Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Nurdin Halid

Andi Muhammad Nurdin Halid adalah seorang pengusaha, politikus dan administrator sepak bola Indonesia. Ia adalah Ketua Umum PSSI periode 2003—2011 dan pernah menjadi anggota DPR-RI dari Partai Golkar pada tahun 1999—2004.

Politisi dan pengusaha Indonesia
Diperbarui 20 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Nurdin Halid
Nurdin Halid
Nurdin Halid pada 2016
Ketua Umum PSSI ke-13
Masa jabatan
2003 – 1 April 2011
Sebelum
Pendahulu
Agum Gumelar
Pengganti
Djohar Arifin Husin
Sebelum
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Petahana
Mulai menjabat
1 Oktober 2024
PresidenJoko Widodo
Prabowo Subianto
Ketua DPRPuan Maharani
Grup parlemenFraksi Partai Golongan Karya
Daerah pemilihanSulawesi Selatan II
Mayoritas70.681 (2024)
Masa jabatan
1 Oktober 1997 – 30 September 2004
PresidenSoeharto
Bacharuddin Jusuf Habibie
Abdurrahman Wahid
Megawati Soekarnoputri
Ketua DPRHarmoko
Akbar Tandjung
Grup parlemenFraksi Partai Golongan Karya
Daerah pemilihanSulawesi Selatan (Polewali Mamasa)
Informasi pribadi
Lahir
A. M. Nurdin Halid

17 November 1958 (umur 67)
Watampone, Sulawesi Tenggara-Selatan, Indonesia
Partai politik  Golkar
Suami/istriAndi Nurbani
AlmamaterIKIP Ujung Pandang (sekarang Universitas Negeri Makassar)
PekerjaanPolitikus, pengusaha
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Andi Muhammad Nurdin Halid (lahir 17 November 1958) adalah seorang pengusaha, politikus dan administrator sepak bola Indonesia. Ia adalah Ketua Umum PSSI periode 2003—2011 dan pernah menjadi anggota DPR-RI dari Partai Golkar pada tahun 1999—2004.

Kasus hukum

Pada tanggal 16 Juli 2004, dia ditahan sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan gula impor ilegal. Ia kemudian juga ditahan atas dugaan korupsi dalam distribusi minyak goreng. Hampir setahun kemudian pada tanggal 16 Juni 2005, dia dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan dibebaskan. Putusan ini lalu dibatalkan Mahkamah Agung pada 13 September 2007 yang memvonis Nurdin dua tahun penjara. Ia kemudian dituntut dalam kasus yang gula impor pada September 2005, tetapi dakwaan terhadapnya ditolak majelis hakim pada 15 Desember 2005 karena berita acara pemeriksaan (BAP) perkaranya cacat hukum. Selain kasus ini, ia juga terlibat kasus pelanggaran kepabeanan impor beras dari Vietnam dan divonis penjara dua tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 9 Agustus 2005. Tanggal 17 Agustus 2006 ia dibebaskan setelah mendapatkan remisi dari pemerintah bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Pendidikan

  • S1, Ekonomi Perusahaan, Universitas Negeri Makassar

Penghargaan

  • Doktor Kehormatan Dr. (HC). Bidang Industri Olahraga, Universitas Negeri Semarang, 2021.
  • Profesor Kehormatan, Bidang Ilmu Sosiologi Ekonomi, Universitas Negeri Makassar, 2023

Sebagai Ketua PSSI

Nurdin terpilih sebagai Ketua PSSI pada tahun 2003. Ia dikenal sebagai ketua PSSI yang kontroversial. Dia menjalankan organisasi dari balik terali besi penjara, mengumumkan ide menaturalisasikan pemain asing, menambah jumlah peserta Liga Indonesia tiap tahun sehingga tidak ada klub yang terdegradasi, menentang penghentian pengucuran dana APBD untuk klub, dan mengurangi sanksi Persebaya yang sebelumnya terlibat kerusuhan pertandingan secara besar-besaran (dari larangan main di kandang selama dua tahun menjadi hanya larangan sebanyak 3 kali pertandingan kandang).

Politisasi PSSI

Pada deklarasi calon gubernur Sulawesi Selatan dari Partai Golkar, Nurdin Halid mengklaim 'sukses' tim nasional Indonesia pada Piala Suzuki AFF 2010 adalah karya Partai Golkar.[1][2][3] Hal ini bertentangan dengan Statuta FIFA yang melarang keras politisasi sepak bola.[4] Pernyataan tersebut dikecam oleh beberapa pihak, termasuk Sekretaris PSSI[5] dan Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung.[6]

Referensi

  1. ↑ "Tempointeraktif.Com - Nurdin: Sukses Timnas Karya Golkar". tempointeraktif.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-01-19. Diakses tanggal 2011-01-19.
  2. ↑ "KOMPAS bola - Nurdin Halid Politisasi Sepak Bola!". Kompas.com. Diakses tanggal 2011-01-19.
  3. ↑ "Nurdin Halid: Sukses Timnas karena Saya dan Golkar". republika.co.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-11-22. Diakses tanggal 2011-01-19. ;
  4. ↑ "Article 3. Neutrality and non-discrimination". FIFA Statutes August 2010 edition (PDF). FIFA. hlm. 10. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-03-04. Diakses tanggal 2011-01-19. Political and religious neutrality as well as the fi ght against racism and the punishment of any kind of discrimination is of great concern to FIFA.
  5. ↑ "detikSport : Bendahara PSSI: Sukses Timnas Bukan Hanya karena Golkar". us.detiksport.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-01-22. Diakses tanggal 2011-01-19.
  6. ↑ "Pramono: Nurdin Halid Egois dan Keblinger". Metrotvnews.com. Diakses tanggal 2011-01-19.[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar

  • (Indonesia) Nurdin Halid di TokohIndonesia.com Diarsipkan 2007-10-15 di Wayback Machine.
  • (Indonesia) "Divonis Bebas, Nurdin Halid Sujud Syukur", Detikcom, 15 Desember 2005
  • (Indonesia) "Nurdin Halid Dituntut 10 Tahun Penjara", Detikcom, 12 September 2005
  • (Indonesia) "Bebas di PN Jaksel, PN Jakut Penjarakan Nurdin 2,5 Tahun", Detikcom, 9 Agustus 2005
  • (Indonesia) "Nurdin Halid Bebas" Diarsipkan 2007-10-17 di Wayback Machine., KOMPAS, 16 Desember 2005
  • (Indonesia) "Nurdin Tak Dibebaskan" Diarsipkan 2007-12-26 di Wayback Machine., KOMPAS, 17 Desember 2005
Jabatan olahraga
Didahului oleh:
Agum Gumelar
Ketua Umum PSSI
2003—2011
Diteruskan oleh:
Agum Gumelar
sebagai Ketua Komite Normalisasi PSSI
  • l
  • b
  • s
Fraksi Partai Golongan Karya, 2024–2029
Pimpinan Fraksi MPR
  • Melchias Markus Mekeng (Ketua)
  • Ferdiansyah (Sekretaris)
  • Adde Rosi Khoerunnisa (Bendahara)
Lambang Partai Golongan Karya
Pimpinan Fraksi DPR
  • M. Sarmuji (Ketua)
  • Sari Yuliati (Sekretaris, merangkap Wakil Ketua DPR)
  • Puteri Anetta Komarudin (Bendahara)
Anggota
  • Abraham Sridjaja
  • Ade Ginanjar
  • TBA (menggantikan Adies Kadir)
  • Adrianus Asia Sidot
  • Agun Gunandjar Sudarsa
  • Agung Widiyantoro
  • Agustina Mangande
  • Ahmad Doli Kurnia Tandjung
  • Ahmad Irawan
  • Ahmad Labib
  • Alfons Manibui
  • Ali Mufthi
  • Alien Mus
  • Anang Susanto Suhendar (menggantikan Ace Hasan Syadzily)
  • Andar Amin Harahap
  • Andhika Satya Wasistho (menggantikan Nusron Wahid)
  • Andi Achmad Dara
  • Aprozi Alam
  • Ashraff Abu
  • Atalia Praratya
  • Bambang Heri Purnama
  • Bambang Patijaya
  • Bambang Soesatyo
  • Beniyanto
  • Benny Utama
  • Bias Layar (menggantikan Mukhtarudin)
  • Cek Endra
  • Christiany Eugenia Paruntu
  • Dadang M. Naser
  • Daniel Mutaqien Syafiuddin
  • Dave Akbarshah Fikarno
  • Delia Pratiwi Br. Sitepu
  • Derta Rohidin
  • Dewi Asmara
  • Dewi Yustisiana
  • Doni Akbar
  • Eko Wahyudi
  • Elita Budiati
  • Eric Hermawan
  • Erwin Aksa
  • Firman Soebagyo
  • Firnando H. Ganinduto
  • Franciscus Maria Agustinus Sibarani (menggantikan Maman Abdurrahman)
  • Galih Dimuntur Kartasasmita
  • Gandung Pardiman
  • Gavriel P. Novanto
  • Gde Sumarjaya Linggih
  • Haeny Relawati Rini Widyastuti
  • Hamka B. Kady
  • Hanan A. Rozak
  • Hasan Basri Agus
  • Heru Tjahjono
  • Hetifah Sjaifudian
  • Ilham Pangestu
  • Ilham Permana
  • Isfhan Taufik Munggaran
  • Jamaludin Malik
  • Juliyatmono
  • Kahar Muzakir (Wakil Ketua MPR)
  • Karmila Sari
  • Lamhot Sinaga
  • M. Taufan Pawe
  • M. Yahya Zaini
  • Maharani
  • Mangihut Sinaga
  • Maruli Siahaan (menggantikan Meutya Hafid)
  • Muhamad Nur Purnamasidi
  • Muhidin Mohammad Said
  • Mujakkir Zuhri
  • Mukhamad Misbakhun
  • Musa Rajekshah
  • Nurul Arifin
  • Nurdin Halid
  • Panggah Susanto
  • Ranny Fahd Arafiq
  • Ravindra Airlangga
  • Ridwan Bae
  • Rikwanto
  • Rizki Faisal
  • Robert Joppy Kardinal
  • Rusli Habibie
  • Rycko Menoza
  • Samsul Bahri Tiyong
  • Sandi Fitrian Noor
  • Sarifah Suraidah
  • Singgih Januratmoko
  • Soedeson Tandra
  • Teti Rohatiningsih
  • T. Zulkarnaini Ampon Bang
  • Trinovi Khairani
  • Tubagus Haerul Jaman
  • Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga
  • Yudha Novanza Utama
  • Yulisman
  • Zigo Rolanda
  • Zulfikar Arse Sadikin
Lihat pula: Fraksi Partai Golongan Karya
  • l
  • b
  • s
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Sulawesi Selatan, 2024–2029
Sulawesi Selatan I
  • Syamsu Rizal M. I. (PKB)
  • Azikin Solthan (Gerindra)
  • Andi Ridwan Wittiri (PDI-P)
  • Hamka Baco Kady (Golkar)
  • Achmad Daeng Sere (NasDem)
  • Rudianto Lallo (NasDem)
  • Meity Rahmatia (PKS)
  • Ashabul Kahfi (PAN)
Lambang Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Sulawesi Selatan II
  • Andi Muawiyah Ramly (PKB)
  • Andi Amar Ma'ruf Sulaiman (Gerindra)
  • Andi Iwan Darmawan Aras (Gerindra)
  • Nurdin Halid (Golkar)
  • M. Taufan Pawe (Golkar)
  • Teguh Iswara Suardi (NasDem)
  • Ismail (PKS)
  • Andi Yuliani Paris (PAN)
  • Andi Muzakkir Aqil (Demokrat)
Sulawesi Selatan III
  • Unru Baso (Gerindra)
  • La Tinro La Tunrung (Gerindra)
  • Agustina Mangande (Golkar)
  • Rusdi Masse Mappasessu (NasDem)
  • Eva Stevany Rataba (NasDem)
  • Muslimin Bando (PAN)
  • Frederik Kalalembang (Demokrat)
Lihat pula: Daftar anggota DPR RI 2024–2029
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Belanda
Lain-lain
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kasus hukum
  2. Pendidikan
  3. Penghargaan
  4. Sebagai Ketua PSSI
  5. Politisasi PSSI
  6. Referensi
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Daftar politikus terkaya di Indonesia

makna dan implikasi penting, baik dari sudut pandang masyarakat, pengamat politik, maupun tata kelola pemerintahan

Zulkifli Nurdin

politisi dan pengusaha Indonesia

Tan Kim Liong

politikus Tionghoa-Indonesia kelahiran Tanah Grogot, Kalimantan Timur pada tahun 1925

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026