Ridwan Bae adalah seorang politikus Indonesia yang menjabat sebagai Anggota DPR–RI sejak 2014. Ridwan pernah menjabat sebagai Bupati Muna sejak 2000 hingga 2010. Ridwan Bae terpilih menjadi Anggota DPR–RI periode 2014–2019 dari Partai Golongan Karya (Golkar) mewakili Dapil Sulawesi Tenggara setelah memperoleh 91,747 suara. Ridwan adalah politikus senior Golkar di Sulawesi Tenggara. Ridwan adalah mantan Bupati Muna dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ridwan Bae | |
|---|---|
| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia | |
| Mulai menjabat 1 Oktober 2014 | |
| Presiden | Susilo Bambang Yudhoyono Joko Widodo Prabowo Subianto |
| Ketua DPR | Setya Novanto (2014–2015) Ade Komarudin (2016) Setya Novanto (2016–2017) Bambang Soesatyo (2018–2019) Puan Maharani (2019–sekarang) |
| Grup parlemen | Fraksi Partai Golongan Karya |
| Daerah pemilihan | Sulawesi Tenggara |
| Bupati Muna ke-10 | |
| Masa jabatan 2000–2010 | |
| Gubernur | Laode Kaimoeddin Ali Mazi Nur Alam |
| Wakil | Syarif Arifin S. (2000-2005) La Bunga Baka (2005-2010) |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 1 Desember 1957 Raha, Muna, Sulawesi, Indonesia |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Partai politik | Golkar |
| Almamater | Universitas Hasanuddin Universitas Sulawesi Tenggara |
| Pekerjaan | Politikus |
Ridwan Bae[1] (lahir 1 Desember 1957) adalah seorang politikus Indonesia yang menjabat sebagai Anggota DPR–RI sejak 2014. Ridwan pernah menjabat sebagai Bupati Muna sejak 2000 hingga 2010. Ridwan Bae terpilih menjadi Anggota DPR–RI periode 2014–2019 dari Partai Golongan Karya (Golkar) mewakili Dapil Sulawesi Tenggara setelah memperoleh 91,747 suara. Ridwan adalah politikus senior Golkar di Sulawesi Tenggara. Ridwan adalah mantan Bupati Muna (2000 – 2010) dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara.
Ridwan adalah seorang pengusaha dan pernah menjabat sebagai Direktur dari CV. Konsultan Daya Bina (1983 – 1989) dan Direktur Utama dari PT. Rapesa (bisnis SPBU dan vendor untuk pelabuhan udara).
Pada tahun 2004, Ridwan dilaporkan Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) dan Indonesian Corruption Watch (ICW) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi kasus pelelangan kayu jati temuan oleh Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Sementara pada tahun 2008 Ridwan Bae diperiksa oleh penyidik Tipikor terkait kasus korupsi penimbunan penataan kawasan kumuh di kelurahan Lagasa dan kelurahan Tula.
Pada masa kerja 2014–2019, Ridwan duduk di Komisi V yang membidangi transportasi, pekerjaan umum, perumahan rakyat dan pembangunan pedesaan dan kawasan tertinggal.