Bandar Udara Dhoho adalah bandar udara yang melayani Kediri, Jawa Timur dan sekitarnya, dan berada di kaki Gunung Wilis, Kediri, Bandara Doho terletak sekitar 125 kilometer sebelah barat daya Surabaya. Tujuan pengembangan bandara ini adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di bagian selatan Jawa Timur, serta untuk melengkapi operasional Bandara Internasional Juanda di Surabaya dan Bandara Abdul Rachman Saleh di Malang.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bandar Udara Dhoho Dhoho Airport | |||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Informasi | |||||||||||
| Jenis | Publik | ||||||||||
| Pemilik | Gudang Garam | ||||||||||
| Pengelola | Injourney Airports[1] | ||||||||||
| Melayani | Tunggal Rogo Mandiri | ||||||||||
| Lokasi | Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Indonesia | ||||||||||
| Dibuka | 18 Oktober 2024 (2024-10-18) | ||||||||||
| Dibangun | 5 April 2024 (2024-04-05) | ||||||||||
| Zona waktu | WIB (UTC+07:00) | ||||||||||
| Ketinggian dpl | 116 mdpl | ||||||||||
| Koordinat | 7°45′42″S 111°57′05″E / 7.7616718°S 111.9515214°E / -7.7616718; 111.9515214[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Bandar_Udara_Dhoho¶ms=7.7616718_S_111.9515214_E_region:ID-JW_type:airport <span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">7°45′42″S</span> <span class=\"longitude\">111°57′05″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\"> / </span><span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">7.7616718°S 111.9515214°E</span><span style=\"display:none\"> / <span class=\"geo\">-7.7616718; 111.9515214</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwCA\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt6\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwCQ\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwCg\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Bandar_Udara_Dhoho&params=7.7616718_S_111.9515214_E_region:ID-JW_type:airport\" class=\"external text\" id=\"mwCw\"><span class=\"geo-default\" id=\"mwDA\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwDQ\"><span class=\"latitude\" id=\"mwDg\">7°45′42″S</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwDw\">111°57′05″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwEA\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEQ\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEg\"></span></span><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwEw\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwFA\">7.7616718°S 111.9515214°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwFQ\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwFg\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwFw\">-7.7616718; 111.9515214</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwGA\"/></span>"}' id="mwGQ"/> | ||||||||||
| Peta | |||||||||||
| Landasan pacu | |||||||||||
| |||||||||||
Bandar Udara Dhoho (bahasa Inggris: Dhoho Airportcode: en is deprecated ) adalah bandar udara yang melayani Kediri, Jawa Timur dan sekitarnya, dan berada di kaki Gunung Wilis, Kediri, Bandara Doho terletak sekitar 125 kilometer sebelah barat daya Surabaya. Tujuan pengembangan bandara ini adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di bagian selatan Jawa Timur, serta untuk melengkapi operasional Bandara Internasional Juanda di Surabaya dan Bandara Abdul Rachman Saleh di Malang.[2]
Bandara ini mulai beroperasi untuk penerbangan domestik pada 5 April 2024, dan dirancang untuk dapat melayani penerbangan internasional.[3] Bandara Internasional Dhoho merupakan bandara pertama di Indonesia yang sepenuhnya didanai oleh sektor swasta[4] dan dikembangkan dalam tiga fase melalui skema kemitraan publik-swasta dengan masa konsesi 30 hingga 50 tahun.
Nama Bandar Udara Dhoho ini berasal dari kata Daha atau Dahanapura yang memiliki arti Kota Api. Dahulu, Daha merupakan sebuah kota kuno yang pernah menjadi pusat pemerintahan dari Kerajaan Kadiri.
Pembangunan bandara ini diinsiasi oleh pemilik Gudang Garam, Susilo Wonowidjojo setelah bertemu dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan tahun 2016.[5] Pada september 2022 penandatanganan perjanjian kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) yang diprakarsai badan usaha (KPBU unsolicited) Bandara Baru Kediri. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Menko Luhut pada April 2020 secara online dikarenakan kondisi Covid-19.[6]
Nantinya kapasitas penumpang bandara untuk tahap I (2023) mampu menampung 1,5 juta penumpang per tahun, tahap II sebanyak 4,5 juta penumpang per tahun, dan tahap III bisa 10 juta penumpang per tahun.[5] Hingga bulan Juni 2022, progres pembangunan bandara ini secara keseluruhan sudah mencapai sekitar 50%.[5]
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, bersama Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, meresmikan Bandara Dhoho di Kediri pada Jumat, 18 Oktober 2024. Peresmian ini juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airpots) Faik Fahmi dan Presiden Direktur PT Surya Dhoho Investama, Istata T Siddharta. Sejak dilakukannya soft launching pada 5 April 2024 sampai waktu peresmian, Bandara Dhoho Kediri telah melayani lebih dari 20 ribu penumpang dengan total 175 perjalanan.[7]
| Maskapai | Tujuan |
|---|---|
| Super Air Jet | Jakarta–Soekarno-Hatta (dilanjutkan 10 November 2025)[8][9] |

Bandara Dhoho memiliki landasan pacu 3.300 x 60 meter, apron komersial 548 x 141 meter, apron VIP 221 x 97 meter, empat taxiway dan lahan parkir seluas 37.108 meter persegi. Bandara ini memiliki terminal penumpang seluas 18.224 meter persegi dengan kapasitas 1,5 juta penumpang per tahun.[7]
Bandar udara dengan perkiraan total nilai investasi mencapai Rp 10,8 triliun[5] tersebut direncanakan akan beroperasi secara komersial di Januari 2024.[10]
Tahap soft launching bandara tersebut dilakukan pada tanggal 5 April 2024. Setelah itu, bandara ini diresmikan oleh Pemerintah pada tanggal 18 Oktober 2024. Saat peresmian, total nilai investasi tercatat di angka Rp 12 triliun.[7]
Tujuan pengembangan bandar udara ini adalah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di bagian selatan provinsi Jawa Timur, serta menjadi suplemen Bandar Udara Internasional Juanda.[11] Bandara tersebut juga direncanakan menjadi embarkasi Haji.[12]
PT Angkasa Pura I menyetujui pengelolaan bandar udara tersebut melalui nota kesepahaman dengan PT. Gudang Garam pada 10 Maret 2020, yang sebelumnya Gudang Garam menawarkan pengelolaan kepada Angkasa Pura II.[13]