Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiFestival Hantu
Artikel Wikipedia

Festival Hantu

Festival Hantu atau Festival Hantu Lapar, atau juga dikenal sebagai Festival Zhongyuan dalam Taoisme dan Festival Yulanpen atau Ulambana dalam Buddhisme, adalah festival tradisional yang diadakan di beberapa negara Asia Timur dan Tenggara. Menurut kalender Imlek, Festival Hantu jatuh pada malam ke-15 bulan ketujuh.

festival buddhis dan taois
Diperbarui 22 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Festival Hantu
Festival Hantu
Seorang pria melempar uang kertas sembahyang (Kim Cua) saat Festival Hantu Lapar di Vihara Gunung Timur, Medan, Indonesia.
Nama resmi
  • Festival Zhongyuan (Taoisme)
  • Festival Yulanpen (Buddhisme)
Nama lainFestival Roh
Dirayakan olehBuddhisme dan Taoisme
MaknaUntuk memperingati pembukaan gerbang Neraka dan Surga, yang memungkinkan semua hantu menerima makanan dan minuman
KegiatanPenghormatan orang yang telah meninggal, persembahan makanan, pembakaran uang arwah, pembacaan mantra
TanggalHari ke-15 bulan ke-7 dalam kalender lunar
Tahun 2026Error in {{Calendar date}} - Check |holiday= unknown holiday Festival Hantu
Tahun 2027Error in {{Calendar date}} - Check |holiday= unknown holiday Festival Hantu
Tahun 2028Error in {{Calendar date}} - Check |holiday= unknown holiday Festival Hantu
Terkait dengan
  • Obon (di Jepang)
  • Baekjung (di Korea)
  • Vu Lan (di Vietnam)
  • Pchum Ben (dilakukan oleh Suku Khmer) dan Sen Kbal tek, សែនក្បាលទឹក (dilakukan oleh Tionghoa-Kamboja) (di Kamboja)
  • Boun Khao Padap Din (di Laos)
  • Mataka dānēs (di Sri Lanka)
  • Sat Thai (di Thailand)
Festival Hantu
Food offerings for the Ghost Festival
Hanzi tradisional: 中元節code: zh is deprecated
Hanzi sederhana: 中元节code: zh is deprecated
Makna harfiah: mid-origin festival
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: zhōng yuán jié
- Wade-Giles: chung yüan2 chieh2
- Romanisasi Yale: jūng ywán jyé
- Bopomofo: ㄓㄨㄥ ㄩㄢˊㄐㄧㄝˊ
Kejia (Hakka)
- PFS: Chûng-ngièn-chiet
Min Nan
- Romanisasi POJ: Tiong-goân-cheh / Tiong-goân-choeh / Tiong-goân-chiat
- Romanisasi Tiochiu : Dong1 nguêng5/nguang5 zoih4
Min Timur
- Fuzhou RF: Dṳ̆ng-nguòng-cáik
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: jūng yùhn jit
- Jyutping: zung1 jyun4 zit3
nama alternatif
Hanzi tradisional: 盂蘭盆節code: zh is deprecated
Hanzi sederhana: 盂兰盆节code: zh is deprecated
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Yú lán pén jié
- Wade-Giles: yü2 lan2 p'ên2 chieh2
- Bopomofo: ㄩˊㄌㄢˊㄆㄣˊㄐㄧㄝˊ
- Romanisasi Min-dong : Uò-làng-buòng
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: yùh làahn pùhn jit
- Jyutping: jyu4 laan4 pun4 zit3
Festival Hantu di Bangka, diakhiri dengan membakar boneka kertas Dashiye.
Bagian dari seri tentang
Kepercayaan tradisional Tionghoa
华人民间信仰
Penyesuaian gaya dari grafem 禄 lù atau 子 zi, masing-masing berarti "kemakmuran", "memajukan", "kesejahteraan" dan "anak", "keturunan". 字 zì, berarti "kata" dan "simbol", adalah kata yang asalnya sama dari 子 zi dan menggambarkan seorang "anak" yang dinaungi di bawah sebuah "atap". Simbol ini pada akhirnya merupakan representasi kutub langit utara (Běijí 北极) dan konstelasi berputarnya, dan oleh karenanya setara dengan simbol Eurasia swastika, 卍 wàn.
Konsep
  • Tàidì 太帝
  • Tiān 天
  • Shàngdì 上帝
  • Qì 气
  • Shén 神
  • Líng 灵
  • Xiǎnlíng 显灵
  • Yīnyáng 阴阳
  • Hundun
  • Mìngyùn 命运
  • Yuánfèn 缘分
  • Bàoyìng 报应
  • Wù 悟
  • Lóng 龙
  • Fènghuáng 凤凰
Teori
  • Teologi Tionghoa
  • Mitologi Tionghoa
  • Astrologi Tionghoa
  • Shio Tionghoa
  • Mitos penciptaan Tionghoa
  • Konsep dunia spiritual Tionghoa

Model kemanusiaan:

  • Xiān 仙
  • Zhēnrén 真人
  • Wénwǔ 文武
Dewa-Dewi
  • Kaisar Giok 玉帝
  • Xīwángmǔ 西王母
    • Wúshēng Lǎomǔ 無生老母
  • Dòumǔ 斗母
  • Pángǔ 盘古
  • Fúxī 伏羲
  • Nǚwā 女娲
  • Shénnóng 神农
  • Lóngwáng 龙王
  • Yánluówán 阎罗王
  • Kaisar Kuning 黃帝
  • Kwan Im 觀音
  • Guānyǔ 關羽
  • Dewa Kekayaan 财神
  • Dewa Bumi 土地公
  • Delapan Dewa 八仙
  • Jìgōng 濟公
  • Bǎoshēng Dàdì 保生大帝
  • Māzǔ 妈祖
  • Dewa-dewi Taoisme
Praktik
  • Fēnxiāng 分香
  • Jìngxiāng 敬香
  • Jìngzǔ 敬祖
  • Fēngshuǐ 风水
  • Miàohuì 庙会
  • Shamanisme Wū 巫
  • Jītóng 乩童
  • Bǎojuàn 宝卷
Institusi dan kuil
  • Xínghǎode 行好的
  • Zōngzú Shèhuì 宗族社会
  • Kelenteng 廟
  • Cítáng 祠堂
  • Asosiasi Kuil Rakyat Tionghoa
    中国民间寺庙文化管理协会
Festival
  • Tahun Baru Imlek
  • Qīngmíng 清明
  • Zhōngyuán 中元
    • Yúlánpén 盂蘭盆
  • Zhōngqiū 中秋
  • Jiǔhuángyé 九皇爷
  • Qīxī 七夕
  • Duānwǔ 端午
Budaya dan tradisi
Wujud budaya:
  • Kepercayaan pemujaan leluhur
  • Pemujaan komunal pada Dewa
  • Shíliáo 食疗
  • Fēngshuǐ 风水
  • Pemujaan Dewi Ibu 母道
  • Kepercayaan Tiongkok Timur Laut
  • Pengobatan tradisional 中医
  • Qìgōng 气功

Tradisi ritual:

  • Fǎjiào 法教
  • Jītóng 乩童
  • Nuó 傩
  • Wūjiào 巫教

Tradisi bakti:

  • Mazuisme 妈祖信俗
  • Pemujaan Wángyé 王爷
Pemikiran utama
  • Konghucu 儒教
    • Lǐjiào 礼教
  • Neo-Konfusianisme 理学
  • Taoisme 道教
  • Tridharma 三教
  • Aliran pemikiran lainnya

Sekte dan majelis Konghucu:

  • Kǒngshènghuì 孔圣会
  • Majelis Konghucu Indonesia
  • Dàodéhuì 道德会
  • Rúzōng shénjiào 儒宗神教
  • Xuānyuándào 軒轅道
  • Tàigǔ 太谷
Agama keselamatan
Zhenkong, "Kekosongan Kebenaran".
Zhenkong, "Kekosongan Kebenaran".
  • Maitreyanisme 弥勒教
  • Seroja Putih 白蓮教
  • Bāguà dào 八卦道
  • Hóngyáng jiào 弘陽教
  • Luójiào 罗教
    • Zhāijiāo 斋教
    • Xiāntiāndào 先天道
    • Yīguàndào 一贯道
    • Mílè Dàdào 弥勒大道
  • Déjiào 德教
  • Jiǔgōngdào 九宫道
  • Tiāndì huì 天地會
  • Tiāndìjiào 天帝教
  • Luanisme 儒宗神教
  • Sānyījiào 三一教
  • Wéixīnjiào 唯心教
  • Zàilǐjiào 在理教
Kepercayaan terkait
  • Běnzhǔjiào 本主教
  • Bìmójiào 毕摩教
  • Bon
  • Buddhisme Han 汉传佛教
  • Dōngbā 东巴
  • Kepercayaan tradisional Miao
  • Kepercayaan tradisional Vietnam
  • Kepercayaan tradisional Qiang
  • Kepercayaan tradisional Yao
  • Kepercayaan tradisional Zhuang
  •  Portal Agama
  • l
  • b
  • s

Festival Hantu atau Festival Hantu Lapar (Hanzi: 中元節; pinyin: zhōng yuán jié), atau juga dikenal sebagai Festival Zhongyuan dalam Taoisme dan Festival Yulanpen atau Ulambana dalam Buddhisme, adalah festival tradisional yang diadakan di beberapa negara Asia Timur dan Tenggara. Menurut kalender Imlek, Festival Hantu jatuh pada malam ke-15 bulan ketujuh (tanggal ke-14 di sebagian wilayah Tiongkok selatan).[1][2][3]

Festival ini dikenal sebagai Chit Gwee Pua (Hanzi Hokkien: 七月半; Pe̍h-ōe-jī: Chhit-goe̍h-pòaⁿ ) atau Chit Nyiat Pan (Hanzi Hakka: 七月半; Pha̍k-fa-sṳ: Chhit -ngie̍t-pan), Cioko atau Sembahyang Rebutan. Para pengunjung berkumpul di sekitar kelenteng atau vihara dan membawa persembahan kepada arwah yang meninggal secara sial, lalu membagikannya kepada fakir miskin. Cara orang-orang berebut persembahan inilah yang menjadi asal nama festival ini, dan festival ini lebih dikenal di Pulau Jawa dan Kalimantan. Daerah lain seperti Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau juga mengadakan konser langsung yang dikenal sebagai Getai (Hanzi sederhana: 歌台; Hanzi tradisional: 歌臺; Pinyin: gētái).[4][5][6][7]

Sejarah

Perayaan ini jatuh pada tanggal 15 bulan 7 penanggalan Tionghoa. Bulan ke-7 Imlek juga dikenal sebagai Bulan Hantu (Chinese ghost month) di mana ada kepercayaan bahwa dalam kurun waktu satu bulan ini, pintu alam baka terbuka dan hantu-hantu di dalamnya dapat bersuka ria berpesiar ke alam manusia. Demikian halnya sehingga pada pertengahan bulan 7 diadakan perayaan dan sembahyang sebagai penghormatan kepada hantu-hantu tersebut. Tradisi ini sebenarnya merupakan produk masyarakat agraris pada zaman dahulu yang bermula dari penghormatan kepada leluhur serta dewa-dewa supaya panen yang biasanya jatuh di musim gugur dapat terberkati dan berlimpah. Adanya pengaruh Buddhisme memunculkan kepercayaan mengenai hantu-hantu kelaparan (makhluk Preta) yang perlu dijamu pada masa kehadiran mereka di dunia manusia.

Di dalam Buddhisme, tradisi ini disebut sebagai Ulambana yang juga dirayakan dan eksis dalam kebudayaan Jepang, Vietnam dan Korea. Namun, Ulambana tidak dapat diartikan langsung sebagai Festival Hantu dan sebaliknya juga. Terlepas dari semua mitologi religius di atas, hikmah dari perayaan ini sebenarnya adalah penghormatan kepada leluhur dan penjamuan fakir miskin. Pada hari itu diadakan pembacaan parita dan pesembahan untuk roh-roh gentayangan yang tidak berkeluarga atau yang ditelantarkan oleh keluarganya. Sebab itu, perayaan ini secara umum dikenal dengan nama Sembahyang Rebutan (Cioko).[7] Setelah perayaan selesai, barang-barang persembahan (makanan yang dipersembahkan) diberikan kepada fakir miskin.

Tanggal

TahunTanggal Masehi
255114 Agustus 2000
25522 September 2001
255323 Agustus 2002
255412 Agustus 2003
255530 Agustus 2004
255619 Agustus 2005
25578 Agustus 2006
255827 Agustus 2007
255915 Agustus 2008
25603 September 2009
TahunTanggal Masehi
256124 Agustus 2010
256214 Agustus 2011
256331 Agustus 2012
256420 Agustus 2013
256510 Agustus 2014
256628 Agustus 2015
256717 Agustus 2016
25685 September 2017
256925 Agustus 2018
257015 Agustus 2019

Lihat pula

  • Zhongyuan
  • Ulambana

Referensi

  1. ↑ "Zhongyuan festival". China.org.cn. China Internet Information Center. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 19, 2017. Diakses tanggal 1 November 2017.
  2. ↑ Chow 2015
  3. ↑ Chow, page 4, quoting 1783 Qianlong era "Annals of Guishan County" (歸善縣志code: zh is deprecated ) Scroll 15 - Customs:
    '鬼節原是農曆七月十五,但元末明初之際,有言客家為了躲避元兵,提前一日過節,以便南下走難,自此鬼節就變成七月十四,流傳至今。code: zh is deprecated '
    English translation:
    'The Ghost Festival originally was on the 15th day of the 7th month in the lunar calendar, but during the late Yuan to early Ming period, it's said that the Hakkas in order to escape the Yuan troops, celebrated the Ghost Festival one day earlier, in order to escape disaster they fled southward. Since that time and continuing today, the date of the Ghost Festival changed to the 14th day of the 7th [lunar] month' [in parts of Southern China].
  4. ↑ (Inggris) Cioko festival appeases the poor, hungry spirits[pranala nonaktif permanen], The Jakarta Post. Akses:01-09-2012
  5. ↑ (Indonesia) Sembahyang Kubur dan Rampas Masih Sporadis, m.equator-news.com. Akses:01-09-2012
  6. ↑ (Indonesia) Shen Mu Miau Siap Gelar Sembahyang Rebut, Bangkapos. Akses:01-09-2012
  7. 1 2 Bidang Litbang PTITD/ Matrisia Jawa Tengah. Juli 2007. "Pengetahuan Umum Tentang Tri Dharma", Edisi Pertama. Semarang: Benih Bersemi.

Pranala luar

  • Perayaan festival hantu di Indonesia zaman Hindia Belanda Diarsipkan 2008-06-01 di Wayback Machine.
  • Panjat pinang, festival hantu dan 17 Agustus-an: Sebuah hipotesis[pranala nonaktif permanen]
Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Jepang
  • Israel

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Tanggal
  3. Lihat pula
  4. Referensi
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Tahun Baru Imlek

Hari Raya Tradisional Tionghoa

Buddhisme di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Taoisme

tradisi religius atau filosofis yang berasal dari Tiongkok

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026