Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiMasturbasi
Artikel Wikipedia

Masturbasi

Masturbasi atau onani adalah suatu bentuk autoerotisme di mana seseorang menstimulasi secara seksual organ kelamin mereka sendiri demi mencapai pembangkitan gairah atau kenikmatan seksual lainnya, yang biasanya dilakukan hingga mencapai orgasme. Stimulasi tersebut dapat melibatkan penggunaan tangan, objek sehari-hari, alat bantu seksual, atau yang lebih jarang terjadi, melalui mulut. Masturbasi juga dapat dilakukan bersama seorang pasangan seksual, baik dengan bermasturbasi bersama-sama atau dengan menyaksikan pasangan bermasturbasi, yang dikenal sebagai "masturbasi bersama".

rangsangan seksual pada alat kelamin
Diperbarui 12 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Masturbasi
Artikel ini mungkin berisi materi seksual yang eksplisit. Wikipedia tidak bertanggung jawab atas konten yang mungkin tidak sesuai bagi sebagian pembaca. Lihat penyangkalan isi.
Seorang pria telanjang sedang menstimulasi penisnya
Seorang pria sedang bermasturbasi
Seorang wanita telanjang sedang menstimulasi klitorisnya
Seorang wanita sedang bermasturbasi

Masturbasi atau onani adalah suatu bentuk autoerotisme di mana seseorang menstimulasi secara seksual organ kelamin mereka sendiri demi mencapai pembangkitan gairah atau kenikmatan seksual lainnya, yang biasanya dilakukan hingga mencapai orgasme.[1][2][3] Stimulasi tersebut dapat melibatkan penggunaan tangan, objek sehari-hari, alat bantu seksual, atau yang lebih jarang terjadi, melalui mulut (autofellatio dan autocunnilingus).[1][2] Masturbasi juga dapat dilakukan bersama seorang pasangan seksual, baik dengan bermasturbasi bersama-sama atau dengan menyaksikan pasangan bermasturbasi, yang dikenal sebagai "masturbasi bersama".[4][5][6]

Masturbasi merupakan hal yang umum dilakukan baik oleh laki-laki maupun perempuan. Berbagai manfaat medis dan psikologis telah dikaitkan dengan sikap yang sehat terhadap aktivitas seksual secara umum dan terhadap masturbasi secara khusus. Para klinisi menganggap masturbasi sebagai bagian yang sehat dan normal dari penikmatan seksual.

Masturbasi telah digambarkan dalam seni sejak zaman prasejarah, serta disebutkan dan dibahas dalam tulisan-tulisan yang sangat awal. Agama-agama memiliki pandangan yang bervariasi mengenai praktik ini. Pada abad ke-18 dan ke-19, beberapa teolog dan fisikawan Eropa mendeskripsikannya dalam konotasi negatif, tetapi selama abad ke-20, tabu-tabu tersebut umumnya memudar. Terjadi peningkatan pembahasan dan penggambaran masturbasi dalam seni, musik populer, televisi, film, serta literatur. Status hukum masturbasi juga berubah-ubah sepanjang sejarah, dan melakukan masturbasi di tempat umum merupakan tindakan ilegal di sebagian besar negara.[7] Masturbasi pada hewan non-manusia telah diamati baik di alam liar maupun dalam penangkaran.[8][9][10]

Etimologi

Istilah masturbation (masturbasi) diperkenalkan pada abad ke-18, berakar dari kata kerja bahasa Latin masturbaricode: la is deprecated , bersamaan dengan istilah onanisme yang muncul sedikit lebih awal. Kata kerja Latin masturbaricode: la is deprecated memiliki asal-usul yang belum pasti. Beberapa derivasi yang diusulkan mencakup kata yang tidak terdokumentasi untuk menyebut penis, yakni *mazdo, yang sekerabat dengan kata Yunani Kuno μέζεα mézea yang berarti 'alat kelamin'. Alternatif lainnya adalah distorsi dari frasa *manu stuprare ("menajiskan dengan tangan"), melalui asosiasi dengan kata turbare yang berarti 'mengganggu' atau 'mengacaukan'.[11][12]

Terminologi

Meskipun masturbasi merupakan istilah formal untuk praktik ini, terdapat banyak ungkapan lain yang lazim digunakan. Istilah seperti bermain dengan diri sendiri, memuaskan diri sendiri, serta istilah slang seperti mengocok,[13] jerking off, jacking off, fapping[14] dan frigging cukup populer ditemukan. Istilah seperti penyalahgunaan diri (self-abuse) dan pencemaran diri (self-pollution) jamak digunakan pada masa modern awal dan masih dapat dijumpai dalam kamus-kamus kontemporer. Selain itu, terdapat variasi luas eufemisme dan disfemisme lainnya yang digunakan untuk mendeskripsikan masturbasi.

Teknik

Umum

Masturbasi melibatkan tindakan menyentuh, menekan, menggosok, atau memijat area genital diri sendiri menggunakan tangan, jari, atau dengan menekankannya pada benda tertentu seperti bantal; memasukkan jari atau benda ke dalam vagina atau anus (lihat masturbasi anal); serta menstimulasi penis atau vulva dengan vibrator elektrik, yang juga dapat dimasukkan ke dalam vagina atau anus. Praktik ini juga dapat mencakup menyentuh, menggosok, atau menjepit puting atau zona erogen lainnya selama bermasturbasi. Kedua jenis kelamin terkadang menggunakan pelumas untuk mengurangi gesekan.[15]

Salah satu ilustrasi untuk De figuris Veneris karya Édouard-Henri Avril. Gambar ini melukiskan seorang pria yang sedang bermasturbasi dengan menstimulasi penisnya secara manual sambil melakukan fantasi seksual.

Membaca atau menyaksikan pornografi, melakukan fantasi seksual, atau rangsangan erotis lainnya dapat memicu keinginan untuk pelepasan seksual melalui masturbasi. Pornografi juga dimanfaatkan sebagai sarana bantu dalam bermasturbasi guna memperkaya pengalaman tersebut.[16] Sebagian orang memperoleh kepuasan seksual dengan memasukkan objek, seperti sonde uretra, ke dalam uretra (saluran tempat mengalirnya urine dan, pada pria, air mani),[17] sebuah praktik yang dikenal sebagai urethral play atau sounding.[18] Benda-benda lain seperti pulpen dan termometer terkadang juga digunakan, meskipun praktik ini berisiko menimbulkan cedera atau infeksi.[19] Sebagian orang juga menggunakan mesin seksual untuk menyimulasikan hubungan badan.[20]

Pria dan wanita dapat bermasturbasi hingga mendekati ambang orgasme, berhenti sejenak untuk meredakan gejolak gairah, lalu melanjutkannya kembali. Siklus ini dapat diulangi beberapa kali. Teknik "berhenti dan lanjut" ini, yang dikenal sebagai edging, mampu menghasilkan orgasme yang terasa jauh lebih intens.[21] Dalam kasus yang jarang terjadi, seseorang menghentikan stimulasi tepat sebelum orgasme guna mempertahankan energi puncak yang biasanya meluruh setelah orgasme tercapai.[22]

Masturbasi wanita

Stimulasi manual (fingering)

Lihat pula: Fingering
Ilustrasi seorang wanita yang bermasturbasi dengan menstimulasi vulvanya secara manual (fingering) – karya Gustav Klimt, Woman seated with thighs apart (1916)

Stimulasi manual dalam masturbasi wanita melibatkan tindakan mengelus atau menggosok vulva, terutama klitoris, menggunakan jari telunjuk atau jari tengah, atau keduanya. Terkadang, satu atau beberapa jari dimasukkan ke dalam vagina untuk mengelus dinding depan tempat Titik G mungkin berada.[23]

Metode lainnya

Alat bantu masturbasi seperti vibrator, dildo, atau bola Ben Wa juga dapat digunakan untuk menstimulasi vagina dan klitoris. Banyak wanita membelai payudara mereka atau menstimulasi puting dengan tangan yang bebas, dan stimulasi anal juga dinikmati oleh sebagian orang. Pelumas seksual terkadang digunakan saat bermasturbasi, terutama jika melibatkan penetrasi, tetapi hal ini tidak bersifat universal dan banyak wanita menganggap lubrikasi alami mereka sudah mencukupi.

Posisi umum untuk masturbasi wanita meliputi berbaring telentang atau tengkurap, duduk, berjongkok, berlutut, atau berdiri. Di bak mandi atau pancuran, seorang wanita dapat mengarahkan aliran air melalui kepala pancuran genggam ke arah klitoris, vulva, atau perineumnya. Saat berbaring tengkurap, seseorang dapat menggunakan tangan mereka, menunggangi bantal, sudut atau tepi tempat tidur, kaki pasangan, atau gumpalan pakaian, lalu melakukan gerakan "humping" pada vulva dan klitoris terhadap benda tersebut. Sambil berdiri, kursi, sudut furnitur, atau bahkan mesin cuci dapat digunakan untuk menstimulasi klitoris melalui labia dan pakaian. Beberapa orang bermasturbasi hanya dengan memberikan tekanan pada klitoris tanpa kontak langsung, misalnya dengan menekan telapak tangan atau pangkal tangan terhadap pakaian dalam atau pakaian lainnya.[butuh rujukan] Pada dekade 1920-an, Havelock Ellis melaporkan bahwa pada pergantian abad, para penjahit wanita yang menggunakan mesin jahit bertenaga pedal dapat mencapai orgasme dengan duduk di tepi kursi mereka.[24]

Wanita dapat menstimulasi diri mereka secara seksual dengan menyilangkan kaki dengan rapat dan mengencangkan otot-otot kaki, sehingga menciptakan tekanan pada alat kelamin. Hal ini berpotensi dilakukan di tempat umum tanpa disadari oleh orang lain. Pikiran, fantasi, dan kenangan akan gairah serta orgasme sebelumnya dapat menghasilkan rangsangan seksual. Beberapa wanita dapat mencapai orgasme secara spontan hanya melalui kekuatan tekad, meskipun hal ini mungkin tidak secara ketat dikategorikan sebagai masturbasi karena tidak melibatkan stimulus fisik.[25][26]

Terapis seks terkadang akan merekomendasikan pasien wanita untuk meluangkan waktu bermasturbasi hingga orgasme, misalnya, untuk membantu meningkatkan kesehatan seksual dan hubungan, membantu menentukan apa yang menyenangkan secara erotis bagi mereka, dan karena masturbasi bersama dapat mengarah pada hubungan seksual yang lebih memuaskan serta menambah keintiman.[27][28]

Masturbasi pria

Stimulasi manual

Ilustrasi seorang pria yang bermasturbasi dengan menstimulasi penisnya secara manual – karya Egon Schiele, Selbstbefriedigung (1911)

Teknik masturbasi yang paling umum adalah dengan menggenggam penis dengan kepalan tangan yang longgar, kemudian menggerakkan tangan ke atas dan ke bawah pada bagian glans (kepala) dan batang penis.[29] Jenis stimulasi ini dapat menghasilkan orgasme dan ejakulasi. Gerakan serta kecepatan tangan dapat bervariasi sepanjang sesi masturbasi. Beberapa pria mungkin menggunakan tangan yang bebas untuk mencumbu skrotum dan testis, perineum, serta bagian tubuh lainnya, atau mungkin menggunakan kedua tangan secara langsung pada penis. Posisi yang umum dilakukan meliputi berdiri, duduk, berbaring telentang atau tengkurap, berjongkok, atau berlutut. Dalam beberapa kasus, guna menghindari gesekan dan iritasi atau untuk meningkatkan sensasi seksual, pria lebih memilih untuk menggunakan pelumas pribadi atau air liur.[29] Pria juga dapat menggosok atau memijat berbagai area glans, seperti permukaan perut (bawah), sisi kiri dan kanan, tepi yang membulat yang dikenal sebagai korona, dan di sekitar frenulum.[30] Beberapa pria berbaring tengkurap dalam posisi pronasi dan menggosokkan penis mereka dengan lembut ke permukaan yang nyaman, seperti kasur atau bantal, sebuah teknik yang dikenal sebagai prone masturbation (masturbasi tengkurap).[29][31]

Metode lainnya

Pijat prostat adalah teknik lain yang digunakan untuk stimulasi seksual, seringkali untuk mencapai orgasme. Prostat terkadang disebut sebagai "Titik G pria" atau P-spot.[32] Beberapa pria dapat mencapai orgasme melalui stimulasi kelenjar prostat, dengan cara menstimulasinya menggunakan jari yang telah diberi pelumas dengan baik atau dildo yang dimasukkan melalui anus ke dalam rektum. Pria yang melaporkan sensasi stimulasi prostat sering kali memberikan deskripsi yang mirip dengan laporan wanita mengenai stimulasi titik G.[33][34] Pada beberapa pria, stimulasi prostat mungkin menghasilkan orgasme yang lebih intens daripada stimulasi penis.[33] Menstimulasi prostat dari luar, melalui tekanan pada perineum, juga dapat memberikan kenikmatan.[35] Masturbasi anal tanpa stimulasi prostat, baik dengan jari atau cara lain, juga merupakan teknik yang dinikmati oleh sebagian pria. Otot-otot anus berkontraksi selama orgasme, sehingga keberadaan objek yang menjaga sfingter tetap terbuka dapat memperkuat sensasi kontraksi dan mengintensifkan orgasme.[36]

Beberapa pria membiarkan tangan mereka tetap diam sambil melakukan dorongan panggul ke arah tangan tersebut untuk menyimulasikan gerakan persetubuhan. Puting adalah zona erogen dan stimulasi yang kuat pada bagian tersebut selama masturbasi dapat meningkatkan gairah seksual.[37] Pria lainnya mungkin juga menggunakan vibrator dan perangkat seksual lainnya untuk stimulasi seksual. Perangkat tersebut dapat digunakan untuk menstimulasi penis dan area lainnya, seperti skrotum, perineum, atau anus.[38] Alat bantu seksual lainnya untuk pria adalah vagina buatan seperti fleshlight.[39] Di bak mandi atau pancuran, seorang pria dapat mengarahkan aliran air melalui kepala pancuran genggam ke arah frenulum, testis, atau perineumnya. Salah satu teknik kontrol ejakulasi adalah dengan memberikan tekanan kuat pada perineum, sekitar setengah jalan antara skrotum dan anus, sesaat sebelum berejakulasi. Namun, hal ini dapat mengalihkan air mani ke dalam kandung kemih (dikenal sebagai ejakulasi retrograde).[40]

Masturbasi bersama

Lihat pula: Seks non-penetrasi

Masturbasi bersama melibatkan dua orang atau lebih yang bermasturbasi pada waktu yang sama atau saling menstimulasi secara seksual, biasanya menggunakan tangan. Praktik ini dapat dilakukan oleh individu dengan orientasi seksual apa pun, dan dapat menjadi bagian dari aktivitas seksual lainnya. Hal ini dapat berfungsi sebagai cumbu awal, atau sebagai alternatif dari penetrasi seksual.[3][4] Ketika digunakan sebagai alternatif dari penetrasi penis-vagina, tujuannya mungkin untuk menjaga keperawanan atau keperjakaan atau untuk menghindari risiko kehamilan.[41][42]

Bentuk-bentuk masturbasi bersama meliputi:

  • Masturbasi bersama tanpa kontak – Dua orang bermasturbasi di hadapan satu sama lain tetapi tidak saling menyentuh.
  • Masturbasi bersama dengan kontak – Seseorang menyentuh orang lain untuk bermasturbasi. Orang tersebut dapat melakukan hal yang sama selama atau sesudahnya.
  • Kelompok tanpa kontak – Lebih dari dua orang bermasturbasi di hadapan satu sama lain dalam sebuah kelompok tetapi tidak saling menyentuh.
  • Kelompok dengan kontak – Lebih dari dua orang secara fisik saling menyentuh untuk bermasturbasi sebagai sebuah kelompok.
  • Cumbu awal masturbasi bersama – Stimulasi manual pada alat kelamin satu sama lain di mana sesi tersebut akhirnya mengarah pada hubungan seksual.[43]
  • Masturbasi bersama jarak jauh – Beberapa masturbasi bersama terjadi antara individu di lokasi yang berbeda, difasilitasi oleh perangkat yang terhubung internet, terkadang disebut sebagai teledildonika.

Frekuensi, usia, dan jenis kelamin

Frekuensi masturbasi ditentukan oleh banyak faktor, misalnya daya tahan seseorang terhadap ketegangan seksual, kadar hormon yang memengaruhi pembangkitan gairah, kebiasaan seksual, pengaruh teman sebaya, kesehatan, serta sikap seseorang terhadap masturbasi yang dibentuk oleh budaya; E. Heiby dan J. Becker meneliti faktor yang terakhir disebut.[44] Penyebab medis juga telah dikaitkan dengan masturbasi, di mana masturbasi bukanlah penyebab melainkan efek,[45][46][47] dengan pengecualian pada kasus memasukkan benda asing ke dalam kandung kemih.[48]

Berbagai penelitian menemukan bahwa masturbasi lazim dilakukan oleh manusia. Studi Alfred Kinsey pada dekade 1950-an terhadap populasi Amerika Serikat menunjukkan bahwa 92% pria dan 62% wanita pernah bermasturbasi sepanjang hidup mereka.[26] Hasil serupa ditemukan dalam survei probabilitas nasional Inggris tahun 2007. Ditemukan bahwa di antara individu berusia 16 hingga 44 tahun, 95% pria dan 71% wanita bermasturbasi pada suatu waktu dalam hidup mereka. Sebanyak 73% pria dan 37% wanita melaporkan telah bermasturbasi dalam empat minggu sebelum wawancara, sementara 53% pria dan 18% wanita melaporkan telah bermasturbasi dalam tujuh hari terakhir.[49]

Merck Manual menyatakan bahwa 97% pria dan 80% wanita pernah bermasturbasi dan secara umum, laki-laki lebih sering bermasturbasi daripada perempuan.[50][51][52] Manual tersebut menyebutkan bahwa hampir separuh populasi melaporkan telah bermasturbasi dalam empat minggu terakhir.[53]

Masturbasi dianggap normal ketika dilakukan oleh anak-anak,[54][55][56] bahkan pada masa bayi dini.[45][57][58] Pada tahun 2009, Yayasan Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Sheffield menerbitkan pamflet bertajuk "Pleasure" yang membahas manfaat kesehatan dari masturbasi. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap data dan pengalaman dari negara-negara anggota Uni Eropa lainnya untuk menekan angka kehamilan remaja dan infeksi menular seksual (IMS), serta mempromosikan kebiasaan hidup sehat.[59]

Menurut New Oxford Textbook of Psychiatry (edisi ke-1), "Masturbasi dan permainan seksual adalah hal yang umum jauh sebelum pubertas. Perilaku seksual pada anak-anak kecil merupakan hal yang lumrah, dan hanya boleh dianggap sebagai tanda pelecehan seksual apabila dilakukan di luar konteks dan tidak sepantasnya."[60]

Dalam buku Human Sexuality: Diversity in Contemporary America karya Strong, Devault, dan Sayad, penulis mengemukakan, "Bayi laki-laki mungkin tertawa di ranjang bayinya sambil memainkan penisnya yang sedang ereksi." "Bayi perempuan terkadang menggerakkan tubuh mereka secara ritmis, bahkan hampir keras, sehingga tampak mengalami orgasme."[61] Ahli ginekologi Italia Giorgio Giorgi dan Marco Siccardi mengamati melalui ultrasonografi seorang janin perempuan yang kemungkinan sedang bermasturbasi dan menunjukkan apa yang tampak seperti orgasme.[62]

Kepercayaan populer menegaskan bahwa individu dari jenis kelamin apa pun yang tidak sedang berada dalam hubungan seksual aktif cenderung bermasturbasi lebih sering daripada mereka yang memiliki pasangan; namun, sering kali hal ini tidaklah benar karena masturbasi, baik dilakukan sendiri maupun bersama pasangan, kerap menjadi bagian dari suatu hubungan. Bertolak belakang dengan kepercayaan tersebut, beberapa penelitian mengungkapkan korelasi positif antara frekuensi masturbasi dan frekuensi hubungan badan. Sebuah studi melaporkan tingkat masturbasi yang secara signifikan lebih tinggi pada pria gay dan wanita yang sedang menjalin hubungan.[49][63][64][65]

Coon dan Mitterer menyatakan: "Sekitar 70 persen pria dan wanita yang telah menikah bermasturbasi setidaknya sesekali."[66][67][68]

Mitterer, Coon, dan Martini menulis pada tahun 2015: "Apakah lebih banyak pria yang bermasturbasi daripada wanita? Ya. Sementara 89 persen wanita melaporkan pernah bermasturbasi di suatu waktu, angka tersebut mencapai 95 persen untuk pria. (Beberapa orang sinis menambahkan, 'Dan 5 persen sisanya berbohong!')"[69]

Kegunaan evolusioner

Masturbasi wanita dapat mengubah kondisi di dalam vagina, serviks, dan rahim dengan cara yang mampu memengaruhi peluang konsepsi dari hubungan seksual, tergantung pada penentuan waktu masturbasi tersebut. Orgasme pada wanita yang terjadi antara satu menit sebelum hingga 45 menit setelah inseminasi cenderung mendukung peluang sperma untuk mencapai sel telur. Jika, sebagai contoh, ia telah berhubungan seksual dengan lebih dari satu pria, orgasme semacam itu dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan dari salah satu dari mereka.[70][71] Masturbasi wanita juga dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi serviks dengan meningkatkan keasaman lendir serviks dan dengan mengeluarkan kotoran dari dalam serviks.[71]

Pada pria, masturbasi berfungsi untuk membilas sperma lama dengan motilitas rendah dari saluran reproduksi pria. Ejakulasi berikutnya kemudian akan mengandung lebih banyak proporsi sperma segar, yang memiliki peluang lebih tinggi untuk mencapai konsepsi selama hubungan seksual. Jika lebih dari satu pria berhubungan seksual dengan seorang wanita, sperma dengan motilitas tertinggi akan mampu melakukan persaingan secara lebih efektif.[72][73][74]

Efek kesehatan

Konsensus medis menyatakan bahwa masturbasi merupakan kebiasaan yang sehat secara medis dan normal secara psikologis.[75][76][77][78] Tidak ditemukan adanya hubungan sebab-akibat antara masturbasi dengan bentuk gangguan mental atau fisik apa pun.[55][79] Masturbasi hanya ditemukan berbahaya sebagai akibat dari kondisi medis tertentu seperti Penyakit Peyronie[80] dan sindrom hard flaccid.[81] Praktik ini tidak menguras energi tubuh[82] atau menyebabkan ejakulasi dini.[83] Menurut Merck Manual of Diagnosis and Therapy, "Hal ini dianggap abnormal hanya jika menghambat perilaku yang berorientasi pada pasangan, dilakukan di tempat umum, atau cukup kompulsif hingga menyebabkan penderitaan."[51][84]

Masturbasi tunggal adalah aktivitas seksual yang hampir bebas dari risiko infeksi menular seksual.[85] Dengan dua partisipan atau lebih, risiko infeksi menular seksual, meski tidak sepenuhnya hilang, tetap lebih rendah dibandingkan dengan sebagian besar bentuk seks penetratif. Dukungan terhadap pandangan tersebut dan upaya untuk menjadikan masturbasi sebagai bagian dari kurikulum pendidikan seks di Amerika berujung pada pencopotan Surgeon General AS Joycelyn Elders selama masa pemerintahan Clinton.[86]

Manfaat

Masturbasi di kalangan remaja berkontribusi pada pengembangan kendali diri atas impuls seksual, serta memiliki peran dalam perkembangan fisik dan emosional anak-anak pada masa prapubertas dan pubertas.[87]

Terapis seks terkadang merekomendasikan pasien wanita untuk meluangkan waktu bermasturbasi hingga mencapai orgasme; misalnya, untuk membantu meningkatkan kesehatan seksual dan hubungan, membantu menentukan apa yang menyenangkan secara erotis bagi mereka, dan karena masturbasi bersama dapat mengarah pada hubungan seksual yang lebih memuaskan serta menambah keintiman.[27][28] Encyclopædia Britannica menyebutkan penggunaan masturbasi dalam terapi seks, sebagaimana juga diuraikan dalam Human Sexuality: An Encyclopedia.[88][89] Britannica juga menyebut anggapan bahwa masturbasi berbahaya secara fisik sebagai sebuah "mitos", dan menyatakan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan praktik tersebut sebagai perilaku yang tidak dewasa.[90]

Masturbasi bersama memungkinkan pasangan untuk mengungkap "peta pusat kesenangan" mereka, serta mempelajari bagaimana mereka menikmati sentuhan. Ketika persetubuhan dirasa kurang nyaman atau tidak praktis, masturbasi bersama memberikan kesempatan bagi pasangan untuk memperoleh pelepasan seksual sesering yang diinginkan.[91]

Dalam banyak kalangan kesehatan mental, diyakini bahwa masturbasi dapat meredakan depresi dan menumbuhkan rasa harga diri yang lebih tinggi.[92] Ketika salah satu pasangan dalam suatu hubungan menginginkan aktivitas seksual lebih sering daripada pasangannya, masturbasi dapat memberikan efek penyeimbang dan mendorong hubungan yang lebih harmonis.[91]

Pada tahun 2003, tim peneliti Australia yang dipimpin oleh Graham Giles dari The Cancer Council Australia[93] menemukan bahwa pria yang sering bermasturbasi memiliki probabilitas lebih rendah untuk menderita kanker prostat, meskipun mereka tidak dapat menunjukkan hubungan sebab-akibat secara langsung. Sebuah studi tahun 2008 menyimpulkan bahwa ejakulasi yang sering antara usia 20 dan 40 tahun berkorelasi dengan risiko kanker prostat yang lebih tinggi, sementara ejakulasi yang sering pada dekade keenam kehidupan berkorelasi dengan risiko yang lebih rendah.[94] Namun, studi tahun 2016 yang lebih luas menemukan bahwa ejakulasi secara teratur secara nyata mengurangi risiko kanker prostat pada semua kelompok usia.[95]

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 1997 menemukan hubungan terbalik antara kematian akibat penyakit jantung koroner dan frekuensi orgasme, bahkan dengan mempertimbangkan risiko bahwa iskemia miokard dan infark miokard dapat dipicu oleh aktivitas seksual. Penulis menyatakan: "Hubungan antara frekuensi orgasme dan semua penyebab mortalitas juga diperiksa menggunakan titik tengah dari setiap kategori respons yang dicatat sebagai jumlah orgasme per tahun. Rasio odds yang disesuaikan dengan usia untuk peningkatan 100 orgasme per tahun adalah 0,64 (0,44 hingga 0,95)." Artinya, perbedaan mortalitas muncul di antara dua subjek ketika salah satu subjek berejakulasi sekitar dua kali seminggu lebih sering daripada subjek lainnya. Dengan asumsi rata-rata rentang luas antara tiga hingga lima kali ejakulasi per minggu untuk pria sehat, ini berarti lima hingga tujuh kali ejakulasi per minggu. Hal ini konsisten dengan makalah tahun 2003 yang menemukan bahwa kekuatan korelasi ini meningkat seiring dengan bertambahnya frekuensi ejakulasi.[96]

Studi tahun 2008 di Universitas Ilmu Kedokteran Tabriz menemukan bahwa ejakulasi mengurangi pembengkakan pembuluh darah hidung, sehingga melegakan saluran napas untuk pernapasan normal. Mekanismenya adalah melalui stimulasi sistem saraf simpatik dan bersifat tahan lama. Penulis studi tersebut menyarankan: "Hal ini dapat dilakukan dari waktu ke waktu untuk meredakan hidung tersumbat dan pasien dapat menyesuaikan jumlah persetubuhan atau masturbasi tergantung pada keparahan gejala."[97]

Puncak kenikmatan seksual membuat seseorang berada dalam kondisi rileks dan puas, yang sering kali diikuti oleh rasa kantuk dan tidur.[98][99][100]

Beberapa profesional menganggap masturbasi setara dengan latihan kardiovaskular.[101] Meskipun penelitian masih terbatas, mereka yang menderita gangguan kardiovaskular, terutama yang sedang pulih dari serangan jantung, harus melanjutkan aktivitas fisik secara bertahap dengan frekuensi dan intensitas yang diizinkan oleh status fisik mereka. Pembatasan ini dapat berfungsi sebagai dorongan untuk menjalani sesi terapi fisik guna membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Secara umum, aktivitas seksual sedikit meningkatkan konsumsi energi.[102][103]

Risiko

Masturbasi umumnya aman,[104] dan komplikasi jarang terjadi. Ketika masalah muncul, hal tersebut umumnya disebabkan oleh metodologi[105][106][107] atau penyakit kejiwaan yang mendasarinya.[108][109] Penelitian menunjukkan bahwa pria dengan masturbasi atipikal, seperti masturbasi tengkurap (prone masturbation) dan masturbasi dengan menjepit kaki, memiliki tingkat disfungsi ereksi (DE) yang lebih tinggi daripada pria dengan masturbasi tipikal.[110]

Mereka yang memasukkan benda-benda sebagai alat bantu masturbasi berisiko benda tersebut tersangkut (baik karena ukuran, teknik, maupun anatomi; termasuk benda asing rektal[106] dan benda asing uretra[107]), sehingga menimbulkan kerusakan. Risiko semacam ini dapat menimpa pria maupun wanita, dengan banyak laporan kasus yang tersedia, termasuk kasus seorang wanita yang melukai uretranya setelah memasukkan dua buah pensil saat bermasturbasi,[48] serta kasus seorang pria yang membutuhkan perawatan intensif setelah memasukkan kabel penyuara kuping (earphone) ke dalam kandung kemihnya.[111]

Pria yang penisnya mengalami trauma tumpul selama persetubuhan atau masturbasi, dalam kasus yang jarang, dapat menderita patah penis,[105][112][113] menderita Penyakit Peyronie,[80][114] atau memicu sindrom hard flaccid.[81] Dalam kasus-kasus ini, manipulasi penis yang bertenaga dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau kerusakan lebih lanjut.

Persentase kecil pria mengalami sindrom penyakit pascaorgasme (POIS), yang dapat menyebabkan nyeri otot parah di seluruh tubuh dan gejala lainnya segera setelah ejakulasi, baik karena masturbasi maupun seks dengan pasangan. Gejala tersebut berlangsung hingga satu minggu.[115][116][117] Beberapa dokter berspekulasi bahwa frekuensi POIS "dalam populasi mungkin lebih besar daripada yang dilaporkan dalam literatur akademik",[118] dan banyak kasus yang tidak terdiagnosis.[119]

Masturbasi kompulsif dan perilaku kompulsif lainnya dapat menjadi tanda adanya masalah emosional, yang mungkin perlu ditangani oleh spesialis kesehatan mental.[109] Seperti halnya "kebiasaan gugup" lainnya, lebih membantu untuk mempertimbangkan penyebab perilaku kompulsif tersebut, daripada mencoba menekan keinginan masturbasi.[120]

Di samping banyak faktor lainnya—seperti bukti medis, pengetahuan seksual pada usia dini, permainan yang menjurus ke arah seksual, serta perilaku dini atau menggoda—masturbasi yang berlebihan dapat menjadi indikator terjadinya pelecehan seksual.[121][122]

Menurut DSM-5-TR, "Ejakulasi tertunda dikaitkan dengan masturbasi yang sangat sering, penggunaan teknik masturbasi yang tidak mudah ditiru oleh pasangan, dan perbedaan yang mencolok antara fantasi seksual selama masturbasi dengan kenyataan seks bersama pasangan."[108]

Sejarah budaya

Artikel utama: Sejarah masturbasi

Dunia kuno

Detail sebuah krater, berasal dari sekitar tahun 560–550 SM, menunjukkan seorang satir sedang bermasturbasi, sebuah adegan yang umum ditemukan dalam banyak lukisan tembikar Yunani kuno[123][124]

Stimulasi seksual pada organ kelamin diri sendiri telah diinterpretasikan secara beragam oleh berbagai agama, menjadi subjek perundang-undangan, kontroversi sosial, aktivisme, serta studi intelektual dalam bidang seksologi. Pandangan sosial mengenai tabu masturbasi sangat bervariasi di berbagai budaya dan sepanjang sejarah.

Terdapat penggambaran masturbasi pria dan wanita dalam lukisan batu prasejarah di seluruh dunia. Dari catatan paling awal, bangsa Sumeria kuno memiliki sikap yang sangat santai terhadap seks.[125] Bangsa Sumeria meyakini secara luas bahwa masturbasi meningkatkan potensi seksual, baik bagi pria maupun wanita,[125] dan mereka sering melakukannya, baik sendiri maupun bersama pasangan mereka.[125] Pria sering kali menggunakan minyak-puru, minyak khusus yang kemungkinan dicampur dengan bubuk bijih besi yang dimaksudkan untuk meningkatkan gesekan.[125] Masturbasi juga merupakan sebuah tindakan penciptaan dan, dalam mitologi Sumeria, dewa Enki diyakini telah menciptakan sungai Tigris dan Efrat dengan cara bermasturbasi dan berejakulasi ke dalam dasar sungai yang kosong.[126] Bangsa Mesir Kuno juga menganggap masturbasi oleh dewa sebagai tindakan penciptaan; dewa Atum diyakini telah menciptakan alam semesta melalui masturbasi hingga ejakulasi.[127]

Bangsa Yunani Kuno juga memandang masturbasi sebagai substitusi yang normal dan sehat untuk bentuk penikmatan seksual lainnya.[128] Sebagian besar informasi mengenai masturbasi di Yunani kuno berasal dari karya-karya komedi Yunani kuno dan tembikar yang masih bertahan.[123] Masturbasi sering dirujuk dalam komedi-komedi karya Aristofanes yang masih ada, yang menjadi sumber informasi terpenting mengenai pandangan Yunani kuno tentang subjek tersebut.[123] Dalam tembikar Yunani kuno, para satir sering digambarkan sedang bermasturbasi.[123][124] Menurut buku Riwayat dan Pendapat Para Filosof Tersohor karya biografer abad ketiga Masehi Diogenes Laertius, tokoh Diogenes dari Sinope, seorang filsuf Sinis abad keempat SM, sering bermasturbasi di tempat umum, yang saat itu dianggap sebagai tindakan memalukan.[129][130][131] Ketika orang-orang menegurnya atas perilaku tersebut, ia akan menjawab, "Seandainya saja mengusir rasa lapar semudah menggosok-gosok perutku."[130][131][132]

Di antara perspektif non-Barat mengenai masalah ini, beberapa pengajar dan praktisi pengobatan tradisional Tiongkok, meditasi Tao, dan seni bela diri mengatakan bahwa masturbasi dapat menyebabkan penurunan tingkat energi yang pada pria, tetapi tidak membahayakan wanita yang memiliki elemen yin, bahkan melangkah lebih jauh dengan memperkenalkan alat masturbasi untuk wanita dalam literatur.[133] Di dalam wilayah Cekungan Kongo Afrika, kelompok etnis Aka, Ngandu, Lesi, Brbs, dan Ituri semuanya tidak memiliki kata untuk masturbasi dalam bahasa mereka dan merasa bingung dengan konsep masturbasi itu sendiri.[134]

Perkembangan pandangan dunia Barat kontemporer

Abad ke-18

Onanisme merupakan istilah hibrida yang menggabungkan kata benda nama diri, Onan, dengan akhiran -isme.[135] Gagasan mengenai pencemaran diri, kenajisan, dan kekotoran semakin dikaitkan dengan berbagai keburukan seksual lainnya serta kejahatan tubuh (seperti perzinaan, sodomi, perselingkuhan, inses, dan bahasa cabul); sebagai reaksi terhadap budaya kebebasan moral (libertine) abad ke-17, para moralis kelas menengah semakin gencar mengampanyekan reformasi perilaku dan regulasi tubuh yang lebih ketat. Secara paradoks, sebuah "kejahatan" yang bersifat rahasia dan pribadi justru menjadi topik yang populer dan modis. Lebih jauh lagi, para penulis cenderung lebih fokus pada kaitan yang dianggap ada antara penyakit mental dan fisik dengan rasa kemarahan moral. Perhatian pun semakin beralih pada pencegahan dan penyembuhan penyakit ini yang dianggap secara berbahaya melemahkan kejantanan pria.[136]

Sebelum tahun 1712, onanisme bukanlah sebuah masalah besar.[137]

Penggunaan kata "onanisme" pertama kali secara konsisten dan spesifik untuk merujuk pada masturbasi muncul dalam sebuah pamflet yang pertama kali diedarkan di London pada tahun 1716, berjudul "Onania, or the Heinous Sin of self-Pollution, And All Its Frightful Consequences, In Both Sexes, Considered: With Spiritual and Physical Advice To Those Who Have Already Injured Themselves By This Abominable Practice." Namun, Online Etymology Dictionary mengeklaim bahwa penggunaan tertua onanisme yang diketahui terjadi pada tahun 1727. Pada tahun 1743–1745, dokter asal Inggris Robert James menerbitkan A Medicinal Dictionary, di mana ia mendeskripsikan masturbasi sebagai praktik yang "menghasilkan gangguan yang paling menyedihkan dan umumnya tidak dapat disembuhkan" serta menyatakan bahwa "mungkin tidak ada dosa yang menghasilkan begitu banyak konsekuensi mengerikan".[138] Salah satu dari sekian banyak orang yang merasa ngeri dengan deskripsi penyakit dalam Onania adalah dokter terkemuka asal Swiss, Samuel-Auguste Tissot. Pada tahun 1760, ia menerbitkan L'Onanisme, risalah medis komprehensif miliknya mengenai dampak buruk masturbasi yang ia yakini. Meskipun ide-ide Tissot sekarang dianggap bersifat dugaan belaka, risalahnya disajikan sebagai karya ilmiah yang terpelajar pada masa ketika fisiologi eksperimental praktis belum ada.[139]

Immanuel Kant menganggap masturbasi sebagai pelanggaran terhadap hukum moral. Dalam Metafisika Moral (1797), ia mengajukan argumen a posteriori bahwa "penggunaan atribut seksual yang tidak alami tersebut" akan membuat "setiap orang yang memikirkannya" merasa hal itu sebagai "pelanggaran kewajiban terhadap diri sendiri", dan menyarankan bahwa tindakan itu dianggap begitu amoral bahkan untuk menyebut nama aslinya sekalipun (berbeda dengan kasus bunuh diri yang juga dianggap melanggar kewajiban). Namun, ia kemudian mengakui bahwa "tidaklah mudah untuk menghasilkan demonstrasi rasional mengenai ketidakbolehan penggunaan yang tidak alami tersebut", tetapi pada akhirnya ia menyimpulkan bahwa kebejatan moralnya terletak pada fakta bahwa "seorang manusia melepaskan kepribadiannya ... ketika ia menggunakan dirinya semata-mata sebagai sarana untuk kepuasan dorongan hewani".[140] Argumennya ditolak karena dianggap cacat oleh para ahli etika abad ke-20 dan ke-21.[141][142]

Abad ke-19

Pada tahun 1838, Jean Esquirol telah menyatakan dalam bukunya Des Maladies Mentales bahwa masturbasi "diakui di semua negara sebagai penyebab kegilaan".[143][144] Literatur medis pada masa itu juga mendeskripsikan prosedur yang lebih invasif termasuk terapi kejutan listrik, infibulasi, alat pengekang seperti sabuk kesucian dan jaket pengekang, kauterisasi, atau — sebagai upaya terakhir — pemotongan bedah menyeluruh pada alat kelamin.[butuh rujukan] Sikap medis terhadap masturbasi mulai berubah menjelang akhir abad ke-19 ketika H. Havelock Ellis, dalam karya monumentalnya tahun 1897 Studies in the Psychology of Sex, mempertanyakan premis-premis Tissot.[145]

Abad ke-20

Pada tahun 1905, Sigmund Freud mengulas tentang masturbasi dalam bukunya, Tiga Esai tentang Teori Seksualitas, dan mengaitkannya dengan zat adiktif. Ia mendeskripsikan perilaku masturbasi pada bayi selama masa menyusui, pada usia empat tahun, dan saat masa pubertas. Pada periode yang sama, kondisi medis yang saat itu dianggap sebagai histeria—berasal dari bahasa Yunani hystera atau rahim—ditangani dengan apa yang sekarang dapat dideskripsikan sebagai masturbasi bagi wanita yang dilakukan atau diresepkan secara medis. Pada tahun 1910, pertemuan Lingkaran psikoanalitik Wina mendiskusikan efek moral maupun kesehatan dari masturbasi,[146] namun publikasi mengenai hal tersebut ditekan. "Mengenai Bentuk-Bentuk Spesifik Masturbasi" merupakan sebuah esai tahun 1922 karya seorang tokoh Austria lainnya, yakni psikiater dan psikoanalis Wilhelm Reich. Dalam esai setebal tujuh setengah halaman tersebut, Reich menerima gagasan yang berlaku saat itu mengenai peran fantasi bawah sadar dan perasaan bersalah yang muncul kemudian, yang ia pandang bersumber dari tindakan itu sendiri.[butuh rujukan]

Menjelang tahun 1930, F. W. W. Griffin, editor majalah The Scouter, menulis dalam sebuah buku untuk Rover Scouts yang menyatakan bahwa godaan untuk bermasturbasi adalah "tahap perkembangan yang cukup alami" dan, dengan mengutip karya Ellis, berpendapat bahwa "upaya untuk mencapai pantang secara total adalah kesalahan yang sangat serius." Karya seksolog Alfred Kinsey selama dekade 1940-an dan 1950-an, terutama Laporan Kinsey, menegaskan bahwa masturbasi merupakan perilaku naluriah bagi pria maupun wanita. Pada tahun 1961, The Encyclopedia of Sexual Behavior yang disunting oleh Albert Ellis dan Albert Abarbanel menyatakan bahwa masturbasi adalah hal yang normal dan sehat pada usia berapa pun.[147] Di Amerika Serikat, masturbasi tidak lagi menjadi kondisi yang dapat didiagnosis sebagai gangguan sejak diterbitkannya DSM II (1968).[148] Sirkumsisi terkadang digunakan sebagai sarana pencegahan masturbasi, di mana beberapa manual pediatrik arus utama di negara-negara berbahasa Inggris terus merekomendasikannya sebagai pencegah masturbasi hingga dekade 1950-an,[149] dan edisi 1970 dari buku teks urologi standar AS menyebutkan bahwa "Orang tua dengan mudah... mengadopsi langkah-langkah yang dapat mencegah masturbasi. Sirkumsisi biasanya disarankan atas dasar ini."[149][150]

Pada abad ke-20 (1962), gagasan mengenai "kegilaan masturbasi" telah diatribusikan sebagai hipotesis yang tidak rasional dan tidak ilmiah.[151]

Thomas Szasz menyatakan pada tahun 1973 mengenai pergeseran dalam konsensus ilmiah:[152][153][154] "Masturbasi: aktivitas seksual utama umat manusia. Di abad kesembilan belas, itu adalah penyakit; di abad kedua puluh, itu adalah obatnya."[155]

Dörner dkk. menulis dalam buku klasik mereka (1978): "Kepuasan diri (self-satisfaction) merupakan hal yang sangat berharga bagi keberhasilan kenikmatan seksual, tetapi juga bagi kemitraan dan hubungan seksual lainnya: karena hanya jika saya bisa menawarkan sesuatu kepada diri saya sendiri, barulah saya bisa menawarkannya kepada orang lain. ... Bukan kepuasan diri, melainkan perasaan yang berkorelasi erat dengannya yang membutuhkan bantuan, antara lain melalui konseling maupun terapi!"[156]

Pada dekade 1980-an, Michel Foucault berargumen bahwa tabu masturbasi merupakan "pemerkosaan oleh orang tua terhadap aktivitas seksual anak-anak mereka". Namun, pada tahun 1994, ketika Surgeon General Amerika Serikat, Joycelyn Elders, menyatakan dalam sebuah catatan samping bahwa masturbasi itu aman dan sehat serta harus disebutkan dalam kurikulum pendidikan seks di sekolah, ia dipaksa mengundurkan diri,[86] karena para penentangnya bersikeras bahwa ia sedang mempromosikan pengajaran tentang cara bermasturbasi.[butuh rujukan]

Abad ke-21

Thomas W. Laqueur menyatakan: "Dengan kadar klinis dan muatan politik yang kian berkurang, 'keburukan tunggal' dari imajinasi dan fantasi yang dahulu begitu menakutkan bagi Rousseau telah bertransformasi menjadi kebajikan: memuaskan diri sendiri kini dipandang sebagai jalan menuju pengenalan diri, penemuan jati diri, dan kesejahteraan spiritual."[157]

Baik praktik maupun pandangan budaya mengenai masturbasi terus berevolusi pada abad ke-21, sebagian dikarenakan dunia-kehidupan kontemporer yang semakin teknis. Sebagai contoh, foto digital atau video langsung dapat digunakan untuk berbagi pengalaman masturbasi, baik dalam format siaran (yang mungkin ditukarkan dengan uang, seperti dalam pertunjukan oleh model webcam), maupun antarindividu yang menjalin hubungan jarak jauh. Teledildonik menjadi bidang yang terus berkembang. Masturbasi digambarkan sebagai bagian yang rumit dari "Cinta di Abad ke-21" dalam drama Channel 4 dengan judul yang sama.[158] Pada dekade 2020-an, muncul subkultur daring bernama "gooning" yang berfokus pada sesi masturbasi yang berkepanjangan. Para pesertanya membangun "gooncaves", yakni ruangan yang dipenuhi proyektor dan layar televisi yang menayangkan pornografi serta poster-poster pornografi, lalu memamerkannya secara daring.[159]

Pandangan mengenai masturbasi

Stigma

Meskipun banyak profesional medis dan ilmuwan telah menemukan bukti yang sangat kuat bahwa masturbasi itu sehat[51][75][76][77][83][148][155][160][161] dan umum dipraktikkan oleh pria maupun wanita, stigma mengenai topik ini masih bertahan hingga kini. Pada November 2013, Matthew Burdette, seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun di San Diego, melakukan bunuh diri setelah rekan siswanya secara diam-diam merekam video dirinya yang tengah bermasturbasi di bilik toilet dan menyebarkannya.[162][163]

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh organisasi nirlaba Planned Parenthood Federation of America, dilaporkan: "Sebagai pembuktian bahwa stigma kuno terhadap masturbasi ini masih hidup dan dirasakan baik oleh wanita maupun pria, para peneliti pada tahun 1994 menemukan bahwa separuh dari orang dewasa pria dan wanita yang bermasturbasi merasa bersalah karenanya (Laumann, dkk., 1994. hlm. 85). Studi lain pada tahun 2000 menemukan bahwa remaja laki-laki masih sering merasa takut untuk mengakui bahwa mereka bermasturbasi (Halpern, dkk., 2000, 327)."[28]

Dorongan dan anjuran

Di Inggris pada tahun 2009, sebuah pamflet diterbitkan oleh Layanan Kesehatan Nasional (NHS) di Sheffield dengan slogan, "satu orgasme sehari menjauhkanmu dari dokter". Pamflet tersebut juga menyatakan: "Para ahli promosi kesehatan menganjurkan lima porsi buah dan sayuran sehari serta aktivitas fisik selama 30 menit tiga kali seminggu. Bagaimana dengan seks atau masturbasi dua kali seminggu?" Pamflet ini disebarluaskan kepada orang tua, guru, dan pekerja kepemudaan dengan maksud memperbarui pendidikan seks dengan memberi tahu siswa sekolah yang lebih tua mengenai manfaat seks yang menyenangkan. Para penulisnya menyatakan bahwa selama ini para ahli terlalu terpaku pada kebutuhan akan "seks aman" dan hubungan yang berkomitmen, sembari mengabaikan alasan utama mengapa banyak orang melakukan hubungan seks. Pamflet tersebut bertajuk Pleasure (Kenikmatan). Alih-alih mempromosikan seks remaja, salah satu penulisnya menyebutkan bahwa hal ini justru dapat mendorong kaum muda untuk menunda hilangnya keperawanan atau keperjakaan mereka sampai mereka yakin akan menikmati pengalaman tersebut.[59][164]

Wilayah Extremadura di Spanyol meluncurkan program pada tahun 2009 untuk mendorong "eksplorasi diri secara seksual dan penemuan kenikmatan diri" pada remaja berusia 14 hingga 17 tahun. Kampanye senilai €14.000 ini mencakup pamflet, selebaran, sebuah "fanzine", dan lokakarya bagi kaum muda di mana mereka menerima instruksi mengenai teknik masturbasi beserta saran tentang kontrasepsi dan harga diri. Inisiatif yang mengusung slogan "Kenikmatan ada di tangan Anda sendiri" ini telah memicu kemarahan politisi sayap kanan setempat dan menantang pandangan tradisional Katolik Roma. Pejabat dari wilayah tetangga, Andalusia, telah menyatakan ketertarikan untuk mengadopsi program serupa.[165]

Buku teks Palliative care nursing: quality care to the end of life (Keperawatan paliatif: perawatan berkualitas hingga akhir hayat) menyatakan, "Pasien dengan penyakit terminal kemungkinan besar tidak berbeda dari populasi umum dalam hal kebiasaan masturbasi mereka. Praktisi perawatan paliatif harus secara rutin bertanya kepada pasien apakah ada hal yang mengganggu kemampuan mereka untuk bermasturbasi, dan kemudian bekerja sama dengan pasien untuk memperbaiki masalah tersebut jika teridentifikasi."[166]

Gerakan seks positif menyuarakan pentingnya lingkungan yang mendukung bagi praktik masturbasi.[butuh rujukan]

Sebuah makalah ulasan tahun 2016 menyebutkan bahwa masturbasi yang aman, dalam kadar moderat (tidak berlebihan), bermanfaat bagi kesehatan jantung dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular utama yang merugikan.[167]

Sebuah makalah penelitian tahun 2019 menyatakan bahwa masturbasi dalam kadar moderat dapat meningkatkan kualitas tidur, terutama jika terjadi satu orgasme atau lebih selama aktivitas tersebut.[168]

Donor sperma

Masturbasi pria dapat digunakan sebagai metode untuk memperoleh air mani bagi prosedur reproduksi pihak ketiga, seperti inseminasi buatan dan fertilisasi in vitro (bayi tabung) yang mungkin melibatkan penggunaan sperma pasangan ataupun donor.[169][170]

Di bank sperma atau klinik kesuburan, sebuah ruangan khusus atau bilik dapat disediakan agar air mani dapat diproduksi melalui masturbasi pria untuk digunakan dalam perawatan kesuburan seperti inseminasi buatan. Sebagian besar air mani yang digunakan untuk donor sperma, dan seluruh air mani yang didonorkan melalui bank sperma oleh para pendonor sperma, diproduksi dengan cara ini. Fasilitas di bank sperma yang digunakan untuk tujuan ini dikenal sebagai masturbatorium (di AS) atau ruang produksi pria (di Inggris). Sebuah tempat tidur atau sofa biasanya disediakan bagi pria tersebut, dan film pornografi atau materi lainnya mungkin tersedia untuk membantu proses tersebut.[171]

Hukum

Penuntutan hukum terhadap masturbasi bervariasi pada masa yang berbeda, mulai dari status ilegal sepenuhnya hingga penerimaan yang nyaris tanpa batas. Dalam kode hukum abad ke-17 untuk koloni Puritan di New Haven, Connecticut, para penista agama, homoseksual, dan pelaku masturbasi dapat dijatuhi hukuman mati.[172]

Sering kali, masturbasi di hadapan orang lain dituntut di bawah undang-undang umum seperti ketidaksenonohan publik, meskipun beberapa hukum menyebutkan masturbasi secara spesifik. Di Inggris, bermasturbasi di tempat umum adalah ilegal berdasarkan Pasal 28 dari Undang-Undang Klausul Polisi Kota 1847. Hukumannya bisa mencapai 14 hari penjara, tergantung pada berbagai faktor situasional.[173] Di Amerika Serikat, hukum bervariasi dari satu negara bagian ke negara bagian lainnya. Pada tahun 2010, Mahkamah Agung Alabama menguatkan undang-undang negara bagian yang mengkriminalisasi distribusi alat bantu seks.[174] Di kota Charlotte, North Carolina, bermasturbasi di tempat umum merupakan pelanggaran ringan kategori 3.[173] Pada tahun 2013, seorang pria yang kedapatan bermasturbasi secara terbuka di sebuah pantai di Swedia dibebaskan dari tuduhan pelecehan seksual, setelah pengadilan menemukan bahwa aktivitasnya tidak ditujukan kepada orang tertentu.[175]

Terdapat perdebatan mengenai apakah masturbasi perlu didorong di lembaga pemasyarakatan. Pembatasan terhadap pornografi, yang digunakan untuk menyertai masturbasi, lazim dilakukan di fasilitas pemasyarakatan Amerika. Pejabat Departemen Pemasyarakatan Connecticut menyatakan bahwa pembatasan ini dimaksudkan untuk menghindari lingkungan kerja yang bermusuhan bagi para petugas lapas.[176] Peneliti lain berpendapat bahwa mengizinkan masturbasi dapat membantu narapidana membatasi dorongan seksual mereka pada imajinasi semata, alih-alih terlibat dalam pemerkosaan penjara atau aktivitas seksual non-masturbasi lainnya yang dapat menimbulkan risiko infeksi menular seksual atau bahaya kesehatan lainnya.[177]

Pandangan agama

Artikel utama: Pandangan agama tentang masturbasi
Lihat pula: Agama dan seksualitas, Yudaisme dan masturbasi, Islam dan masturbasi, dan Mormonisme dan masturbasi
Sebuah relief candi di Khajuraho, Madhya Pradesh, India, menampilkan sepasang kekasih dalam pelukan seksual dengan seorang pria dan wanita yang sedang bermasturbasi di kedua sisinya.

Agama memiliki pandangan yang sangat luas mengenai masturbasi, mulai dari yang menganggapnya sepenuhnya tidak diperbolehkan (misalnya dalam sebagian besar aliran Kristen, sebagian besar mazhab Islam, dan beberapa sekte Yudaisme)[178] hingga yang mendorong dan menyempurnakannya (seperti dalam beberapa tradisi Dharmik, Neotantra, dan praktik seksual Taoisme).

Dalam budaya populer

Sastra

Novel anak sekolah tahun 1858, Eric, or, Little by Little, merupakan risalah yang menentang masturbasi, meskipun ia tidak menyebutkan subjek tersebut kecuali secara sangat tidak langsung sebagai "Kibroth-Hattaavah", sebuah tempat yang disebutkan dalam Perjanjian Lama di mana mereka yang bernafsu pada daging dimakamkan.[butuh rujukan]

Pada bulan Oktober 1972, sebuah kasus penyensoran penting terjadi di Australia, yang berujung pada pelarangan novel karya Philip Roth, Portnoy's Complaint, di negara tersebut karena referensi masturbasinya. Sensor ini memicu kemarahan publik pada saat itu.[179]

Penggambaran dan referensi lebih lanjut mengenai masturbasi telah muncul di sepanjang kesusastraan, dan praktik itu sendiri bahkan telah berkontribusi pada proses kreatif beberapa penulis tertentu, seperti Wolfe, Balzac, Flaubert, dan John Cheever.[180] Mungkin penggambaran fiksi yang paling terkenal tentang masturbasi terjadi dalam episode "Nausicaa" dari novel Ulysses karya James Joyce. Di sini, protagonis novel tersebut, Bloom, mencapai klimaks secara diam-diam selama pertunjukan kembang api publik setelah terbangkitkan gairahnya oleh eksibisionisme seorang wanita muda.[butuh rujukan]

Musik

section ini memuat contoh-contoh yang kemungkinan bersifat sembarang, berlebihan, atau tak relevan. Harap memperbaiki artikel ini dengan menambah teks yang lebih deskriptif dan hapus contoh-contoh yang tak penting. Bacalah panduan menulis sebagai saran. (Juli 2025)

Dalam musik populer, terdapat berbagai lagu yang membahas tentang masturbasi. Beberapa contoh paling awal adalah "My Ding-a-Ling" karya Chuck Berry serta "Mary Ann with the Shaky Hand" dan "Pictures of Lily" karya The Who.[181]

Lagu-lagu populer yang lebih baru mencakup "Love Myself" karya Hailee Steinfeld, "Rosie" karya Jackson Browne, "Una luna de miel en la mano" karya Virus, "I Touch Myself" karya Divinyls, "Very Busy People" karya The Limousines, "Dancing with Myself" karya Billy Idol, "Everyday I Die" karya Gary Numan, "You're Makin' Me High" karya Toni Braxton, "Holding My Own" karya The Darkness, "Nickelodeon Girls" karya Pink Guy, "Vibe On" karya Dannii Minogue, "Orgasm Addict" karya Buzzcocks, "Spank Thru" dan "Paper Cuts" karya Nirvana, "Captain Jack" dan "The Stranger" karya Billy Joel, "Blister in the Sun" karya Violent Femmes, "Longview" karya Green Day, "M+Ms" karya Blink-182, "Wow, I Can Get Sexual Too" karya Say Anything, "Touch of My Hand" karya Britney Spears, "Fingers" dan "U + Ur Hand" karya P!nk,[182] "So Happy I Could Die" karya Lady Gaga, "Masturbating Jimmy" karya The Tiger Lillies, "When Life Gets Boring" karya Gob, "Daybed" karya FKA Twigs, "Get a Grip" karya Semisonic, "Darling Nikki" karya Prince, dan "Masturbation" oleh Dadaroma. Rekaman tahun 1983 "She Bop" karya Cyndi Lauper adalah salah satu dari lima belas lagu pertama yang diwajibkan menyertakan stiker Parental Advisory karena konten seksualnya.[183] Dalam sebuah wawancara tahun 1993 di The Howard Stern Show, Lauper mengeklaim bahwa ia merekam trek vokal lagu tersebut dalam keadaan telanjang.[184] Lagu "Masturbates" oleh grup musik rock Mindless Self Indulgence juga mengangkat konsep aktivitas auto-erotik dalam kerangka punk.[butuh rujukan]

Film

Dalam film karya Monty Python, The Meaning of Life (1983), lagu "Every Sperm Is Sacred" merupakan satire terhadap ajaran Katolik tentang reproduksi yang melarang masturbasi (dan kontrasepsi) melalui cara buatan. Dalam Talking Cock oleh komedian Richard Herring, sketsa tersebut digunakan untuk mencemooh mereka yang mengutuk masturbasi (dan seks) untuk tujuan apa pun selain prokreasi.[185]

Dalam film American Pie (1999), Nadia (Shannon Elizabeth) menemukan koleksi pornografi Jim (Jason Biggs) dan, sambil duduk di tempat tidurnya dalam keadaan setengah telanjang, ia bermasturbasi menggunakan koleksi tersebut. Dalam American Reunion (2012), Noah (Eugene Levy) berusaha menjelaskan potensi suka dan duka saat Jim harus menjelaskan konsep masturbasi kepada calon putranya.[186]

Televisi

Dalam episode Seinfeld yang bertajuk "The Contest",[187] karakter-karakter utama acara tersebut melakukan sebuah taruhan untuk melihat siapa yang mampu bertahan paling lama tanpa bermasturbasi. Karena jaringan televisi penyiar Seinfeld, yakni NBC, menganggap masturbasi bukan topik yang layak bagi siaran waktu utama, kata tersebut tidak pernah diucapkan secara gamblang sepanjang episode. Sebagai gantinya, subjek ini dideskripsikan melalui serangkaian eufemisme. Istilah "Master of my domain" pun menjadi bagian dari leksikon populer di Amerika Serikat berkat episode ini.

Acara NBC lainnya, Late Night with Conan O'Brien, memiliki karakter yang dikenal sebagai Masturbating Bear (Beruang Masturbasi), sebuah kostum beruang dengan popok yang menutupi bagian genitalnya. Beruang ini akan menyentuh popoknya untuk menyimulasikan tindakan masturbasi. Sebelum meninggalkan Late Night untuk menjadi pemandu acara The Tonight Show, Conan O'Brien sempat memensiunkan karakter tersebut karena kekhawatiran akan kepantasannya pada slot waktu siaran yang lebih awal.[188] Kendati demikian, Masturbating Bear memulai debutnya di Tonight Show pada hari-hari terakhir masa jabatan Conan O'Brien sebagai pemandu acara tersebut. Saat itu telah jelas bahwa Conan O'Brien akan didepak dari acara tersebut, sehingga ia menghabiskan episode-episode terakhirnya dengan menerjang batasan etika melalui sketsa-sketsa yang biasanya dianggap tidak layak bagi Tonight Show, salah satunya adalah Masturbating Bear.[189] Setelah perdebatan panjang mengenai apakah karakter tersebut dapat digunakan di acara barunya di saluran TBS, yaitu Conan, Masturbating Bear akhirnya muncul pada episode perdana.[190]

Pada Maret 2007, stasiun televisi asal Inggris Channel 4 berencana menayangkan rangkaian program televisi bertajuk Wank Week mengenai masturbasi. (Wank merupakan istilah Britania untuk masturbasi). Seri ini menuai kecaman publik dari tokoh-tokoh senior televisi dan akhirnya dibatalkan di tengah klaim mengenai merosotnya standar editorial serta kontroversi terkait kredibilitas saluran tersebut sebagai penyedia layanan publik.

Pornografi

Penggambaran masturbasi pria dan wanita sangat lazim ditemukan dalam pornografi, termasuk pornografi gay. Film Am Abend (1910), salah satu film pornografi tertua yang dikoleksi oleh Institut Kinsey untuk Penelitian Seks, Gender, dan Reproduksi,[191][192] dibuka dengan adegan masturbasi wanita. Penampilan solo dalam pornografi gay pada tahun 1985 dideskripsikan sebagai tindakan yang "aktif (tegang, tegak) dan/atau pasif (telentang, terbuka, lesu, tersedia)", sedangkan penampilan solo wanita disebut "eksklusif pasif (telentang, mengangkang, duduk, berjongkok, menawarkan lubang-lubang tubuh, dsb.)".[193] Seri pornografi solo yang mendapatkan pengakuan melalui AVN Awards meliputi seri All Alone[194] dan All Natural: Glamour Solos.[195]

Hewan lain

Artikel utama: Masturbasi pada hewan
Seekor Monyet vervet jantan sedang bermasturbasi

Perilaku masturbasi telah terdokumentasi pada spektrum spesies yang sangat luas. Individu dari beberapa spesies diketahui mampu menciptakan alat tertentu demi tujuan masturbasi.[10]

Banyak hewan, baik jantan maupun betina, melakukan masturbasi, baik saat terdapat pasangan yang tersedia maupun tidak.[196][197] Sebagai contoh, fenomena ini telah diamati pada kucing,[198] anjing,[199][200] Tupai tanah tanjung jantan,[132] rusa jantan,[201][202][203] badak,[204] babi hutan,[205] monyet jantan,[206][207] Cetacea (paus dan lumba-lumba),[208] serta berang-berang.[209]

Lihat pula

  • Bioskop video dewasa
  • Cum shot
  • Bulan Masturbasi Internasional
  • Jugum penis
  • Mimpi basah
  • Seks telepon
  • Mencintai diri sendiri
  • Boneka seks
  • Sihir seks
  • Bantuan seksual
  • Venus Butterfly

Referensi

  1. 1 2 Robinson, Jennifer (4 March 2010). "Masturbation – Is Masturbation Normal or Harmful? Who Masturbates? Why Do People Masturbate?". WebMD. Diakses tanggal 17 August 2011.
  2. 1 2 Lehmiller, Justin J. (2017). The Psychology of Human Sexuality (Edisi Second). John Wiley & Sons. hlm. 402. ISBN 978-1-119-16470-8. Masturbation refers to all solo forms of self-stimulation focusing on the genitals. Masturbation practices vary widely depending upon the individual's body and personal preferences. For instance, masturbation among women may involve manipulation of the clitoris and labia, stimulation of the breasts, or vaginal penetration with a sex toy. [...] Among men, masturbation most frequently involves using one or both hands to stimulate the penis. Of course, men sometimes utilize sex toys too (e.g., masturbation sleeves, butt-plugs, etc.).
  3. 1 2 Bowman, Christin P. (2017). Nadal, Kevin L.; Mazzula, Silvia L.; Rivera, David P. (ed.). The SAGE Encyclopedia of Psychology and Gender. SAGE. hlm. 1123. ISBN 978-1-4833-8427-6. Masturbation is the act of touching or otherwise stimulating one's own body, particularly one's genitals, for the purpose of sexual pleasure and/or orgasm. The term is most commonly used to describe solitary masturbation, in which people provide themselves with sexual stimulation while they are physically alone. Mutual masturbation is when two or more people manually stimulate their own body or each other's bodies.
  4. 1 2 Bruess CE, Schroeder E (2013). Sexuality Education Theory And Practice. Jones & Bartlett Publishers. hlm. 151. ISBN 978-1-4496-4928-9.
  5. ↑ Upton D (2014). Nursing & Health Survival Guide: Health Promotion. Routledge. hlm. 52. ISBN 978-1-317-90617-9.
  6. ↑ Brynie, Faith Hickman (2013). 101 Questions about Sex and Sexuality, 2nd Edition: With Answers for the Curious, Cautious, and Confused. Lerner Publishing Group. hlm. 24. ISBN 978-0-76132-634-2. Diakses tanggal December 17, 2023.
  7. ↑ Hallikeri, Vinay R.; Gouda, Hareesh S.; Aramani, Sunil C.; Vijaykumar, A.G.; Ajaykumar, T.S. (July–December 2010). "MASTURBATION—AN OVERVIEW". Journal of Forensic Medicine and Toxicology. 27 (2): 46–49. ISSN 0971-1929. Diarsipkan dari asli tanggal 21 August 2016. Today, masturbatory act is considered as a healthy practice when done in private and an offence if done in the public in most of the countries.
  8. ↑ Poiani, Aldo (19 August 2010). Animal Homosexuality: A Biosocial Perspective. Cambridge University Press. hlm. 232–235, 394. ISBN 978-1-139-49038-2.
  9. ↑ "Breeding Soundness Examination of the Stallion". Petplace.com. 2014-12-10. Diarsipkan dari asli tanggal 5 September 2011. Diakses tanggal 29 May 2011.
  10. 1 2 Bagemihl, Bruce (1999). Biological Exuberance: Animal Homosexuality and Natural Diversity. St. Martin's Press. ISBN 978-0-312-19239-6. Diakses tanggal 21 October 2015. (masturbate OR masturbation).
  11. ↑ Dally, Peter (1975). The Fantasy Factor. George Weidenfeld and Nicolson Limited. hlm. 135. ISBN 978-0-297-76945-3.
  12. ↑ OED, s.v. masturbation(perlu berlangganan)
  13. ↑ Darby, Robert (1 September 2004). "A Post-Modernist Theory of Wanking: Solitary Sex: A Cultural History of Masturbation. By Thomas Laqueur (New York: Zone Books, 2003. 501pp.)". Journal of Social History. 38 (1). Oxford University Press (OUP): 205–210. doi:10.1353/jsh.2004.0083. ISSN 0022-4529. S2CID 142231558.
  14. ↑ "Fap Definition & Meaning". Dictionary.com. Diakses tanggal May 9, 2022.
  15. ↑ "5 great reasons to use lube the next time you're getting intimate". International Planned Parenthood Federation. 10 May 2019. Diakses tanggal 1 November 2021.
  16. ↑ Cleves, Alexander (23 February 2017). "Masturbation Matters: 15 Better Ways to Get Off". The Advocate. Diakses tanggal 1 November 2021.
  17. ↑ "Go Ask Alice!: "Cock-stuffing"". goaskalice.columbia.edu. 18 February 2005. Diarsipkan dari asli tanggal 19 February 2005. Diakses tanggal 12 October 2019.
  18. ↑ Various authors (21 April 2006). "Urethral Sound". Body Modification Ezine. Diakses tanggal 29 July 2006.
  19. ↑ McPartlin, Daniel; Klausner, Adam P.; Berry, Tristan T.; Mulcahy, Maurice (9 September 2005). "Case report: A foreign body in the urethra". International Journal of Surgery Case Reports. 4 (11): 1052–4. doi:10.1016/j.ijscr.2013.07.017. ISSN 2210-2612. PMC 3825963. PMID 24055017.
  20. ↑ Leung, Isaac (2009). The Cultural Production of Sex Machines and the Contemporary Technosexual Practices. In Grenzfurthner, J. et al., eds. Do androids sleep with electric sheep? Critical perspectives on sexuality and pornography in science and social fiction. RE/SEARCH, ISBN 978-1-889307-23-7
  21. ↑ "Sex Editorials". 16 March 2004. Diarsipkan dari asli tanggal 1 January 2012. Diakses tanggal 15 January 2012. "The Stop-And-Go Masturbation Technique for Men and Women"
  22. ↑ Woods, Margo. "Masturbation, Tantra and Self-love" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 17 December 2014. Diakses tanggal 27 August 2014.
  23. ↑ Keesling, Barbara (November 1999). "Beyond Orgasmatron". Psychology Today. Diakses tanggal 29 July 2006.
  24. ↑
    • Ellis, Havelock (1927), Studies in the Psychology of Sex (3rd edition), Volume I; Auto-Eroticism: A Study of the Spontaneous Manifestations of the Sexual Impulse; section I; "The Sewing-machine and the Bicycle:" mengutip seorang bernama Pouillet yang menyatakan "merupakan fakta yang diakui secara luas bahwa mengoperasikan mesin jahit dengan posisi tubuh tertentu menghasilkan rangsangan seksual yang berujung pada orgasme. Terjadinya orgasme ditandai oleh mesin yang dioperasikan selama beberapa detik dengan kecepatan yang tak terkendali. Suara ini dikatakan sering terdengar di ruang kerja besar di Prancis, dan merupakan bagian dari tugas pengawas ruangan untuk memastikan para gadis duduk dengan benar."
    • Studies in the Psychology of Sex, v. I, by Havelock Ellis di Proyek Gutenberg
  25. ↑ Koedt, Anne (1970). "The Myth of the Vaginal Orgasm". Chicago Women's Liberation Union. Diakses tanggal 18 November 2010.
  26. 1 2 "The Kinsey Institute - Kinsey Study Data [Research Program]". kinseyinstitute.org. 6 March 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 6 March 2011. Diakses tanggal 11 October 2019.
  27. 1 2 Shuman, Tracy (February 2006). "Your Guide to Masturbation". WebMD, Inc./The Cleveland Clinic Department of Obstetrics and Gynecology. Diakses tanggal 29 July 2006.
  28. 1 2 3 Knowles, Jon (November 2002). "Masturbation — From Stigma to Sexual Health" (PDF). Katharine Dexter McCormick Library/Planned Parenthood Federation of America, Inc. Diakses tanggal 29 July 2006.
  29. 1 2 3 Crooks, Robert L.; Baur, Karla (2010-01-01). Our Sexuality (dalam bahasa Inggris). Cengage Learning. ISBN 978-0-495-81294-4.
  30. ↑ Schober, Justine M.; Meyer-Bahlburg, Heino F. L.; Dolezal, Curtis (2009). "Self-ratings of genital anatomy, sexual sensitivity and function in men using the 'Self-Assessment of Genital Anatomy and Sexual Function, Male' questionnaire". BJU International. 103 (8): 1096–1103. doi:10.1111/j.1464-410X.2008.08166.x. ISSN 1464-410X. PMID 19245445. S2CID 38304794.
  31. ↑ Kinsey Confidential. "Prone masturbation a threat?". Indiana Daily Student. Diakses tanggal 30 March 2017.
  32. ↑ Saleh, Naveed (16 October 2014). "Hitting the P-Spot". Psychology Today. Diakses tanggal 26 April 2020.
  33. 1 2 Rosenthal, Martha (2012). Human Sexuality: From Cells to Society. Cengage Learning. hlm. 133–135. ISBN 978-0-618-75571-4. Diakses tanggal May 18, 2014.
  34. ↑ Ladas, AK; Whipple, B; Perry, JD (1982). The G spot and other discoveries about human sexuality. New York: Holt, Rinehart, and Winston. ISBN 978-0-440-13040-6.
  35. ↑ Shafik, Ahmed; Shafik, Ali A; Shafik, Ismail A; Sibai, Olfat El (2008). "Percutaneous Perineal Electrostimulation Induces Erection: Clinical Significance in Patients With Spinal Cord Injury and Erectile Dysfunction". The Journal of Spinal Cord Medicine. 31 (1): 40–43. doi:10.1080/10790268.2008.11753979. ISSN 1079-0268. PMC 2435023. PMID 18533410. Approximately one third to one half of the penis is embedded in the pelvis and can be felt through the scrotum and in the perineum. The main arteries and nerves enter the penis through this perineal part of the penis, which seems to represent a highly sensitive area.
  36. ↑ Sinclair Intimacy Institute. "Discovery: Health". Diarsipkan dari asli tanggal 2002-06-13.
  37. ↑ Levin, Roy; Meston, Cindy (2006). "Nipple/Breast stimulation and sexual arousal in young men and women". The Journal of Sexual Medicine. 3 (3): 450–454. doi:10.1111/j.1743-6109.2006.00230.x. ISSN 1743-6095. PMID 16681470.
  38. ↑ Rullo, Jordan E.; Lorenz, Tierney; Ziegelmann, Matthew J.; Meihofer, Laura; Herbenick, Debra; Faubion, Stephanie S. (2018). "Genital vibration for sexual function and enhancement: a review of evidence". Sexual and Relationship Therapy: Journal of the British Association for Sexual and Relationship Therapy. 33 (3): 263–274. doi:10.1080/14681994.2017.1419557. ISSN 1468-1994. PMC 7678782. PMID 33223960. Vibrator use for male genitalia primarily focuses on the penis as the target for vibratory stimulation. However, vibratory stimulation of other sexual organs including the testicles or scrotum, perineum, and anus has been described as well
  39. ↑ Döring, N.; Pöschl, S. (2018-07-01). "Sex toys, sex dolls, sex robots: Our under-researched bed-fellows". Sexologies. Sexualité et nouvelles technologies Sexuality and new technologies (dalam bahasa Inggris). 27 (3): e51 – e55. doi:10.1016/j.sexol.2018.05.009. ISSN 1158-1360. S2CID 150027875.
  40. ↑ "What happens when you block sperm from coming out?". www.medicalnewstoday.com (dalam bahasa Inggris). 2020-10-19. Diakses tanggal 2022-12-16.
  41. ↑ Lihat di sini dan halaman 47–49 untuk pandangan tentang apa yang membentuk hilangnya keperawanan dan oleh karena itu hubungan seksual atau aktivitas seksual lainnya; sumber membahas bagaimana individu gay dan lesbian mendefinisikan hilangnya keperawanan, dan bagaimana mayoritas peneliti dan heteroseksual mendefinisikan hilangnya keperawanan/"keperawanan teknis" berdasarkan apakah seseorang telah melakukan seks penis-vagina atau tidak. Laura M. Carpenter (2005). Virginity Lost: An Intimate Portrait of First Sexual Experiences. NYU Press. hlm. 295 pages. ISBN 978-0-8147-1652-6. Diakses tanggal 9 October 2011.
  42. ↑ Bryan Strong; Christine DeVault; Theodore F. Cohen (2010). The Marriage and Family Experience: Intimate Relationship in a Changing Society. Cengage Learning. hlm. 186. ISBN 978-0-534-62425-5. Diakses tanggal 8 October 2011. Kebanyakan orang setuju bahwa kita mempertahankan keperawanan selama kita menahan diri dari hubungan seksual (vagina). ...Tetapi kadang-kadang kita mendengar orang berbicara tentang 'keperawanan teknis' ... Penelitian lain, terutama penelitian yang melihat hilangnya keperawanan, melaporkan bahwa 35% dari mereka yang masih perawan, yang didefinisikan sebagai orang yang belum pernah melakukan hubungan seksual vagina, meskipun demikian telah terlibat dalam satu atau lebih bentuk aktivitas heteroseksual lainnya (misalnya seks oral, seks anal, atau masturbasi bersama). ... Data menunjukkan bahwa 'proporsi remaja yang sangat signifikan telah memiliki pengalaman dengan seks oral, bahkan jika mereka belum pernah melakukan hubungan seksual, dan mungkin menganggap diri mereka masih perawan'.
  43. ↑ "Mutual Masturbation". 12 June 2006. Diarsipkan dari asli tanggal 22 May 2016. Diakses tanggal 7 August 2010. — Koleksi data biografis untuk repositori sosiologis tentang topik masturbasi bersama untuk mempelajari perubahan pada aktivitas tersebut dari waktu ke waktu.
  44. ↑ Heiby, Elaine; Becker, James D. (April 1980). "Effect of filmed modeling on the self-reported frequency of masturbation". Arch. Sex. Behav. 9 (2): 115–21. doi:10.1007/BF01542263. PMID 7396686. S2CID 25846450.
  45. 1 2 De Alwis, AC; Senaratne, AM; De Silva, SM; Rodrigo, VS (September 2006). "Bladder calculus presenting as excessive masturbation". Ceylon Med. J. 51 (3): 121–2. doi:10.4038/cmj.v51i3.1258. PMID 17315592.
  46. ↑ Ozmen, Mine; Erdogan, Ayten; Duvenci, Sirin; Ozyurt, Emin; Ozkara, Cigdem (2004). "Excessive masturbation after epilepsy surgery". Epilepsy & Behavior. 5 (1): 133–136. doi:10.1016/j.yebeh.2003.10.009. ISSN 1525-5050. PMID 14751219. S2CID 39640813.
  47. ↑ Lopez-Meza, Elmer; Corona-Vasquez, Teresa; Ruano-Calderon, Luis A.; Ramirez-Bermudez, Jesus (2005). "Severe impulsiveness as the primary manifestation of multiple sclerosis in a young female". Psychiatry and Clinical Neurosciences. 59 (6): 739–742. doi:10.1111/j.1440-1819.2005.01446.x. ISSN 1323-1316. PMID 16401253. S2CID 20468990.
  48. 1 2 Wegner, HE; Franke M; Schick V. (May 1997). "Endoscopic removal of intravesical pencils using percutaneous nephrolithotomy sheath and forceps". Journal of Urology. 157 (5): 1842. doi:10.1016/s0022-5347(01)64878-x. PMID 9112540.
  49. 1 2 Gerressu, Makeda; Mercer, Catherine H.; Graham, Cynthia A.; Wellings, Kaye; Johnson, Anne M. (2007-02-27). "Prevalence of Masturbation and Associated Factors in a British National Probability Survey". Archives of Sexual Behavior. 37 (2): 266–278. doi:10.1007/s10508-006-9123-6. ISSN 0004-0002. PMID 17333329. S2CID 7372754.
  50. ↑ Brown, MD, George R. "Overview of Sexuality". Merck Manuals Consumer Version. Diarsipkan dari asli tanggal 20 February 2015. Diakses tanggal 26 July 2015.
  51. 1 2 3 Brown, George R. (April 2021). "Overview of Sexuality - Special Subjects". Merck Manuals Professional Edition. Diakses tanggal 17 September 2021.
  52. ↑ Brown, George R. (3 July 2023). "Overview of Sexuality". MSD Manual Consumer Version. Diakses tanggal 23 January 2025.
  53. ↑ Brown, George R. (4 July 2023). "Overview of Sexuality". Merck Manuals Professional Edition. Diakses tanggal 19 January 2024.
  54. ↑ Slap, MD, Gail B.; Cataldo, RN, Ed.D., Laura Jean (7 June 2011). "Masturbation". Dalam Longe, Jacqueline L. (ed.). The Gale Encyclopedia of Children's Health: Infancy Through Adolescence. Vol. 4 (Edisi Second). Detroit, Mich.: Cengage Gale. hlm. 1404. ISBN 978-1-4144-8641-3. OCLC 712621295. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  55. 1 2 Messer, Drew C.; Walker, C. Eugene (6 December 2012) [2003]. "Masturbation". Dalam Ollendick, Thomas H.; Schroeder, Carolyn S. (ed.). Encyclopedia of Clinical Child and Pediatric Psychology. Boston, MA: Springer Science & Business Media. hlm. 359. ISBN 978-1-4615-0107-7. OCLC 913623298.
  56. ↑ Hansen, J.K.; Balslev, T. (November 2009) [2008]. "Hand activities in infantile masturbation: a video analysis of 13 cases". European Journal of Paediatric Neurology. 13 (6): 508–10. doi:10.1016/j.ejpn.2008.10.007. ISSN 1090-3798. PMID 19010071. Masturbasi bayi dianggap sebagai varian dari perilaku normal.
  57. ↑ Laule, MD, Sara, ed. (November 2020). "Masturbation and Young Children - Michigan Medicine". CS Mott Children's Hospital, University of Michigan Health. Diakses tanggal 4 May 2022.
  58. ↑ Jacoby, David B.; Youngson, Robert M.; Marshall Cavendish Corporation (2004). Encyclopedia of Family Health. Vol. 9 (Edisi 3). Marshall Cavendish. hlm. 1162. ISBN 978-0-7614-7486-9. Diakses tanggal 5 May 2022.
  59. 1 2 Nikkhah, Roya (12 July 2009). "NHS tells school children of their 'right' to 'an orgasm a day'". Telegraph.co.uk. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 January 2022. Diakses tanggal 12 October 2019.
  60. ↑ Yule, William (2000). "2.5.1.1 Developmental psychology through infancy, childhood, and adolescence". Dalam Gelder, Michael G.; López-Ibor, Juan J.; Andreasen, Nancy (ed.). New Oxford textbook of psychiatry. Oxford: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-852818-0. OCLC 45697867.
  61. ↑ Strong, Bryan; Yarber, William; DeVault, Christine; Sayad, Barbara (2008). Human Sexuality: Diversity in Contemporary America. McGraw-Hill Companies, Incorporated. hlm. 280. ISBN 978-0-07-312911-2. Diakses tanggal 6 March 2022.
  62. ↑ Giorgi, Giorgio; Siccardi, Marco (September 1996). "Ultrasonographic observation of a female fetus' sexual behavior in utero". Am. J. Obstet. Gynecol. 175 (3 Pt 1): 753. doi:10.1053/ob.1996.v175.aob17503a10. PMID 8828451.
  63. ↑ Heilborn, Maria Luiza; Cabral, Cristiane S. (2006). "Sexual practices in youth: analysis of lifetime sexual trajectory and last sexual intercourse". Cadernos de Saúde Pública. 22 (7): 1471–1481. doi:10.1590/s0102-311x2006000700011. ISSN 0102-311X. PMID 16791346.
  64. ↑ Menon, Anuradha; McAllister-Williams, R. Hamish; Watson, Stuart (2005-10-04). "Increased libido associated with quetiapine". Journal of Psychopharmacology. 20 (1): 125–127. doi:10.1177/0269881106059732. ISSN 0269-8811. PMID 16354735. S2CID 33333941.
  65. ↑ Burleson, Mary H; Trevathan, Wenda R; Gregory, W.Larry (2002). "Sexual behavior in lesbian and heterosexual women: relations with menstrual cycle phase and partner availability". Psychoneuroendocrinology. 27 (4): 489–503. doi:10.1016/s0306-4530(01)00066-x. ISSN 0306-4530. PMID 11912001. S2CID 24519130.
  66. ↑ Coon, Dennis; Mitterer, John O. (1 January 2014). Psychology: Modules for Active Learning. Cengage Learning. hlm. 406. ISBN 978-1-305-16173-3.
  67. ↑ Coon, Dennis; Mitterer, John O.; Martini, Tanya S. (5 December 2016). Psychology: Modules for Active Learning. Cengage Learning. hlm. 407. ISBN 978-1-337-51708-9.
  68. ↑ Coon, Dennis; Mitterer, John O.; Martini, Tanya S. (2021). Introduction to Psychology: Gateways to Mind and Behavior (Edisi 16). Cengage Learning. hlm. 360. ISBN 978-0-357-37149-7. Diakses tanggal 2022-03-05.
  69. ↑ Mitterer, John O.; Coon, Dennis; Martini, Tanya (2015). Psychology: A Modular Approach (dalam bahasa Inggris). Nelson Education Limited. hlm. 424. ISBN 978-0-17-650345-1. Diakses tanggal 2022-03-05. Apakah lebih banyak pria yang bermasturbasi daripada wanita? Ya. Sementara 89 persen wanita melaporkan pernah bermasturbasi di suatu waktu, angka tersebut mencapai 95 persen untuk pria. (Beberapa orang sinis menambahkan, "Dan 5 persen sisanya berbohong!")
  70. ↑ Baker, Robin (June 1996). Sperm Wars: The Science of Sex. Diane Books Publishing Company. ISBN 978-0-7881-6004-2.
  71. 1 2 Baker, Robin R.; Bellis, Mark A. (November 1993). "Human sperm competition: Ejaculate manipulation by females and a function for the female orgasm". Animal Behaviour. 46 (5): 87, 23p. doi:10.1006/anbe.1993.1272. S2CID 53165064.
  72. ↑ Thomsen, Ruth (October 2000). Sperm Competition and the Function of Masturbation in Japanese Macaques (Text.PhDThesis). Ludwig-Maximilians-Universität München.
  73. ↑ Baker, Robin R.; Bellis, Mark A. (November 1993). "Human sperm competition: Ejaculate adjustment by males and the function of masturbation". Animal Behaviour. 46 (5): 861, 25p. doi:10.1006/anbe.1993.1271. S2CID 53201940.
  74. ↑ Shackelford, Todd K.; Goetz, Aaron T. (February 2007). "Adaptation to Sperm Competition in Humans" (PDF). Current Directions in Psychological Science. 16 (1): 47–50. doi:10.1111/j.1467-8721.2007.00473.x. S2CID 6179167.
  75. 1 2 Coon, Dennis; Mitterer, John O. (2014). "11. Gender and Sexuality". Introduction to Psychology: Gateways to Mind and Behavior (Edisi 14). Cengage Learning. hlm. 363. ISBN 978-1-305-54500-7. Adakah cara masturbasi dapat menyebabkan bahaya? Tujuh puluh tahun yang lalu, seorang anak mungkin diberitahu bahwa masturbasi akan menyebabkan kegilaan, jerawat, kemandulan, atau omong kosong lainnya. "Penyalahgunaan diri," sebutan kala itu, telah menikmati sejarah panjang dan malang dari penolakan agama dan medis (Caroll, 2013). Pandangan modern adalah bahwa masturbasi merupakan perilaku seksual yang normal (Hogarth & Ingham, 2009). Orang tua yang tercerahkan sangat menyadari fakta ini. Namun, banyak anak yang dihukum atau dibuat merasa bersalah karena menyentuh alat kelamin mereka. Hal ini sangat disayangkan karena masturbasi itu sendiri tidak berbahaya. Biasanya, satu-satunya efek negatifnya adalah perasaan takut, bersalah, atau cemas yang muncul dari belajar menganggap masturbasi sebagai sesuatu yang "buruk" atau "salah." Di zaman ketika orang-orang didesak untuk mempraktikkan "seks yang lebih aman," masturbasi tetap menjadi seks yang paling aman dari semuanya.
  76. 1 2 Sigel, Lisa Z. (Summer 2004). "Masturbation: The History of the Great Terror. By Jean Stengers and Anne Van Neck. Translated by Kathryn Hoffmann (New York: Palgrave, 2001. ix plus 232 pp.)". Journal of Social History. 37 (4): 1065–1066. doi:10.1353/jsh.2004.0065. ISSN 0022-4529. JSTOR 3790078. S2CID 141801392. Stengers dan Van Neck mengikuti penyakit ini hingga akhir yang cukup mendadak; mereka menyamakan pergeseran itu seperti akhirnya melihat kaisar tanpa pakaian ketika para dokter mulai meragukan masturbasi sebagai penyebab penyakit pada pergantian abad kedua puluh. Begitu keraguan muncul, para ilmuwan mulai mengumpulkan statistik tentang praktik tersebut, menemukan bahwa sebagian kecil besar dan kemudian sebagian besar orang melakukan masturbasi. Implikasinya jelas: jika kebanyakan orang bermasturbasi dan tidak mengalami kegilaan, kelemahan, dan kematian dini, maka masturbasi tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas etiologi yang telah ditetapkan padanya. Masturbasi dengan cepat kehilangan cengkeramannya atas komunitas medis, dan orang tua mengikuti dalam menjadikan masturbasi sebagai bagian biasa dari masa kanak-kanak pertama dan kemudian seksualitas manusia.
  77. 1 2 <br />Koleksi tersebut diakhiri dengan dua survei di antara mahasiswa AS. Yang pertama didasarkan pada pertanyaan kuantitatif terbatas terkait masturbasi. Temuan menunjukkan bahwa masturbasi bukanlah pengganti hubungan seksual, seperti yang sering diajukan, tetapi dikaitkan dengan peningkatan minat seksual dan jumlah pasangan yang lebih banyak. Survei kedua menanyakan apakah masturbasi dapat berguna dalam mengobati gairah seksual yang rendah, dengan memeriksa hubungan antara masturbasi, libido, dan fantasi seksual."}},"i":0}}]}' id="mwCro"/>Wood, Kate (March 2005). "Masturbation as a Means of Achieving Sexual Health by Walter Bockting; Eli Coleman". Culture, Health & Sexuality. 7 (2): 182–184. ISSN 1369-1058. JSTOR 4005453. Dalam bab pengantar koleksi tersebut, Eli Coleman menjelaskan bagaimana penelitian Kinsey setengah abad yang lalu adalah yang pertama dalam serangkaian studi untuk menantang mitos budaya yang tersebar luas terkait dengan efek 'berbahaya' dari masturbasi, mengungkapkan praktik tersebut sebagai hal yang umum dan non-patologis. Penelitian selanjutnya, yang diuraikan oleh Coleman dalam bab ini, telah menunjukkan masturbasi terkait dengan perkembangan seksual yang sehat, kesejahteraan seksual dalam hubungan, harga diri, dan integritas tubuh (hak seksual yang penting). Dengan demikian, promosi dan de-stigmatisasi praktik tersebut terus menjadi strategi penting dalam seksologi untuk pencapaian perkembangan dan kesejahteraan seksual yang sehat.

    Koleksi tersebut diakhiri dengan dua survei di antara mahasiswa AS. Yang pertama didasarkan pada pertanyaan kuantitatif terbatas terkait masturbasi. Temuan menunjukkan bahwa masturbasi bukanlah pengganti hubungan seksual, seperti yang sering diajukan, tetapi dikaitkan dengan peningkatan minat seksual dan jumlah pasangan yang lebih banyak. Survei kedua menanyakan apakah masturbasi dapat berguna dalam mengobati gairah seksual yang rendah, dengan memeriksa hubungan antara masturbasi, libido, dan fantasi seksual.
  78. ↑ Planned Parenthood Federation of America (March 2003). "Masturbation: From myth to sexual health". Contemporary Sexuality. 37 (3): v. ISSN 1094-5725. OCLC 37229308. Akhirnya, komunitas medis Amerika menyatakan masturbasi sebagai hal yang normal dalam publikasi American Medical Association tahun 1972, Human Sexuality (Rowan, 2000).
  79. ↑ Coleman, Eli (2012) [2002]. Bockting, Walter O.; Coleman, Eli (ed.). Masturbation as a Means of Achieving Sexual Health (PDF). New York: Routledge, Taylor & Francis Group. hlm. 7. ISBN 978-0-7890-2047-5. OCLC 50913590. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-07-22. Terlepas dari bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa masturbasi umumnya merupakan varian normal dari ekspresi seksual dan tampaknya tidak memiliki hubungan kausal dengan patologi seksual, sikap negatif tentang masturbasi tetap ada, dan ia tetap terstigma.
  80. 1 2 Wells, Ken R. (2005). "Masturbation". Dalam Krapp, Kristine M.; Wilson, Jeffrey (ed.). The Gale Encyclopedia of Children's Health. Vol. 3. Detroit: Gale Cengage. hlm. 1150. ISBN 0-7876-9429-0. OCLC 57626126.
  81. 1 2 Abdessater, Maher; Kanbar, Anthony; Akakpo, William; Beley, Sebastien (December 2020). "Hard flaccid syndrome: state of current knowledge". Basic and Clinical Andrology (dalam bahasa Inggris). 30 (1) 7. doi:10.1186/s12610-020-00105-5. ISSN 2051-4190. PMC 7271516. PMID 32518654.
  82. ↑ McKinley Health Center (2 April 2008). "Masturbation: Questions and Answers" (PDF). University of Illinois at Urbana-Champaign. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 28 December 2015. Diakses tanggal 9 June 2017.
  83. 1 2 Strassberg, Donald S.; Mackaronis, Julia E.; Perelman, Michael A. (2015). "Sexual dysfunctions". Dalam Blaney, Paul H.; Krueger, Robert F.; Millon, Theodore (ed.). Oxford textbook of psychopathology (Edisi Third). NY: Oxford University Press. hlm. 441–442. ISBN 978-0-19-981177-9. OCLC 879552995.
  84. ↑ George R. Brown, MD (July 2019). "Overview of Sexuality". Merck Manuals Professional Version. Diarsipkan dari asli tanggal 24 December 2015. Diakses tanggal 4 March 2020.
  85. ↑ "Is Masturbation Good For You?". www.plannedparenthood.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-04-28.
  86. 1 2 Jelq, Jeff. "JackinLibrary: Joycelyn Elders". Jackinworld.com. Diakses tanggal 25 August 2014.
  87. ↑ Datta, Parul (2007). Pediatric Nursing. Jaypee Brothers Medical Publishers. hlm. 189. ISBN 978-81-8061-970-0. Diakses tanggal 27 August 2011.[pranala nonaktif permanen]
  88. ↑ The Editors of Encyclopaedia Britannica (9 January 2014). "Masturbation". Encyclopædia Britannica. Encyclopædia Britannica, Inc. Diakses tanggal 11 September 2019.
  89. ↑ Slowinski, Julian W. (1994). "Therapy: Sex Therapy". Dalam Bullough, Vern L.; Bullough, Bonnie (ed.). Human Sexuality: An Encyclopedia. New York London: Taylor & Francis. hlm. 577. ISBN 978-0-8240-7972-7. Diarsipkan dari asli tanggal 16 December 2002.
  90. ↑ Gebhard, Paul Henry (17 April 2019). "human sexual activity - Definition, Types, Examples, & Facts". Encyclopedia Britannica. Diakses tanggal 11 July 2020.
  91. 1 2 Daniels, Chris; Levatter, Jes (19 April 2007). "Masturbation key to healthy, functional sexual relationships". The Badger Herald, Daily campus newspaper. Madison, Wisconsin, US: Badger Herald, Inc. Diakses tanggal 1 July 2007.
  92. ↑ Wells, Ken R. (2005). "Masturbation". Dalam Krapp, Kristine M.; Wilson, Jeffrey; Gale Group (ed.). The Gale Encyclopedia of Children's Health: Infancy Through Adolescence. Gale virtual reference library. Vol. 3. Thomson Gale. hlm. 1148. ISBN 978-0-7876-9427-2.
  93. ↑ Giles, G.G.; Severi, G.; English, D.R.; McCredie, M.R.E.; Borland, R.; Boyle, P.; Hopper, J.L. (23 July 2003). "Sexual factors and prostate cancer". BJU International. 92 (3). Wiley: 211–216. doi:10.1046/j.1464-410x.2003.04319.x. ISSN 1464-4096. PMID 12887469. S2CID 29430415.
  94. ↑ Dimitropoulou, Polyxeni; Easton, Douglas; Pocock, Richard; Dearnaley, David P.; Guy, Michelle; Edwards, Steven; O'Brien, Lynne; Hall, Amanda; Wilkinson, Rosemary; Eeles, Rosalind; Muir, Kenneth R.; Lophatananon, Artitaya (11 November 2008). "Sexual activity and prostate cancer risk in men diagnosed at a younger age". BJU International. 103 (2): 178–185. doi:10.1111/j.1464-410X.2008.08030.x. PMID 19016689. S2CID 6339070.
  95. ↑ Rider JR, Wilson KM, Sinnott JA, Kelly RS, Mucci LA, Giovannucci EL (2016). "Ejaculation Frequency and Risk of Prostate Cancer: Updated Results with an Additional Decade of Follow-up". European Urology. 70 (6): 974–982. doi:10.1016/j.eururo.2016.03.027. PMC 5040619. PMID 27033442.
  96. ↑ Smith, George Davey; Frankel, Stephen; Yarnell, John (1997-12-20). "Sex and death: are they related? Findings from the Caerphilly cohort study". BMJ. 315 (7123): 1641–1644. doi:10.1136/bmj.315.7123.1641. ISSN 0959-8138. PMC 2128033. PMID 9448525.
  97. ↑ Robson, David (April 2008). "Masturbation could bring hay fever relief for men". New Scientist. Diakses tanggal 30 August 2009.
  98. ↑ Sutherland, Tammy (2015-06-08). "Six healthy reasons to masturbate". Best Health Magazine. Reader's Digest Magazines (Canada). Diakses tanggal 4 July 2013. Sama seperti orang yang tertidur lelap setelah berhubungan seks dengan pasangan karena tekanan darah menurun dan relaksasi meningkat melalui pelepasan endorfin, masturbasi adalah obat tidur yang baik," kata Golden. "Ini diandalkan oleh banyak orang sebagai rutinitas malam hari.
  99. ↑ Doheny, Kathleen; Katz, Marina. "Five Things You Didn't Know About Masturbation". WebMD. Diarsipkan dari asli tanggal 15 May 2013. Diakses tanggal 4 July 2013. Masturbasi dapat membantu Anda rileks.
  100. ↑ Wenner, Melinda (2006). "Why do guys get sleepy after sex?". NYU Journalism (New York University). Diakses tanggal 4 July 2013. Intinya adalah ini: ada banyak alasan biokimia dan evolusioner yang potensial untuk rasa kantuk pasca-seks, baik secara langsung maupun tidak langsung
  101. ↑ Graber, Benjamin; Balogh, Scott; Fitzpatrick, Denis; Hendricks, Shelton (June 1991). "Cardiovascular changes associated with sexual arousal and orgasm in men". Sexual Abuse. 4 (2): 151–165. doi:10.1007/BF00851611. ISSN 1079-0632. S2CID 198916412.
  102. ↑ Redmon, Kevin Charles (1 February 2013). "Bad news: Sex doesn't burn that many calories". Salon.com. Diakses tanggal 27 August 2014.
  103. ↑ Casazza, Krista; et al. (31 January 2013). "Myths, Presumptions, and Facts about Obesity". N. Engl. J. Med. 368 (5): 446–454. doi:10.1056/NEJMsa1208051. PMC 3606061. PMID 23363498.
  104. ↑ "Is Masturbation Healthy?". www.plannedparenthood.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-10-26.
  105. 1 2 Santucci, Richard A. (2018-06-06). "Penile Fracture and Trauma: Background, History of the Procedure, Epidemiology". Medscape Reference. Diakses tanggal 2018-10-28.
  106. 1 2 "Foreign Objects in the Rectum - Digestive Disorders". Merck Manuals Consumer Version (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-10-26.
  107. 1 2 Moon, Seung Jin; Kim, Dai Hee; Chung, Jae Hoon; Jo, Jung Ki; Son, Young Woo; Choi, Hong Yong; Moon, Hong Sang (2010). "Unusual Foreign Bodies in the Urinary Bladder and Urethra Due to Autoerotism". International Neurourology Journal (dalam bahasa English). 14 (3): 186–189. doi:10.5213/inj.2010.14.3.186. ISSN 2093-4777. PMC 2998407. PMID 21179338. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  108. 1 2 American Psychiatric Association (2022). "Sexual Dysfunctions". Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition, Text Revision (DSM-5-TR(tm)). G - Reference, Information and Interdisciplinary Subjects Series. American Psychiatric Association Publishing. hlm. 479. ISBN 978-0-89042-576-3.
  109. 1 2 Office of Health Education. "Masturbation". University of Pennsylvania. Diarsipkan dari asli tanggal 20 August 2010. Diakses tanggal 29 May 2011.
  110. ↑ Wang, Chunlin; Chen, Xiaohong; Liu, Zhuojie; Zhang, Yan (August 2024). "The Association Between Atypical Masturbation and Male Sexual Dysfunction: A Study Based on Men in Heterosexual Relationships". Archives of Sexual Behavior. 53 (8): 3165–3172. doi:10.1007/s10508-024-02929-y. PMID 38918329.
  111. ↑ Saputra, Haviv Muris; Kloping, Yudhistira Pradnyan; Renaldo, Johan; Hakim, Lukman (2022-05-01). "An earphone wire inside the urinary bladder: A case report and comprehensive literature review of genitourinary polyembolokoilamania". Radiology Case Reports. 17 (5): 1457–1463. doi:10.1016/j.radcr.2022.01.080. ISSN 1930-0433. PMC 8899127. PMID 35265240.
  112. ↑ El Atat, R.; Sfaxi, M.; Benslama, R.; Amine, D.; Ayed, M.; Mouelli, B.; Chebil, M.; Zmerli, S. (Jan 2008). "Fracture of the penis: management and long-term results of surgical treatment. Experience in 300 cases". Journal of Trauma. 64 (1): 121–125. doi:10.1097/TA.0b013e31803428b3. ISSN 0022-5282. PMID 18188109.
  113. ↑ Asgari, S.; Roshani, A.; Falahatkar, S.; Mokhtari, G.; Pourreza, F. (2007). "MP-21.01: Report on the early and late complications of 169 penile fractures". Urology. 70 (3): 160–161. doi:10.1016/j.urology.2007.06.119.
  114. ↑ Fitkin J, Ho GT (August 1999). "Peyronie's disease: current management". Am. Fam. Physician. 60 (2): 549–52, 554. PMID 10465229.
  115. ↑ Balon R, Segraves RT, ed. (2005). Handbook of Sexual Dysfunction. Taylor & Francis. ISBN 978-0-8247-5826-4.
  116. ↑ Wylie KR, ed. (2015). ABC of Sexual Health. John Wiley & Sons. hlm. 75. ISBN 978-1-118-66556-5. Diakses tanggal 21 October 2015.
  117. ↑ "Postorgasmic illness syndrome". Genetic and Rare Diseases Information Center (GARD). National Institutes of Health. 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 5 March 2016. Diakses tanggal 30 July 2015.
  118. ↑ Ashby J, Goldmeier D (May 2010). "Postorgasm illness syndrome--a spectrum of illnesses". J. Sex. Med. 7 (5): 1976–81. doi:10.1111/j.1743-6109.2010.01707.x. PMID 20214722.
  119. ↑ McMahon CG (October 2014). "Post-Orgasmic Illness Syndrome" (PDF). 16th World Meeting on Sexual Medicine. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 4 March 2016. Diakses tanggal 11 August 2015.
  120. ↑ Children's Medical Office of North Andover, P.C. "Masturbation in Early Childhood". Chmed.com. Diarsipkan dari asli tanggal 5 April 2021. Diakses tanggal 29 May 2011.
  121. ↑ Myers, John E. B. (2005). Myers on Evidence in Child, Domestic and Elder Abuse Cases, Volume 1. Aspen Publishers. hlm. 385. ISBN 978-0-7355-5668-3. Diakses tanggal 27 August 2011. Jon Conte dan rekan-rekannya tertarik untuk mempelajari faktor-faktor apa yang penting bagi para profesional kesehatan mental yang secara rutin mengevaluasi anak-anak terkait pelecehan seksual. Para evaluator diminta untuk memeringkat pentingnya empat puluh satu indikator pelecehan seksual. Indikator-indikator berikut dianggap penting oleh lebih dari sembilan puluh persen evaluator: bukti medis adanya pelecehan, pengetahuan seksual yang tidak sesuai usia, permainan seksual selama wawancara, perilaku dewasa sebelum waktunya atau perilaku menggoda, masturbasi berlebihan, deskripsi anak konsisten dari waktu ke waktu, deskripsi anak mengungkapkan adanya tekanan atau paksaan.
  122. ↑ Coulborn Faller, Kathleen (2003). Understanding and Assessing Child Sexual Maltreatment. SAGE Publications. hlm. 39. ISBN 978-0-7619-1996-4. Diakses tanggal 27 August 2011. Enam jenis perilaku seksual berbeda yang menandakan kemungkinan pelecehan seksual akan dijelaskan dalam bagian ini: (a) masturbasi berlebihan, (b) interaksi seksual dengan teman sebaya, (c) agresi seksual terhadap anak-anak yang lebih muda atau lebih lugu, (d) godaan seksual terhadap orang yang lebih tua atau orang dewasa, (e) perilaku menggoda, dan (f) promiskuitas.
  123. 1 2 3 4 Stafford, Emma (2011). "Clutching the chickpea: private pleasures of the bad boyfriend". Dalam Lambert, S. D. (ed.). Sociable Man: Essays on Ancient Greek Social Behaviour in Honour of Nick Fisher. Swansea, Wales: Classical Press of Wales. hlm. 337–364. ISBN 978-1-910589-21-2.
  124. 1 2 March, Jennifer R. (2014) [1996]. "Satyrs and Silens". Dictionary of Classical Mythology. Oxford, England and Philadelphia, Pennsylvania: Oxbow Books. hlm. 435–436. ISBN 978-1-78297-635-6.
  125. 1 2 3 4 Dening, Sarah (1996). "Chapter 3: Sex in Ancient Civilizations". The Mythology of Sex. London, England: Macmillan. ISBN 978-0-02-861207-2.
  126. ↑ Leick, Gwendolyn (2013) [1994], Sex and Eroticism in Mesopotamian Literature, New York City, New York: Routledge, hlm. 32, ISBN 978-1-134-92074-7
  127. ↑ Wilkinson, Richard H. (2003). The Complete Gods and Goddesses of Ancient Egypt. Thames and Hudson. hlm. 17–18, 99. ISBN 0-500-05120-8.
  128. ↑ Rosenfeld, Jennie (2008). Talmudic Re-readings: Toward a Modern Orthodox Sexual Ethic. hlm. 133. ISBN 978-0-549-43458-0.
  129. ↑ Miller, James (4 January 2011). Examined Lives: From Socrates to Nietzsche. Farrar, Straus and Giroux. hlm. 80. ISBN 978-1-4299-5716-8.
  130. 1 2 Allen, Robert H. (2006). The Classical Origins of Modern Homophobia. Jefferson, North Carolina: MacFarland & Company. hlm. 152. ISBN 978-0-7864-2349-1.
  131. 1 2 Calhoun, Alison (2015). Montaigne and the Lives of the Philosophers: Life Writing and Transversality in the Essais. Newark, Delaware: University of Delaware Press. hlm. 60. ISBN 978-1-61149-480-8.
  132. 1 2 Waterman, J. M. (2010). Briffa, Mark (ed.). "The Adaptive Function of Masturbation in a Promiscuous African Ground Squirrel". PLOS ONE. 5 (9) e13060. Bibcode:2010PLoSO...513060W. doi:10.1371/journal.pone.0013060. PMC 2946931. PMID 20927404.
  133. ↑ "[갓 쓴 양반들의 性 담론 ③] 자위행위". 27 July 2005.
  134. ↑ Hewlett, Barry S.; Hewlett, Bonnie L. "SEX AND SEARCHING FOR CHILDREN AMONG AKA FORAGERS AND NGANDU FARMERS OF CENTRAL AFRICA. (African Study Monographs, 31(3): 107-125, October 2010)" (PDF). Jambo.africa.kyoto-u.ac.jp. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal April 29, 2023. Diakses tanggal 9 June 2017.
  135. ↑ "Onanism | Search Online Etymology Dictionary". Etymonline.com. Diakses tanggal 23 March 2022.
  136. ↑ Lihat Traité contre l'impureté (1707) dan The Nature of Uncleanness (1708); Ian McCormick ed. Sexual Outcasts: Onanism. Vol. 4. (London dan New York: Routledge, 2000). hlm. 1-10.
  137. ↑ Monea, Alexander (12 April 2022). The Digital Closet: How the Internet Became Straight. The MIT Press. hlm. 41. doi:10.7551/mitpress/12551.001.0001. ISBN 978-0-262-36913-8. Diakses tanggal 29 November 2025.
  138. ↑ Stengers & van Neck 2001, hlm. 56–57.
  139. ↑ Stengers & van Neck 2001, hlm. 74.
  140. ↑ Kant, Emmanuel (18 April 1996). Gregor, Mary J. (ed.). The Metaphysics of Morals. Cambridge University Press. hlm. 179. ISBN 978-0-521-56673-5. Diakses tanggal 28 December 2013.
  141. ↑ Buckle, Stephen (2013) [1991]. "Natural Law". Dalam Singer, Peter (ed.). A Companion to Ethics. Blackwell Companions to Philosophy. Wiley. hlm. 171–174. ISBN 978-1-118-72496-5. Diakses tanggal 2 January 2024.
  142. ↑ Arroyo, Christopher (2017). Kant's Ethics and the Same-Sex Marriage Debate - An Introduction. Springer International Publishing. hlm. 131. ISBN 978-3-319-55733-5. Diakses tanggal 30 March 2023.
  143. ↑ Hare, E. H. (1962). "Masturbatory Insanity: the History of an Idea". Journal of Mental Science. 108 (452): 1–25. doi:10.1192/bjp.108.452.1. ISSN 0368-315X. PMID 13904676.
  144. ↑ William Dufty (1975) Sugar Blues, hlm. 65,6
  145. ↑ Stengers, Jean; van Neck, Anne (2001). Masturbation: the history of a great terror. Palgrave Macmillan. hlm. 132–133. ISBN 978-0-312-22443-1.
  146. ↑ Bennett, David (1999). "Burghers, Burglars, and Masturbators: The Sovereign Spender in the Age of Consumerism". New Literary History. 30 (2): 269–294. doi:10.1353/nlh.1999.0018. ISSN 1080-661X. S2CID 144501464.
  147. ↑ Dearborn, Lester W. (1961). "Autoerotism". Dalam Ellis, Albert; Abarbanel, Albert (ed.). The encyclopedia of sexual behavior (dalam bahasa Inggris). New York: Hawthorn Books. hlm. 209. OCLC 259681.
  148. 1 2 Ley, David J. (10 July 2014). The Myth of Sex Addiction. Rowman & Littlefield. hlm. 12. ISBN 978-1-4422-1305-0.
  149. 1 2 Darby, Robert (Spring 2003). "The Masturbation Taboo and the Rise of Routine Male Circumcision: A Review of the Historiography". Journal of Social History. 36 (3). Oxford University Press: 737–757. doi:10.1353/jsh.2003.0047. JSTOR 3790737. S2CID 72536074.
  150. ↑ Campbell, Meredith F.; Hartwell Harrison, J., ed. (1970). "The Male Genital Tract and the Female Urethra". Urology. Vol. 2 (Edisi 3rd). hlm. 1836.
  151. ↑ Zachar, Peter; Kendler, Kenneth S. (2023). "Masturbatory insanity: the history of an idea, revisited". Psychological Medicine. 53 (9): 3777–3782. doi:10.1017/S0033291723001435. ISSN 0033-2917. PMID 37246586.
  152. ↑ Patton, Michael S. (June 1985). "Masturbation from Judaism to Victorianism". Journal of Religion and Health. 24 (2): 133–146. doi:10.1007/BF01532257. ISSN 0022-4197. PMID 24306073. S2CID 39066052. Perubahan sosial dalam sikap terhadap masturbasi telah terjadi di tingkat profesional baru sejak tahun 1960 dan di tingkat populer sejak tahun 1970. [133] ... onanisme dan masturbasi secara keliru menjadi sinonim... [134] ... tidak ada undang-undang dalam Alkitab yang berkaitan dengan masturbasi. [135]
  153. ↑ Boulware, Jack (9 May 2000). "Sex educator says most people masturbate". Salon.com. Diakses tanggal 27 August 2014. apud "Masturbation: Current medical opinions". Ontario Consultants on Religious Tolerance. Diakses tanggal 27 August 2014.
  154. ↑ Ornella Moscucci, "Male masturbation and the offending prepuce," at: "Circumcision Information and Resource Pages". Diarsipkan dari asli tanggal 6 August 2001. Diakses tanggal 3 July 2011. (Merupakan kutipan dari "Sexualities in Victorian Britain.") apud Masturbation: Current medical opinions Ontario Consultants on Religious Tolerance. New URL: http://sites.google.com/site/completebaby/repression
  155. 1 2 Szasz, Thomas S. (1974) [1973]. "Sex". The Second Sin. London: Routledge & Kegan Paul Ltd. hlm. 10. ISBN 978-0-7100-7757-8. Diakses tanggal 30 June 2011. Masturbation: the primary sexual activity of mankind. In the nineteenth century it was a disease; in the twentieth, it's a cure.
  156. ↑ Dörner, Klaus; Plog, Ursula; Teller, Christine; Wendt, Frank (2014). Manual de psihiatrie socială și psihoterapie (dalam bahasa Rumania). Trei. hlm. 116. ISBN 978-606-719-248-3. Cf. Dörner, Klaus; Plog, Ursula; Teller, Christine; Wendt, Frank (2002) [1978]. Irren ist menschlich: Lehrbuch der Psychiatrie, Psychotherapie (dalam bahasa Jerman). Psychiatrie-Verlag. ISBN 978-3-88414-333-9.
  157. ↑ Laqueur, Thomas Walter (2003). Solitary Sex. New York: Zone Books. hlm. 78. ISBN 1-890951-32-3. Less clinical, less overtly political, the solitary vice of the imagination and of fantasy that had so terrified Rousseau had been transformed into a virtue: self-pleasuring was the path to self-knowledge, self-discovery, and spiritual well-being.
  158. ↑ "Love in the 21st Century - Episode Guide - Channel 4". channel4.com. 2009-06-16. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-06-16. Diakses tanggal 2018-10-28.
  159. ↑ Cole, Samantha (13 March 2023). "Enter the Goon Cave, Where Porn and Masturbation Is All That Exists". VICE.
  160. ↑ Porter, Robert S.; Kaplan, Justin L., ed. (2011). "Chapter 165. Sexuality and Sexual Disorders". The Merck Manual of Diagnosis & Therapy (Edisi 19th). Whitehouse Station, NJ: Merck Sharp & Dohme Corp., A Subsidiary of Merck & Co., Inc. ISBN 978-0-911910-19-3. Diarsipkan dari asli tanggal 20 February 2015. Diakses tanggal 19 June 2014.
  161. ↑ Shpancer, Noah (29 September 2010). "The Masturbation Gap. The pained history of self pleasure". Psychology Today. Diakses tanggal 27 June 2013. Publikasi penelitian Kinsey serta Masters dan Johnson mengungkapkan bahwa masturbasi bersifat umum sekaligus tidak berbahaya. Banyak studi sejak saat itu telah mengonfirmasi kebenaran mendasar ini, serta mengungkapkan pula bahwa masturbasi bukanlah pengganti seks "nyata" maupun fasilitator seks berisiko.
  162. ↑ Scowen, Peter. "We need to talk about masturbation, the last great sexual taboo". The Globe and Mail. Diakses tanggal 21 October 2015.
  163. ↑ "Matthew Burdette: Boy Scout, 14, took his own life after being 'bullied' over 'viral video'". Irish Independent. Diakses tanggal 17 February 2016.
  164. ↑ Grimston, Jack (12 July 2009). "Pupils told: Sex every day keeps the GP away - Times Online". The Sunday Times. Diarsipkan dari versi asli pada 16 July 2009. Diakses tanggal 12 October 2019.
  165. ↑ Tremlett, Giles (12 November 2009). "Spanish region takes hands-on approach to sex education". London: Guardian News and Media. Diakses tanggal 12 November 2009.
  166. ↑ Matzo, Marianne; Witt Sherman, Deborah (2006). Palliative care nursing: quality care to the end of life. Springer Publishing. hlm. 70. ISBN 978-0-8261-5791-1. Diakses tanggal 26 May 2010.
  167. ↑ Stein, Ricardo; Sardinha, Aline; Araújo, Claudio Gil S. (2016-04-01). "Sexual Activity and Heart Patients: A Contemporary Perspective". Canadian Journal of Cardiology. 32 (4): 410–420. doi:10.1016/j.cjca.2015.10.010. ISSN 0828-282X. PMID 26690295.
  168. ↑ Lastella, Michele; O'Mullan, Catherine; Paterson, Jessica L.; Reynolds, Amy C. (2019). "Sex and Sleep: Perceptions of Sex as a Sleep Promoting Behavior in the General Adult Population". Frontiers in Public Health. 7 33. Bibcode:2019FrPH....7...33L. doi:10.3389/fpubh.2019.00033. ISSN 2296-2565. PMC 6409294. PMID 30886838.
  169. ↑ "Donor insemination – how does it work?". Hfea.gov.uk. 14 April 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 8 October 2014. Diakses tanggal 27 August 2014.
  170. ↑ "Sperm donation Definition – Tests and Procedures". Mayo Clinic. 20 July 2012. Diakses tanggal 27 August 2014.
  171. ↑ OHasan. "What Does Sperm Donation Involve?". Web.stanford.edu. Diakses tanggal 27 August 2014.
  172. ↑ James, Lawrence (15 September 1997). The Rise and Fall of the British Empire. St. Martin's Griffin. hlm. 41. ISBN 978-0-312-16985-5. Konteksnya adalah pembahasan mengenai kebiasaan sosial para kolonis awal di Amerika Utara.
  173. 1 2 "Masturbation laws around the world: the penal code". The Guardian. 2013-09-19. Diakses tanggal 19 September 2013.
  174. ↑ "1568 MONTGOMERY HIGHWAY INC v. CITY OF HOOVER". 5 March 2010. Diakses tanggal 20 May 2014.
  175. ↑ Withnall, Adam (19 September 2013). "Swedish court rules that it is 'okay' to masturbate in public". The Independent. London. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 May 2022. Diakses tanggal 19 September 2013.
  176. ↑ Eaton-Robb, Pat (8 October 2011). "Connecticut Prisoners Express Anger Over Porn Ban". Associated Press.
  177. ↑ Johns, David Merritt (10 January 2012). "Free Willy". Slate.
  178. ↑ "Katekismus Gereja Katolik". Diarsipkan dari asli tanggal 7 October 2007. Diakses tanggal 8 October 2007. Baik Magisterium Gereja, dalam perjalanan tradisi yang konstan, maupun rasa moral umat beriman tidak meragukan dan telah mempertahankan dengan teguh bahwa masturbasi adalah tindakan yang secara intrinsik dan berat tidak teratur. "Penggunaan fakultas seksual secara sengaja, untuk alasan apa pun, di luar pernikahan pada dasarnya bertentangan dengan tujuannya". Sebab di sini kenikmatan seksual dicari di luar "hubungan seksual yang dituntut oleh tatanan moral dan di mana makna total dari pemberian diri secara timbal balik dan prokreasi manusia dalam konteks cinta sejati tercapai".
  179. ↑ "Don Chipp: larrikin, censor, and party founder". Crikey. Agustus 2006.
  180. ↑ Currey, Mason (30 April 2013). "Daily Rituals". Slate. Diakses tanggal 10 May 2013.
  181. ↑ Townshend, Pete (9 December 1971). "Meaty, Beaty, Big and Bouncy". Rolling Stone. Printed article. Diarsipkan dari asli tanggal 23 January 2009. Diakses tanggal 9 January 2009. "Hanya sebuah lagu sederhana tentang masturbasi dan betapa pentingnya hal itu bagi seorang pemuda. Saya benar-benar menyindir orang tua saya yang, ketika memergoki saya melakukannya, akan berbicara dengan suara keras di koridor luar kamar saya. 'Kenapa dia tidak pergi dengan perempuan seperti anak laki-laki lainnya?'"
  182. ↑ McLean, Craig (25 March 2006). "Pink: The outspoken pop star on fame and growing up". The Independent. London. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 May 2022. Diakses tanggal 16 March 2010.
  183. ↑ Macdonald, Cameron (23 January 2006). "Treating Dandruff by Decapitation — Playing God". Stylus Magazine. Diarsipkan dari asli tanggal 4 March 2016. Diakses tanggal 22 April 2009.
  184. ↑ "Cyndi Lauper Biography". Monsters and Critics. Diarsipkan dari asli tanggal 10 October 2013. Diakses tanggal 8 November 2013.
  185. ↑ Herring, Richard (2004). Talking Cock: A Celebration of Man and His Manhood. Thunder's Mouth Press. hlm. 109. ISBN 978-1-56025-608-3.
  186. ↑ "All of the Embarrassing Sex Moments in the American Pie Movies, Ranked". Complex. Diakses tanggal September 3, 2019.
  187. ↑ Chaney, Jen (17 May 2005). "'Seinfeld,' Four: It's Real and It's Spectacular". The Washington Post.
  188. ↑ "The masturbating bear is coming back!!!". Warmingglow.uproxx.com. 2009-05-27. Diarsipkan dari asli tanggal 1 February 2014. Diakses tanggal 8 November 2013.
  189. ↑ Stableford, Dylan (21 January 2010). "Conan Finally Unleashes 'Masturbating Bear' (Video)". Thewrap.com. Diarsipkan dari asli tanggal 7 June 2011. Diakses tanggal 29 May 2011.
  190. ↑ "Conan: Masturbating Bear Gets a New Job". Tbs.com. Diarsipkan dari asli tanggal 4 November 2011. Diakses tanggal 29 May 2011.
  191. ↑ Lewis, Jon (September 2002). Hollywood V. Hard Core: How the Struggle Over Censorship Created the Modern Film Industry. NYU Press. hlm. 196. ISBN 978-0-8147-5143-5.
  192. ↑ Staiger, Janet (1995). Bad Women: The Regulation of Female Sexuality in Early American Cinema. University of Minnesota Press. hlm. 15. ISBN 978-1-4529-0267-8.
  193. ↑ Waugh, Tom (March 1985). "Men's pornography gay vs. straight". Jump Cut (30): 30–35. Diakses tanggal 12 October 2019.
  194. ↑ "Pemenang 2010 Diarsipkan 7 December 2013 di Archive.is", AVN Awards, URL diakses 25 November 2012.
  195. ↑ AVN – AVN Mengumumkan Pemenang AVN Award 2012 Diarsipkan 29 June 2012 di Archive.is. Diakses pada 9 April 2012.
  196. ↑ Watson, P. F. (1978). Artificial breeding of non-domestic animals: (the proceedings of a symposium held at the Zoological Society of London on 7 and 8 September 1977). Academic Press for the Zoological Society of London. ISBN 978-0-12-613343-1. Diakses tanggal 9 February 2013.
  197. ↑ Balcombe, Jonathan P. (2011). The Exultant Ark: A Pictorial Tour of Animal Pleasure. University of California Press. hlm. 89–. ISBN 978-0-520-26024-5.
  198. ↑ Schwartz, S (1999). "Use of cyproheptadine to control urine spraying and masturbation in a cat". Journal of the American Veterinary Medical Association. 214 (3): 369–71. doi:10.2460/javma.1999.214.03.369. PMID 10023399.
  199. ↑ Journal of the American Veterinary Medical Association. American Veterinary Medical Association. 1931.
  200. ↑ Müller, Georg Alfred (1897). Diseases of the dog and their treatment. W.H. Hoskins. hlm. 183–.
  201. ↑ Marchinton, R. Larry; Moore, W. Gerald (1971). "Auto-Erotic Behavior in Male White-Tailed Deer". Journal of Mammalogy. 52 (3): 616–617. doi:10.2307/1378600. JSTOR 1378600.
  202. ↑ Leonard Lee Rue III (2004). The Deer of North America. Globe Pequot Press. ISBN 978-1-59228-465-8. Diakses tanggal 8 September 2013.
  203. ↑ Leonard Lee Rue, III (2001). The Deer Hunter's Illustrated Dictionary: Full Explanations of More Than 600 Terms and Phrases Used by Deer Hunters Past and Present. Globe Pequot Press. ISBN 978-1-58574-349-0.
  204. ↑ R. Eric Miller; Murray E. Fowler (2014). Fowler's Zoo and Wild Animal Medicine. Elsevier Health Sciences. ISBN 978-1-4557-7399-2.
  205. ↑ Shipley, Clifford F (1999). "Breeding soundness examination of the boar". Journal of Swine Health and Production. 7 (3): 117–120. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-02-16. Diakses tanggal 2018-02-15.
  206. ↑ A. F. Dixson (2012). Primate Sexuality: Comparative Studies of the Prosimians, Monkeys, Apes, and Humans. Oxford University Press. ISBN 978-0-19-954464-6.
  207. ↑ Jean-Baptiste Leca; Michael A. Huffman; Paul L. Vasey (2012). The Monkeys of Stormy Mountain: 60 Years of Primatological Research on the Japanese Macaques of Arashiyama. Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-76185-7. Diakses tanggal 8 September 2013.
  208. ↑ Würsig, Bernd; Orbach, Dara N. (2023-09-25). Sex in Cetaceans: Morphology, Behavior, and the Evolution of Sexual Strategies (dalam bahasa Inggris). Springer Nature. ISBN 978-3-031-35651-3.
  209. ↑ "Twitter responds to the death of Eddie, the slam dunking, self-pleasuring, Oregon Zoo sea otter". The Oregonian. 21 December 2018.

Bacaan lanjutan

  • DeMartino, Manfred F. (1979). Human Autoerotic Practices. New York: Human Sciences Press. ISBN 978-0-87705-373-6.
  • Dodson, Betty (1974). Liberating Masturbation: A Meditation on Self Love. Bodysex Designs. ASIN B001TNSX4C.
  • Fox, Douglas (16 July 2003). "Masturbating may protect against prostate cancer". New Scientist.
  • Herbenick, Debby (24 November 2014). "Guys, 4 Reasons Why Masturbation Is Good For You". The Trent.
  • Hurlbert, David Farley; Whittaker, Karen Elizabeth (1991). "The Role of Masturbation in Marital and Sexual Satisfaction: A Comparative Study of Female Masturbators and Nonmasturbators". Journal of Sex Education & Therapy. 17 (4): 272–282. doi:10.1080/01614576.1991.11074029.
  • Marcus, Irwin M. (1975). Masturbation: From Infancy to Senescence. New York: International Universities Press. ISBN 978-0-8236-3150-6.
  • Theobald, Stephanie (2018). Sex Drive. London: Unbound Press. ISBN 978-1-78352-681-9.
  • Messer, Drew C.; Walker, C. Eugene (6 December 2012) [2003]. "Masturbation" (PDF). Dalam Ollendick, Thomas H.; Schroeder, Carolyn S. (ed.). Encyclopedia of Clinical Child and Pediatric Psychology. Boston, MA: Springer Science & Business Media. hlm. 359–360. ISBN 978-1-4615-0107-7. OCLC 913623298. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 4 April 2020.

Pranala luar

Cari tahu mengenai Masturbasi pada proyek-proyek Wikimedia lainnya:
Definisi dan terjemahan dari Wiktionary
Gambar dan media dari Commons
Berita dari Wikinews
Kutipan dari Wikiquote
Teks sumber dari Wikisource
Buku dari Wikibuku
Lihat entri onanism di kamus bebas Wikikamus.
  • Masturbation PSA. Masturbation Is A Personal Choice di YouTube (University of Guelph students enrolled in FRHD 4200 Issues in Human Sexuality created Public Service Announcement (PSA) on the health benefits of masturbation).
  • Masturbation PSA. Masturbation – There Is No Shame In Loving Yourself.Group 5.mov di YouTube (University of Guelph students enrolled in FRHD 4200 Issues in Human Sexuality created Public Service Announcement (PSA) on the health benefits of masturbation).
  • l
  • b
  • s
Masturbasi
Teknik
  • Masturbasi dubur
  • Autoerotisme
  • Autofellatio
  • Setrum erotis
  • Sesak napas erotis
  • Telepon seks
  • Teledildo
Alat
  • Manik-manik dubur
  • Bola Ben Wa
  • Boneka seks
  • Dakimakura
  • Dildo
    • Dildo penetrasi ganda
  • Fleshlight
  • Mesin seks
    • Sybian
    • Tongkat Ajaib Hitachi
    • Venus 2000
    • Vibrator
  • Sound
  • Vagina buatan
Acara
  • Masturbate-a-thon
  • Hari Masturbasi Nasional
  • Minggu Onani
Sejarah dan status
  • Sejarah masturbasi
  • Revolusi seksual
  • Pandangan agama
  • Masturbasi pada hewan
Lain-lain
  • No Nut November
  • Wikiquote
  • Wiktionary
  • Wikimedia Commons
  • Wikisource
  • Wikinews
  • Wikiversity
  • Wikibooks
  • l
  • b
  • s
Garis besar seksualitas manusia
Fisiologi dan biologi
  • Ereksi
  • Inseminasi
  • Interseks
  • Libido
  • Mimpi basah
  • Orgasme
    • Ejakulasi laki-laki dan Ejakulasi perempuan
  • Dorongan panggul
  • Cairan praejakulasi
  • Pembuahan
  • Kehamilan
  • Rangsangan seksual
Kesehatan dan
pendidikan
  • Kontrol kelahiran
  • Kondom
  • Pengobatan reproduksi
    • Andrologi
    • Ginekologi
    • Urologi
  • Seks aman
  • Pendidikan seksual
  • Terapi seks
  • Pengganti seksual
  • Disfungsi seksual
    • Fetis seksual
    • Disfungsi ereksi
    • Hiperseksualitas
    • Hiposeksualitas
  • Penyakit menular seksual
  • Pengobatan seksual
Identitas dan keragaman
  • Gender biner
  • Identitas gender
  • Identitas seksual
  • Orientasi seksual
  • Pria yang berhubungan seks dengan pria
  • Wanita yang berhubungan seks dengan wanita
Hukum
  • Inses
  • Kecabulan
  • Kejahatan penularan HIV
  • Ketidaksenonohan publik
  • Pelecehan seksual
    • Kekerasan seksual
    • Pelanggaran seksual
    • Pemerkosaan
    • Penyerangan seksual
  • Usia dewasa
Sejarah
  • Kama Sutra
  • Kontrabudaya pada 1960-an
  • Perang seks feminis
  • Revolusi seksual
  • Sejarah penggambaran erotik
Hubungan
dan masyarakat
  • Anarkisme cinta/seks
  • Dayatarik seksual
  • Etika seksual
  • Kecanduan seksual
  • Keluarga berencana
  • Modal seksual
  • Objektifikasi seksual
  • Parafilia
  • Perkawinan
  • Poliamori
  • Puasa seksual
  • Romansa
  • Seks bebas
  • Seks di luar nikah
  • Seks pranikah
Berdasarkan negara
  • Amerika Serikat (remaja)
  • China
  • Filipina
  • India
  • Jepang
  • Korea Selatan
  • Romawi Kuno
Aktivitas seksual
  • Autofellatio
  • Seks anal
  • Bareback
  • BDSM
  • Seks anak
    • Pelecehan seksual atas anak
    • Pelecehan seksual antar anak
  • Ejakulasi di dalam
  • Main jari
  • Fisting
  • Seks kelompok
  • Masturbasi
  • mekanisme seks
  • Seks non-penetratif
    • Facial
    • Fetisisme kaki
    • Footjob
    • Frot
    • Handjob
    • Hubungan seks payudara
    • Peting berat
    • Sumata
  • Seks oral
    • Anilingus
    • Cunnilingus
    • Fellatio
    • Irumatio
  • Perangsangan puting
  • Fetis seks
  • Kendali orgasme
  • Seks kilat
  • Posisi seks
  • BDSM
  • Urolagnia
  • Koprofilia
  • Emetofilia
  • Parafilia
  • Pompoir
  • Pelecehan seksual
    • Perkosaan
    • Kekerasan seksual
  • Fantasi seksual
  • Hubungan seksual
    • Pemanasan
  • Penetrasi seksual
  • Sublimasi seksual
  • Tribadisme
  • Seks virtual
    • Seks cyber
    • Perbincangan erotis
  • Kontes kaus basah
  • Zoofilia
  • Glory hole
Industri seks
  • Video game dewasa
  • Pariwisata seks
    • Anak-anak
    • Perempuan
  • Erotika
  • Pornografi
    • Aktor film
  • Prostitusi
    • Seks kelangsungan hidup
  • Museum seks
  • Toko seks
  • Mainan seks
    • boneka
  • Klub tari telanjang
Agama dan seksualitas
  • Islam
  • Demonologi Kristen
  • Mormonisme
  • Taoism
  • Seks magis
  • Seksualitas manusia
  • Portal:Seksualitas
  • Seksologi
  • Slang seksual
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
  • FAST
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Polandia
  • Israel

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Etimologi
  2. Terminologi
  3. Teknik
  4. Umum
  5. Masturbasi wanita
  6. Masturbasi pria
  7. Masturbasi bersama
  8. Frekuensi, usia, dan jenis kelamin
  9. Kegunaan evolusioner
  10. Efek kesehatan
  11. Manfaat
  12. Risiko
  13. Sejarah budaya
  14. Dunia kuno
  15. Perkembangan pandangan dunia Barat kontemporer
  16. Pandangan mengenai masturbasi

Artikel Terkait

Rangsangan seksual

segala sesuatu yang membangkitkan gairah atau membawa pada puncak syahwat

Gairah seksual

rangsangan gairah seksual selama atau mengantisipasi aktivitas seksual

Persetubuhan

tindakan yang dilakukan demi reproduksi, kenikmatan seksual, atau keduanya

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026