniyah
  • Malaikat pemikul Arsy
  • Harut dan Marut
  • Kirāman Kātibīn
    • Raqib
    • Atid
  • Munkar dan Nakir
  • Ridwan
Penghulu para Malaikat
  • Jibril (Gabriel)
    • Rūḥ
      • Ar-Rūḥ al-Amīn
      • Ar-Rūḥ al-Qudus
  • Israfil (Rafael)
  • Izrail (Malaikat Maut, Azrael)
  • Mikail (Mikhael)
Jin
  • Jann
  • ʿIfrīt
  • Qarīn
  • Sila
Setan
  • Iblis
  • Mārid
Lain-lain
  • Ghilmān atau Wildān
  • Ḥūr
Nabi
Disebut
  • Adam
  • Ilyasaʿ (Elisa)
  • Ayyub (Ayub)
  • Dawud (Daud)
  • Zulkifli
  • Harun
  • Hud
  • Idris
  • Ilyas (Elia)
  • ʿImrān (Yoakim ayah Maryam)
  • Isḥāq (Ishak)
  • Ismāʿīl (Ismael)
    • Kisah penyembelihan
  • Lūṭ (Lot)
  • Salih
  • Sulaimān bin Dāwūd (Salomo putra Daud)
  • Syu'aib
  • ʿUzair (Ezra?)
  • Yaḥyā bin Zakariyyā (Yohanes Pembaptis putra Zakharia)
  • Yaʿqūb (Yakub)
    • Isrāʾīl (Israel)
  • Yūnus
    • Żūn-Nūn ('Pemilik Ikan Nun')
    • Ṣāḥib al-Ḥūt ('Kawan Ikan Hut')
  • Yūsuf bin Ya‘qūb (Yusuf putra Yakub)
  • Zakariyyā (Zakharia)
Ululazmi
  • Muḥammad
    • Aḥmad
    • Nama dan gelar Muhammad
  • ʿĪsā (Yesus)
    • Al-Masīḥ (Mesias)
    • Ibn Maryam (Putra Maryam)
  • Mūsā Kalīmullāh (Musa yang berbicara kepada Allah)
  • Ibrāhīm Khalīlullāh (Abraham kekasih Allah)
  • Nūḥ (Nuh)
Dipertentangkan
  • Zulqarnain
  • Luqmān
  • Maryam (Maria)
  • Ṭālūt (Saul atau Gideon?)
Tidak disebut
  • Irmiyā (Yeremia)
  • Ṣamūʾīl (Samuel)
  • Yūsyaʿ bin Nūn (Yosua)
Kaum Nabi
Baik akhlaknya
  • Keluarga Adam
    • Qabil dan Habil
    • Istri
  • Habib Al-Najjar
  • Keluarga Nuh
    • Lamekh, ayah Nuh
    • Betenos, ibu Nuh
  • Anak Luqman
  • Keluarga Ibrahim
    • Ibu Abiona atau Amtelai anak Karnebo
    • Ibu Ismail
    • Ibu Ishak
  • Kaum Isa
    • Hawariyun (termasuk Petrus)
    • Ibu Maryam
    • Istri Zakariyya
  • Kaum Sulaiman
    • Ibu
    • Ratu Saba'
    • Wazir
  • Zaid (anak angkat Muhammad)
Orang-orang
di sekitar Yusuf
  • Saudara-saudaranya (termasuk Benyamin dan Simeon)
  • Penduduk Mesir
    • ʿAzīz (Potifar, Qatafir atau Qittin)
    • Malik (Raja Ar-Rayyān bin Al-Walīd))
    • Istri ʿAzīz (Zulaikha)
  • Ibu
Orang-orang
di sekitar Harun
dan Musa
  • Penduduk Mesir
    • Beriman (Hizbil atau Hizqil bin Sabura)
    • Imraʾat Firʿaun (Āsiyá binti Muzāḥim istri Firaun yang mengangkat Musa sebagai anak)
    • Penyihir Firaun
  • Khidr
  • Istri Musa
  • Ibu
  • Saudara perempuan
Buruk akhlaknya
  • Azar (kemungkinan Terah)
  • Firʿaun (Firaun Musa)
  • Hāmān
  • Jālūt (Goliat)
  • Qārūn (Korah, saudara sepupu Musa)
  • Samiri
  • Abu Lahab
  • Pembunuh unta betina Saleh (Qaddar bin Salif dan Musda' bin Dahr)
Tidak ditentukan
  • Abrahah
  • Abu Bakar
  • Bal'am
  • Barṣīṣā
  • Kaleb sahabat Yosua
  • Anak Luqman
  • Nebukadnezar II
  • Nimrod
  • Rahmah istri Ayyub
  • Syaddad
Penduduk
Disebutkan
  • Aṣḥābul-Jannah (penduduk Surga)
  • Aṣḥābus-Sabt (pelanggar Sabat)
  • Hawariyyun (murid-murid Isa)
  • Penumpang bahtera Nuh
  • Aṣḥābul-Kahf war-Raqīm (Ashabulkahfi dan Ar-Raqaim?
  • Pasukan bergajah
  • Penduduk al-Ukhdud
  • Ashabulqaryah
  • Penduduk Yatsrib atau Madinah
  • Kaum Lut (Penduduk Sodom dan Gomorrah)
  • Kaum Nuh
Suku
dan keluarga
  • ‘Ajam
  • Ar-Rūm (bangsa Romawi)
  • Bani Israil
  • Muʾtafikāt
  • Kaum Ibrahim
  • Kaum Ilyas
  • Kaum Nuh
  • Kaum Syaib
    • Ahl Madyan Penduduk Madyan)
    • Aṣḥābul-Aykah (Penyembah Pohon)
  • Kaum Yūnus
  • Kaum Firaun
  • Umat Islam
    • Aṣḥāb Muḥammad (Sahabat Muhammad)
      • Anṣār
      • Muhajirin
  • Kaum Makkah
    • Istri Abu Lahab
  • Anak Ayyub
  • Anak Adam
  • Istri Nuh
  • Istri Lut
  • Yakjuj dan Makjuj
  • Anak Nuh
Orang Arab dan Arab Badui
  • Kaum 'Ad (kaum Hud)
  • Penduduk Rass
  • Qawm Tubbaʿ (Kaum Tuba')
    • Kaum Saba'
  • Quraisy
  • Kaum Ṡamud (kaum Saleh)
    • Aṣḥābul-Ḥijr ('kaum penyembah batu')
Keluarga
  • Keluarga Ibrahim
    • Saudara Yūsuf
    • Anak Lut
    • Keluarga Imran
  • Keluarga Musa
  • Keluarga Muhammad
    • bin Abdullah bin Abdul-Muthalib bin Hasyim
    • Anak Muhammad
    • Istri Muhammad
  • Keluarga Saleh
Disebutkan
tersirat
  • Amalek
  • Ahlus-Suffa
  • Bani Nadir
  • Bani Qainuqa
  • Bani Quraizah
  • Orang Iran
  • Kekhalifahan Umayyah
  • Aus dan Khazraj
  • Orang Masjid Quba
Kelompok
agama
  • Żimmi
  • Kafir
  • Majusi
  • Munafik
  • Muslim
    • Orang beriman
  • Ahli Kitab
    • Naṣārā (Nasrani/Kristen)
      • Ruhban (biarawan Kristen)
      • Qissis (pendeta Kristen)
    • Yahūd (Yahudi)
      • Ahbār
      • Rabbi
    • Shabi'in
  • Syirik
    • Musyrikin Makkah
    • Musyrikin Mesopotamia pada masa Ibrahim dan Lut
Tempat
Disebut
  • Al-Arḍ Al-Muqaddasah ('Tanah Suci')
    • Tanah yang Diberkati
  • Arasy
  • Al-Jannah (Surga)
  • Jahannam (Neraka)
  • Pintu Hittah
  • Madyan
  • Majmaʿ al-Baḥrain
  • Miṣr (Mesir)
  • Salsabīl (sungai di Surga)
Di jazirah Arab
(tidak termasuk Madyan)
  • Al-Aḥqāf ('Tanah berpasir')
    • Iram dhāt al-ʿImād (Pilar-pilar Iram)
  • Madinah (sebelumnya Yatsrib)
  • Arafah dan Muzdalifah
  • Al-Ḥijr (Hegra)
  • Badar
  • Ḥunain
  • Makkah
    • Bakkah
    • Ḥaraman Āminan ('tempat yang aman lagi suci')
    • Ka'bah
    • Maqām Ibrāhīm
    • Safa dan Marwah
  • Saba' (Sheba)
    • ʿArim Sabaʾ (Bendungan Saba')
  • Rass
Jazirah Sinai
  • Al-Wād Al-Muqaddas Ṭuwan (Lembah Thuwa)
    • Al-Wādil-Aiman (lembah di "kanan" Lembah Thuwa dan Gunung Sinai)
      • Al-Buqʿah Al-Mubārakah ('Tempat yang diberkahi')
  • Gunung Sinai atau Gunung Tabor
Di Mesopotamia
  • Gunung Judi
    • Al-Munzal Al-Mubārak ('Tempat berlabuh')
  • Bābil (Babilonia)
  • Qaryah Yūnus (Nineveh)
Lokasi
keagamaan
  • Baiʿa (Gereja)
  • Miḥrāb
  • Biara
  • Masjid
    • Masy'aril Haram
    • Masjidilaqsa
    • Masjidilharam
    • Masjid ad-Dhirar
    • Masjid di Madinah
      • Masjid Quba
      • Masjid Nabawi
  • Salat (Sinagoge)
Tersirat
  • Antiokia
    • Antakya
  • Arabia
    • Al-Ḥijāz
      • Al-Ḥajar al-Aswad dan Al-Hijr of Isma'il
      • Gua Hira
      • Gunung Tsur
      • Hudaibiyyah
      • Ta'if
  • Ayla
  • Tembok Zulqarnain
  • Baitul Maqdis & 'Ariha
  • Bilād ar-Rāfidayn (Mesopotamia)
  • Kanaan
  • Gua Ashabulkahfi
  • Dār an-Nadwa
  • Sungai Yordan
  • Sungai Nil
  • Sungai Palestina
  • Surga Syaddad
Peristiwa
  • Lailatulqadar
  • Peristiwa Ifk
  • Peristiwa Mubahalah
  • Sail al-'Arim (banjir bendungan Ma'rib di Saba')
  • Haji wadak
  • Perjanjian Hudaibiyah
Pertempuran
  • Ekspedisi Tabuk
  • Penaklukan Makkah
  • Perang Badar
  • Perang Hunain
  • Perang Khaibar
  • Perang Khandaq
  • Perang Uhud
Hari
  • Jumat
  • Sabat
  • Hari perang
  • Hari haji
  • Pengadilan Terakhir
Bulan kalender Islam
  • 12 bulan: 4 bulan haram
    • Syahrul-Ḥarām (bulan suci lagi terlarang)
    • Ramaḍān
Ziarah
  • Haji
  • Umrah
Waktu ibada
Waktu doa, salat, dan zikir:
  • Al-ʿAsyiyy (setelah siang atau malam)
  • Al-Ghuduww (pagi)
    • Al-Bukrah (pagi)
    • Aṣ-Ṣabāḥ (pagi)
  • Al-Lail (malamm)
    • Al-ʿIsyāʾ (malam terakhir)
  • Aẓ-Ẓuhr (siang)
  • Dulūk asy-Syams ('tergelincir matahari')
    • Al-Masāʾ ('awal malam')
    • Qabl al-Ghurūb ('sebelum Matahari terbenam')
      • Al-Aṣīl ('setelah siang')
      • Al-ʿAṣr ('siang menjelang sore')
  • Qabl ṭulūʿ asy-Syams ('sebelum Matahari terbit')
    • Al-Fajr ('fajar')
Tersirat
  • Ghadir Khum
  • Lailatul Mabit
  • Umrah Zulkaidah
Lain-lain
Kitab
  • Al-Injīl
  • Al-Qurʾān
  • Ṣuḥufi Ibrāhīm
  • At-Tawrāt
    • Ṣuḥufi-Mūsā
    • Loh Batu
  • Az-Zabūr
  • Ummul-Kitāb
Benda
  • Hidangan dari langit
  • Bahtera Nuh
  • Tongkat Musa
  • Tābūt as-Sakīnah
  • Singgasana Bilqis
  • Sangkakala Israfil
Berhala yang disebut
  • 'Ansāb
  • Jibt dan Tagut
Bani Israil
  • Baʿal
  • ʿIjl (patung anak sapi emas)
Kaum Nuh
  • Nasr
  • Suwāʿ
  • Wadd
  • Yagūṡ
  • Yaʿūq
Kaum Quraisy
  • Al-Lāt
  • Al-ʿUzzā
  • Manāt
Benda angkasa
Maṣābīḥ:
  • Al-Qamar (Bulan)
  • Kawākib (Planet)
    • Al-Arḍ (Bumi)
  • Nujūm (Bintang)
    • Asy-Syams (Matahari)
Bagian tumbuhan
  • Baṣal (Bawang merah)
  • Fūm (Bawang putih)
  • Syaṭʾ (Tunas)
  • Sūq (Batang)
  • Zarʿ (Biji-bijian)
Buah
  • ʿAdas (Kacang adas)
  • Baql (Herba)
  • Qith-thāʾ (Mentimun)
  • Rummān (Delima)
  • Tīn (Tin)
  • Zaitūn (Zaitun)
  • Di Surga
    • Khuldi
Tumbuhan
  • Tumbuhan kaum Saba'
    • Aṡl (Tamarisk)
    • Sidr (Celtis australis)
  • Līnah (Palem)
  • Nakhl (Kurma)
  • Sidratulmuntaha
  • Zaqqūm
Cairan
  • Māʾ (Air)
    • Nahr (Sungai)
    • Yamm (Sungai atau laut)
  • Syarāb (Minuman)
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
  • GND
  • FAST
Nasional
  • Amerika Serikat
Orang
  • DDB
Lain-lain
  • İslâm Ansiklopedisi

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Definisi
  2. Nabi lain
  3. Muhammad
  4. Dimasukkannya Ahlul Kisa'
  5. Penyertaan istri-istri Muhammad
  6. Interpretasi yang lebih luas
  7. Kesimpulan
  8. Posisi dalam Islam
  9. Dalam Al-Qur'an
  10. Dalam literatur hadis
  11. Dalam komunitas Muslim
  12. Referensi
  13. Sumber
  14. Bacaan lanjutan

Artikel Terkait

Maulid Nabi Muhammad

salah satu upacara keagamaan di dunia

Silsilah keluarga Muhammad

artikel daftar Wikimedia

Muhammad

nabi utama dan pendiri agama Islam (c. 570-632)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026