1 Raja-raja 11 adalah bagian dari Kitab 1 Raja-raja dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Dalam Alkitab Ibrani termasuk Nabi-nabi Awal atau Nevi'im Rishonim [נביאים ראשונים] dalam bagian Nevi'im.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| 1 Raja-raja 11 | |
|---|---|
| Kitab | Kitab 1 Raja-raja |
| Kategori | Nevi'im |
| Bagian Alkitab Kristen | Perjanjian Lama |
| Urutan dalam Kitab Kristen | 11 |
1 Raja-raja 11 (atau I Raja-raja 11, disingkat 1Raj 11) adalah bagian dari Kitab 1 Raja-raja dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Dalam Alkitab Ibrani termasuk Nabi-nabi Awal atau Nevi'im Rishonim [נביאים ראשונים] dalam bagian Nevi'im (נביאים; Nabi-nabi).[1][2]
Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):
Pasal 11 ini menguraikan kemerosotan rohani Salomo dan berbagai akibatnya.
Dengan mempunyai banyak istri Salomo bukan saja mengabaikan perintah Allah bagi para raja untuk tidak mengambil banyak istri (Ulangan 17:17), tetapi juga melanggar perintah Allah untuk tidak menikahi istri-istri asing dari bangsa Kanaan (Keluaran 34:12-16; Yosua 23:12-13). Jelaslah, Salomo gagal untuk merenungkan dengan cermat perintah Allah "untuk belajar takut akan Tuhan, Allahnya, dengan berpegang pada segala isi hukum dan ketetapan ini untuk dilakukannya" (Ulangan 17:19).[4]
Daud "sepenuh hati berpaut" kepada Allah bukan dalam pengertian bahwa ia tidak pernah gagal dengan menyedihkan, tetapi bahwa dia tidak pernah mencondongkan hatinya kepada penyembahan berhala. Ketika ia berzinah dengan Batsyeba dan berusaha menutup perbuatan itu, Daud berdosa secara menyedihkan hingga ia menghina Allah dan firman-Nya (2Sam 12:9-10); tetapi, Daud tidak pernah menyembah atau mengandalkan dewa-dewa lain, sebagaimana dilakukan oleh banyak raja Israel (bandingkan 1 Raja-raja 15:5).[4]
Pada zaman setelah Pembuangan ke Babel, kitab riwayat Salomo ini rupanya tidak ditemukan lagi, sehingga penulis Kitab Tawarikh membuat catatan riwayat Salomo berdasarkan kitab-kitab lain, antara lain: