Bandar Udara Juwata, Tarakan
Bandar Udara Juwata adalah bandar udara yang terletak di Kota Tarakan, provinsi Kalimantan Utara. Bandara ini terletak hanya sekitar 3 km dari pusat kota. Bandar Udara Internasional Juwata Tarakan, Kalimantan Utara, dengan panjang runway 2250 meter x 45 meter. Dari catatan statistik bandara, penumpang yang naik dan turun melalui Bandara Juwata, setiap harinya sekitar 3000 penumpang. Saat ini Bandara Juwata sedang dilakukan pembangunan untuk menjadikan sebagai bandar udara provinsi dan pintu gerbang bagi Kalimantan Utara. Bandara ini merupakan penghubung bagi semua bandara domestik dan perintis yang ada di Kalimantan Utara. Bandara Juwata adalah bandar udara pertama di Indonesia yang menerapkan sistem Bandara Hijau pada apron pada saat pengisian bahan bakar avtur.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Pangkalan Udara TNI AU Anang Busra | |
|---|---|
Lambang Lanud | |
| Dibentuk | 2009 |
| Negara | |
| Cabang | TNI Angkatan Udara |
| Tipe unit | Lanud Tipe A |
| Peran | Pangkalan Angkatan Udara |
| Bagian dari | Komando Daerah Angkatan Udara II |
| Lanud | Tarakan |
| Pelindung | Tentara Nasional Indonesia |
| Moto | We Are The Frontliner |
| Situs web | www.tni-au.mil.id |
Bandar Udara Juwata Juwata Airportcode: en is deprecated | |||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Informasi | |||||||||||
| Jenis | Publik / Militer | ||||||||||
| Pemilik | Pemerintah Indonesia | ||||||||||
| Pengelola | Kementerian Perhubungan | ||||||||||
| Melayani | Tarakan | ||||||||||
| Lokasi | Tarakan, Kalimantan Utara, Indonesia | ||||||||||
| Zona waktu | WITA (UTC+08:00) | ||||||||||
| Ketinggian dpl | 6 mdpl | ||||||||||
| Koordinat | 03°19′36″N 117°33′56″E / 3.32667°N 117.56556°E / 3.32667; 117.56556 | ||||||||||
| Situs web | trk | ||||||||||
| Peta | |||||||||||
Kalimantan daerah di Indonesia | |||||||||||
| Landasan pacu | |||||||||||
| |||||||||||
| Statistik (2023) | |||||||||||
| |||||||||||
Bandar Udara Juwata (IATA: TRK, ICAO: WAQQ) adalah bandar udara yang terletak di Kota Tarakan, provinsi Kalimantan Utara. Bandara ini terletak hanya sekitar 3 km dari pusat kota. Bandar Udara Internasional Juwata Tarakan, Kalimantan Utara, dengan panjang runway 2250 meter x 45 meter. Dari catatan statistik bandara, penumpang yang naik dan turun melalui Bandara Juwata, setiap harinya sekitar 3000 penumpang. Saat ini Bandara Juwata sedang dilakukan pembangunan untuk menjadikan sebagai bandar udara provinsi dan pintu gerbang bagi Kalimantan Utara. Bandara ini merupakan penghubung bagi semua bandara domestik dan perintis yang ada di Kalimantan Utara. Bandara Juwata adalah bandar udara pertama di Indonesia yang menerapkan sistem Bandara Hijau pada apron pada saat pengisian bahan bakar avtur.
Sejarah
Bandara Juwata pertama kali dibangun pada masa penjajahan Belanda dan menjadi pangkalan militer bagi pesawat-pesawat tempur milik Belanda. Pada tanggal 11 Januari 1942 pesawat tempur milik Jepang mendarat pertama kalinya di Indonesia di Bandara Juwata untuk merebut Hindia Belanda. Setelah merdeka, bandara ini awalnya beroperasi sebagai bandara perintis dengan hanya menggunakan pesawat kecil dan pada awal tahun 2000, Bandara Juwata ditingkatkan statusnya menjadi bandara domestik dengan panjang runway 1.850 meter yang dilayani maskapai Bouraq Indonesia, Dirgantara Air Service, Citilink, Kartika Airlines, Mandala Airlines, Merpati Nusantara Airlines dan Pelita Air Service. Pada tahun 1997, penerbangan internasional pertama dilayani oleh Bouraq Indonesia untuk rute Tarakan-Tawau, tahun 2006 Malaysia Airlines juga membuka rute Tarakan-Tawau, penerbangan dari Tarakan-Tawau ditutup pada tahun 2000 oleh Bouraq Indonesia dan 2010 oleh Malaysia Airlines. Pada bulan Februari tahun 2012 maskapai penerbangan Malaysia Airlines yang dioperasikan MASwings kembali membuka rute Tarakan-Tawau setiap hari Senin, Rabu dan Kamis. Sejak 1 Juli 2012 MASwings terbang setiap hari dengan rute Tarakan-Tawau dan Tarakan-Kota Kinabalu.[3]
Pangkalan Udara Militer
Pembentukan Lanud Tarakan berdasarkan Keputusan Kasau Nomor Kep/ 05 / IV /2006 tanggal 21 April 2006 tentang Peningkatan Status Pos TNI AU Tarakan menjadi Lanud Tipe C Tarakan yang sebelumnya didahului dengan keluarnya Surat Panglima TNI Nomor B/880-09/27/31/2006 tanggal 22 Maret 2006 tentang Persetujuan peningkatan status Pos TNI AU menjadi Pangkalan TNI AU Tipe C Tarakan, pembentukan Lanud Tarakan pada dasarnya bagian dari strategi dan upaya mewujudkan pertahanan Negara Indonesia dari potensi dan perkembangan ancaman yang akan mengancam Negara Indonesia serta tuntutan organisasi dari Komando Operasi TNI Angkatan Udara II yang ada di Makassar untuk memudahkan pengendalian tugasnya. Lanud Tarakan adalah salah satu jajaran Koopsau II yang berada di Wilayah Kalimantan Timur, Sebelum menjadi Lanud Tarakan, pada awalnya terlebih dahulu terbentuk Pos TNI AU Perwakilan dari Lanud Balikpapan tetapi karena perkembangan situasi dan memanasnya wilayah ambalat maka pimpinan TNI AU memutuskan untuk membentuk sebuah Lanud baru yang kemudian bernama Lanud Tarakan yang berlokasi di samping Bandara Juwata Kelurahan Karanganyar Pantai Kecamatan Tarakan Barat Kota Tarakan Kalimantan Timur.[4]
Lanud Tarakan resmi berdiri pada tanggal 27 Juli 2009 yang diresmikan oleh Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara II saat itu dijabat oleh Marsekal Muda Yushan Sayuti sebagai Komandan yang pertama dijabat oleh Letkol Pnb Erwan Andrian, berdasarkan Keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Nomor Kep/11-PKS/VI/2009 tanggal 4 Juni 2009 tentang Pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Angkatan Udara dan Surat Perintah Pangkoopsau II Nomor Sprin/373/VII/2009 tentang Pelaksanaan tugas jabatan Komandan Lanud Tarakan, diawal berdirinya Lanud Tarakan hanya diawaki oleh beberapa personil yakni berjumlah 18 orang dengan rincian Perwira 6 orang ( Mayor Psk Agustinus Tangi Bali, Kapten Adm Winarno, S.Sos., M.Sc., Kapten Kal Ryan Lukmasyah, ST, Lettu Pom Andri Sandhya, Lettu Sus Hadi Prayitno ), Bintara 6 orang ( Sertu Aep Saepudin, Sertu Sugeng Pramono, Sertu Leo Setyo Nugroho, Serda Trya Rahardi, Serda Hendri Agusaputra, Serda Darwanto dan Tamtama 5 orang (Kopka Sugeng Haryanto, Praka Adi Palang, Pratu Dwi Cahyo, Pratu Ismono, Pratu Semi Yusuf) dari 216 yang seharusnya mengawaki Lanud Tarakan.
Pada 6 Maret 2012, untuk mengenang jasa Almarhum, Lanud Tarakan dinamakan Lanud Marsda TNI Suharnoko Harbani, berdasarkan Telegram Asrena KASAU NO B/301-09/12/02/SRENAAU Tentang Penggantian Nama Pangkalan Udara TNI AU Koopsau II.
Pada 12 Januari 2016 Lanud Tarakan mengalami kenaikan tipe dari lanud tipe 'C' menjadi lanud tipe 'B'. Berdasarkan Surat Keputusan KSAU Nomor KEP/708/VII/2018 yang ditandatangani pada 11 Juli 2018 Lanud Tarakan resmi berganti nama menjadi Lanud Anang Busra bersama dengan 7 lanud lainnya.[5]
29 April 2025, Presiden RI Prabowo Subianto menaikkan status Lanud Anang Busra dari tipe B menjadi tipe A. Hal ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Peningkatan Status 4 (empat) Pangkalan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara dan 1 (Satu) Pangkalan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara Pendidikan dari Tipe B Menjadi Tipe A.


Maskapai & Destinasi

Beroperasi
| Maskapai | Tujuan |
|---|---|
| Batik Air | Jakarta–Soekarno–Hatta |
| Citilink | Balikpapan |
| Lion Air | Surabaya |
| Super Air Jet | Balikpapan, Makassar |
| Indonesia Air Asia | Balikpapan, Surabaya |
Statistik
| Peringkat | Tujuan | Maskapai Penerbangan | Ferkuensi (Mingguan) |
|---|---|---|---|
| 1 | Citilink, Super Air Jet | 49 | |
| 2 | Kalstar Aviation, Susi Air | 35 | |
| 3 | Kalstar Aviation, Susi Air | 30 | |
| 4 | Kalstar Aviation, Susi Air | 21 | |
| 5 | Kalstar Aviation, Lion Air | 14 | |
| 6 | MASwings | 10 | |
| 7 | MAF Indonesia, Susi Air | 10 | |
| 8 | MAF Indonesia, Susi Air | 10 | |
| 9 | Batik Air | 7 | |
| 10 | Lion Air | 7 | |
| 11 | Citilink, Lion Air | 7 | |
| 12 | Kalstar Aviation | 7 | |
| 13 | MASwings | 5 | |
| 14 | Susi Air | 4 | |
| 15 | MASwings | 2 | |
Komandan
- Letkol Pnb. Erwan Andrian, S.E., M.M. (2009—2010)⭐
- Letkol Nav. Budi Handoyo, M.Tr.(Han). (2010—2012)⭐
- Letkol Pnb. Bambang Juniar Djatmiko, S.Sos., M.M. (2012—2014)⭐
- Letkol Pnb. Tiopan Hutapea, S.Sos., M.A.P. (2014—2016)⭐
Naik Tipe B
- Kolonel Pnb. Umar Fathurrohman, S.I.P., M.Si., M.Tr.(Han). (2016—2017)⭐⭐
- Kolonel Pnb. Didik kristyanto, S.E., M.Sc.[6] (2017—2018)⭐
- Kolonel Pnb. Mochammad Arifin, S.T.[7] (2018—2019)⭐
- Kolonel Pnb. Dr. Heri Kris Drihandaka, S.Sos., M.M.[8] (2019—2020)⭐
- Kolonel Pnb. Somad, S.I.P.[9] (2020—2021)⭐
- Kolonel Pnb. Toto Ginanto, S.T., M.A.P., M.Han.[10] (2021—2022)⭐
- Kolonel Pnb. Bambang Sudewo[11] (2022—2024)
- Kolonel Pnb. Bagus Hariyadi Brotokusumo[12] (2024—2025)
- Kolonel Pnb. Dedy Supriyanto, S.M., M.Han.[13] (2025)
Naik Tipe A
- Marsma TNI Andreas Ardianto Dhewo, S.E., M.Sc., M.Si.(Han).[14] (2025—sekarang)⭐
Galeri
- Bandar Udara Internasional Juwata
- Peresmian Terminal baru
- Runway Bandara Juwata
- Koridor bagian depan terminal bandara
Referensi
- ↑ "Bandar Udara Juwata". Kementerian Perhubungan. Diakses tanggal 6 May 2025.
- ↑ "Statistik Angkatan Udara 2023" (PDF). DGCA. Diakses tanggal 3 May 2025.
- ↑ http://www.maswings.com.my/press/12062101.html%5B%5D
- ↑ "Lanud Tarakan"[pranala nonaktif permanen]
- ↑ Delapan Pangkalan TNI Angkatan Udara Berubah Nama
- ↑ PPangkoopsau II Pimpin Sertijab 9 Pejabat di Jajaran Makoopsau II
- ↑ Pangkoopsau II Pimpin Serah Terima Jabatan
- ↑ Pangkoopsau II Pimpin Serah Terima Jabatan
- ↑ Mengenal Lebih Dekat Kolonel PNB Somad, Danlanud Anang Busra Tarakan
- ↑ Pangkoopsau II Pimpin Sertijab Danlanud Anang Busra
- ↑ Serah Terima Jabatan Komandan Lanud TNI AU Anang Busra Tarakan
- ↑ Kolonel Pnb Bagus Hariyadi Jabat Komandan Lanud Anang Busra
- ↑ Pangkoopsud II Pimpin Sertijab Danlanud Anang Busra dan Komandan Lanud Sjamsudin Noor
- ↑ Daftar Nama 84 Perwira Tinggi TNI AU yang Dimutasi Panglima TNI Per 15 Agustus 2025
