Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Museum Trowulan

Pusat Informasi Majapahit (PIM) atau yang lebih dikenal dengan Museum Trowulan adalah museum arkeologi yang terletak di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia. Museum ini dibangun untuk menyimpan berbagai artefak dan temuan arkeologi yang ditemukan di sekitar Trowulan. Tempat ini adalah salah satu lokasi bersejarah terpenting di Indonesia yang berkaitan dengan sejarah kerajaan Majapahit.

museum di Mojokerto, Indonesia
Diperbarui 5 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Museum Trowulan
Museum arkeologi in Jawa Timur, IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Museum arkeologi in Jawa Timur, Indonesia
Museum Trowulan
Patung Airlangga di Museum Trowulan.
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 7°33′28″S 112°22′37″E / 7.55778°S 112.37694°E / -7.55778; 112.37694Lihat peta diperbesar
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 7°33′28″S 112°22′37″E / 7.55778°S 112.37694°E / -7.55778; 112.37694Lihat peta diperkecil
Didirikan1987
LokasiTrowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia
JenisMuseum arkeologi
Maket Candi Jawi.

Pusat Informasi Majapahit (PIM) atau yang lebih dikenal dengan Museum Trowulan adalah museum arkeologi yang terletak di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia. Museum ini dibangun untuk menyimpan berbagai artefak dan temuan arkeologi yang ditemukan di sekitar Trowulan. Tempat ini adalah salah satu lokasi bersejarah terpenting di Indonesia yang berkaitan dengan sejarah kerajaan Majapahit.[1]

Kebanyakan dari koleksi museum ini berasal dari masa kerajaan Majapahit, akan tetapi koleksinya juga mencakup berbagai era sejarah di Jawa Timur, seperti masa kerajaan Kahuripan, Kediri, dan Singhasari. Museum ini terletak di tepi barat kolam Segaran. Museum Trowulan adalah museum yang memiliki koleksi relik yang berasal dari masa Majapahit terlengkap di Indonesia.

Sejarah

Sejarah Museum Trowulan berkaitan erat dengan sejarah situs arkeologi Trowulan. Reruntuhan kota kuno di Trowulan ditemukan pada abad ke-19.[2] Sir Thomas Stamford Raffles, gubernur jenderal Jawa antara tahun 1811 sampai tahun 1816 melaporkan keberadaan reruntuhan candi yang tersebar pada kawasan seluas beberapa mil. Saat itu kawasan ini ditumbuhi hutan jati yang lebat sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan survei yang lebih terperinci.[3][4]

Keperluan mendesak untuk mencegah penjarahan dan pencurian artefak dari situs Trowulan adalah alasan utama dibangunnya semacam gudang penyimpanan sederhana yang akhirnya berkembang menjadi Museum Trowulan.[5] Museum ini didirikan oleh Henri Maclaine Pont,[6] seorang arsitek Belanda sekaligus seorang arkeolog, serta berkat peran Bupati Mojokerto, Kanjeng Adipati Ario Kromodjojo Adinegoro.[7][8]

Museum baru secara resmi dibuka pada tahun 1987.[9] Bangunan museum ini mencakup lahan seluas 57.625 meter persegi, bangunan ini menampung koleksi Museum Trowulan lama serta berbagai arca batu yang sebelumnya disimpan di Museum Mojokerto.

Pembangunan museum baru telah diajukan di kawasan ini [10] dan lokasi ini telah diusulkan untuk menjadi kawasan Warisan Dunia UNESCO [11]

Koleksi

Patung yang menggambarkan Samodramanthana, pengadukan lautan susu untuk mendapatkan Amerta.

Kini museum tidak hanya menyimpan dan memamerkan peninggalan arkeologi dari masa Majapahit, tetapi juga menampilkan berbagai temuan arkeologi yang ditemukan di seluruh Jawa Timur. Mulai dari era raja Airlangga, Kediri, hingga era Singhasari dan Majapahit.

Di antara koleksi museum ini terdapat salah satu koleksi terkenal, yakni arca raja Airlangga yang digambarkan sebagai dewa Wishnu tengah mengendarai Garuda dari Candi Belahan. Sebuah arca bersayap yang dianggap sebagai perwujudan raja Blambangan legendaris, Menak Jinggo. Bagian dari bangunan candi yang ditemukan dari situs di Ampelgading Malang. Sebuah patung yang menggambarkan kisah Samodramanthana, atau "Pengadukan Lautan Susu" yang terukir sangat indah.

Referensi

  1. ↑ "Pusat Informasi Majapahit".
  2. ↑ Sedyawati, Edi; Santiko, Hariani; Djafar, Hasan; Maulana, Ratnaesih; Ramelan, Wiwin Djuwita Sudjana; Ashari, Chaidir (2013-12-01). Candi Indonesia: Seri Jawa: Indonesian-English. Direktorat Jenderal Kebudayaan. ISBN 978-602-17669-3-4.
  3. ↑ Setyawan, Dwianto (1986-03-01). Sandi: Terlibat di Trowulan (dalam bahasa Inggris). Gramedia Pustaka Utama.
  4. ↑ Griffin, Carl J.; Jones, Roy; Robertson, Iain J. M. (2019-03-01). Moral Ecologies: Histories of Conservation, Dispossession and Resistance (dalam bahasa Inggris). Springer. ISBN 978-3-030-06112-8.
  5. ↑ Which still continues - http://www.southeastasianarchaeology.com/2009/02/17/trowulan-locals-campaign-to-preserve-majapahit/
  6. ↑ Tuhidin (2023-08-18). Majapahit: Pasang Surut Takhta Majapahit Dari Masa Keemasan Sampai Kejatuhannya. Anak Hebat Indonesia. ISBN 978-623-164-123-6.
  7. ↑ Prianti, Desi Dwi; Suyadnya, I. Wayan; Nihru, Salma Salima Hariza (2023-12-31). Mengakurasi Masa Lalu, Mengintip Masa Depan: Representasi, Memori Kolektif, dan Praktik Museum Masa Kini di Indonesia. Universitas Brawijaya Press. ISBN 978-623-296-808-0.
  8. ↑ Hsiao, Hsin-Huang Michael; Yew-Foong, Hui; Peycam, Philippe (2017-06-30). Citizens, Civil Society and Heritage-making in Asia (dalam bahasa Inggris). ISEAS-Yusof Ishak Institute. ISBN 978-981-4786-15-7.
  9. ↑ http://www.petra.ac.id/eastjava/ancient/city/tro-mus.htm
  10. ↑ Post, The Jakarta. "Putting Trowulan into perspective". thejakartapost.com. Diakses tanggal 21 Maret 2017.
  11. ↑ Centre, UNESCO World Heritage. "Trowulan - Former Capital City of Majapahit Kingdom - UNESCO World Heritage Centre". unesco.org. Diakses tanggal 21 Maret 2017.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Trowulan Museum.
  • Trowulan Museum

  • l
  • b
  • s
Museum di Indonesia
Jawa
Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Affandi
  • Dewantara
  • Gempa Sarwidi
  • Merapi
  • Keraton
    • Wahanarata
  • Monumen Yogya Kembali
  • P Diponegoro
  • Soeharto
  • Sonobudoyo
  • UGM
  • Ullen Sentalu
  • Wayang
DKI Jakarta
  • Bahari
  • Basoeki Abdullah
  • Energi Baru
  • Fatahillah
  • Hoesni Thamrin
  • Nasional Indonesia
  • Prangko
  • Proklamasi
  • Satria Mandala
  • Seni Rupa
  • Sumpah Pemuda
  • Wayang
Banten
  • Situs Kepurbakalaan Banten Lama
Jawa Barat
  • Gedung Sate
  • Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti
  • Konferensi Asia Afrika
  • Pos
  • Pusaka Keraton Kasepuhan
  • Zoologi Bogor
Jawa Tengah
  • Batik Danar Hadi
  • Jawa Tengah Ranggawarsita
  • Kereta Api Ambarawa
  • Palagan Ambarawa
  • Radyapustaka
Jawa Timur
  • Brawijaya
  • Mpu Tantular
  • Satwa
  • Sunan Giri
  • Trowulan
  • Trinil
Sumatra
Aceh
  • Pedir
  • Samudra Pasai
  • Tsunami Aceh
  • Cut Nyak Dien
Bengkulu
  • Bengkulu
Jambi
  • Gentala Arasy
  • Perjuangan Rakyat Jambi
  • Siginjei
Kepulauan Riau
  • Bahari Bintan
  • Raja Ali Haji
Lampung
  • Lampung
Riau
  • S.Syarif Kasim
Sumatera Barat
  • Imam Bonjol
Sumatera Selatan
  • Sriwijaya
Sumatera Utara
  • Deli Serdang
Kepulauan Nusa Tenggara
Bali
  • Bung Karno
  • Lukis Klasik
  • Njana Tilem
  • Prasejarah Gilimanuk
  • Pendet
Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
  • Nusa Tenggara Timur
  • Budaya Sumba
Kalimantan
Kalimantan Barat
  • Kalimantan Barat
  • Kapuas Raya
Kalimantan Selatan
  • Lambung Mangkurat
  • Sampai Ka Puting
Kalimantan Tengah
  • Kayu Sampit
Kalimantan Timur
  • Mulawarman
Kalimantan Utara
  • Kesultanan Bulungan
Sulawesi
Gorontalo
  • Popa Eyato
  • Purbakala
Sulawesi Barat
  • Mamuju
  • Mandar
Sulawesi Selatan
  • Batara Guru
  • Kupu-Kupu Bantimurung
  • La Pawawoi
  • Ne' Gandeng
  • Pong Tiku
  • Simettengpola
Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
  • Bharugano Wuna
  • Sulawesi Tenggara
  • Wolio
Sulawesi Utara
  • Anti Narkoba
  • Sulawesi Utara
  • Perjuangan
Kepulauan Maluku
Maluku
  • Siwalima
Maluku Utara
  • Sultan Ternate
  • Sonyine Malige
Papua
Papua
  • Asmat
  • Noken
  • Papua
  • UNCEN
Papua Barat
  • Mansinam
Ikon rintisan

Artikel bertopik museum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Koleksi
  3. Referensi
  4. Pranala luar

Artikel Terkait

Museum Nasional Indonesia

museum di Indonesia

Museum dan Cagar Budaya

teknis di bawah Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang bergerak di bidang pengelolaan museum dan cagar budaya. Dibentuk pada tahun 2022, organisasi

Daftar museum di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026