Benaya bin Yoyada adalah seorang panglima tentara Israel pada zaman raja Daud menurut catatan Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Ia berasal dari Kabzeel, salah satu kota suku Yehuda yang paling ujung, dekat batas tanah Edom di Tanah Negeb. Ayahnya bernama Yoyada, dikatakan sebagai seorang yang gagah perkasa, tetapi juga disebut menjabat sebagai imam kepala.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Benaya (bahasa Ibrani: בניהוcode: he is deprecated , "Yahweh membangun"; bahasa Inggris: Benaiahcode: en is deprecated [1]) bin Yoyada adalah seorang panglima tentara Israel pada zaman raja Daud menurut catatan Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Ia berasal dari Kabzeel,[2] salah satu kota suku Yehuda yang paling ujung, dekat batas tanah Edom di Tanah Negeb.[3] Ayahnya bernama Yoyada, dikatakan sebagai seorang yang gagah perkasa,[2] tetapi juga disebut menjabat sebagai imam kepala.[4]
Benaya dikatakan sebagai anak seorang yang gagah perkasa, yang besar jasanya. Sejumlah prestasinya:[5]
Bersama imam Zadok dan nabi Natan, Benaya setia terhadap raja Daud pada waktu Adonia, putra Daud, mengangkat dirinya menjadi raja, dengan dukungan imam Abyatar dan panglima Yoab.[12] Mereka bertiga tidak diundang dalam acara penobatan Adonia.[13] Raja Daud memberi Benaya, Zadok dan Natan tugas khusus:
Lalu Benaya bin Yoyada menjawab raja:
Lalu pergilah imam Zadok, nabi Natan dan Benaya bin Yoyada, dengan orang Kreti dan orang Pleti, mereka menaikkan Salomo ke atas bagal betina raja Daud dan membawanya ke Gihon. Imam Zadok telah membawa tabung tanduk berisi minyak dari dalam kemah, lalu diurapinya Salomo. Kemudian sangkakala ditiup, dan seluruh rakyat berseru: "Hidup raja Salomo!" Sesudah itu seluruh rakyat berjalan di belakangnya sambil membunyikan suling dan sambil bersukaria ramai-ramai, sampai seakan-akan bumi terbelah oleh suara mereka.[16]
Hal itu kedengaran kepada Adonia dan kepada semua undangan yang bersama-sama dengan dia, ketika mereka baru habis makan. Ketika Yoab mendengar bunyi sangkakala itu, ia berkata: "Apakah sebabnya kota begitu ribut?" Selagi ia berbicara, datanglah Yonatan anak imam Abyatar memberitahukan kejadian pengurapan Salomo tersebut dan bahwa "Salomo sekarang duduk di atas takhta kerajaan; juga pegawai-pegawai raja telah datang mengucap selamat kepada tuan kita raja Daud, dengan berkata: Kiranya Allahmu membuat nama Salomo lebih masyhur daripada namamu dan takhtanya lebih agung daripada takhtamu. Dan rajapun telah sujud menyembah di atas tempat tidurnya, dan beginilah katanya: Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang pada hari ini telah memberi seorang duduk di atas takhtaku yang aku sendiri masih boleh saksikan." Maka semua undangan Adonia itu terkejut, lalu bangkit dan masing-masing pergi menurut jalannya.[17]
Setelah Daud mati, Benaya bin Yoyada menjadi orang kepercayaan raja Salomo. Atas perintah Salomo ia memancung Adonia,[18] Yoab[19] (kemudian diangkat menjadi kepala tentara menggantikan Yoab) dan Simei,[20] sanak raja Saul yang pernah mengutuki Daud sewaktu melarikan diri dari Absalom.
Bagian pertama nama Ibrani "Benaya" berasal dari kata kerja "bana" yang artinya "membangun". Namun juga dekat dengan kata benda ben, yang berarti "putra; anak laki-laki".[21] Nama ini muncul 40 kali dalam Alkitab bahasa Indonesia versi Terjemahan Baru tetapi selain Benaya bin Yoyada yang dicatat paling banyak, juga menyebut orang-orang lain.