Amílcar Lopes da Costa Cabral adalah seorang insinyur pertanian, penulis, pemikir nasionalis, dan pemimpin politik berkebangsaan Guinea-Bissau dan Tanjung Verde. Ia juga salah seorang pemimpin Afrika anti-kolonialisme terkemuka. Dikenal dengan nama perang Abel Djassi, Cabral memimpin gerakan nasionalis dari Guinea-Bissau dan Kepulauan Tanjung Verde dan kemudian perang kemerdekaan Guinea-Bissau. Ia dibunuh pada tanggal 20 Januari 1973, sekitar delapan bulan sebelum deklarasi kemerdekaan sepihak Guinea-Bissau. Meskipun bukan seorang Marxis, ia sangat dipengaruhi oleh Marxisme, dan menjadi inspirasi bagi kaum sosialis revolusioner dan gerakan kemerdekaan nasional di seluruh dunia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Amílcar Cabral | |
|---|---|
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Amílcar Lopes da Costa Cabral (1924-09-12)12 September 1924 Bafatá, Guinea Portugis |
| Meninggal | 20 Januari 1973(1973-01-20) (umur 48) Conakry, Guinea |
| Partai politik | Partai Afrika untuk Kemerdekaan Guinea dan Tanjung Verde Gerakan Rakyat untuk Pembebasan Angola |
| Penghargaan | |
Amílcar Lopes da Costa Cabral (bahasa Portugis: [ɐˈmilkaɾ ˈlɔpɨʃ kɐˈbɾal]; (1924-09-12)12 September 1924 – 20 Januari 1973) adalah seorang insinyur pertanian, penulis, pemikir nasionalis, dan pemimpin politik berkebangsaan Guinea-Bissau dan Tanjung Verde. Ia juga salah seorang pemimpin Afrika anti-kolonialisme terkemuka. Dikenal dengan nama perang (nom de guerre) Abel Djassi, Cabral memimpin gerakan nasionalis dari Guinea-Bissau dan Kepulauan Tanjung Verde dan kemudian perang kemerdekaan Guinea-Bissau.[1] Ia dibunuh pada tanggal 20 Januari 1973, sekitar delapan bulan sebelum deklarasi kemerdekaan sepihak Guinea-Bissau. Meskipun bukan seorang Marxis,[2] ia sangat dipengaruhi oleh Marxisme, dan menjadi inspirasi bagi kaum sosialis revolusioner dan gerakan kemerdekaan nasional di seluruh dunia.
Amílcar Cabral lahir pada 12 September 1924 di Bafatá, Guinea-Bissau, dari pasangan Tanjung Verde, Juvenal Antònio Lopes da Costa Cabral dan Iva Pinhel Évora.[3] Cabral mengenyam pendidikan di Liceu (setingkat sekolah menengah atas) Gil Eanes di kota Mindelo, Tanjung Verde,[4] dan kemudian di Instituto Superior de Agronomia, di Lisbon (ibu kota Portugal), yang pada saat itu pemerintah kolonial menguasai Guinea-Bissau dan Tanjung Verde. Saat menjadi mahasiswa pertanian di Lisbon, ia mendirikan gerakan pelajar untuk menentang penguasa diktator Portugal dan mendorong pembebasan koloni-koloni Portugal di Afrika.