Trowulan adalah salah satu kecamatan yang terletak di sebelah barat Kabupaten Mojokerto dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Jombang. Trowulan dilalui jalan nasional penghubung Surabaya dengan daerah lainnya di Pulau Jawa. Kecamatan ini dikenal dengan adanya belasan situs kuno bernama Situs Trowulan yang diperkirakan berasal dari abad ke-12 hingga abad ke-15. Situs-situs tersebut tersebar di seluruh wilayah Trowulan berupa bangunan, arca, gerabah, dan pemakaman yang merupakan peninggalan Kemaharajaan Majapahit. Diduga kuat, pusat kerajaan Majapahit berada di wilayah ini yang ditulis oleh Mpu Prapanca dalam kitab Nagarakretagama. Beberapa bangunan di Situs Trowulan antara lain Gapura Bajang Ratu, Wringin Lawang, Candi Brahu, dan Candi Tikus.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Trowulan
ꦠꦿꦺꦴꦮꦸꦭꦤ꧀ | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Mojokerto | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Mujiono, S.Pd., S.Sos., M.M | ||||
| Populasi (2023) | |||||
| • Total | 77.559 jiwa | ||||
| Kode pos | 61362 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.16.12 | ||||
| Kode BPS | 3516120 | ||||
| Luas | 45,93 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 16 | ||||
| |||||
Trowulan adalah salah satu kecamatan yang terletak di sebelah barat Kabupaten Mojokerto dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Jombang. Trowulan dilalui jalan nasional penghubung Surabaya dengan daerah lainnya di Pulau Jawa.[1] Kecamatan ini dikenal dengan adanya belasan situs kuno bernama Situs Trowulan yang diperkirakan berasal dari abad ke-12 hingga abad ke-15. Situs-situs tersebut tersebar di seluruh wilayah Trowulan berupa bangunan, arca, gerabah, dan pemakaman yang merupakan peninggalan Kemaharajaan Majapahit. Diduga kuat, pusat kerajaan Majapahit berada di wilayah ini yang ditulis oleh Mpu Prapanca dalam kitab Nagarakretagama. Beberapa bangunan di Situs Trowulan antara lain Gapura Bajang Ratu, Wringin Lawang, Candi Brahu, dan Candi Tikus.[2][3]
Tempat wisata populer lain di Trowulan misalnya Maha Vihara Mojopahit yang terkenal dengan patung Buddha tidurnya, Pendopo Agung Trowulan yang dianggap sebagai lokasi Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa, dan juga wisata religi Makam Troloyo. Makam Troloyo adalah komplek pemakaman islam zaman Majapahit, salah satu tokoh yang dimakamkan disini adalah Syekh Jumadil Qubro yang disebut-sebut sebagai pendahulu atau leluhur dari Walisongo.

Secara geografis, Kecamatan Trowulan berada di dataran rendah yang didominasi persawahan serta perkebunan tebu, Trowulan adalah salah satu penghasil tebu terbesar di Mojokerto. Trowulan memanjang dari utara hingga selatan dengan desa paling utara adalah Balongwono dan Bicak, sedangkan desa paling selatan adalah Pakis. Batas wilayah Trowulan adalah sebagai berikut:[1]
| Utara | |
| Timur | Kecamatan Sooko |
| Selatan | Kecamatan Jatirejo |
| Barat |
Kecamatan Trowulan terdiri dari 16 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun atau dukuh, yakni sebagai berikut:[1][4]
| No. | Nama Desa | Nama Dusun dan Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Balongwono | Balongwono, Kembangkuning, Kweden, Wates Lor | [1][4] |
| 2 | Bejijong | Bejijong, Kedungwulan | [1][4] |
| 3 | Beloh | Beloh, Sambisari, Semanding | [1][4] |
| 4 | Bicak | Bicak, Kedawung, Pesanan | [1][4] |
| 5 | Domas | Domas, Kasiyan, Kebonwuni, Temboro | [1][4] |
| 6 | Jambuwok | Jambuwok, Brumbung, Lengkong, Penewon, Sambigede | [1][4] |
| 7 | Jatipasar | Jatipasar, Merjoyo, Wringinlawang | [1][4] |
| 8 | Kejagan | Kejagan, Muteran, Sidomulyo, Temenggungan, Wonoasri | [1][4] |
| 9 | Pakis | Pakis Kulon, Pakis Wetan, Bancang | [1][4] |
| 10 | Panggih | Panggih, Pakem Kulon, Pakem Wetan | [1][4] |
| 11 | Sentonorejo | Kedaton, Kemasan, Plintahan, Sidodadi | [1][4] |
| 12 | Tawangsari | Tawangsari, Suwideng, Wonosuko | [1][4] |
| 13 | Temon | Temon, Botok Palung, Dinuk, Kepiting, Kraton, Pelem | [5] |
| 14 | Trowulan | Trowulan, Jambu Mente, Nglinguk, Tegalan, Tlogogede, Unggahan | [1][4] |
| 15 | Watesumpak | Watesumpak, Blendren, Jatisumber, Kalitangi, Prayan | [1][4] |
| 16 | Wonorejo | Wonorejo, Pandansili, Sukoanyar | [1][4] |


