Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Firaun dalam Alkitab

Alkitab membuat rujukan kepada berbagai firaun Mesir. Firaun-firaun tersebut meliputi firaun-firaun yang tak disebutkan namanya dalam catatan saat bangsa Israel bermukim di Mesir, kemudian penindasan bangsa Israel, dan pada masa keluar dari Mesir, serta sejumlah penguasa-penguasa berikutnya.

Wikipedia article
Diperbarui 28 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Alkitab membuat rujukan kepada berbagai firaun (פַּרְעֹה, /paʁˈʕo/) Mesir. Firaun-firaun tersebut meliputi firaun-firaun yang tak disebutkan namanya dalam catatan saat bangsa Israel bermukim di Mesir, kemudian penindasan bangsa Israel, dan pada masa keluar dari Mesir, serta sejumlah penguasa-penguasa berikutnya.

Firaun dalam sejarah: Taharqa, Necho dan Apries/Hophra

Taharqa memberi persembahan kepada dewa Falkon, Hemen (jarak dekat)

2 Raja–Raja 19:9 dan Yesaya 37:9 menyebut firaun Dinasti ke-25 Taharqa (memerintah 690-664 SM) sebagai lawan dari Sanherib dari Asiria. Ia disebut Raja Ethiopia, dan tidak diberi gelar firaun yang ia sematkan dalam dokumen Mesir.

2 Raja–Raja 23:29 dan 2 Tawarikh 35:20 menyebut firaun Dinasti ke-26 Nekho II (610-595 SM), bertanggung jawab atas kematian Yosia dan Yeremia 44:30 menyebut penerusnya Apries atau Hophra (589-570 SM).

Firaun konjektural: Sisak dan So

1 Raja-raja 14:25 dan 2 Tawarikh 12:2 menyebut invasi ke Kerajaan Yehuda di Israel selatan, yang dilakukan oleh Sisak (Shishak), yang berujung pada penyerbuan ke Yerusalem dan Bait Salomo pada tahun ke-5 zaman raja Rehabeam. Sisak sebelumnya melindungi Yerobeam bin Nebat, musuh Salomo, ayah Rehabeam (1 Raja-raja 11:40).

2 Raja-raja 17:4 menyatakan bahwa Raja Hosea mengirim surat kepada "So, Raja Mesir". Tidak ada firaun dengan nama tersebut yang dikenal pada masa Hosea (sekitar 730-723 SM), di mana Mesir memiliki tiga dinasti yang memerintah pada masa tersebut: ke-22 di Tanis, ke-23 di Leontopolis, dan ke-24 di Sais. Meskipun demikian, penguasa tersebut umumnya diidentifikasikan dengan Osorkon IV (730-715 SM) yang memerintah dari Tanis,[1][2] meskipun kemungkinan penulis Alkitab mengacu raja tersebut dengan kotanya dan menyamakan So dengan Sais, yang saat itu diperintah oleh Tefnakht.

Firaun yang tak teridentifikasi

Firaun dalam Kitab Kejadian

Yusuf mempersembahkan ayahnya dan abang-abangnya ke Firaun. (1896)

Kejadian 12:10–20 menceritakan bagaimana Abraham pindah ke Mesir untuk menghindari masa bencana kelaparan di Kanaan. Firaun yang tak disebutkan namanya mendengar kecantikan istri Abraham Sarah dan, berpikir bahwa ia adalah adik Abraham, sehingga Sarah dijadikan istrinya sendiri. Akibat pernikahan tersebut, Abraham menuntut Firaun dan mengambil ternak dan para pelayannya. Setelah menyadari hubungan Abraham dengan Sarah yang sebenarnya, firaun membebaskannya dan Abraham dan memerintahkan mereka untuk mengemas barang-barang mereka dan meninggalkan Mesir.

Ayat terakhir dari Kitab Kejadian (Kejadian 37–50) menceritakan bagaimana Yusuf, putra Yakub/Israel, mula-mula dijual oleh abang-abangnya menjadi budak Mesir namun diangkat oleh Firaun yang tidak disebutkan namanya menjadi wakil raja Mesir dan diberi izin untuk mengirim ayahnya, abang-abangnya, dan keluarganya ke Mesir dan tinggal di Tanah Goshen (timur Delta Nil yang sekarang berada di sekitaran Faqus).

Eugene H. Merrill berpendapat bahwa Senusret II (memerintah dari 1897 sampai 1878 SM), firaun keempat dari Dinasti Kedua Belas, adalah Firaun yang tidak disebutkan namanya yang disebutkan dalam kisah Yusuf dalam Alkitab.[3]

Firaun dalam Kitab Keluaran

Alkitab mengisahkan bagaimana bangsa Israel diperbudak di Mesir dan kemudian kabur di bawah pimpinan Musa. Sekitar satu atau dua firaun terlibat, "firaun penindas" yang memperbudak bangsa Israel, dan "firaun eksodus" pada saat bangsa Israel kabur. Kisah Alkitab tersebut berasal dari penulisan Taurat itu sendiri, tidak ada nama atau informasi yang diberikan untuk mengidentifikasikan masa di mana peristiwa tersebut terjadi. Terdapat beberapa pendapat bahwa beberapa penguasa Mesir terlibat. Taurat Lisan dan sumber-sumber Rabbinik menyatakan bahwa Bait Allah Pertama berdiri selama 410 tahun dan Seder Olam Rabbah (sekitar abad ke-2 Masehi) dibangun pada 832 SM dan hancur pada 422 SM (3338 AM), 165 tahun lebih maju ketimbang prakiraan sekuler. Seder Olam Rabbah menandakan peristiwa Eksodus terjadi pada tahun 2448 AM (1313 SM). Tanggal tersebut menjadi tradisional dalam Yudaisme Rabbinik.[4] 1 Raja–Raja 6:1 menyatakan bahwa Eksodus terjadi 480 tahun sebelum pembangunan Bait Salomo, yang bila diimplikasikan ke dalam penanggalan sekuler menjadi sekitar 1477 SM, atau tanggal rabbinik 2448 AM (1313 SM), keduanya pada masa Dinasti Kedelapan Belas Mesir, yang pertama pada masa permulaannya dan yang terakhir pada masa akhirnya.[5] Selain itu, dinasti ke-18 merupakan awal Kerajaan Mesir Baru, yang disusul pengusiran Hyksos dan raja terakhir mereka Khamudi (sekitar 1522 atau 1540 SM) dari Avaris di kawasan timur laut Delta Nil, menandai akhir Periode Intermediasi Kedua.[6]

Lihat pula

  • Papirus Ipuwer
  • Kronologi Baru (Rohl)
  • Shifrah
  • Trasilus dari Mendes
  • Nabi Musa
  • Putri Firaun (istri Salomo)

Referensi

  1. ↑ Patterson 2003, hlm. 196–197
  2. ↑ Peter A Clayton: Chronicle of The Pharaohs, Thames & Hudson, (2006), pp. 182-183
  3. ↑ Eugene H. Merrill, Kingdom of Priests, Grand Rapids: Baker Academic, 2008, 66-68.
  4. ↑ Seder Olam Rabbah, Finegan, Jack, Handbook of Biblical Chronology, Revised Ed., Hendrickson Publishers, Inc., 1998, p. 111
  5. ↑ Shea 2003, hlm. 238-239.
  6. ↑ Darrell D. Baker: The Encyclopedia of the Pharaohs: Volume I - Predynastic to the Twentieth Dynasty 3300–1069 BC, Stacey International, ISBN 978-1-905299-37-9, 2008, p. 174

Daftar pustaka

  • Bennett, Chris (1996). "Temporal Fugues". Journal of Ancient and Medieval Studies XIII. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-07-16. Diakses tanggal 2017-01-10. ;
  • Patterson, Richard D. (2003). "The Divided Monarchy: Sources, Approaches, and Historicity". Dalam Grisanti, Michael A.; Howard, David M. (ed.). Giving the sense: understanding and using Old Testament historical texts. Kregel. ISBN 978-0-8254-2892-0.
  • Rohl, David (1995). A Test of Time. Arrow. ISBN 0-09-941656-5.
  • Shea, W.H. (1996). "Exodus (date of the)". Dalam Bromiley, Geoffrey W. (ed.). The International Standard Bible Encyclopedia:E-J. Eerdmans. ISBN 978-0-8028-3782-0.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Firaun dalam sejarah: Taharqa, Necho dan Apries/Hophra
  2. Firaun konjektural: Sisak dan So
  3. Firaun yang tak teridentifikasi
  4. Firaun dalam Kitab Kejadian
  5. Firaun dalam Kitab Keluaran
  6. Lihat pula
  7. Referensi
  8. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Daftar nama tokoh dalam Alkitab

Di dalam Alkitab terdapat lebih dari 3.000 nama tokoh yang disebutkan; banyak di antaranya yang hanya disebutkan di dalam genealogi. Berikut ini adalah

Daftar nama dalam Alkitab diawali huruf S

artikel daftar Wikimedia

Daftar genealogi dalam Alkitab

Berikut ini adalah genealogi yang dicatat di dalam Alkitab sejak manusia pertama, Adam diciptakan. Genealogi Adam hingga Nuh (Kejadian 4:17–22; 5:1–32;

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026