Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Perang Kolonial Portugal

Perang Kolonial Portugis, juga dikenal di Portugal dengan nama Perang Seberang Laut atau di bekas koloni Portugal dengan nama Perang Pembebasan, terjadi antara Militer Portugal dan gerakan-gerakan nasionalis di Koloni-koloni Portugal di Afrika antara tahun 1961 hingga 1974. Rezim Portugis digulingkan oleh kudeta militer pada tahun 1974, dan perubahan dalam pemerintahan mengakhiri konflik ini. Perang ini adalah suatu pertarungan ideologi yang mengubah jalannya sejarah di Afrika Lusofon, negara-negara sekitarnya, dan daratan Portugal.

konflik bersenjata tahun 1961-1974 di Afrika antara Portugal dan berbagai gerakan kemerdekaan
Diperbarui 17 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Perang Kolonial Portugal
Perang Kolonial Portugis
Portuguese Colonial War
Guerra Colonial Portuguesa
Bagian dari Dekolonisasi Afrika dan Perang Dingin
Tanggal4 Februari 1961 – 25April 1974
(13 tahun, 2 bulan dan 3 minggu)
LokasiAngola, Guinea Portugis dan Mozambik
Hasil Kemerdekaan Angola, Cape Verde, Guinea Bissau, Mozambique dan Sao Tome dan Principe:
Perubahan
wilayah
Wilayah luar negeri Portugis di Afrika menjadi independen.
Pihak terlibat
Portugal Portugal
Didukung oleh:
  •  Afrika Selatan
  •  Rhodesia
  •  Malawi[1]
  • MPLA
  • FNLA
  • UNITA
  • FLEC
  • PAIGC
  • Mozambik FRELIMO
Didukung oleh:
  •  Uni Soviet
  •  Kuba
  •  Tiongkok
  •  Amerika Serikat
  •  Zaire
  •  Aljazair
  •  Tunisia
  •  Tanzania
  •  Zambia
  •  Senegal
  •  Guinea
  • Republik Kongo Kongo-Brazzaville
  • Mesir Mesir
  • Bulgaria Bulgaria
  • Yaman Selatan Yemen Selatan
Tokoh dan pemimpin
Generally:
  • Portugal António de Oliveira Salazar * Portugal Marcelo Caetano *Portugal Américo Tomás
Angola:
  • Portugal Francisco da Costa Gomes
Portuguese Guinea:
  • Portugal António de Spínola * Portugal Otelo Saraiva de Carvalho
Mozambique:
  • Portugal António Augusto dos Santos (1964–69) * Portugal Kaúlza de Arriaga (1969–74)
Angola:
  • Agostinho Neto * José Eduardo dos Santos * Lúcio Lara * Holden Roberto * Jonas Savimbi
Portuguese Guinea:
  • Amílcar Cabral * Luís Cabral * João Bernardo Vieira * Domingos Ramos * Pansau Na Isna * Francisco Mende
Mozambique:
  • Mozambik Eduardo Mondlane (1962–69) * Mozambik Joaquim Chissano (1962–75) * Mozambik Filipe Samuel Magaia (1964–66) * Mozambik Samora Machel (1969–75)
Kekuatan
148,000 Pasukan Reguler Eropa Portugis 38,000–43,000 gerilyawan
Korban
  • 8,827 terbunuh
    * 15,507 terluka (secara fisik dan atau psikologis)
  • c (sekitar). 30,000 total korban di Angola * c. 6,000 terbunuh
    * c. 4,000 terluka di Guinea Portugis * lebih dari 10,000 terbunuh di Mozambique
Civilian casualties:
  • 50,000 terbunuh di Mozambique[2]

Perang Kolonial Portugis (bahasa Portugis: Guerra Colonial Portuguesacode: pt is deprecated ), juga dikenal di Portugal dengan nama Perang Seberang Laut (Guerra do Ultramar) atau di bekas koloni Portugal dengan nama Perang Pembebasan (Guerra de Libertação), terjadi antara Militer Portugal dan gerakan-gerakan nasionalis di Koloni-koloni Portugal di Afrika antara tahun 1961 hingga 1974. Rezim Portugis digulingkan oleh kudeta militer pada tahun 1974, dan perubahan dalam pemerintahan mengakhiri konflik ini. Perang ini adalah suatu pertarungan ideologi yang mengubah jalannya sejarah di Afrika Lusofon, negara-negara sekitarnya, dan daratan Portugal.

Pendekatan historis Portugis internasional menganggap Perang Kolonial Portugis sebagai suatu konflik tunggal yang terjadi di tiga tempat terpisah (Angola, Guinea Portugis, dan Mozambik). Namun, beberapa pendekatan lain mempertimbangkan adanya tiga konflik yang berbeda, yaitu Perang Kemerdekaan Angola, Perang Kemerdekaan Guinea-Bissau, dan Perang Kemerdekaan Mozambique. Kadang-kadang, konflik singkat yang menyebabkan aneksasi Goa oleh India pada tahun 1961, juga disertakan.

Tidak seperti negara-negara Eropa lainnya selama tahun 1950-an dan 1960-an, Rezim Portugis Estado Novo tidak menarik diri dari koloni-koloni Afrika atau provinsi seberang laut (províncias ultramarinas) sebagaimana wilayah-wilayah itu telah secara resmi disebut sejak tahun 1951. Selama tahun 1960-an, berbagai gerakan kemerdekaan bersenjata menjadi aktif: Gerakan rakyat untuk Pembebasan Angola, Front Pembebasan Nasional Angola, Uni Nasional untuk Kemerdekaan penuh dari Angola di Angola, Partai Afrika untuk Kemerdekaan Guinea dan Tanjung Verde dalam bahasa portugis Guinea, dan Front Pembebasan Mozambik. Selama konflik ini, kekejaman dilakukan oleh semua pasukan yang terlibat.[3]

Selama berlangsungnya perang ini, Portugal menghadapi meningkatnya perlawanan, embargo senjata dan sanksi hukuman yang dikenakan oleh masyarakat internasional. Pada tahun 1973, perang telah menjadi semakin tidak populer karena berlangsung terlalu lama dan menelan terlalu banyak biaya, serta memperburuk hubungan diplomatik dengan negara anggota Perserikatan bangsa-Bangsa.

Referensi

  1. ↑ "Afrikka" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2013-05-23. Diakses tanggal 12 May 2011.
  2. ↑ Mid-Range Wars and Atrocities of the Twentieth Century retrieved December 4, 2007
  3. ↑ (Jerman) Der Spiegel,1973
Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Republik Ceko

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026