Muhammad Taufan Pawe adalah pengacara, konsultan hukum, dan politikus asal Sulawesi Selatan. Ia saat ini menjabat sebagai Anggota DPR RI sejak Oktober 2024. Taufan Pawe pernah menjadi Wali Kota Parepare 2 periode didampingi oleh Faisal Andi Sapada periode 2013–2018, dan Pangerang Rahim periode 2018–2013 sebagai Wakil Wali Kota Parepare.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Taufan Pawe | |
|---|---|
| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia | |
| Mulai menjabat 1 Oktober 2024 | |
| Presiden | Joko Widodo Prabowo Subianto |
| Ketua DPR | Puan Maharani |
| Grup parlemen | Fraksi Partai Golongan Karya |
| Daerah pemilihan | Sulawesi Selatan II |
| Mayoritas | 57.955 (2024) |
| Wali Kota Parepare ke-13 | |
| Masa jabatan 30 Oktober 2013 – 31 Oktober 2023 | |
| Presiden | Susilo Bambang Yudhoyono Joko Widodo |
| Gubernur | Syahrul Yasin Limpo Soni Sumarsono (Pj.) Nurdin Abdullah Sudirman Sulaiman Bahtiar Baharuddin (Pj.) |
| Wakil | Faisal A. Sapada (2013–18) Pangerang Rahim (2018–23) |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 14 Oktober 1965 Parepare, Sulawesi Selatan, Indonesia |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Partai politik | Golkar |
| Suami/istri | Erna Rasyid Taufan |
| Almamater | Universitas Muslim Indonesia Universitas Hasanuddin |
| Profesi | Advokat Konsultan Hukum |
Muhammad Taufan Pawe (lahir 14 Oktober 1965) adalah pengacara, konsultan hukum, dan politikus asal Sulawesi Selatan. Ia saat ini menjabat sebagai Anggota DPR RI sejak Oktober 2024. Taufan Pawe pernah menjadi Wali Kota Parepare 2 periode didampingi oleh Faisal Andi Sapada periode 2013–2018, dan Pangerang Rahim periode 2018–2013 sebagai Wakil Wali Kota Parepare.
Taufan Pawe memulai pendidikannya di SD Negeri 20 Parepare pada tahun 1971 dan tamat pada tahun 1977. Selepas sekolah dasar, ia melanjutkan pendidikannya di SMP Frater Parepare mulai dari 1977 hingga tahun 1980. Selanjutnya Taufan bersekolah di SMA Negeri 1 Parepare. Di sekolah tersebut, ia menjadi Ketua OSIS (Organisasi Sekolah Intra Siswa). Ia menamatkan sekolah menengah atasnya di tahun 1983.[1]
Di tingkat pendidikan tinggi, Taufan melanjutkan pendidikannya dengan program studi Ilmu Hukum dari strata-1 hingga strata-3. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Universitas Muslim Indonesia, kemudian menyelesaikan pendidikan magister dan doktoralnya di Universitas Hasanuddin.[2]
Taufan Pawe memulai kariernya sebagai pengacara dan konsultan hukum perusahaan pada tahun 1990. Ia pertama kali menjadi konsultan hukum di perusahaan PT. Unggul Widya Lestari. Kemudian, ia menjadi dosen luar biasa Universitas Muslim Indonesia pada tahun 1993.
Seiring berjalannya waktu, ia menjadi konsultan hukum di beberapa perusahaan seperti PT Astra Argo Lestari, PT. Mamuang, PT. Pasang Kayu (Jakarta), PT. Lestari Tani Teladan, PT. Unggul Widya Teknologi Lestasi Tbk., PT. Mahakarya Widya Lestari, dan PT. SNCT (PMA).
Taufan Pawe memulai karier politik pada tahun 2008, di mana ia mencalonkan diri bersama Arvanita Andi Dengkeng, seorang dokter menjadi calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Parepare peeriode 2008–2013. Ia bersama pasangan calon kepala daerah memperoleh dukungan dari Partai Bulan Bintang dan Partai Penegak Demokrasi Indonesia. Pada Pilkada tersebut, dia dikalahkan oleh Wali Kota petahana Zain Katoe. Taufan hanya memperoleh 28,74% suara, sedangkan Zain Katoe memperoleh 42,32%.[3]
Taufan kembali mencalonkan diri di Pilkada Parepare 2013. Kali ini dia dipasangkan dengan pesaingnya pada Pilkada Parepare 2008, Faisal Andi Sapada dengan dukungan tunggal dari Partai Golkar. Pada pilkada tersebut, dia menang dengan perolehan sebanyak 40% dengan 29.981 suara.[4][5] Ia mengalahkan Wali Kota petahana Sjamsu Alam dan 3 kandidat lainnya.[6]

Taufan Pawe dan Faisal Andi Sapada dilantik pada 30 Oktober 2013. Di awal kepemimpinannya, Desember 2013, Taufan mengganti 3 nama pelabuhan di Parepare melalui Keputusan Wali Kota Nomor 61 tahun 2013. Tiga pelabuhan yang diganti, yaitu Pelabuhan Nusantara berubah menjadi Pelabuhan Penumpang Nusantara, Pelabuhan Cappa Ujung berubah menjadi Pelabuhan K.H. Ambo Dalle, dan yang terakhir Pelabuhan Rakyat menjadi Pelabuhan Lontangnge.[7]

Pada Februari 2014, Taufan Pawe menerima kunjungan presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono. Dalam kunjungannya tersebut, presiden Yudhoyono bersama pelajar SD dan SMP menanam pohon Aju Pallapi yang bahasa latinnya Palaquium leiocarpum.[8][9] Pada Agustus 2014, Taufan Pawe mendapatkan dukungan dari presiden ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie untuk membangun perguruan tinggi Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie, disingkat ITH. Pembangunan pertamanya memanfaatkan eks lahan Gedung Pemuda Parepare. Habibie bersama Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu'mang dan Taufan Pawe melakukan peletakan batu pertama ITH Parepare.[10][11] Pada bulan September 2014, Parepare mendapat penghargaan Wahana Tata Nugraha oleh Kementerian Perhubungan.[12] Taufan menerima penghargaan tersebut yang diberikan E. E. Mangindaan, Menteri Perhubungan.[13] Awal Oktober 2014, Taufan Pawe melalui Pemerintah Kota Parepare menfungsikan layanan Call Center 112, yang di mana memberikan layanan kegawatdaruratan gratis di bidang kesehatan, bencana maupun kebakaran.[14] Call Center 112 diresmikan pada 24 Oktober 2014.[15]
Di tahun 2015, Taufan membangun monumen memorial presiden ke-3 dan ibu negara Bacharuddin Jusuf Habibie & Hasri Ainun Besari di alun-alun tepatnya di sudut Lapangan Andi Makkasau. Monumen itu bernama Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun dan diresmikan pada 12 Mei 2015 oleh BJ Habibie sendiri, Taufan Pawe serta Agus Arifin Nu'mang, bertepatan hari pernikahannya.[16][17] Akhir tahun 2015 tepatnya di bulan Oktober–November, Taufan melalui pemerintah kota mengadakan Habibie Cup yang sudah 3 tahun tidak diadakan sejak tahun 2012. Terdapat hal unik yang terjadi pada kejuaraan ini. Banyak pemain-pemain nasional yang dipinjam klub-klub lokal yang bertanding, karena adanya pembekuan PSSI oleh FIFA di tahun tersebut.[18] Kejuaraan ini dimenangkan oleh Persipare Parepare.[19][20]
Awal tahun 2016, pasar senggol selesai direvitalisasi. Pengerjaan proyek ini oleh pemerintah kota dimulai tahun 2014 dan memakan biaya 15,9 miliar.[21][22] Selain itu pada akhir Januari, Taufan meluncurkan pelayanan "Adminduk", sebuah pelayanan administasi kependudukan dengan sistem daring untuk mempercepat proses penerbitan dokumen kependudukan warga Kota Parepare.[23] Di pertengahan 2016, Badan Pemeriksa Keuangan memberi predikat "Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)" untuk Kota Parepare, setelah 2 tahun perbaikan laporan keuangan.[24] Di akhir Juni 2016, Taufan Pawe membuat Lembaga TV Lokal bernama TV Peduli.[25]
Pada Juli 2016, Taufan Pawe ditunjuk sebagai Anggota Dewan Pengawas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) untuk periode 2016–2020, di bawah kepemimpinan ketua umum Airin Rachmi Diany (Wali Kota Tangerang Selatan).[26] Pada November 2016, Taufan menunjuk 400 aparatur sipil negara Kota Parepare untuk mengikuti kegiatan Bela Negara yang diselenggarakan oleh TNI AD.[27]
Awal tahun 2017, Taufan Pawe mengenalkan teori "telapak kaki" untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Parepare. Ia melakukan pembenahan-pembenahan terutama pada bidang infrastruktur kota. Taufan melakukan pembangunan prestisius yang menjadi ikon kota yang diharapkan mampu menjadi magnet untuk menarik masyarakat, salah satunya menjadikan B. J. Habibie sebagai ikon kota, seperti Monemen Cinta Habibie-Ainun dan Insitut Teknologi B.J. Habibie (ITH).[28] Selain itu, Taufan Pawe pertama kali melakukan mutasi sebanyak 675 pejabat struktural pemerintah Kota Parepare.[29] Bertepatan Februari 2017, Taufan Pawe meresmikan Tonrangeng Riverside, sebuah kawasan wisata kuliner serta akses Rumah Sakit Regional dr. Hasri Ainun Habibie, yang pada saat itu masih dalam tahap pembangunan. Jembatan Tonrangeng Riverside ini sempat dipertanyakan manfaatnya.[30][31] Di pertengahan tahun, tepatnya Juni 2017, Taufan Pawe membuat kota dengan penuh cahaya lampu LED, menghidupkan kota ketika di malam hari, karena mempertimbangkan kota Parepare sebagai kota transit.[32]
Pada Agustus 2017, Taufan Pawe diundang dan hadir dalam peresmian Bandung Planning Gallery (Anjungan Perencanaan Kota Bandung) oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.[33] Di hari yang sama, Taufan Pawe menyampaikan ketertarikannya kepada Ridwan Kamil untuk menjadikan Bandung sebagai contoh dan inspirasi untuk mewujudkan Smart City di Parepare.[34] Taufan Pawe juga meluncurkan program Berdaya Srikandi, yang di mana program ini memberdayakan perempuan untuk peningkatan kesejateraan. Untuk tahun 2017, sebanyak 70 perempuan yang ikut dalam program ini.[35]
Pada Juli 2018, Kota Parepare kedatangan Presiden Joko Widodo yang dalam agendanya membagi sertifikat tanah gratis ke warga Parepare dan sekitarnya dan meresmikan PLTB Sidrap. Dalam kesempatan itu, Taufan Pawe mendampingi Presiden Joko Widodo ke Stadion Gelora Mandiri, ia menyampaikan keinginannya untuk merenovasi stadion tersebut kepada presiden.[36]
Pada Pilkada Parepare 2018, Wali Kota petahana Taufan Pawe bersaing dengan Wakil Wali Kota petahana Faisal Andi Sapada. Taufan menggandeng politikus senior dari Partai Golkar, Pangerang Rahim. Pasangang Taufan-Pangerang sempat didiskualifikasi oleh KPUD Parepare pada 4 Mei 2018 berdasarkan rekomendasi dari Panwaslu Parepare yang menyatakan pasangan ini melanggar secara administrasi dalam proses pembagian Beras Sejahtera. Keputusan ini dibatalkan oleh Mahkamah Agung pada 22 Mei 2018 karena tidak terbukti.[37]
Taufan Pawe dan Pangerang Rahim dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare oleh Nurdin Abdullah, Gubernur Sulawesi Selatan. Pelantikan ini dilakukan secara bersamaan dengan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Enrekang. Di awal kepemimpinannya, Taufan Pawe membangun gedung baru untuk Call Center 112 yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Bumi Harapan.[38]
Tahun 2019, Festival Salo Karajae berhasil dimasukkan dalam 100 Kharisma Event Nasional oleh Kementerian Pariwisata.[39][38][40]
Pada tahun 2020, Rumah Sakit Regional dr. Hasri Ainun Habibie resmi beroperasi pada 26 Februari 2020, yang kemudian rumah sakitnya diresmikan pada 14 Maret 2020 oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah bersama Wali Kota Parepare, Taufan Pawe.[41] Ia menargetkan medical toursim melalui rumah sakit ini, yang di mana pasien dan keluarga pasien melihat pemandangan Kota Parepare dari dalam kamar perawatan.
Selama penanganan pandemi Covid-19, Taufan memprioritaskan anggaran di bidang kesehatan serta mengikuti arahan dari pemerintah pusat.[42] Ia juga sempat mengusulkan pelabuhan Parepare ditutup sementara pada Maret 2020, karena adanya penyebaran covid di pelabuhan tersebut.[43] Di akhir tahun 2020, ia memberi edukasi melalui siara radio kepada masyarakat tentang pentingnya penanganan covid-19.[44]
Pada Juli dan September 2020, Taufan Pawe memperkenalkan program Berdaya Srikandi yang diluncurkan pada tahun 2017 di hadapan pemimpin Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi. Program pemberdayaan perempuan salah satunya diimplementasikan di bidang kesehatan, yang memberi metode pendekatan edukatif-fasilitatif terintegrasi.[45] Selain kesehatan, Berdaya Srikandi juga diimplementasikan di bidang budidaya perikanan, yang di mana produksi perikanan meningkat drastis dari 6,2 ton ke 173,54 ton dalam kurung waktu 3 tahun.[35]
| Tahun | Pemilu | Nomor Urut |
Calon Kepala Daerah |
Calon Wakil Kepala Daerah |
Perolehan suara | ||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Suara | Persen | Hasil | |||||
| 2008 | Wali Kota Parepare | 2 | Taufan Pawe | Arvanita A. Dengkeng | 18.849 | 28,74% | |
| 2013 | Wali Kota Parepare | 5 | Taufan Pawe | Faisal Andi Sapada | 29.981 | 40% | |
| 2018 | Wali Kota Parepare | 1 | Taufan Pawe | Pangerang Rahim | 39.966 | 51,19% | |
| Pemilu | Lembaga legislatif | Dapil | Partai | Perolehan suara | Hasil | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2024 | Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) | Sulawesi Selatan II | Golkar | 57.955 | ||
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Sjamsu Alam |
Wali Kota Parepare 2013–2023 |
Diteruskan oleh: Tasming Hamid |