Pemboikotan Olimpiade Musim Panas tahun 1980 di Moskow adalah sebuah pemboikotan terhadap Olimpiade Moskow 1980 yang merupakan bagian dari protes terhadap Perang Soviet-Afganistan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Pemboikotan Olimpiade Musim Panas tahun 1980 di Moskow adalah sebuah pemboikotan terhadap Olimpiade Moskow 1980 yang merupakan bagian dari protes terhadap Perang Soviet-Afganistan.
Dengan terjadinya invasi atas Afganistan oleh Uni Soviet tahun 1979, Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter mengancam akan memboikot olimpiade di Moskow jika pasukan Soviet tidak segera mundur sebelum pukul 12:01 siang pada tanggal 20 Februari 1980, dan boikot tersebut akhirnya terjadi pada tanggal 21 Maret 1980.
Tidak hanya Amerika Serikat, tetapi banyak negara lain yang juga memboikot olimpiade ini, termasuk Indonesia.
16 negara mengikuti Olimpiade, tetapi tidak membawa bendera nasional mereka ketika parade pembukaan.
7 negara yang mengikuti Olimpiade Moskow tidak mengikuti Upacara Pembukaan:[1]
4 negara berpartisipasi dalam Olimpiade dengan atlet sendiri dan biaya pribadi (tidak membawa bendera nasional, berada di bawah bendera Olimpiade):
Ketika Olimpiade Musim Panas 1984 digelar di Los Angeles, Amerika Serikat, terjadi pemboikotan balasan dari Uni Soviet dan 13 negara-negara sekutunya yang tergabung dalam Blok Timur, termasuk Korea Utara dan Vietnam, dan Laos. Ethiopia juga turut dalam pemboikotan. Namun, Rumania memutuskan tetap mengikuti olimpiade tersebut dan merupakan satu-satunya anggota Blok Timur yang berpartisipasi. Tanggal 8 Mei 1984, Uni Soviet mengeluarkan pernyataan pemboikotan yang berisi bahwa pemboikotan disebabkan oleh sentimen "anti-Soviet" yang muncul di AS pada saat itu.[2] Iran adalah satu-satunya negara yang tidak mengikuti kedua olimpiade di Moskow dan Los Angeles.