Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Merpati Nusantara Airlines

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) adalah bekas badan usaha milik negara Indonesia yang berbisnis di bidang penerbangan regional. Perusahaan ini dinyatakan pailit pada tahun 2022 dan akhirnya dibubarkan pada tahun 2023.

perusahaan asal Indonesia
Diperbarui 31 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Merpati
IATA ICAO Kode panggil
MZ MNA MERPATI
Didirikan6 September 1962
Mulai beroperasi6 September 1962
Berhenti beroperasi20 Februari 2023
PenghubungBandar Udara Internasional Ngurah Rai
Bandar Udara Internasional Juanda
Kota fokusBandar Udara Internasional Soekarno-Hatta
Armada39
Tujuan84
Kantor pusatSurabaya, Indonesia
Tokoh utamaKapt. Asep Dicky Lukman - CEO
Situs webwww.merpati.co.id

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) adalah bekas badan usaha milik negara Indonesia yang berbisnis di bidang penerbangan regional.[1] Perusahaan ini dinyatakan pailit pada tahun 2022[2] dan akhirnya dibubarkan pada tahun 2023.[3]

Sejarah

1962 - 1966

Perusahaan ini didirikan oleh pemerintah Indonesia pada tanggal 6 September 1962 dengan nama "Perusahaan Negara Merpati Nusantara" untuk menyediakan layanan penerbangan regional.[4] Awalnya, Merpati hanya memiliki 4 (empat) unit DHC-3 Otter yang bisa memuat 9 penumpang dan 2 (dua) unit C-47, pesawat (Dakota) Douglas DC-3 versi militer yang dihibahkan oleh TNI AU dan bisa membawa 30 penumpang, serta modal uang sebesar Rp 10 juta.[5] Pada tahun 1963, pesawat-pesawat Dakota ini menerbangi rute antara Jakarta ke kota-kota di Kalimantan, seperti Pontianak, Pangkalan Bun (Kotawaringin), Banjarmasin dan Balikpapan, sedangkan untuk pesawat-pesawat Otter itu, menerbangi rute dari kota-kota di Kalimantan tadi ke kota-kota di pedalaman, seperti Sampit, Kotabaru, Samarinda dan lain-lain. Armadanya saat itu dilengkapi dengan roda-roda pendarat biasa, tetapi ada juga yang dilengkapi dengan pelampung, agar bisa mendarat di sungai-sungai, danau-danau ataupun teluk-teluk yang kala itu masih banyak di Kalimantan.[6]

Dwikora

Artikel utama: Konfrontasi Indonesia–Malaysia

Pada tahun 1964, kebanyakan pilot-pilot Merpati adalah lulusan dari PPI Curug dan hanya 1 (satu) yang merupakan lulusan dari Sekolah Penerbang di Jepang, Capt, Gunardjo.[7][8] Kala itu, sedang digalakkan Komando Ganyang Malaysia yang lebih dikenal dengan Dwikora, oleh Presiden Soekarno, sehingga semua pilot sipil yang ada, baik di Merpati maupun Garuda Indonesia, bergabung dalam Wing Garuda - Wing 011 dan mendapatkan pangkat Letnan Dua Penerbang.Dan sejak saat itu, para penerbang melakukan dinas tentara, yaitu membawa pasukan-pasukan yang berlatih terjun payung di area Bandung, Semarang, Surabaya dan beberapa kota lainnya. Selain itu, mereka juga bertugas untuk membawa mesiu dan perbekalan ke pangkalan-pangkalan TNI AU di Kalimantan. Khususnya untuk pesawat Otter banyak dipakai untuk mengangkut gerilyawan-gerilyawan yang terluka para dari sebuah landasan pacu yang berada dekat dengan perbatasan Kalimantan Timur dan Serawak, Long Bawang untuk diterbangkan ke Tarakan. Long Bawang sendiri merupakan basis perang gerilya ke Serawak.[8]

Dengan adanya peristiwa ini, maka hubungan Indonesia dengan negara-negara Barat memburuk, sehingga mengakibatkan kekurangan suku cadang dari pesawat-pesawat itu, sehingga banyak darinya terpaksa dipergunakan sebagai suku cadang kanibalisasi dan akhirnya tersisa 2 (dua) dan habis. Ketika kekurangan suku cadang tadi, pesawat Otter sempat juga diterbangkan oleh dua orang pilot yang diakibatkan oleh kelebihan tenaga penerbang.[9] Akhirnya semua penerbang, ditarik kembali ke Jakarta, tetapi disana juga tidak banyak pesawat yang bisa beroperasi. Pesawat Otter terakhir, terpaksa mendarat darurat di dekat Kuala Kapuas dan beberapa penumpangnya meninggal dunia. Pesawat itu akhirnya rusak berat dan tidak memungkinkan untuk diterbangkan kembali, atau dalam dunia penerbangan, dikenal dengan istilah total lost atau written off.[10]

Saat itu, di Jakarta, hanya tersisa satu pesawat Dakota dari 2 yang dimiliki Merpati, dikarenakan satunya sudah habis jam terbangnya, di mana hal ini mengakibatkan, Merpati terancam kebangkrutan. Pesawat Dakota tersisa dipakai untuk menghubungkan Jakarta - Pontianak setiap hari, hingga menjelang habis jam terbangnya, ia diterbangkan ke Manila untuk mendapatkan mesin-mesin baru. Hal ini membuat Merpati menjadi perusahaan di bidang penerbangan di Indonesia yang tidak memiliki pesawat udara.[10]

Hibah dari Garuda Indonesia

Merpati kemudian mendapat hibah dari Garuda Indonesia berupa sejumlah pesawat terbang yang sebelumnya digunakan oleh maskapai de Kroonduif asal Belanda, di mana awalnya pesawat itu diterbangkan oleh pilot Garuda Indonesia, sebelum akhirnya diserahkan ke pilot Merpati. Selain itu, Pemerintah Indonesia akan menggantikan pesawat Otter yang telah hilang dengan pesawat angkut ringan buatan Swiss, Pilatus Porter sebanyak 12 (dua belas) unit. Selain itu, mulai berdatangan para pilot lulusan dari PPI Curug angkatan 9. Pesawat Pilatus Porter itu, diterbangkan langsung oleh para pilot Swiss langsung dari Swiss. Setibanya di Jakarta dipakai berlatih dengan diterbangkan untuk rute Jakarta - Tanjung Karang pp, setiap hari. Pesawat ini kurang disukai, jika dibandingkan dengan pesawat Otter, karena beberapa hal, antara lain yaitu memiliki tenaga lebih kecil serta penerbangannya yang lebih dibatasi mengingat sistem pendinginannya yang kurang sempurna.[11]

Pesawat Pilatus Porter

Setelah beberapa lama, Pesawat Pilatus Porter ini, dicat khas perusahaan, yaitu burung Merpati dalam kurungan, yang diperoleh dari suatu sayembara di perusahaan. Di antara beberapa karwayan, logo ini, mirip dengan tanda sebuah toko penjual bermacam-macam burung. Pesawat-pesawat ini kemudian dimodifikasi untuk bisa terbang lebih lama.Modifikasi dilakukan dengan membongkar tempat duduk dan memasang dua drum bahan bakar yang dihubungkan dengan sistem bahan bakar pesawat udara. Rencananya, ia akan dibawa menerbangi laut dengan rute ke Surabaya - Banjarmasin, Balikpapan - Gorontalo - Manado - Morotai dan Sorong. Pada saat yang sama, mulai timbul pemberontakan bersenjata di Irian Barat oleh Mandacan dan pasukannya.[12]

1967 - 1978

Pada tahun 1967, Merpati dirasa dapat melayani rute perintis secara mandiri, sehingga pemerintah daerah mengurangi subsidi yang diberikan. Pengurangan subsidi tersebut kemudian menimbulkan masalah keuangan, karena penerbangan komersial Merpati belum dapat menutup biaya operasional dari penerbangan perintis. Pemerintah lalu mengizinkan Merpati untuk membuka penerbangan jarak jauh, jarak menengah, dan jarak dekat, sehingga Merpati kemudian mulai mengoperasikan tujuh unit Douglas DC-3 untuk melayani bandara di Nusa Tenggara Timur yang ditinggalkan oleh Garuda. Pada tahun 1970, Merpati mulai melayani penerbangan jarak jauh dan menengah. Pada tahun 1971, pemerintah Indonesia mengubah status perusahaan ini menjadi persero.[13] Merpati lalu mulai mengoperasikan empat unit Vickers Viscount 828, tiga unit YS-11, dan dua unit HS-748, yang sebagian digunakan untuk melayani rute internasional, seperti Pontianak-Kuching dan Palembang-Singapura. Merpati juga menjalin kerja sama dengan PT Suryadirgantara untuk bersama-sama mengoperasikan pesawat terbang Dakota milik Merpati. Selain itu, Merpati juga menjalin perjanjian codeshare dengan sejumlah maskapai asing, seperti Japan Air Lines, Qantas, Thai Airways International, Lufthansa, Olympic Airways, Trans Australia Airlines, dan China Airlines. Pada tahun 1972, Merpati mulai mengoperasikan dua unit Vickers Vanguard. Merpati lalu mulai terbang ke Kuala Lumpur dan Darwin. Merpati kemudian juga mendapat dua unit Twin Otter dari Pemerintah Kanada. Merpati kemudian mulai mengoperasikan pesawat terbang BAC-111 dan Boeing 707 untuk melayani penerbangan sewa internasional, antara lain dengan rute Denpasar-Manila dan Los Angeles-Denpasar hingga dihentikan pada tahun 1979.

1978 - 1991

Pada tahun 1978, pemerintah Indonesia menyerahkan semua saham perusahaan ini ke Garuda Indonesia,[14] dan nama perusahaan ini kemudian diubah menjadi "PT Merpati Nusantara Airlines". Merpati lalu bekerja sama dengan sejumlah maskapai penerbangan swasta untuk menyediakan layanan penerbangan perintis, seperti dengan PT SMAC untuk melayani Sumatera Utara dan Tengah mulai tahun 1978, dengan PT DAS untuk melayani Kalimantan mulai tahun 1979, dengan PT Deraya untuk melayani Kalimantan mulai tahun 1988, dengan PT Indoavia untuk melayani Maluku mulai tahun 1988, dan dengan PT Asahi Mantrust untuk melayani Kalimantan Timur. Pada tahun 1980, Merpati mendapat tambahan 14 unit NC-212 dari pemerintah. Merpati juga mulai mengoperasikan empat unit NC-212 bekas dan enam unit NC-212 baru. Selain itu, Merpati juga membangun hanggar pemeliharaan pesawat terbang di Makassar dan Manado. Pada tahun 1986, Merpati mendapat hibah dari Pelita Air Service berupa dua unit pesawat terbang Hercules L-100 (versi sipil dari C-130). Merpati lalu juga membuka rute Kupang-Darwin dengan menggunakan HS-748, yang kemudian diganti dengan F-28. Pada tanggal 25 Juni 1986, pada Indonesia Air Show (IAS) pertama yang digelar di bekas Bandara Kemayoran, Merpati meneken kontrak pembelian 15 unit CN-235 dari IPTN. Penyerahan CN-235 pertama lalu dilakukan pada tahun 1986 juga. Merpati kemudian mendapat sejumlah pesawat terbang yang sebelumnya dioperasikan oleh Garuda Indonesia, antara lain enam unit F-28 Mk.3000, 22 unit F-28 Mk. 4000, dan sembilan unit DC-9.

1992 - 2006

Pesawat terbang Lockheed TriStar milik Merpati di Bandar Udara Perth (akhir 1990-an).
Pesawat terbang Airbus A310-300 milik Merpati di Bandar Udara Perth (akhir 1990-an).

Pada awal dekade 1990-an, Merpati mulai mengoperasikan sejumlah Fokker-100 dan B737-200, sehingga pada saat itu, Merpati mengoperasikan delapan tipe pesawat berbeda, yakni Fokker-100, B737-200, Fokker-28, BAe ATP, Fokker-27, CN-235, NC- 212, dan Twin Otter. Merpati lalu mulai mengalami kesulitan keuangan, karena banyaknya tipe pesawat yang dioperasikan. Merpati akhirnya menutup 34 rute perintis di Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi, yang biasanya diterbangi dengan NC-212, serta enam rute perintis lain di Papua, sehingga Merpati hanya melayani 28 rute perintis. Merpati kemudian mulai mengoperasikan A310 dan A300-600 untuk digunakan pada rute ke Australia. Pesawat terbang BAe ATP milik Merpati lalu dinyatakan tidak laik terbang, sehingga tidak boleh diterbangkan, padahal tetap harus membayar sewa, sehingga kondisi keuangan Merpati makin buruk saat krisis finansial 1997 mulai terjadi. Pada tahun 1997, semua saham perusahaan ini akhirnya diambil kembali oleh pemerintah Indonesia, sehingga perusahaan ini kembali menyandang status persero.[15] Setelah melakukan sejumlah pembenahan, pada tahun 1999, diumumkan bahwa Merpati berhasil kembali mencatatkan laba operasi.

Boeing 737-200 milik Merpati

2007 - 2013

Pada tahun 2007, Merpati memesan 14 unit pesawat terbang Xian MA60 untuk melayani penerbangan perintis. Merpati lalu juga mengumumkan bahwa mereka akan mulai mengoperasikan 11 unit pesawat terbang berkapasitas 30 kursi untuk melayani rute domestik, serta kemungkinan akan memesan pesawat terbang N-219 buatan PTDI sekitar tahun 2011. Pada tanggal 2 Agustus 2009, sebuah Twin Otter milik Merpati jatuh di pegunungan di Papua, sehinggga menewaskan seluruh penumpangnya yang berjumlah 13 orang dan 3 orang kru. Pada tanggal 7 Mei 2011, satu unit pesawat Xian MA60 milik Merpati dengan kode registrasi PK-MZK juga jatuh di perairan Kaimana, sehingga menewaskan seluruh penumpangnya yang berjumlah 21 orang dan 6 orang kru. Kecelakaan tersebut pun membuat sejumlah pihak mempertanyakan keputusan Merpati untuk memesan Xian MA60, serta menduga adanya penggelembungan harga dan kolusi pada proses pemesanannya. Pada bulan Oktober 2011, Pertamina menghentikan pasokan avtur ke Merpati di Surabaya dan Makassar, karena adanya utang pembelian avtur senilai Rp 270 miliar, sehingga operasi Merpati di kedua bandara tersebut terhenti.[16] Total utang Merpati ke Pertamina adalah sebesar Rp 550 miliar, yang terdiri dari utang pokok sebesar 270 miliar, dan sisanya berupa bunga dan denda.[17] Namun, beberapa waktu kemudian, operasi Merpati di kedua bandara tersebut dapat berjalan normal kembali. Pada tahun 2012, Merpati menutup 20 rute yang merugi, meluncurkan situs web dan pusat panggilan baru, serta menjalin kerja sama pengangkutan kargo dengan Pos Indonesia. Pada bulan Agustus 2013, Menteri BUMN, Dahlan Iskan, menunjuk Perusahaan Pengelola Aset untuk memperbaiki kondisi keuangan Merpati. Pertamina lalu menghentikan pasokan avtur ke pesawat terbang milik Merpati di beberapa kota, seperti Palembang, Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Yogyakarta, sehingga Merpati hanya dapat beroperasi di kota di mana Merpati masih dapat memperoleh avtur, yakni di Surabaya, Makassar, dan Denpasar. Pada akhir tahun 2013, satu unit Boeing 737-300 dan satu unit Boeing 737-400 yang dioperasikan oleh Merpati sejak tahun 2012, ditarik oleh penyewanya, karena Merpati menunggak biaya sewa.

2014 - 2023

Pada tanggal 1 Februari 2014, Merpati resmi menangguhkan seluruh penerbangannya, karena adanya masalah keuangan yang bersumber dari berbagai utang.[18] Merpati pun diperkirakan membutuhkan Rp 7,2 triliun untuk dapat beroperasi kembali.[19] Menteri BUMN, Dahlan Iskan, juga menyatakan bahwa operasi Merpati harus dihentikan, agar kondisinya tidak makin buruk[1] Walaupun terlilit utang, "On Time Performance" dari Merpati berhasil mengungguli Air Asia.[20]

Pada tanggal 18 September 2014, Menteri BUMN, Dahlan Iskan, menyatakan bahwa pemulihan Merpati akan membutuhkan Rp 15 triliun, yakni untuk menutup pembayaran gaji, serta berbagai kerugian yang dan utang pada sekitar 2.000 pihak.[1] Dahlan Iskan menyatakan bahwa rencana untuk menghidupkan kembali maskapai ini menemui jalan buntu, karena restrukturisasi aset dan rencana penjualan tidak lagi menguntungkan.[1] Rencana penjualan fasilitas pemeliharaan milik Merpati dinilai berkisar pada harga Rp. 300 juta rupiah (USD 25.000).[1] Namun, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), M. Nawir Messi menilai bahwa penutupan Merpati lebih kepada masalah politik, bukan karena harga.[21] Pada tanggal 2 Juni 2022, perusahaan ini dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Surabaya. Dengan demikian, kewajiban Merpati kepada pihak ketiga, seperti pesangon kepada eks karyawan, akan diselesaikan dengan penjualan seluruh aset melalui mekanisme lelang.[2] Pada 20 Februari 2023, perusahaan ini resmi dibubarkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2023 Tentang Pembubaran Perusahaan Perseroan (Persero) PT Merpati Nusantara Airline.[3]

Tujuan

Artikel utama: Daftar bandar udara tujuan Merpati Nusantara Airlines

Armada

Armada Merpati Nusantara Airlines
Pesawat Jumlah Armada Pesanan Kapasitas Rute Catatan
C Y Total
Boeing 737-300 3 — 8 126 134 Domestik
Boeing 737-400 2 — 16 142 158 Semua
Boeing 737-500 1 — 0 118 118 Semua
Comac ARJ21-700 0 40 0 118 118 —
De Havilland Canada DHC-6 Twin Otter 5 — 0 20 20 Domestik
Xian MA60 14 — 0 56 56 Domestik
Total 25 40 Maret 2014

Mantan Armada

  • ATR 72
  • Airbus A300[22]
  • Airbus A310[23]
  • British Aerospace 146
  • British Aerospace ATP
  • Boeing 707-120B
  • Boeing 707-320C
  • Boeing 727
  • Boeing 737-200
  • Boeing 737-300
  • Boeing 737-400
  • de Havilland Canada DHC-6 Twin Otter
  • Douglas DC-9
  • Fokker F27 Friendship
  • Fokker F28 Fellowship
  • Fokker 100
  • HS 748 series 2A
  • CASA/IPTN CN-235
  • Indonesian Aerospace 212-200
  • Lockheed L-100 Hercules
  • Lockheed l-1011 tristar
  • Vickers Vanguard
  • Vickers Viscount

Insiden

  • 7 Januari 2012, pukul 15.45 WIB, Merpati Nusantara Airlines jenis MA-60 dengan nomor penerbangan MZ 536 terperosok di Bandar Udara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Pesawat rute Surabaya-Sampit ini dipiloti oleh Kapten Saptono dan kopilot Fauldort. Pesawat ini membawa 46 penumpang dewasa, 10 anak-anak, enam bayi dan enam awak pesawat. Dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa dan seluruh penumpang selamat.[24]
  • 10 Juni 2013, Pesawat Merpati Airlines MA-60 tujuan Bajawa-Kupang mengalami kecelakaan di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur.[25][26][27]
  • Pada 7 Mei 2011, Xian MA60X milik Merpati Nusantara Airlines jatuh ke laut saat akan mendarat di Bandar Udara Utarom, Kaimana, Papua Barat. Seluruh penumpang dan awak yang berjumlah 27 orang tewas.[28]

Galeri

  • Xi'an MA60
    Xi'an MA60
  • CASA C-212
    CASA C-212
  • BOEING 737-200
    BOEING 737-200
  • BOEING 737
    BOEING 737
  • ATR 72-212
    ATR 72-212
  • FOKKER F27
    FOKKER F27
  • CASA IPTN CN-235
    CASA IPTN CN-235
  • FOKKER F27
    FOKKER F27
  • FOKKER F100
    FOKKER F100
  • Vickers Viscount
    Vickers Viscount
  • Boeing 707
    Boeing 707
  • Fokker 27
    Fokker 27
  • Livery Baru Merpati Xi'an MA60
    Livery Baru Merpati Xi'an MA60
  • ATR 72-600
    ATR 72-600
  • Boeing 727
    Boeing 727

Slogan

  • Jembatan Udara Nusantara
  • Get The Feeling
  • The Air Bridge of Indonesia

Referensi

Catatan kaki

  1. 1 2 3 4 5 (Inggris) Center for Aviation: Merpati Nusantara Airlines
  2. 1 2 Oswaldo, Ignacio Geordi (10 Juni 2022). "Merpati Airlines Pailit, Tinggalkan Utang Rp 10,9 Triliun". detikcom. Detikcom. Diakses tanggal 11 Juni 2022.
  3. 1 2 Yanwardhana, Emir (23 Februari 2023). "Resmi Bubar, Bye-Bye Merpati dan Kertas Leces". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 17 Mei 2023.
  4. ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 1962" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 8 Juni 2022.
  5. ↑ Gunardjo 2010, hlm. 38.
  6. ↑ Gunardjo 2010, hlm. 39.
  7. ↑ Gunardjo 2010, hlm. 33.
  8. 1 2 Gunardjo 2010, hlm. 41.
  9. ↑ Gunardjo 2010, hlm. 42.
  10. 1 2 Gunardjo 2010, hlm. 43.
  11. ↑ Gunardjo 2010, hlm. 44.
  12. ↑ Gunardjo 2010, hlm. 45.
  13. ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 70 tahun 1971" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 8 Juni 2022.
  14. ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 30 tahun 1978" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 8 Juni 2022.
  15. ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 10 tahun 1997" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 8 Juni 2022.
  16. ↑ Kompas: Merpati tidak terbang
  17. ↑ Pertamina: total utang Merpati Rp550 miliar
  18. ↑ "Pikiran Rakyat Maskapai Merpati Berhenti Beroperasi Senin, 03/02/2014". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-12-18. Diakses tanggal 2014-12-18.
  19. ↑ Tribunnews:Dahlan Menyesal Tak Mampu Selamatkan Merpati Kamis, 2 Oktober 2014 18:20 WIB
  20. ↑ MERPATI BERHENTI BEROPERASI:Meski Dililit Utang, On Time Performance Merpati Ungguli Air Asia Senin, 17/2/2014
  21. ↑ Okezone Ekonomi: KPPU: Merpati Tutup karena Masalah Politik Rabu, 12 November 2014 - 19:14 wib |Raisa Adila - Okezone
  22. ↑ "Kuwait Airways 9K-AHI (Airbus A300 - MSN 344) (Ex PK-MAY ) | Airfleets aviation". Airfleets.net. Diakses tanggal 2013-10-14.
  23. ↑ "Merpati Fleet of A310 (History) | Airfleets aviation". Airfleets.net. 1997-03-23. Diakses tanggal 2013-10-14.
  24. ↑ Pesawat Merpati Terperosok di Sampit
  25. ↑ Viva News: Video Pesawat Merpati Kecelakaan di Kupang
  26. ↑ "Detik: FotoMerpati Crash Landing di Bandara El Tari". detikcom. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-06-13. Diakses tanggal 2013-06-11.
  27. ↑ Detik: Merpati Crash Landing di Bandara El Tari, Evakuasi Diperkirakan 4 Jam
  28. ↑ "Merpati Jatuh ke Laut, 27 Orang Tewas". Kompas. 2011-05-07. Diakses tanggal 2023-12-27.

Daftar Pustaka

  1. Gunardjo, Capt. (2010). Langit Tiada Batas - Kisah Nyata Pengalaman Terbang. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. ISBN 979-416-929-3.

Pranala luar

  • flagPortal Indonesia
  • (Indonesia) Situs web resmi
  • l
  • b
  • s
Merpati Nusantara Airlines
Maskapai penerbangan
  • Merpati Nusantara Airlines
Bekas induk perusahaan
  • Garuda Indonesia
Kecelakaan
  • Kecelakaan Vickers Viscount Samudera Hindia 1971
  • Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 5601
  • Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 422
  • Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 6715
  • Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 9760
  • Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 836
  • Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 8968
  • Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 6517
  • l
  • b
  • s
Garuda Indonesia
Nama terdahulu
  • Garuda Indonesian Airways
Layanan
  • Armada
  • Kota tujuan
Anak perusahaan
  • Aerowisata
  • Citilink
  • GMF AeroAsia
Kecelakaan dan insiden
  • GA708 (1967)
  • GA892 (1968)
  • Martinair 138 (1974)
  • GA150 (1975)
  • Loftleiðir 001 (1978)
  • Musibah Fokker F28 (1979)
  • GA206 (1981)
  • Musibah Fokker F28 (1982)
  • GA035 (1987)
  • GA865 (1996)
  • GA152 (1997)
  • GA421 (2002)
  • GA200 (2007)
  • l
  • b
  • s
Mantan badan usaha milik negara di Indonesia (daftar)
Menjadi anak usaha
BUMN lain
  • Aneka Tambang
  • Angkasa Pura
    • I
    • II
  • Asuransi Jasa Indonesia
  • Asuransi Kredit Indonesia
  • Bahtera Adhiguna
  • Balai Pustaka
  • Berdikari
  • Bukit Asam
  • Dahana
  • Dirgantara Indonesia
  • Energy Management Indonesia
  • Garam
  • Hotel Indonesia Natour
  • Inalum
  • Indofarma
  • Industri Nuklir Indonesia
  • Inhutani
    • I
    • II
    • III
    • IV
    • V
  • Jamkrindo
  • Jasa Raharja
  • Kawasan Berikat Nusantara
  • Kawasan Industri Medan
  • Kawasan Industri Makassar
  • Kawasan Industri Wijayakusuma
  • Kertas Padalarang
  • Kimia Farma
  • Kliring Berjangka Indonesia
  • Mega Eltra
  • Nindya Karya
  • PAL Indonesia
  • Pegadaian
  • Pengembangan Pariwisata Indonesia
  • Pengerukan Indonesia
  • Perikanan Indonesia
  • Permodalan Nasional Madani
  • Perkebunan Nusantara
    • I
    • II
    • IV
    • V
    • VI
    • VII
    • VIII
    • IX
    • X
    • XI
    • XII
    • XIII
    • XIV
  • Perusahaan Gas Negara
  • Perusahaan Pengelola Aset
  • Perusahaan Perdagangan Indonesia
  • Petrokimia Gresik
  • Pindad
  • Pupuk Iskandar Muda
  • Pupuk Kalimantan Timur
  • Pupuk Kujang
  • Rekayasa Industri
  • Sang Hyang Seri
  • Sarana Karya
  • Sarinah
  • Semen Baturaja
  • Semen Padang
  • Semen Tonasa
  • Sucofindo
  • Surveyor Indonesia
  • Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko
  • Timah
Digabung ke/dengan
BUMN lain
  • Aduma Niaga
  • Aneka Niaga
  • Arta Yasa
  • Asam Arang
  • Bank Bumi Daya
  • Bank Dagang Negara
  • Bank Ekspor Impor Indonesia
  • Bank Industri Negara
  • Bank Pembangunan Indonesia
  • Barata
  • Bhanda Ghara Reksa
  • Bhinneka Kina Farma
  • Bina Mulya Ternak
  • Bisma
  • Boma
  • Bonded Warehouses Indonesia
  • Dharma Niaga
  • Dirga Niaga
  • Dok dan Perkapalan Tanjung Priok
  • Dok dan Galangan Kapal Nusantara
  • Hasil Laut
  • Indra
  • Industri Sandang I
  • Karya Cotas
  • Logam Mulia
  • Natour
  • Nakula Farma
  • Panca Niaga
  • Pelita Bahari
  • Pelabuhan Daerah
    • I
    • II
    • III
    • IV
    • V
    • VI
    • VII
    • VIII
    • IX
  • Pelabuhan Indonesia
    • I
    • III
    • IV
  • Pembangunan Niaga
  • Pengangkutan Penumpang Djakarta
  • Pengelola Kawasan Berikat Indonesia
  • Peprida
  • Percetakan Kebayoran
  • Perikanan Nusantara
  • Perikanan Maluku
  • Perikanan Samodra Besar
  • Perikani
  • Perikani
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Riau
    • Sulawesi Selatan/Tenggara
  • Perkebunan
    • I
    • II
    • III
    • IV
    • V
    • VI
    • VII
    • VIII
    • IX
    • X
    • XI
    • XII
    • XIII
    • XV–XVI
    • XVIII
    • XIX
    • XX
    • XXI–XXII
    • XXIII
    • XXIV–XXV
    • XXVI
    • XXVII
    • XXVIII
    • XXIX
    • XXXI
    • XXXII
  • Permata Nusantara
  • Permina
  • Pertamin
  • Pertani
  • Pradnya Paramita
  • Raja Farma
  • Reasuransi Umum Indonesia
  • Sabang Merauke
  • Sapta Motor
  • Sari Husada
  • Sasana Bhanda
  • Satya Niaga
  • Tambang Batubara Mahakam
  • Tambang Batubara Ombilin
  • Tambang Bauksit Indonesia
  • Tambang Emas Cikotok
  • Tirta Raya Mina
  • Zatas
Dijual ke swasta
  • Aneka Gas Industri
  • Indosat
  • Gaya Motor
  • Intirub
  • Industri Marmer Indonesia Tulungagung
  • Jado Trading Corporation
  • Kertas Basuki Rachmat
  • Kertas Blabak
  • Leppin
  • Pengeringan Tembakau Bojonegoro
  • Semen Madura
Diubah statusnya
  • Askes
  • Bank Ekspor Indonesia
  • Jamsostek
  • RRI
  • TVRI
  • Pusat Jantung Nasional Harapan Kita
  • RS Hasan Sadikin
  • RS Kanker Dharmais
  • RSAB Harapan Kita
  • RSUP dr. Cipto Mangunkusumo
  • RSUP dr. Kariadi
  • RSUP dr. M. Djamil
  • RSUP dr. M. Hoesin
  • RSUP dr. Sardjito
  • RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo
  • RSUP Fatmawati
  • RSUP Persahabatan
  • RSUP Sanglah
Dibubarkan
  • Aneka Bhakti
  • Bahana Pakarya Industri Strategis
  • Budi Bhakti
  • Buwana Karya
  • Dayaza
  • Fajar Bhakti
  • Fajar Ternak
  • Gita Karya
  • Gula Bone
  • Iglas
  • Industri Mesin Perkakas Indonesia
  • Industri Sandang Nusantara
  • Industri Soda Indonesia
  • Istaka Karya
  • Jaya Bhakti
  • Karya Mina
  • Karya Nusantara
  • Kerta Niaga
  • Kertas Gowa
  • Kertas Kraft Aceh
  • Kertas Kraf Cilacap
  • Kertas Leces
  • Kertas Martapura
  • Kertas Pematang Siantar
  • Kumala Karya
  • Lokananta
  • Marga Bhakti
  • Metrika
  • Merpati Nusantara Airlines
  • Nabuka Karya
  • PANN Multi Finance
  • Perhotelan dan Perkantoran Indonesia
  • Perhutani
    • Aceh
    • Jawa Barat
    • Kalimantan Barat
    • Maluku
    • Riau
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Selatan
    • Sulawesi Selatan/Tenggara
  • Perkapalan dan Dok Alirmenjaya
  • Perkebunan Kapas Indonesia
  • Perkebunan XVII
  • Perkebunan XXX
  • Permigan
  • Perusahaan Mekanisasi Pertanian Negara
    • I
    • II
    • III
    • IV
    • V
    • VI
    • VII
  • Perusahaan Peternakan Negara
  • Pusat Perkayuan Marunda
  • Sejati Bhakti
  • Sinar Bhakti
  • Tambang Batubara
  • Tri Bhakti
  • Tulus Bhakti
  • Daftar BUMN aktif
  • Kategori
  • l
  • b
  • s
Maskapai penerbangan Indonesia
Purnalayan
  • Batik Air
  • Garuda Indonesia 1 2
Campuran/menengah
  • BBN Airlines
  • Pelita Air
  • Sriwijaya Air
Tarif rendah
  • Citilink
  • Indonesia AirAsia
  • Lion Air
  • Super Air Jet
  • TransNusa
  • Fly Jaya
Regional
  • Aviastar
  • Jhonlin Air Transport
  • NAM Air
  • SAM Air
  • Susi Air
  • Trigana Air Service
  • Wings Air
Sewaan
  • Air Born
  • Airfast Indonesia
  • Asian One Air
  • Deraya Air
  • EastIndo
  • Gatari Air Service
  • Indonesia Air Transport
  • Mission Aviation Fellowship
  • Premiair
  • Transwisata Prima Aviation
  • Travira Air
Kargo
  • Airnesia Royal Cargo
  • Asia Cargo Airlines
  • Auvia Air
  • Cardig Air
  • Cargo Garuda Indonesia
  • Dimonim Air
  • Express Cargo Airlines
  • My Indo Airlines
  • Post Ekspres Prima
Direncanakan
  • DarapaTi Airlines
Tidak beroperasi
  • Adam Air
  • Air Efata
  • Air Paradise International
  • Air Regional
  • Airmark Indonesia
  • Asia Avia Megatama
  • Bali Air
  • Batavia Air
  • Bayu Indonesia
  • Bouraq Indonesia Airlines
  • Carstensz Papua Airlines
  • de Kroonduif
  • Dirgantara Air Service
  • Garuda Indonesia Explore
  • Indonesia AirAsia X
  • Indonesian Airlines
  • Jatayu Airlines
  • Kalimantan Air Service
  • Kalstar Aviation
  • Kaltim Airlines
  • Kartika Airlines
  • KLM Interinsulair Bedrijf
  • KNILM
  • Linus Airways
  • Lorena Airlines
  • Manunggal Air Service
  • Megantara Air
  • Merpati Nusantara Airlines
  • Nurman Avia Indopura
  • Nusantara Air Charter
  • Nusantara Buana Air
  • Pacific Royale Airways
  • Papua Indonesia Air System
  • Penas Air
  • Republic Express Airlines
  • Riau Airlines
  • Sabang Merauke Raya Air Charter
  • Sempati Air
  • Seulawah Nad Air
  • Sky Aviation
  • Star Air
  • Tigerair Mandala
  • Top Air
  • XpressAir
  • Zamrud Aviation
1 Utama dan regional.   2 Maskapai penerbangan nasional.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
Nasional
  • Amerika Serikat
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. 1962 - 1966
  3. 1967 - 1978
  4. 1978 - 1991
  5. 1992 - 2006
  6. 2007 - 2013
  7. 2014 - 2023
  8. Tujuan
  9. Armada
  10. Mantan Armada
  11. Insiden
  12. Galeri
  13. Slogan
  14. Referensi
  15. Catatan kaki
  16. Daftar Pustaka

Artikel Terkait

Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan

organisasi yang dibentuk oleh pemerintahan Jepang pada tahun 1945 ketika menduduki Indonesia

Hermanto Tanoko

Komisaris, PT Avia Avian Tbk

Daftar badan usaha milik negara di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026