Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Citilink

PT. Citilink Indonesia, dioperasikan sebagai Citilink, adalah Maskapai penerbangan bertarif rendah dan anak perusahaan Garuda Indonesia. Perusahaan ini berdiri tahun 2001 sebagai Unit Bisnis Strategis (SBU) dan difungsikan sebagai salah satu alternatif penerbangan bertarif rendah di Indonesia. Sejak tanggal 30 Juli 2012 Citilink secara resmi beroperasi sebagai entitas bisnis yang terpisah dari Garuda Indonesia setelah mendapatkan Air Operator Certificate (AOC). Citilink beroperasi dengan 17 pesawat dengan logo, tanda panggil dan seragam baru. Bandara penghubung utama maskapai ini adalah Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya.

perusahaan asal Indonesia
Diperbarui 30 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Citilink
IATA ICAO Kode panggil
QG CTV SUPERGREEN
Mulai beroperasi16 Juli 2001; 24 tahun lalu (2001-07-16)
Penghubung
  • Jakarta–Halim Perdanakusuma
  • Jakarta–Soekarno–Hatta
  • Surabaya
Penghubung sekunder
  • Batam
  • Denpasar
  • Makassar
  • Medan
Program penumpang setiaSupergreen GarudaMiles
Armada59
Tujuan51
Perusahaan indukGaruda Indonesia
Kantor pusatJakarta, Indonesia
Tokoh utamaDewa Kadek Rai (CEO)[1]
Laba operasiKenaikan US$67.08 juta (2019)[2]
Laba bersihKenaikan US$9.96 juta (2016)
Situs webwww.citilink.co.id

PT. Citilink Indonesia,[3] dioperasikan sebagai Citilink, adalah Maskapai penerbangan bertarif rendah dan anak perusahaan Garuda Indonesia. Perusahaan ini berdiri tahun 2001 sebagai Unit Bisnis Strategis (SBU) dan difungsikan sebagai salah satu alternatif penerbangan bertarif rendah di Indonesia. Sejak tanggal 30 Juli 2012 Citilink secara resmi beroperasi sebagai entitas bisnis yang terpisah dari Garuda Indonesia setelah mendapatkan Air Operator Certificate (AOC). Citilink beroperasi dengan 17 pesawat dengan logo, tanda panggil dan seragam baru.[4] Bandara penghubung utama maskapai ini adalah Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya.[5]

Sejarah

Sejarah maskapai Citilink Indonesia

Pada Tahun 2001 Garuda Indonesia mendirikan Citilink sebagai Maskapai berbiaya murah dan Citilink mulai beroperasi pertama kali pada 16 Juli menggunakan 2 Pesawat bertipe Fokker F28 yang ditransfer dari armada Utama Garuda Indonesia. Rute awal maskapai ini adalah dari Surabaya di pulau Jawa ke destinasi yang tidak dilayani oleh Maskapai utama seperti: Yogyakarta (juga di Jawa); Balikpapan di pulau Kalimantan dan Tarakan, di Provinsi Kalimantan Utara, dan Makassar di pulau Sulawesi. Pada akhir tahun 2001 Garuda kembali mentransfer lima armada Fokker-28 untuk memperkuat armada Citilink. Di tahun 2004 Citilink telah melayani sepuluh Destinasi dan saat itu juga Garuda mulai mengganti Fokker 28 Citilink dengan Boeing 737-300. Di Tahun 2008 Garuda Indonesia memberhentikan sementara operasional Citilink, dan beroperasi kembali Pada Januari tahun 2009 setelah semua pesawat Fokker F28 digantikan dengan pesawat yang lebih modern. Pada bulan Juli 2010 operasional Citilink dilakukan oleh dua Boeing 737-300 dan Boeing 737-400.

Berdiri sendiri dan rencana peremajaan armada

Pada Mei 2011 Garuda indonesia mengumumkan rencana spin-off Citilink. Rencana bisnis baru ini adalah agar Citilink menjadi entitas bisnis terpisah pada kuartal pertama 2012 dengan perombakan merek secara penuh untuk maskapai, termasuk desain livery baru; situs web baru; desain interior kabin dan seragam awak kabin yang baru; serta juga strategi periklanan dan pemasaran baru.[6] Bagian utuh dari rencana ini adalah Citilink membeli 25 pesawat Airbus A320 terbaru dan memanfaatkan pesawat ini untuk berkembang menjadi maskapai penerbangan berbiaya rendah regional yang signifikan dengan antisipasi perkiraan pada tahun 2015, Citilink akan memberikan kontribusi pendapatan sebesar 30 persen kepada Garuda Indonesia.[7][8]

Setelah memperoleh Air Operator Certificate pada Agustus 2012, Citilink berhasil mengangkut sebanyak 8 juta penumpang hingga akhir tahun 2013 dan beroperasi dengan load factor sebesar 85 persen dan tingkat kedatangan tepat waktu sebanyak 87 persen.[9] Pada Mei 2015 Citilink memiliki armada yang terdiri dari 4 Unit Boeing 737-300, 4 Unit Boeing 737-500 dan 34 Unit Airbus A320

Pada akhir tahun 2019, Citilink menerima pengiriman 2 unit Airbus A330-900 yang awalnya dipesan oleh WOW Air namun diambil oleh Citilink, disebabkan oleh WOW Air yang bangkrut pada 28 maret 2019.[10] Pesawat ini akan digunakan pada penerbangan ke negara-negara seperti Jerman, Jepang dan Arab Saudi.[11]

Seragam Pramugari Citilink

Seragam pramugari Citilink merupakan hasil dari kontes desain untuk Citilink yang dilakukan tahun 2011. Seragam didominasi dengan warna hijau dengan sedikit corak putih, di mana hijau adalah warna dasar maskapai dengan harapan memberikan tampilan cerdas, modern sekaligus mencolok, sehingga kru Citilink akan mudah dikenali di bandara. Kontes Desain Seragam Awak Kabin ini merupakan salah satu dari program peremajaan merek Citilink.[12][13]

Tujuan

Berikut daftar bandar udara dan negara tujuan Citilink :[14][15][16]

Negara Kota Bandara Catatan Referensi
 AustraliaPerth Bandar Udara Perth
 IndonesiaAmbonBandar Udara Pattimura
BajawaBandar Udara Soa
BalikpapanBandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman
BandungBandar Udara Internasional Kertajati
BanjarbaruBandar Udara Internasional Syamsudin Noor
Banda AcehBandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda
BatamBandar Udara Internasional Hang NadimPenghubung[17]
BengkuluBandar Udara Fatmawati Soekarno
BerauBandar Udara Kalimarau
DenpasarBandar Udara Internasional Ngurah Rai[18][19]
EndeBandar Udara H. Hasan Aroeboesman
JakartaBandar Udara Halim PerdanakusumaPenghubung[20]
Bandar Udara Internasional Soekarno–HattaPenghubung[17][21][22]
JambiBandar Udara Sultan Thaha Syaifuddin
JayapuraBandar Udara Sentani
KediriBandar Udara Internasional Dhoho
KendariBandar Udara Haluoleo
KupangBandar Udara El Tari
Labuan BajoBandar Udara Komodo
MakassarBandar Udara Internasional Sultan HasanuddinPenghubung
MamujuBandar Udara Tampa Padang
ManadoBandar Udara Internasional Sam Ratulangi[23]
MataramBandar Udara Internasional Lombok
MalangBandar Udara Abdul Rachman Saleh[20]
MedanBandar Udara Internasional KualanamuPenghubung[23]
PadangBandar Udara Internasional Minangkabau[23]
PalangkarayaBandar Udara Tjilik Riwut
PalembangBandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II
PaluBandar Udara Mutiara SIS Al-Jufrie
Pangkal PinangBandar Udara Depati Amir
PekanbaruBandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II[24]
PontianakBandar Udara Supadio[17]
SamarindaBandar Udara Internasional APT Pranoto
SemarangBandar Udara Internasional Ahmad Yani
Siborong-BorongBandar Udara Sisingamangaraja XII
SoloBandar Udara Internasional Adi Soemarmo[25]
SurabayaBandar Udara Internasional JuandaPenghubung[17][20][26][27]
BelitungBandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin
Tanjung PinangBandar Udara Raja Haji Fisabilillah
Tarakan Bandar Udara Internasional Juwata
WaingapuBandar Udara Mau Hau
YogyakartaBandar Udara Adisutjipto
Bandar Udara Internasional Yogyakarta[20][28]
 MalaysiaKuala LumpurBandar Udara Internasional Kuala Lumpur[16][18][21][24][26]
PenangBandar Udara Internasional Penang[15][29]
 Papua NuginiPort Moresby Bandar Udara Internasional Port Moresby
 SingapuraSingapura Bandar Udara Changi
 Timor LesteDiliBandar Udara Internasional Presidente Nicolau Lobato[19]
 ChinaGuiyangBandar Udara Internasional Longdongbao Guiyang[23]
KunmingBandar Udara Internasional Changshui Kunming[23][25]

Armada

Pesawat Citilink dengan Nomor Penerbangan QG432 sedang take off dari Bandung menuju Balikpapan.
Armada Citilink
Pesawat Beroperasi Dalam Pemesanan Penumpang Catatan
Airbus A320-200 39 — 180
Airbus A320neo 10 25 180
Airbus A330-300 1 — 251
ATR 72-600 8 — 70
Boeing 737-500 1 – Kargo (Ditransfer Dari Merpati Cargo/Garuda Indonesia)
Total 59 25
Registrasi Citilink[30]
Pesawat Registrasi
Airbus A320-200 PK-GQA, PK-GQC, PK-GQD, PK-GQE, PK-GQF, PK-GQG, PK-GQH, PK-GQI, PK-GQJ, PK-GQK, PK-GQL, PK-GQM, PK-GQN, PK-GQO, PK-PQP, PK-GQQ, PK-GQR, PK-GQS, PK-GQT, PK-GQU, PK-CUA, PK-CUC, PK-CUD, PK-CUE, PK-GLE, PK-GLG, PK-GLI, PK-GLK, PK-GLL, PK-GLM, PK-GLN, PK-GLO, PK-GLP, PK-GLQ, PK-GLR, PK-GLS, PK-GLT, PK-GLU, PK-GLV, PK-GLW, PK-GLX, PK-GLY, PK-GLZ
Airbus A320neo PK-GTA, PK-GTC, PK-GTD, PK-GTE, PK-GTF, PK-GTG, PK-GTH, PK-GTI, PK-GTJ, PK-GTK
Airbus A330-300 PK-GPE
ATR 72-600 PK-GJP, PK-GJQ, PK-GJR, PK-GJS, PK-GJT, PK-GJU, PK-GJV

Pengembangan Armada

Pada 9 Agustus 2011, Garuda Indonesia memesan sebanyak 25 unit Airbus A320 dengan opsi tambahan sebanyak 25 pesawat, pemesanan ini menjadikan citilink sebagai pelanggan baru untuk jenis pesawat lorong tunggal Airbus.[31] pemesanan terdiri dari 15 unit Airbus A320 dan 10 Airbus A320neo, dengan lima pesawat diharapkan akan dikirimkan setiap tahun antara 2014 dan 2018.[32][33] Program revitalisasi armada ini dibutuhkan dana sekitar USD2.13 Miliar.

Pada Akhir tahun 2011, Garuda Indonesia mencari Armada A320 Bekas sebagai persiapan peluncuran Internasional Citilink yang diusulkan pada tahun 2012.[6]

Pada bulan Desember 2012, Citilink memesan 25 ATR 72-600 dengan opsi pesanan 25 unit tambahan.[34] Ini adalah pesanan langsung pertama Citilink ke sebuah pabrikan. Pesanan langsung untuk 25 A320neo tambahan diikuti pada Januari 2013, sehingga total pesanan menjadi 35.[35]

Armada A320 pertama Citilink, adalah sebuah pesawat bekas yang tiba pada akhir Juni 2011 dan mulai beroperasi pada 16 September 2011, menghubungkan Jakarta dengan Balikpapan, Banjarmasin dan Medan.

Layanan

Kabin

Kabin pesawat Citilink memiliki konfigurasi 180 kursi ekonomi. Pada bulan Juli 2018, Citilink memperkenalkan produk yang bernama "Green Zone",[36] yang dimana Kursi pada lima baris pertama serta baris pintu keluar darurat diberi tanda kursi Green Zone, sedangkan sisanya diberi tanda kursi reguler. Penumpang yang memesan kursi Green zone atau kursi regular akan dikenakan biaya tertentu. Pemesanan kursi sudah termasuk makanan ringan, minuman, dan asuransi.[37]

Wi-Fi On Board

Pada tanggal 16 Januari 2019, Citilink menjadi maskapai berbiaya rendah pertama di kawasan Asia Pasifik yang menawarkan Wi-Fi On Board di ketinggian 35.000 kaki di atas permukaan tanah secara gratis menggunakan sistem WiFi dari GX Aviation Systems. Penerbangan pertama dengan fitur konektivitas ini terdapat pada penerbangan QG684 dari Jakarta menuju Denpasar.[38]

Galeri

  • Pesawat Citilink yang baru saja lepas landas.
    Pesawat Citilink yang baru saja lepas landas.
  • Pra Lepas Landas Pesawat Citilink.
    Pra Lepas Landas Pesawat Citilink.
  • Citilink parkir di Lombok.
    Citilink parkir di Lombok.
  • Citilink di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma dalam proses menuju parkir.
    Citilink di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma dalam proses menuju parkir.
  • Jendela Citilink.
    Jendela Citilink.
  • Boeing 737-300 milik Citilink difoto pada tahun 2005 di Bali.
    Boeing 737-300 milik Citilink difoto pada tahun 2005 di Bali.
  • Boeing 737-300(Lagi).
    Boeing 737-300(Lagi).
  • Pesawat Citilink dengan nomor registrasi PK-GQS berada di Terminal 3 Soekarno Hatta.
    Pesawat Citilink dengan nomor registrasi PK-GQS berada di Terminal 3 Soekarno Hatta.
  • Suasana pesawat Citilink ketika pesawat sepi. Terlihat seorang penumpang yang ingin menyimpan bagasi di kabin dibantu oleh pramugari.
    Suasana pesawat Citilink ketika pesawat sepi. Terlihat seorang penumpang yang ingin menyimpan bagasi di kabin dibantu oleh pramugari.
  • Airbus A320-200 milik Citilink.
    Airbus A320-200 milik Citilink.
  • Tempak Check In Citilink di Kualanamu.
    Tempak Check In Citilink di Kualanamu.
  • Suasana Citilink di tengah tengah perjalanan.
    Suasana Citilink di tengah tengah perjalanan.
  • Airbus A320-232 milik Citilink sedang berada di belakang pesawat Boeing 777-300 milik Saudia. Maskapai dari Arab Saudi.
    Airbus A320-232 milik Citilink sedang berada di belakang pesawat Boeing 777-300 milik Saudia. Maskapai dari Arab Saudi.
  • Airbus A320neo beregistrasi PK-GTA milik Citilink berada di Dili pada tahun 2018.
    Airbus A320neo beregistrasi PK-GTA milik Citilink berada di Dili pada tahun 2018.
  • PK-GTC Citilink berada di tempat yang sama seperti gambar di kiri, yaitu Dili juga di tahun yang sama.
    PK-GTC Citilink berada di tempat yang sama seperti gambar di kiri, yaitu Dili juga di tahun yang sama.
  • Pesawat Citilink yang sedang terbang.
    Pesawat Citilink yang sedang terbang.
  • Citilink di Balikpapan. Terlihat juga pesawat Bombardier Garuda Indonesia.
    Citilink di Balikpapan. Terlihat juga pesawat Bombardier Garuda Indonesia.
  • Citilink di Bandara Ngurah Rai.
    Citilink di Bandara Ngurah Rai.

Referensi

  1. ↑ "Dewa Kadek Rai Jadi Dirut Baru Citilink – amp.kompas.com". 18 February 2022.
  2. ↑ "Citilink swings back to profitability in 2019". Flight Global (dalam bahasa Inggris). 2020-04-01. Diakses tanggal 2020-12-05.
  3. ↑ "Anak Perusahaan". garuda-indonesia.com.
  4. ↑ "July 30, 2012 - Citilink officially separates from Garuda today". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-04-09. Diakses tanggal 2012-08-04.
  5. ↑ "Directory: World Airlines". Flight International. 2007-04-03. hlm. 66.
  6. 1 2 "Garuda announces new plans for Citilink ahead of spin-off". The Jakarta Post.
  7. ↑ "25 New Airbus 320s". Pikiran-Rakyat.com. Diarsipkan dari asli tanggal 6 October 2014. Diakses tanggal 4 October 2014.
  8. ↑ "2015, Citilink Contribute 30% Garuda Indonesia's Revenue". Pikiran-Rakyat.com. Diarsipkan dari asli tanggal 6 October 2014. Diakses tanggal 4 October 2014.
  9. ↑ Widya Victoria (January 15, 2014). "Citilink Terbangkan 8 Juta Penumpang Sejak 2012" [Citilink Flies 8 Million Passengers Since 2012]. Diarsipkan dari asli tanggal February 9, 2018. Diakses tanggal January 15, 2014.
  10. ↑ Loh, Chris (05 Maret 2020). "What Led To WOW Air's Bankruptcy?". simpleflying.com. Diakses tanggal 08 Februari 2022.
  11. ↑ "Citilink to fly from Indonesia to Germany and Saudi Arabia". aerotime.aero. 2 July 2019. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-11. Diakses tanggal 2022-02-08.
  12. ↑ "Seragam Baru Awak Kabin Citilink". Berita Satu. Selasa, 8 November 2011 | 11:00 WIB. Diakses tanggal 13 Februari 2021.
  13. ↑ Sutriyanto, Eko (Selasa, 8 November 2011). Agustina, Dewi (ed.). "Dinda Menangkan Desain Seragam Awak Kabin Citilink". Tribunnews.com. Diakses tanggal 13 februari 2021.
  14. ↑ "Route Map". Citilink. Diakses tanggal 16 August 2018.
  15. 1 2 Ayisy Yusof (26 March 2018). "Citilink Indonesia's new Jakarta-Penang route sets off for Asean expansion". New Straits Times. Kuala Lumpur: Media Prima Berhad. Diakses tanggal 16 August 2018.
  16. 1 2 Rita (19 December 2018). Nariswari, Rita (ed.). "Citilink Buka Rute Banyuwangi-Kuala Lumpur untuk Tarik Wisman". Tempo.co. Diakses tanggal 19 December 2018.
  17. 1 2 3 4 "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-03-21. Diakses tanggal 2020-04-18.
  18. 1 2 "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-01-16. Diakses tanggal 2021-05-25.
  19. 1 2 https://en.tempo.co/read/775767/citilink-opens-denpasar-dili-route
  20. 1 2 3 4 https://ap1.co.id/id/information/news/detail/hari-pertama-pengoperasian-penuh-yia-berjalan-lancar
  21. 1 2 https://batampos.co.id/2019/02/28/citilink-buka-rute-jakarta-kuala-lumpur/
  22. ↑ https://www.nst.com.my/business/2018/03/349532/citilink-indonesias-new-jakarta-penang-route-sets-asean-expansion
  23. 1 2 3 4 5 Citilink adds new routes to China in Jan 2020
  24. 1 2 Liu, Jim. "Citilink files Pekanbaru – Kuala Lumpur schedule from late-Sep 2019". Routesonline. Diakses tanggal 5 September 2019.
  25. 1 2 https://www.routesonline.com/news/38/airlineroute/285866/citilink-adds-solo-kunming-service-in-3q19/
  26. 1 2 https://travel.detik.com/travel-news/d-4407822/citilink-buka-rute-baru-surabaya-kuala-lumpur-pp
  27. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-02. Diakses tanggal 2021-05-25.
  28. ↑ https://www.thejakartapost.com/news/2020/03/10/garuda-indonesia-citilink-to-move-all-yogyakarta-flights-to-new-international-airport.html
  29. ↑ "Special Offer Surabaya Penang". Citilink.co.id. 23 October 2018. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-02. Diakses tanggal 2021-05-25.
  30. ↑ "Please verify your request | Planespotters.net". www.planespotters.net. Diakses tanggal 2023-08-05.
  31. ↑ "Garuda Indonesia finalises order for 25 A320 Family aircraft" (Press release). Airbus. 9 August 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 4 February 2013. Diakses tanggal 7 April 2013. "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-02-04. Diakses tanggal 2022-05-19.
  32. ↑ "Garuda Teken Pembelian 25 Pesawat A320 Family". August 4, 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-09-26. Diakses tanggal 2022-05-19.
  33. ↑ "},"archivedate":{"wt":"May 24, 2013"}},"i":0}}]}' id="mwBOM"/>"Garuda Indonesia finalises order for 25 A320 Family aircraft Citilink A320neo – INTERNATIONAL AVIATION NEWS". Diarsipkan dari asli tanggal May 24, 2013.
  34. ↑ "Indonesia's Citilink Ordering 25 ATR 72-600s". Aviationweek.com. 2012-12-27. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-09-27. Diakses tanggal 2013-01-27.
  35. ↑ "Citilink orders 25 Airbus A320neo" (Press release). Airbus. 25 January 2013. Diakses tanggal 2013-01-27. "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-08-17. Diakses tanggal 2022-05-19.
  36. ↑ "Citilink introduces Green Zone facility". The Jakarta Post. 19 Juli 2018. Diakses tanggal 14 Juli 2022.
  37. ↑ "Green Zone & Regular Zone". Citilink.co.id. Diakses tanggal 14 Juli 2022.
  38. ↑ Zaenal Nur Arifin (16 Januari 2019). "Pengalaman Perdana Terus Terkoneksi Internet di Ketinggian 35.000 Kaki Rute Jakarta-Denpasar". Tribunnews.com.

Pranala luar

  • (Indonesia) (Inggris) Situs resmi Citilink Indonesia
  • l
  • b
  • s
Garuda Indonesia
Nama terdahulu
  • Garuda Indonesian Airways
Layanan
  • Armada
  • Kota tujuan
Anak perusahaan
  • Aerowisata
  • Citilink
  • GMF AeroAsia
Kecelakaan dan insiden
  • GA708 (1967)
  • GA892 (1968)
  • Martinair 138 (1974)
  • GA150 (1975)
  • Loftleiðir 001 (1978)
  • Musibah Fokker F28 (1979)
  • GA206 (1981)
  • Musibah Fokker F28 (1982)
  • GA035 (1987)
  • GA865 (1996)
  • GA152 (1997)
  • GA421 (2002)
  • GA200 (2007)
  • l
  • b
  • s
Maskapai penerbangan Indonesia
Purnalayan
  • Batik Air
  • Garuda Indonesia 1 2
Campuran/menengah
  • BBN Airlines
  • Pelita Air
  • Sriwijaya Air
Tarif rendah
  • Citilink
  • Indonesia AirAsia
  • Lion Air
  • Super Air Jet
  • TransNusa
  • Fly Jaya
Regional
  • Aviastar
  • Jhonlin Air Transport
  • NAM Air
  • SAM Air
  • Susi Air
  • Trigana Air Service
  • Wings Air
Sewaan
  • Air Born
  • Airfast Indonesia
  • Asian One Air
  • Deraya Air
  • EastIndo
  • Gatari Air Service
  • Indonesia Air Transport
  • Mission Aviation Fellowship
  • Premiair
  • Transwisata Prima Aviation
  • Travira Air
Kargo
  • Airnesia Royal Cargo
  • Asia Cargo Airlines
  • Auvia Air
  • Cardig Air
  • Cargo Garuda Indonesia
  • Dimonim Air
  • Express Cargo Airlines
  • My Indo Airlines
  • Post Ekspres Prima
Direncanakan
  • DarapaTi Airlines
Tidak beroperasi
  • Adam Air
  • Air Efata
  • Air Paradise International
  • Air Regional
  • Airmark Indonesia
  • Asia Avia Megatama
  • Bali Air
  • Batavia Air
  • Bayu Indonesia
  • Bouraq Indonesia Airlines
  • Carstensz Papua Airlines
  • de Kroonduif
  • Dirgantara Air Service
  • Garuda Indonesia Explore
  • Indonesia AirAsia X
  • Indonesian Airlines
  • Jatayu Airlines
  • Kalimantan Air Service
  • Kalstar Aviation
  • Kaltim Airlines
  • Kartika Airlines
  • KLM Interinsulair Bedrijf
  • KNILM
  • Linus Airways
  • Lorena Airlines
  • Manunggal Air Service
  • Megantara Air
  • Merpati Nusantara Airlines
  • Nurman Avia Indopura
  • Nusantara Air Charter
  • Nusantara Buana Air
  • Pacific Royale Airways
  • Papua Indonesia Air System
  • Penas Air
  • Republic Express Airlines
  • Riau Airlines
  • Sabang Merauke Raya Air Charter
  • Sempati Air
  • Seulawah Nad Air
  • Sky Aviation
  • Star Air
  • Tigerair Mandala
  • Top Air
  • XpressAir
  • Zamrud Aviation
1 Utama dan regional.   2 Maskapai penerbangan nasional.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Sejarah maskapai Citilink Indonesia
  3. Berdiri sendiri dan rencana peremajaan armada
  4. Seragam Pramugari Citilink
  5. Tujuan
  6. Armada
  7. Pengembangan Armada
  8. Layanan
  9. Kabin
  10. Wi-Fi On Board
  11. Galeri
  12. Referensi
  13. Pranala luar

Artikel Terkait

Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan

organisasi yang dibentuk oleh pemerintahan Jepang pada tahun 1945 ketika menduduki Indonesia

Hermanto Tanoko

Komisaris, PT Avia Avian Tbk

Daftar badan usaha milik negara di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026