Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Miju-miju

Vicia lens, miju, miju-miju, atau Kacang Lentil merupakan sejenis tumbuhan penghasil kacang. Tumbuhan tahunan ini berbentuk semak dari familia legume yang dikenal karena biji-bijnya bentuk lensa. Tinggi tumbuhan sekitar 40 cm (16 in). Bijinya tumbuh dalam polong, biasanya masing-masing berisi 2 biji kacang.

jenis tumbuhan berbunga yang bijinya dapat dimakan, terdapat pada keluarga polong-polongan
Diperbarui 17 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Miju-miju

Miju-miju
Kacang-kacang lentil
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Subfamili: Faboideae
Genus: Vicia
Spesies:
V. lens
Nama binomial
Vicia lens
(L.) Coss. & Germ. (1845)
Subspesies[1]
  • Vicia lens subsp. lamottei (Czefr.) H.Schaef., Coulot & Rabaute
  • Vicia lens subsp. lens
Sinonim[1]
  • Cicer lens (L.) Willd. (1802)
  • Ervum lens L. (1753)
  • Lathyrus lens (L.) Bernh. (1800)
  • Lens culinaris Medik. (1787)
  • Lens esculenta Moench (1794), nom. superfl.
  • Lens lens (L.) Huth (1893), not validly publ.
  • Lentilla lens (L.) W.Wight (1912)
  • Orobus lens (L.) Stokes (1812)

Vicia lens, miju, miju-miju, atau Kacang Lentil (bahasa Inggris: lentilcode: en is deprecated ; , "kacang merah kecil") merupakan sejenis tumbuhan penghasil kacang. Tumbuhan tahunan ini berbentuk semak dari familia legume yang dikenal karena biji-bijnya bentuk lensa. Tinggi tumbuhan sekitar 40 cm (16 in). Bijinya tumbuh dalam polong, biasanya masing-masing berisi 2 biji kacang.

Tumbuhan "lentil" di ladang sebelum berbunga

Kacang miju-miju telah menjadi bagian makanan manusia sejak zaman purba (masa sebelum pembuatan tembikar atau "aceramic Neolithic"), sebagai salah satu jenis tumbuhan pertama yang dibiakkan di Timur Dekat. Bukti arkeologi menunjukkan bahwa jenis kacang ini telah menjadi bahan makanan 9.500 sampai 13.000 tahun silam.[2]

Warna kacang miju-miju bervariasi dari kuning, jingga-kemerahan, hijau, coklat dan hitam.[2] Miju-miju juga bervariasi dalam ukuran dan dijual dalam berbagai bentuk, baik dengan atau tanpa kulitnya, baik utuh atau terbelah.

Jenis

Ilustrasi tumbuhan kacang lentil, 1885
Perbandingan merah dan coklat
  • Brown/Spanish pardina.
  • French green/puy lentils (dark speckled blue-green)
  • Green
  • Black/beluga
  • Yellow/tan lentils (red inside)
  • Red Chief (decorticated yellow lentils)
  • Eston Green (Small green)
  • Richlea (medium green)
  • Laird (large green)
  • Petite Golden (decorticated lentils)
  • Masoor (brown-skinned lentils which are orange inside)
  • Petite crimson/red (decorticated masoor lentils)
  • Macachiados (big Mexican yellow lentils)

Kacang lentil dengan husk akan tetap utuh bila dimasak dalam suhu sedang, sedangkan yang tanpa husk cenderung hancur menjadi semacam bubur kental, yang dijadikan berbagai masakan.[3]

Nilai gizi dan manfaat kesehatan

Lentil, mentah (berat kering)
Nilai nutrisi per 100 g (3,5 oz)
Energi1.477 kJ (353 kcal)
Karbohidrat
60 g
Gula2 g
Serat pangan3.1 g
Lemak
1 g
Protein
26 g
VitaminKuantitas
%AKG†
Tiamina (B1)
76%
0.87 mg
Riboflavin (B2)
18%
0.211 mg
Niasin (B3)
17%
2.605 mg
Asam pantotenat (B5)
42%
2.120 mg
Vitamin B6
42%
0.54 mg
Folat (B9)
120%
479 μg
Vitamin C
5%
4.4 mg
MineralKuantitas
%AKG†
Kalsium
6%
56 mg
Zat besi
58%
7.54 mg
Magnesium
34%
122 mg
Fosfor
64%
451 mg
Potasium
20%
955 mg
Sodium
0%
6 mg
Seng
50%
4.78 mg
Komponen lainnyaKuantitas
Air10.4 g

Link to USDA Database entry
  • Satuan
  • μg = mikrogram • mg = miligram
  • SI = Satuan internasional
†Persen AKG berdasarkan rekomendasi Amerika Serikat untuk orang dewasa.
Sumber: USDA FoodData Central

Sekitar 30% sumber kalori kacang ini berasal dari protein, sehingga berada di peringkat ketiga dalam kadar protein menurut beratnya dari semua jenis kacang-kacangan, yaitu setelah kedelai dan hemp.[4] Protein yang terkandung meliputi asam amino esensiel isoleucine dan lisin. Kacang lentil merupakan sumber protein esensiel yang murah pada banyak bagian tempat di bumi, khususnya Asia BaratW dan subkontinen India, yang dihuni oleh populasi luas vegetarian populations.[5] Kacang lentil tidak mengandung dua asam amino esensiel, yaitu methionine dan cysteine.[6] Lentil merupakan sumber zat besi yang baik, mampu memberikan lebih dari kebutuhan harian seorang dewasa hanya dalam takaran satu cangkir.[7]

Produksi

Produksi kacang lentil di dunia

Kacang lentil cukup toleran terhadap kekeringan, dan dibiakkan di seluruh dunia. FAO melaporkan produksi kacang lentil dunia pada tahun 2009 mencapai 3,917 juta ton, terutama dari Kanada, India, Turki dan Australia. }}</ref> Montana and North Dakota are also significant lentil growers.[2] The National Agricultural Statistics Service reported United States 2007 production at 154.5 thousand metric tons. -->

10 negara penghasil kacang lentil terbesar
(dalam ton)
Peringkat Negara 2010 2011 2012
1 Kanada1,947,1001,531,9001,493,620
2 India1,031,600943,800950,000
3 Australia140,000379,659463,000
4 Turki447,400405,952438,000
5 Amerika Serikat392,675214,640240,490
6   Nepal151,757206,969208,201
7 Ethiopia80,952128,009151,500
8 Tiongkok125,000150,000145,000
9 Suriah77,328112,470130,229
10 Iran100,17471,80885,000
—World4,686,6734,386,8704,522,097
Source: UN Food & Agriculture Organization[8]

[9] 0

Lihat pula

  • iconPortal Makanan
  • Dal

Referensi

  1. 1 2 "Vicia lens (L.) Coss. & Germ." Plants of the World Online. Royal Botanic Gardens, Kew. Diakses tanggal 3 September 2023.
  2. 1 2 3 Leah A. Zeldes (16 February 2011). "Eat this! Lentils, a prehistoric foodstuff". Dining Chicago. Chicago's Restaurant & Entertainment Guide. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-05-24. Diakses tanggal 4 August 2011.
  3. ↑ "Red lentil recipes". BBC. 2011. Diakses tanggal 4 August 2011.
  4. ↑ Callaway JC (2004). Hempseed as a nutritional resource: an overview. Euphytica 140:65–72.
  5. ↑ "Essential Amino Acids". Diakses tanggal 19 September 2014.
  6. ↑ Randy Sell. "Lentil". North Dakota State University Department of Agricultural Economics. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-06-21. Diakses tanggal 14 December 2011.
  7. ↑ ""Iron: food sources"". Diakses tanggal 19 September 2014.
  8. ↑ "Production of Lentils by countries". UN Food & Agriculture Organization. 2012. Diakses tanggal 21 February 2014.
  9. ↑ International Feed Number, 5-02-506

Pustaka tambahan

  • Alan Davidson, The Oxford Companion to Food. ISBN 0-19-211579-0
  • S S Yadav et al. Lentil: An Ancient Crop for Modern Times. (2007). Springer Verlag. ISBN 978-1-4020-6312-1.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Lens culinaris.

Templat:Unimelb

Wikibooks Cookbook memiliki resep/modul di
Lentil
  • Lentils – Country Production, Consumption, Exports, and Imports Statistics
  • Alternative Field Crops Manual: Lentil
Pengidentifikasi takson
Lens culinaris
  • Wikidata: Q131226
  • Wikispecies: Lens culinaris
  • APDB: 70775
  • BioLib: 39974
  • Calflora: 4662
  • CoL: 6P8RY
  • Ecocrop: 7209
  • EoL: 647510
  • EPPO: LENCU
  • EUNIS: 171834
  • FNA: 200012187
  • FoC: 200012187
  • FoIO: LENCUL
  • GBIF: 5350010
  • GRIN: 411141
  • iNaturalist: 57305
  • IPNI: 502201-1
  • IRMNG: 10578748
  • ITIS: 503364
  • NatureServe: 2.127963
  • NBN: NHMSYS0000460230
  • NCBI: 3864
  • NZOR: c6253487-99db-4312-8747-3283ecb03666
  • NZPCN: 4696
  • Observation.org: 6964
  • Open Tree of Life: 156245
  • Plant List: ild-7784
  • PLANTS: LECU2
  • POWO: urn:lsid:ipni.org:names:30001819-2
  • Tropicos: 13021779
  • VASCAN: 5761
  • WFO: wfo-0000212711
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Jenis
  2. Nilai gizi dan manfaat kesehatan
  3. Produksi
  4. Lihat pula
  5. Referensi
  6. Pustaka tambahan
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Sayur

bahan pangan dari tumbuhan

Cokelat

makanan yang dihasilkan dari biji Theobroma cacao

Hidangan abad pertengahan

makanan, kebiasaan makan, dan cara memasak dari berbagai kebudayaan Eropa selama Abad Pertengahan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026