Romansa atau cinta romantis adalah sebuah perasaan akan kuatnya ketertarikan terhadap orang lain, suatu keadaan mental "jatuh cinta" yang berfokus pada pembentukan suatu hubungan, beserta perilaku penjajakan yang ditempuh seseorang untuk mengungkapkan perasaan dan emosi yang menyertainya, serta praktik memulai hubungan atas dasar perasaan penuh gairah alih-alih pertimbangan yang lebih praktis atau biasa. Cinta romantis dipandang sebagai suatu bentuk motivasi atau dorongan, yang berbeda dengan konsep keterikatan meskipun masih berkaitan. Menurut Kamus Collins, cinta romantis didefinisikan sebagai "intensitas dan idealisasi dalam suatu hubungan cinta, di mana sang lain diberi sifat luar biasa, keutamaan, keelokan, dan sebagainya, hingga hubungan tersebut mengatasi segala pertimbangan lain, termasuk yang bersifat material." Konsep cinta romantis juga berkembang menjadi gagasan mengenai pilihan individualistis dalam pernikahan maupun pemilihan pasangan seksual, meskipun jarang terwujud secara utuh dan kerap menjadi sumber kepuasan sekaligus kekecewaan dalam hubungan. Istilah "romansa" dan "cinta romantis" sendiri digunakan dengan beragam makna, yang kadang saling bertentangan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Romansa atau cinta romantis adalah sebuah perasaan akan kuatnya ketertarikan terhadap orang lain, suatu keadaan mental "jatuh cinta" yang berfokus pada pembentukan suatu hubungan (atau ikatan pasangan), beserta perilaku penjajakan yang ditempuh seseorang untuk mengungkapkan perasaan dan emosi yang menyertainya,[1] serta praktik memulai hubungan atas dasar perasaan penuh gairah alih-alih pertimbangan yang lebih praktis atau biasa.[2] Cinta romantis dipandang sebagai suatu bentuk motivasi atau dorongan, yang berbeda dengan konsep keterikatan meskipun masih berkaitan.[3] Menurut Kamus Collins, cinta romantis didefinisikan sebagai "intensitas dan idealisasi dalam suatu hubungan cinta, di mana sang lain diberi sifat luar biasa, keutamaan, keelokan, dan sebagainya, hingga hubungan tersebut mengatasi segala pertimbangan lain, termasuk yang bersifat material."[4] Konsep cinta romantis juga berkembang menjadi gagasan mengenai pilihan individualistis dalam pernikahan maupun pemilihan pasangan seksual, meskipun jarang terwujud secara utuh dan kerap menjadi sumber kepuasan sekaligus kekecewaan dalam hubungan.[4] Istilah "romansa" dan "cinta romantis" sendiri digunakan dengan beragam makna, yang kadang saling bertentangan.[5][6]