Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Anus manusia

Pada manusia, anus adalah bukaan eksternal dari rektum yang terletak di dalam celah intergluteal. Dua sfingter mengendalikan keluarnya feses dari tubuh saat proses defekasi, yang merupakan fungsi utama anus. Otot-otot tersebut adalah sfingter anal internal dan sfingter anal eksternal, yakni otot melingkar yang secara normal menjaga konstriksi pada orifisium tersebut dan berelaksasi sesuai tuntutan fungsi fisiologis normal. Sfingter bagian dalam bersifat involunter dan bagian luar bersifat volunter. Di sebelah superior anus terdapat perineum, yang juga terletak di bawah vulva atau skrotum.

Anus/dubur
Diperbarui 7 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Anus manusia
Anus manusia
Tampilan luar anus wanita, tanpa rambut
Skema saluran pencernaan, dengan tanda pada anus
Rincian
PendahuluProktodeum
SistemPencernaan
ArteriArteri rektal inferior
VenaVena rektal inferior
SarafSaraf rektal inferior, saraf pudendal
LimfaKelenjar getah bening inguinal superfisial
Pengidentifikasi
Bahasa Latinanus
TA98A05.7.05.013
TA23022
FMA15711
Daftar istilah anatomi
[sunting di Wikidata]

Pada manusia, anus (dari Latin ānus, "cincin", "lingkaran")[1][2] adalah bukaan eksternal dari rektum yang terletak di dalam celah intergluteal. Dua sfingter mengendalikan keluarnya feses dari tubuh saat proses defekasi, yang merupakan fungsi utama anus. Otot-otot tersebut adalah sfingter anal internal dan sfingter anal eksternal, yakni otot melingkar yang secara normal menjaga konstriksi pada orifisium tersebut dan berelaksasi sesuai tuntutan fungsi fisiologis normal. Sfingter bagian dalam bersifat involunter dan bagian luar bersifat volunter. Di sebelah superior anus terdapat perineum, yang juga terletak di bawah vulva atau skrotum.

Sebagian dikarenakan paparannya terhadap feses, sejumlah kondisi medis dapat memengaruhi anus, seperti hemoroid.[3] Anus merupakan lokasi yang berpotensi mengalami infeksi dan kondisi lainnya, termasuk kanker (lihat kanker anus).[4]

Melalui seks anal, anus dapat memainkan peran dalam seksualitas. Sikap terhadap seks anal bervariasi, dan aktivitas ini ilegal di beberapa negara.[5] Anus sering dianggap sebagai bagian tubuh yang tabu,[5] dan dikenal dengan banyak istilah slang yang umumnya kasar. Beberapa infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS dan kutil anus dapat menyebar melalui seks anal.

Struktur

Anatomi anus manusia. Penampang frontal.

Anus merupakan segmen terminal dari saluran pencernaan, yang bersambung secara langsung dari rektum dan melintasi dasar panggul. Bagian superior dan inferior anus dilingkupi oleh sfingter internal dan sfingter eksternal, sepasang cincin otot yang berfungsi mengatur mekanisme defekasi.[6]: 397  Di sepanjang organnya, anus dikelilingi oleh lipatan-lipatan yang disebut katup anal, yang memusat pada sebuah garis yang dikenal sebagai garis pektinat. Garis ini merepresentasikan titik transisi antara usus belakang dan ektoderm pada embrio. Di inferior titik ini, mukosa anus internal berganti menjadi kulit.[6] : 397  Garis pektinat juga menjadi batas pemisah antara anus internal dan eksternal.

Anus menerima vaskularisasi dari arteri rektal inferior dan inervasi dari saraf rektal inferior, yang merupakan percabangan dari saraf pudendal.[7]

Mikroanatomi

Epitelium kolumnar bertingkat semu pada saluran pencernaan bertransisi menjadi epitelium skuamosa bertingkat tepat di garis pektinat. Epitelium skuamosa bertingkat tersebut secara bertahap mengakumulasi kelenjar sebasea dan kelenjar apokrin.[8]: 285 

Perkembangan

Selama masa pubertas, seiring testosteron memicu pertumbuhan rambut androgenik pada tubuh, rambut kemaluan mulai tumbuh di sekitar anus. Meskipun pada awalnya jarang, rambut ini akan menjadi lebat menjelang akhir masa pubertas, atau bahkan lebih awal. Pada populasi genetik tertentu, rambut androgenik ini lebih jarang ditemukan.

Fungsi

Defekasi

Artikel utama: Defekasi

Tekanan intrarektal meningkat seiring rektum terisi oleh feses, yang mendesak feses tersebut ke arah dinding kanal anal. Kontraksi otot abdomen dan dasar panggul dapat menciptakan tekanan intraabdomen, yang selanjutnya meningkatkan tekanan intrarektal. Sfingter ani internal (otot tak sadar) merespons tekanan ini dengan berelaksasi, sehingga memungkinkan feses memasuki kanal tersebut. Rektum memendek saat feses terdorong ke dalam kanal anal dan gelombang peristaltik mendorong feses keluar dari rektum. Relaksasi sfingter ani internal dan eksternal memungkinkan feses keluar dari anus, dan akhirnya, seiring otot levator ani menarik anus ke atas meliwati feses yang keluar.

Signifikansi klinis

Gambar anus yang terkena wasir. Garis pektinat, yang memisahkan anus internal dan eksternal, dapat terlihat.

Fisura anal adalah robekan pada lapisan luar (mukosa) anus. Kondisi ini sangat nyeri, dengan rasa sakit yang muncul setelah buang air besar; gejala lainnya dapat mencakup perdarahan ringan, keluarnya cairan, atau gatal.[9] Umumnya, fisura disebabkan oleh cedera pada mukosa, atau karena buruknya suplai darah lokal yang menghambat penyembuhan yang tepat, disertai dengan spasme sfingter ani eksternal yang turut berkontribusi.[9] Sfingter ani eksternal dapat direlaksasi dengan pengaplikasian krim gliseril trinitrat, dan konstipasi ditangani dengan obat pencahar serta peningkatan hidrasi.[9] Beberapa fisura mungkin memerlukan injeksi toksin botulinum; kasus terburuk mungkin membutuhkan intervensi bedah, seperti "sfingterotomi anal internal lateral atau anoplasti advancement"[butuh klarifikasi].[9]

Wasir adalah pembuluh darah yang terlihat dari pleksus vena internal atau eksternal anus. Wasir dapat: menyebabkan perdarahan setelah buang air besar; terasa nyeri; menyebabkan gatal; atau mengalami Templat:Wt keluar dari anus.[9] Wasir sering dikaitkan dengan mengejan akibat konstipasi, dan kehamilan.[9] Biasanya, wasir ditangani dengan obat-obatan untuk melunakkan tinja dan mencegah mengejan saat konstipasi. Beberapa wasir memerlukan pembedahan untuk penanganannya, yang mungkin melibatkan pemasangan gelang karet di sekitar wasir agar suplai darahnya terhenti; atau eksisi bedah.[9]

Lainnya

  • Fistula
  • Cacat lahir, termasuk imperforasi, stenosis, Kista tailgut

Infeksi

Abses anal biasanya diakibatkan oleh infeksi pada kelenjar normal anus, atau terkadang karena penyakit Crohn.[9] Abses ini biasanya terjadi di sisi sfingter, dan di antara sfingter internal dan eksternal, baik di permukaan maupun lebih dalam. Abses dapat membesar, meluas ke arah rektum, dan mengakibatkan hubungan abnormal yang disebut fistula anorektal. Kondisi ini biasanya ditangani dengan drainase bedah[9] dan antibiotik.[10][11]

Tambahan

  • Infeksi menular seksual
  • Kutil anus, disebut juga kondiloma anal

Kanker

[icon]
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya. (Juni 2020)

Kanker anus, juga disebut "karsinoma anal", dan neoplasia intraepitelial anal.[12]

Gatal, inkontinensia, dan konstipasi

Rasa gatal, yang disebut pruritus ani, dapat menjangkiti area anus. Hal ini paling sering disebabkan oleh paparan jangka panjang anus terhadap feses, dengan alasan yang meliputi penyakit pada anus seperti wasir, fistula, dan fisura; higiene yang buruk atau diare kronis; infeksi lokal seperti cacing pita dan kandidiasis; atau kondisi kulit seperti psoriasis dan dermatitis kontak. Jika penyebab spesifik teridentifikasi, penyebab tersebut dapat diobati untuk meredakan rasa gatal. Jika tidak, penanganan meliputi menjaga area tetap bersih dan kering, menghentikan penggunaan krim dan salep topikal, serta kemungkinan penggunaan laksatif pembentuk massa tinja untuk mengurangi risiko kontaminasi feses.[9]

Kerusakan atau cedera pada sfingter anal (anus patulosa pada kasus yang lebih parah) sebagai akibat dari kerusakan selama pembedahan, seperti pada regio perineal, atau akibat dari seks anal; dapat menyebabkan buang angin dan/atau inkontinensia fekal, konstipasi kronis, dan megakolon.[13]

  • Sebuah wasir derajat IV menonjol keluar dari anus.
    Sebuah wasir derajat IV menonjol keluar dari anus.

Masyarakat dan budaya

Seksualitas

Artikel utama: Seks anal
Jarak anogenital adalah pengukuran jarak dari anus ke alat kelamin. Pada wanita, jarak ini cenderung jauh lebih pendek dibandingkan pada pria.

Anus memiliki konsentrasi ujung saraf yang relatif tinggi dan dapat menjadi sebuah zona erogen, yang dapat membuat sanggama anal terasa nikmat jika dilakukan dengan benar. Saraf pudendal yang bercabang untuk mempersarafi sfingter ani eksternal juga bercabang menuju saraf dorsal klitoris dan saraf dorsal penis.[14]

Selain ujung saraf, kenikmatan dari sanggama anal dapat didukung oleh kedekatan jarak antara anus dengan prostat pada pria, serta vagina, kaki klitoris, dan area anal pada wanita. Hal ini disebabkan oleh stimulasi tidak langsung pada prostat dan vagina atau kaki klitoris.[14][15][16] Bagi pasangan pria yang melakukan penetrasi, kekencangan anus dapat menjadi sumber kenikmatan melalui tekanan taktil pada penis.[17][18] Kenikmatan dari anus juga dapat dicapai melalui masturbasi anal, jari anal, menduduki wajah, anilingus, serta tindakan penetratif dan non-penetratif lainnya. Peregangan anal atau fisting terasa nikmat bagi sebagian orang, namun menimbulkan ancaman kerusakan yang lebih serius akibat peregangan jaringan anal dan rektal yang disengaja; cederanya meliputi laserasi sfingter ani serta perforasi rektum dan kolon sigmoid (rektosigmoid), yang dapat berujung pada kematian.[19] Pelumas dan kondom secara luas dianggap sebagai kebutuhan saat melakukan seks anal, begitu pula dengan penetrasi yang perlahan dan berhati-hati.[20]

Sanggama anal terkadang disebut sebagai sodomi atau semburit, dan dianggap tabu dalam sejumlah sistem hukum. Hal ini pernah, dan di beberapa yurisdiksi masih, merupakan kejahatan yang membawa hukuman berat.[5]

Higiene

Artikel utama: Higiene anal

Guna mencegah timbulnya penyakit pada anus[butuh rujukan] serta untuk menunjang higiene secara umum, manusia lazimnya membersihkan bagian eksterior anus pasca-buang air besar. Pembilasan menggunakan air dari bidet atau pengusapan dengan tisu toilet sering digunakan untuk tujuan ini, meskipun praktik pembersihan anal sangat bervariasi antarbudaya.

Kosmetika

Pencukuran, pemangkasan, penggunaan depilatori (penghilangan rambut), atau waxing Brasil dapat membersihkan rambut dari perineum.

Pemutihan anal merupakan prosedur pencerahan warna anus dan perineum. Penjemuran perineum adalah proses ketika anus mengalami penggelapan melalui paparan sinar matahari secara sengaja, yang mengakibatkan area tersebut menjadi lebih gelap.[21]

Tindik anal yang sejati jarang dilakukan karena dapat mengganggu fungsi fisiologis anus dan memicu infeksi. Tindik permukaan pada perineum lebih mudah perawatannya dan jauh lebih umum dijumpai.

Beberapa orang memilih untuk memiliki tato pada anus mereka.

Slang

Anus memiliki banyak istilah slang (bahasa gaul), di antaranya asshole, butthole (serta padanannya dalam bahasa Inggris Britania, arsehole dan bumhole), cornhole, dan bunghole. Dalam bahasa Indonesia juga dikenal beberapa istilah seperti dubur, burit, lubang pantat, dan eufimisme seperti pelepasan.

Gambar tambahan

  • Otot-otot perineum laki-laki
    Otot-otot perineum laki-laki
  • Otot-otot perineum perempuan
    Otot-otot perineum perempuan
  • Aspek posterior rektum dan anus yang terekspos melalui pengangkatan bagian bawah sakrum dan koksiks
    Aspek posterior rektum dan anus yang terekspos melalui pengangkatan bagian bawah sakrum dan koksiks
  • Raphe perinealis pada manusia perempuan. Raphe perinealis merupakan lempeng jaringan fibrosa yang membentang dari anus hingga skrotum atau vulva.
    Raphe perinealis pada manusia perempuan. Raphe perinealis merupakan lempeng jaringan fibrosa yang membentang dari anus hingga skrotum atau vulva.

Lihat pula

Lihat entri anus di kamus bebas Wikikamus.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Human anus.
  • Pemutihan anal
  • Tahap anal (tahap psikoseksual Freud)
  • Saraf anokoksigeal
  • Gangguan anorektal
  • Bokong
  • Kloaka
  • Koksidinia
  • Koksiks
  • Flatulensi

Referensi

  1. ↑ Martim de Albuquerque (1873). Notes and Queries. Original from the University of Michigan: Oxford University Press. hlm. 119.
  2. ↑ O'Reilly, Edward; O'Donovan, John (1864). An Irish-English Dictionary. Original from Oxford University: J. Duffy. hlm. 7.
  3. ↑ Schubert, MC; Sridhar, S; Schade, RR; Wexner, SD (July 2009). "What every gastroenterologist needs to know about common anorectal disorders". World J Gastroenterol. 15 (26): 3201–09. doi:10.3748/wjg.15.3201. ISSN 1007-9327. PMC 2710774. PMID 19598294.
  4. ↑ "Anal Cancer". The Lecturio Medical Concept Library. Diakses tanggal 24 July 2021.
  5. 1 2 3 "Anal Sex, defined". Discovery.com. Diarsipkan dari asli tanggal June 13, 2002. Diakses tanggal July 23, 2013.
  6. 1 2 Drake, Richard L.; Vogl, Wayne; Tibbitts, Adam W.M. Mitchell (2005). Gray's anatomy for students. illustrations by Richard; Richardson, Paul. Philadelphia: Elsevier/Churchill Livingstone. ISBN 978-0-8089-2306-0.
  7. ↑ Moore, Keith L.; Dalley, Arthur F.; Agur, A. M. R. (2013-02-13). Clinically Oriented Anatomy (dalam bahasa Inggris). Lippincott Williams & Wilkins. ISBN 978-1-4511-1945-9.
  8. ↑ Young, Barbara; Lowe, James S.; Stevens, Alan; Heath, John W. (2006). Wheater's functional histology: a text and colour atlas (Edisi 5th). Churchill Livingstone, Elsevier.
  9. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Davidson, Stanley (2018). "Anorectal disorders". Dalam Ralston, Stuart H.; Penman, Ian D.; Strachan, Mark W.; Hobson, Richard P. (ed.). Davidson's principles and practice of medicine (Edisi 23rd). Elsevier. hlm. 835–6. ISBN 978-0-7020-7028-0.
  10. ↑ "Anorectal Abscess". Johns Hopkins Medicine. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 August 2021. Diakses tanggal 10 August 2021.
  11. ↑ Ansorge, R; Robinson, J (15 September 2019). "Anal Abscess". WebMD. Diakses tanggal 10 August 2021.
  12. ↑ "Anal Cancer". The Lecturio Medical Concept Library. Diakses tanggal 10 August 2021.
  13. ↑ "Megacolon". The Lecturio Medical Concept Library. Diakses tanggal 10 August 2021.
  14. 1 2 Komisaruk, Barry R.; Whipple, Beverly; Nasserzadeh, Sara; Beyer-Flores, Carlos (2009). The Orgasm Answer Guide. JHU Press. hlm. 108–109. ISBN 978-0-8018-9396-4. Diakses tanggal January 20, 2014.
  15. ↑ Rosenthal, Martha (2012). Human Sexuality: From Cells to Society. Cengage Learning. hlm. 133–135. ISBN 978-0-618-75571-4. Diakses tanggal September 17, 2012.
  16. ↑ Janina, Valdez Natasha (2011). Vitamin O: Why Orgasms Are Vital to a Woman's Health and Happiness, and How to Have Them Every Time!. Skyhorse Publishing Inc. hlm. 79. ISBN 978-1-61608-311-3. Diakses tanggal November 6, 2011.
  17. ↑ Dunkin, Mary Anne. "Anal Sex Safety: What to Know". WebMD. Diakses tanggal August 19, 2013.
  18. ↑ DeLora, Joann S.; Warren, Carol A. B.; Ellison, Carol Rinkleib (2008) [1981]. Understanding Sexual Interaction. Houghton Mifflin (Original from the University of Virginia). hlm. 123. ISBN 978-0-395-29724-7. Diakses tanggal November 6, 2011. Many men find anal intercourse more exciting than penile-vaginal intercourse because the anal opening is usually smaller and tighter than the vagina. Probably the forbidden aspect of anal intercourse also makes it more exciting for some people.
  19. ↑ Miletich, John J.; Tia Laura Lindstrom (2010). An Introduction to the Work of a Medical Examiner: From Death Scene to Autopsy Suite. ABC-CLIO. hlm. 29. ISBN 978-0-275-99508-9. Diakses tanggal September 15, 2014.
  20. ↑ Carroll, Janell L. (2009). Sexuality Now: Embracing Diversity. Cengage Learning. hlm. 271. ISBN 978-0-495-60274-3. Diakses tanggal 2010-12-19.
  21. ↑ Ottwell, Ryan; Hartwell, Micah; Beswick, Tracy; Rogers, Taylor Calli; Ivy, Heather; Goodman, Marcus; Vassar, Matt (2021-01-26). "Public Interest in a Potentially Harmful, Non–Evidence-Based "Wellness" Practice: Cross-Sectional Analysis of Perineum Sunning". JMIR Dermatology. 4 (1) e24124. JMIR Publications Inc. doi:10.2196/24124. ISSN 2562-0959. PMC 10501511. PMID 37632796.
  • l
  • b
  • s
Sistem pencernaan
Mulut · Faring · Esofagus · Lambung · Pankreas · Kantung empedu · Hati · Usus halus (usus dua belas jari, usus kosong, usus penyerapan) · Usus besar · Usus buntu · Umbai cacing · Rektum · Anus
  • l
  • b
  • s
Garis besar seksualitas manusia
Fisiologi dan biologi
  • Ereksi
  • Inseminasi
  • Interseks
  • Libido
  • Mimpi basah
  • Orgasme
    • Ejakulasi laki-laki dan Ejakulasi perempuan
  • Dorongan panggul
  • Cairan praejakulasi
  • Pembuahan
  • Kehamilan
  • Rangsangan seksual
Kesehatan dan
pendidikan
  • Kontrol kelahiran
  • Kondom
  • Pengobatan reproduksi
    • Andrologi
    • Ginekologi
    • Urologi
  • Seks aman
  • Pendidikan seksual
  • Terapi seks
  • Pengganti seksual
  • Disfungsi seksual
    • Fetis seksual
    • Disfungsi ereksi
    • Hiperseksualitas
    • Hiposeksualitas
  • Penyakit menular seksual
  • Pengobatan seksual
Identitas dan keragaman
  • Gender biner
  • Identitas gender
  • Identitas seksual
  • Orientasi seksual
  • Pria yang berhubungan seks dengan pria
  • Wanita yang berhubungan seks dengan wanita
Hukum
  • Inses
  • Kecabulan
  • Kejahatan penularan HIV
  • Ketidaksenonohan publik
  • Pelecehan seksual
    • Kekerasan seksual
    • Pelanggaran seksual
    • Pemerkosaan
    • Penyerangan seksual
  • Usia dewasa
Sejarah
  • Kama Sutra
  • Kontrabudaya pada 1960-an
  • Perang seks feminis
  • Revolusi seksual
  • Sejarah penggambaran erotik
Hubungan
dan masyarakat
  • Anarkisme cinta/seks
  • Dayatarik seksual
  • Etika seksual
  • Kecanduan seksual
  • Keluarga berencana
  • Modal seksual
  • Objektifikasi seksual
  • Parafilia
  • Perkawinan
  • Poliamori
  • Puasa seksual
  • Romansa
  • Seks bebas
  • Seks di luar nikah
  • Seks pranikah
Berdasarkan negara
  • Amerika Serikat (remaja)
  • China
  • Filipina
  • India
  • Jepang
  • Korea Selatan
  • Romawi Kuno
Aktivitas seksual
  • Autofellatio
  • Seks anal
  • Bareback
  • BDSM
  • Seks anak
    • Pelecehan seksual atas anak
    • Pelecehan seksual antar anak
  • Ejakulasi di dalam
  • Main jari
  • Fisting
  • Seks kelompok
  • Masturbasi
  • mekanisme seks
  • Seks non-penetratif
    • Facial
    • Fetisisme kaki
    • Footjob
    • Frot
    • Handjob
    • Hubungan seks payudara
    • Peting berat
    • Sumata
  • Seks oral
    • Anilingus
    • Cunnilingus
    • Fellatio
    • Irumatio
  • Perangsangan puting
  • Fetis seks
  • Kendali orgasme
  • Seks kilat
  • Posisi seks
  • BDSM
  • Urolagnia
  • Koprofilia
  • Emetofilia
  • Parafilia
  • Pompoir
  • Pelecehan seksual
    • Perkosaan
    • Kekerasan seksual
  • Fantasi seksual
  • Hubungan seksual
    • Pemanasan
  • Penetrasi seksual
  • Sublimasi seksual
  • Tribadisme
  • Seks virtual
    • Seks cyber
    • Perbincangan erotis
  • Kontes kaus basah
  • Zoofilia
  • Glory hole
Industri seks
  • Video game dewasa
  • Pariwisata seks
    • Anak-anak
    • Perempuan
  • Erotika
  • Pornografi
    • Aktor film
  • Prostitusi
    • Seks kelangsungan hidup
  • Museum seks
  • Toko seks
  • Mainan seks
    • boneka
  • Klub tari telanjang
Agama dan seksualitas
  • Islam
  • Demonologi Kristen
  • Mormonisme
  • Taoism
  • Seks magis
  • Seksualitas manusia
  • Portal:Seksualitas
  • Seksologi
  • Slang seksual
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • Terminologia Anatomica

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Struktur
  2. Mikroanatomi
  3. Perkembangan
  4. Fungsi
  5. Defekasi
  6. Signifikansi klinis
  7. Infeksi
  8. Kanker
  9. Gatal, inkontinensia, dan konstipasi
  10. Masyarakat dan budaya
  11. Seksualitas
  12. Higiene
  13. Kosmetika
  14. Slang
  15. Gambar tambahan
  16. Lihat pula

Artikel Terkait

Anus

Titik keluar nya feses

Anilingus

(dari bahasa Latin anus + -lingus, dari lingere, "menjilat",) adalah aktivitas seksual oral dan anal di mana seseorang menstimulasi anus seseorang dengan

Seks anal

aktivitas seksual berupa memasukkan penis ke dalam lubang anus; atau aktivitas seksual lainnya yang melibatkan anus

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026