Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Mukhamad Misbakhun

Mukhamad Misbakhun adalah seorang pengusaha dan politisi Indonesia yang saat ini menjadi Anggota DPR RI. Mantan pegawai Ditjen Pajak ini memulai karier politik di Partai Keadilan Sejahtera. dan kemudian bergabung ke Partai Golkar. Selama menjabat 3 periode berturut-turut sejak 2009, Misbakhun aktif dalam mengawal dan mengkritik kinerja pemerintah, salah satunya Misbakhun dikenal sebagai inisiator Pansus Century. Pada periode jabatan 2019-2024, Misbakhun kembali ditugaskan di Komisi XI DPR RI.

pengusaha dan politisi Indonesia yang saat ini menjadi Anggota DPR RI. Mantan pegawai Ditjen Pajak ini memulai karier politik di Partai Keadilan Sejahtera
Diperbarui 20 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Mukhamad Misbakhun
Mukhamad Misbakhun
Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia
Petahana
Mulai menjabat
22 Oktober 2024
WakilDolfie Othniel Frederic Palit
Hanif Dhakiri
Mohamad Hekal
Fauzi H. Amro
Sebelum
Pendahulu
Kahar Muzakir
Pengganti
Petahana
Sebelum
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Republik Indonesia
Petahana
Mulai menjabat
1 Oktober 2014
KomisiKomisi XI
Grup parlemenFraksi Partai Golongan Karya
Daerah pemilihanJawa Timur II
Mayoritas66.899 (2014)
113.739 (2019)
98.736 (2024)
Masa jabatan
1 Oktober 2009 – 18 Oktober 2011
Pengganti
Muhammad Firdaus
Sebelum
Grup parlemenFraksi Partai Keadilan Sejahtera
Daerah pemilihanJawa Timur II
Mayoritas35.980 (2009)
Informasi pribadi
Lahir29 Juli 1970 (umur 55)
Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia
KebangsaanIndonesia
Partai politik  Golkar (2014-sekarang)
Afiliasi politik
lainnya
  PKS (2009-2013)
Suami/istriEny Sulistijowati
Anak4
AlmamaterPoliteknik Keuangan Negara STAN
Universitas Trisakti
Universitas Gadjah Mada
PekerjaanPolitisi
Pengusaha
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Mukhamad Misbakhun (lahir 29 Juli 1970) adalah seorang pengusaha dan politisi Indonesia yang saat ini menjadi Anggota DPR RI. Mantan pegawai Ditjen Pajak ini memulai karier politik di Partai Keadilan Sejahtera. dan kemudian bergabung ke Partai Golkar.[1][2][3][4] Selama menjabat 3 periode berturut-turut sejak 2009, Misbakhun aktif dalam mengawal dan mengkritik kinerja pemerintah, salah satunya Misbakhun dikenal sebagai inisiator Pansus Century. Pada periode jabatan 2019-2024, Misbakhun kembali ditugaskan di Komisi XI DPR RI.

Pada Pemilu 2024, Mukhamad Misbakhun kembali terpilih menjadi Anggota DPR RI Periode 2024-2029 dan menjadi Ketua Komisi XI DPR RI yang membidangi Keuangan, Perencanaan Pembangunan Nasional, Moneter, dan Sektor Jasa Keuangan.[5]

Sebelum menjadi anggota DPR RI, Misbakhun adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Namun, pada 2005, Misbakhun memutuskan untuk mengundurkan diri dari PNS dan beralih menjadi pengusaha. Dia mendirikan PT. Agar Sehat Makmur Lestari, sebuah perusahaan pengolahan rumput laut, di Pasuruan, Jawa Timur.

Selama menjadi anggota DPR RI, Misbakhun merupakan salah satu anggota DPR yang cukup vokal. Pada periode pertama, Misbakhun merupakan salah satu inisiator Hak Angket Bailout Bank Century. Hubungannya dengan Menteri Sri Mulyani sempat memanas akibat skandal Bailout Bank Century. Namun, Misbakhun menunjukkan dukungan saat Sri Mulyani kembali ditunjuk sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2016. Misbakhun menyatakan akan mendukung seluruh kebijakan yang pro rakyat yang dikeluarkan oleh pemerintah khususnya Kementerian Keuangan yang menjadi mitranya di Komisi XI DPR RI.

Misbakhun pun tercatat menjadi inisiator utama RUU, terutama pada periode kedua menjadi anggota DPR RI, di antaranya, inisiator UU Pengampunan Pajak (Tax Amnesty). Kemudian, Misbakhun juga tercatat berjuang keras mengawal UU Tabungan Perumahan Rakyat, UU Jaringan Pengaman Sistem Keamanan (JPSK).

Pada periode ketiga DPR, Misbakhun juga aktif dalam mengawal kinerja pemerintah terkait penanggulangan Covid-19 terutama dari sisi ekonomi. Misbakhun aktif dalam mengkritik sekaligus memberi masukan kepada Menteri Keuangan dalam menghadapi tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19, di antaranya terkait utang pemerintah, kebijakan dan target pajak, dan anggaran PEN. Saat ini, Misbakhun juga terpilih sebagai Anggota Pansus RUU Ibu Kota Negara (IKN).

Latar belakang dan keluarga

Misbakhun lahir di Pasuruan pada tanggal 29 Juli 1970.[2] Ia tumbuh besar dalam lika-liku kehidupan masyarakat desa keluarga yang sederhana.[6] Sejak kecil misbakhun telah terbiasa melakukan puasa sunnah pada hari senin dan kamis atas saran ayahnya.[6] Misbakhun mempunyai empat orang anak hasil pernikahannya dengan Eny Sulistijowati.[7] ia memiliki empat orang anak yang bernama Aisyah Claresta, Azzahra Fikriah, Aida Afiah dan Andre Adiyatma

Pendidikan

Misbakhun menempuh jenjang pendidikan menengah atasnya di SMA Negeri 1 Pasuruan pada tahun 1986.[2] Setelah lulus SMA, pada tahun 1988 Ia melanjutkan kuliah pada program Diploma III Perpajakan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) di Bintaro.[7] Setelah lulus dan berkarier di lingkungan Departemen Keuangan, Misbakhun melanjutkan pendidikannya pada jenjang S1 program ekstensi sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Jakarta dan lulus pada tahun 2003. Ia melanjutkan pendidikan Magister Hukum di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan lulus pada tahun 2015. Misbakhun juga melanjutkan studi doktoral Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti dan lulus dengan predikat cum laude pada 2024.[8] Misbakhun meraih gelar lulusan terbaik untuk Program Doktor Konsentrasi Kebijakan Publik dan lulusan terbaik untuk Program Doktor IImu Ekonomi di Universitas Trisakti.

Karier

Setelah lulus dari STAN Misbakhun bekerja di Departemen Keuangan (Depkeu) Republik Indonesia sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).[9] Selama di Departemen Keuangan karier Misbakhun tergolong cemerlang, Ia pernah bertugas di kantor pusat dan diperbantukan di sekretariat Dirjen Pajak.[9] Ia disebut-sebut dekat dan menjadi orang kepercayaan Dirjen pajak saat itu Hadi Poernomo yang saat ini menjadi ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).[9] Setelah 15 tahun bekerja sebagai PNS, Misbakhun pada tahun 2005 mengundurkan diri dan memilih menjadi pengusaha.[9]

Pada tahun 2009, Misbakhun memutuskan terjun ke dunia politik dengan menjadi calon anggota legislatif dari PKS dan terpilih dengan memperoleh suara sebesar 27.500. Selama menjadi anggota DPR, Misbakhun tercatat merupakan salah satu anggota DPR yang cukup kritis terhadap pemerintah. Ia menjadi salah satu inisiator Hak Angket Century DPR RI.

Di tengah bergulirkan pengusutan Bailout Bank Century oleh DPR RI, Misbakhun menghadapi masalah hukum. Perusahannya, PT Selalang Prima Internasional (SPI) disebut menerima L/C dari Bank Century. Misbakhun sempat di vonis 1 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tahun 2010. Karena kasus tersebut, PKS melakukan pergantian antar waktu (PAW) terhadap Misbakhun sebagai anggota DPR RI. Atas vonis tersebut Misbakhun mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung. Pada tahun 2012, Mahkamah Agung mengabulkan seluruh permohonan Peninjauan Kembali Misbakhun dan memutuskan Misbakhun diputus bebas atas perkara L/C Bank Century. Mahkamah Agung lewat keputusannya PK tersebut juga memutuskan memulihkan nama baik serta harkat dan martabat Misbakhun

Pada pemilihan legislatif 2014, Misbakhun kembali maju sebagai anggota DPR RI dari Partai Golkar dari daerah pemilihan Pasuruan-Probolinggo. Ia pun kembali terpilih sebagai anggota DPR RI untuk kedua kalinya dan ditempatkan di Komisi XI DPR RI. Begitupun pada Pemilu 2019, Misbakhun kembali dipilih dan bertugas di Komisi XI DPR RI.

Aktivitas organisasi

Setelah menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar, Misbakhun pun masuk ke organisasi pendiri Partai Golkar yaitu Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) yang didirikan oleh Prof. Suhardiman. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum SOKSI Ade Komarudin, ia dipercaya sebagai Ketua Bidang Koperasi dan UMKM periode 2014-2020. Selanjutnya ia dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal Depinas SOKSI dibawah kepemimpinan Ketua Umum SOKSI Ahmadi Noor Supit. Pada Rabu, 21 Mei 2025, ia terpilih secara aklamasi dalam Munas XII SOKSI sebagai Ketua Umum Depinas SOKSI untuk periode 2025-2030 menggantikan Ahmadi Noor Supit.

Kontroversi

Pada akhir Agustus 2025, Misbakhun bersama anggota Komisi XI DPR melakukan kunjungan kerja resmi ke Australia untuk membahas RUU Sektor Keuangan. Disaat bersamaan, terjadi gelombang unjuk rasa dan kerusuhan terjadi di Jakarta yang dipicu oleh kenaikan tunjangan DPR, pernyataan kontroversial dari beberapa anggota DPR, serta pembunuhan Affan Kurniawan oleh aparat kepolisian. Pada situasi itu, nama Misbakhun justru terdaftar sebagai peserta Sydney Marathon 2025.[10]

Publik menyoroti perilaku Misbakhun yang memanfaatkan kunjangan kerja ke luar negeri untuk acara pribadi. Beredar tangkapan layar dari aplikasi pelacak kebugaran Strava yang diduga milik Misbakhun, menunjukkan ia sempat berlari di Sydney selama masa kunjungan kerja.[11]

Karya tulis

  1. Melawan Takluk: Perlawanan dari Penjara Century (2012)
  2. Sejumlah Tanya Melawan Lupa (2015)

Referensi

  1. ↑ Jay Waluyo (2013). "PKS Tak Pernah Kekurangan Stok SDM". Jurnal Parlemen. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-26. Diakses tanggal 26 April 2014.
  2. 1 2 3 Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (2014). "Daftar Calon Tetap Pemilu Legislatif 2014 Republik Indonesia" (PDF). kpu.go.id. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2014-04-26. Diakses tanggal 26 April 2014.
  3. ↑ "Keluar dari PKS, Misbakhun Sudah Pamit ke Anis Matta". nasional.kompas.com. Diakses tanggal 2024-08-06.
  4. ↑ "Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani, Muhammad Firdaus, dan Indra, diambil sumpahnya dalam upacara pelantikan sebagai anggota DPR RI pengganti antar waktu,". Diakses tanggal 2024-08-07.
  5. ↑ https://www.akurat.co/makro/1305225510/profil-mukhamad-misbakhun-ketua-komisi-xi-dpr-2024-2029
  6. 1 2 Mukhamad Misbakhun (2012). Melawan Takluk: Perlawanan ari Penjara Century. Jakarta: Evolitera. hlm. 8, 13, 75. ISBN 978-602-9097-19-1.
  7. 1 2 "Misbakhun". Jurnal Pemilu. 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-03. Diakses tanggal 3 Mei 2014.
  8. ↑ Syukron Nuaim, Hayat (2024-06-05). "Raih Predikat Cumlaude, Misbakhun Resmi Sandang Gelar Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Trisakti". Akurat.co Jawa Timur. Diakses tanggal 2024-08-02.
  9. 1 2 3 4 Indra Subagja (2010). "Pernah Berkarier di Ditjen Pajak, Misbakhun Tegaskan Dirinya Bersih". news.detik.com. Diakses tanggal 3 Mei 2014.
  10. ↑ "Misbakhun dari Partai Apa? Wakil Rakyat Diduga Ikut Marathon Saat Jakarta Memanas". suara.com. 3 September 2025. Diakses tanggal 26 Oktober 2025.
  11. ↑ "Diduga Ikut Sydney Marathon, Akun Strava Anggota DPR Misbakhun Ramai Dihujat". insertlive.com. 2 September 2025. Diakses tanggal 26 Oktober 2025.
  • l
  • b
  • s
Fraksi Partai Golongan Karya, 2024–2029
Pimpinan Fraksi MPR
  • Melchias Markus Mekeng (Ketua)
  • Ferdiansyah (Sekretaris)
  • Adde Rosi Khoerunnisa (Bendahara)
Lambang Partai Golongan Karya
Pimpinan Fraksi DPR
  • M. Sarmuji (Ketua)
  • Sari Yuliati (Sekretaris, merangkap Wakil Ketua DPR)
  • Puteri Anetta Komarudin (Bendahara)
Anggota
  • Abraham Sridjaja
  • Ade Ginanjar
  • TBA (menggantikan Adies Kadir)
  • Adrianus Asia Sidot
  • Agun Gunandjar Sudarsa
  • Agung Widiyantoro
  • Agustina Mangande
  • Ahmad Doli Kurnia Tandjung
  • Ahmad Irawan
  • Ahmad Labib
  • Alfons Manibui
  • Ali Mufthi
  • Alien Mus
  • Anang Susanto Suhendar (menggantikan Ace Hasan Syadzily)
  • Andar Amin Harahap
  • Andhika Satya Wasistho (menggantikan Nusron Wahid)
  • Andi Achmad Dara
  • Aprozi Alam
  • Ashraff Abu
  • Atalia Praratya
  • Bambang Heri Purnama
  • Bambang Patijaya
  • Bambang Soesatyo
  • Beniyanto
  • Benny Utama
  • Bias Layar (menggantikan Mukhtarudin)
  • Cek Endra
  • Christiany Eugenia Paruntu
  • Dadang M. Naser
  • Daniel Mutaqien Syafiuddin
  • Dave Akbarshah Fikarno
  • Delia Pratiwi Br. Sitepu
  • Derta Rohidin
  • Dewi Asmara
  • Dewi Yustisiana
  • Doni Akbar
  • Eko Wahyudi
  • Elita Budiati
  • Eric Hermawan
  • Erwin Aksa
  • Firman Soebagyo
  • Firnando H. Ganinduto
  • Franciscus Maria Agustinus Sibarani (menggantikan Maman Abdurrahman)
  • Galih Dimuntur Kartasasmita
  • Gandung Pardiman
  • Gavriel P. Novanto
  • Gde Sumarjaya Linggih
  • Haeny Relawati Rini Widyastuti
  • Hamka B. Kady
  • Hanan A. Rozak
  • Hasan Basri Agus
  • Heru Tjahjono
  • Hetifah Sjaifudian
  • Ilham Pangestu
  • Ilham Permana
  • Isfhan Taufik Munggaran
  • Jamaludin Malik
  • Juliyatmono
  • Kahar Muzakir (Wakil Ketua MPR)
  • Karmila Sari
  • Lamhot Sinaga
  • M. Taufan Pawe
  • M. Yahya Zaini
  • Maharani
  • Mangihut Sinaga
  • Maruli Siahaan (menggantikan Meutya Hafid)
  • Muhamad Nur Purnamasidi
  • Muhidin Mohammad Said
  • Mujakkir Zuhri
  • Mukhamad Misbakhun
  • Musa Rajekshah
  • Nurul Arifin
  • Nurdin Halid
  • Panggah Susanto
  • Ranny Fahd Arafiq
  • Ravindra Airlangga
  • Ridwan Bae
  • Rikwanto
  • Rizki Faisal
  • Robert Joppy Kardinal
  • Rusli Habibie
  • Rycko Menoza
  • Samsul Bahri Tiyong
  • Sandi Fitrian Noor
  • Sarifah Suraidah
  • Singgih Januratmoko
  • Soedeson Tandra
  • Teti Rohatiningsih
  • T. Zulkarnaini Ampon Bang
  • Trinovi Khairani
  • Tubagus Haerul Jaman
  • Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga
  • Yudha Novanza Utama
  • Yulisman
  • Zigo Rolanda
  • Zulfikar Arse Sadikin
Lihat pula: Fraksi Partai Golongan Karya
  • l
  • b
  • s
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Jawa Timur, 2019–2024
Jawa Timur I
  • Adies Kadir (Golkar)
  • Arzeti Bilbina (PKB)
  • Bambang Dwi Hartono (PDI-P)
  • Indah Kurnia (PDI-P)
  • Lucy Kurniasari (Demokrat)
  • Puti Guntur Soekarno (PDI-P)
  • Rahmat Muhajirin (Gerindra)
  • Sigit Sosiantomo (PKS)
  • Sungkono (PAN)
  • Syaikhul Islam (PKB)
Lambang Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Jawa Timur II
  • Aminurokhman (NasDem)
  • Anisah Syakur (PKB)
  • Faisol Reza (PKB)
  • Haerul Amri (NasDem, menggantikan Hasan Aminuddin)
  • Moekhlas Sidik (Gerindra)
  • Mufti Anam (PDI-P)
  • Mukhamad Misbakhun (Golkar)
Jawa Timur III
  • Achmad Fadil Muzakki Syah (NasDem)
  • Anas Thahir (PPP)
  • M. Nasim Khan (PKB)
  • Nihayatul Wafiroh (PKB)
  • Sonny T. Danaparamita (PDI-P)
  • Sumail Abdullah (Gerindra)
  • Zulfikar Arse Sadikin (Golkar)
Jawa Timur IV
  • Amin AK (PKS)
  • Arif Wibowo (PDI-P)
  • Bambang Haryadi (Gerindra)
  • Charles Meikyansah (NasDem)
  • Muhamad Nur Purnamasidi (Golkar)
  • Qumi Husnuniyati (PKB, menggantikan Nur Yasin)
  • Syaiful Bahri Anshori (PKB)
  • Umar Bashor (PDI-P)
Jawa Timur V
  • Ahmad Basarah (PDI-P)
  • Ali Ahmad (PKB)
  • Andreas Eddy Susetyo (PDI-P)
  • Hasanuddin Wahid (PKB, menggantikan Lathifah Shohib)
  • Kresna Dewanata Phrosakh (NasDem)
  • Krisdayanti (PDI-P)
  • Moreno Soeprapto (Gerindra)
  • Ridwan Hisjam (Golkar)
Jawa Timur VI
  • Ahmad Rizki Sadig (PAN)
  • Anggia Ermarini (PKB)
  • An’im Falachuddin Mahrus (PKB)
  • Arteria Dahlan (PDI-P)
  • Endro Hermono (Gerindra)
  • Guruh Soekarnoputra (PDI-P)
  • Muhammad Sarmuji (Golkar)
  • Nurhadi (NasDem)
  • Sri Rahayu (PDI-P)
Jawa Timur VII
  • Edhie Baskoro Yudhoyono (Demokrat)
  • Ali Mufthi (Golkar, menggantikan Gatot Sudjito)
  • Ibnu Multazam (PKB)
  • Ina Ammania (PDI-P)
  • Johan Budi (PDI-P)
  • Sartono Hutomo (Demokrat)
  • Sri Wahyuni (NasDem)
  • Supriyanto (Gerindra)
Jawa Timur VIII
  • Abdul Hakim Bafagih (PAN)
  • Bimantoro Wiyono (Gerindra, menggantikan Soepriyatno)
  • Ema Umiyyatul Chusnah (PPP)
  • Guntur Sasono (Demokrat)
  • Mindo Sianipar (PDI-P)
  • Muhaimin Iskandar (PKB)
  • Muhtarom (PKB)
  • Sadarestuwati (PDI-P)
  • Soehartono (NasDem)
  • Yahya Zaini (Golkar)
Jawa Timur IX
  • Abidin Fikri (PDI-P)
  • Didik Mukrianto (Demokrat)
  • Farida Hidayati (PKB)
  • Haeny Relawati Rini Widyastuti (Golkar)
  • Ratna Juwita Sari (PKB)
  • Wihadi Wiyanto (Gerindra)
Jawa Timur X
  • Debby Kurniawan (Demokrat)
  • Dyah Roro Esti Widya Putri (Golkar)
  • Jazilul Fawaid (PKB)
  • Khilmi (Gerindra)
  • Nasyirul Falah Amru (PDI-P)
  • Zainuddin Maliki (PAN)
Jawa Timur XI
  • Achmad Baidowi (PPP)
  • Hasani Bin Zuber (Demokrat)
  • Muhammad Ali Ridha (Golkar, menggantikan Zainudin Amali)
  • R. Imron Amin (Gerindra)
  • Said Abdullah (PDI-P)
  • Slamet Ariyadi (PAN)
  • Syafiuddin (PKB)
  • Willy Aditya (NasDem)
Lihat pula: Daftar anggota DPR RI 2019–2024
  • l
  • b
  • s
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Jawa Timur, 2024–2029
Jawa Timur I
  • Adies Kadir (Golkar)
  • Arizal Tom Liwafa (PAN)
  • Arzeti Bilbina (PKB)
  • Bambang Haryo Soekartono (Gerindra)
  • Dhani Ahmad Prasetyo (Gerindra)
  • Indah Kurnia (PDI-P)
  • Lita Machfud Arifin (NasDem)
  • Lucy Kurniasari (Demokrat)
  • Puti Guntur Soekarno (PDI-P)
  • Reni Astuti (PKS)
Lambang Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Jawa Timur II
  • Anisah Syakur (PKB, menggantikan Faisol Riza)
  • Anwar Sadad (Gerindra)
  • Dini Rahmania (NasDem)
  • Mufti Anam (PDI-P)
  • Hilman Mufidi (PKB, menggantikan Irsyad Yusuf)
  • Mukhamad Misbakhun (Golkar)
  • Syaiful Nuri (PAN)
Jawa Timur III
  • Dina Lorenza Audria (Demokrat)
  • Ina Ammania (PDI-P)
  • M. Nasim Khan (PKB)
  • Nihayatul Wafiroh (PKB)
  • Sonny T. Danaparamita (PDI-P)
  • Sumail Abdullah (Gerindra)
  • Zulfikar Arse Sadikin (Golkar)
Jawa Timur IV
  • Amin AK (PKS)
  • Arif Wibowo (PDI-P)
  • Bambang Haryadi (Gerindra)
  • Charles Meikyansah (NasDem)
  • Kawendra Lukistian (Gerindra)
  • Muhammad Khozin (PKB, menggantikan Achmad Ghufron Sirodj)
  • Muhamad Nur Purnamasidi (Golkar)
  • Rivqy Abdul Halim (PKB)
Jawa Timur V
  • Ahmad Basarah (PDI-P)
  • Ahmad Irawan (Golkar)
  • Ali Ahmad (PKB)
  • Andreas Eddy Susetyo (PDI-P)
  • Gamal Albinsaid (PKS)
  • Hasanuddin Wahid (PKB)
  • Ma'ruf Mubarok (Gerindra)
  • Moreno Soeprapto (Gerindra)
Jawa Timur VI
  • Ahmad Rizki Sadig (PAN)
  • Anggia Ermarini (PKB)
  • An’im Falachuddin Mahrus (PKB)
  • Endro Hermono (Gerindra)
  • Heru Tjahjono (Golkar)
  • Muhammad Sarmuji (Golkar)
  • Nurhadi (NasDem)
  • Pulung Agustanto (PDI-P)
  • Romy Soekarno (PDI-P)
Jawa Timur VII
  • Ahmad Iman Sukri (PKB)
  • Ali Mufthi (Golkar)
  • Budi Sulistyono (PDI-P)
  • Edhie Baskoro Yudhoyono (Demokrat)
  • Novita Hardini (PDI-P)
  • Riyono (PKS)
  • Sartono Hutomo (Demokrat)
  • Supriyanto (Gerindra)
Jawa Timur VIII
  • Abdul Hakim Bafagih (PAN)
  • Abdul Halim Iskandar (PKB)
  • Banyu Biru Djarot (PDI-P)
  • Bimantoro Wiyono (Gerindra, menggantikan Mochamad Irfan Yusuf)
  • Guntur Sasono (Demokrat)
  • Meitri Citra Wardani (PKS)
  • Muhammad Habibur Rochman (NasDem)
  • Rusdi Kirana (PKB)
  • Sadarestuwati (PDI-P)
  • Yahya Zaini (Golkar)
Jawa Timur IX
  • Abidin Fikri (PDI-P)
  • Anna Mu'awanah (PKB)
  • Eko Wahyudi (Golkar)
  • Haeny Relawati Rini Widyastuti (Golkar)
  • Ratna Juwita Sari (PKB)
  • Wihadi Wiyanto (Gerindra)
Jawa Timur X
  • Ahmad Labib (Golkar)
  • Jazilul Fawaid (PKB)
  • Khilmi (Gerindra)
  • Nasyirul Falah Amru (PDI-P)
  • Nila Yani Hardiyanti (PDI-P)
  • Thoriq Majiddanor (NasDem)
Jawa Timur XI
  • Ansari (PDI-P)
  • Eric Hermawan (Golkar)
  • Hasani Bin Zuber (Demokrat)
  • R. Imron Amin (Gerindra)
  • Said Abdullah (PDI-P)
  • Slamet Ariyadi (PAN)
  • Syafiuddin (PKB)
  • Willy Aditya (NasDem)
Lihat pula: Daftar anggota DPR RI 2024–2029
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Belanda

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang dan keluarga
  2. Pendidikan
  3. Karier
  4. Aktivitas organisasi
  5. Kontroversi
  6. Karya tulis
  7. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026