Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Sang Hyang Seri

PT Sang Hyang Seri atau biasa disingkat menjadi SHS, adalah perusahaan legendaris bagian dari Danantara yang bergerak di bidang pertanian, khususnya penyediaan benih dan pengolahan hasil pertanian.

perusahaan asal Indonesia
Diperbarui 13 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sang Hyang Seri
PT Sang Hyang Seri
Jenis perusahaan
BUMN
IndustriPertanian
DidirikanMei 5, 1971; 54 tahun lalu (1971-05-05)
Kantor pusat
Jakarta Selatan
,
Indonesia
Tokoh kunci
Mochammad Maksum Machfoedz (Komisaris Utama)
Adhi Cahyono Nugroho (Direktur Utama)
ProdukBenih Padi, Benih Jagung
IndukDanantara ID FOOD
Situs webptsanghyangseri.co.id

PT Sang Hyang Seri atau biasa disingkat menjadi SHS, adalah perusahaan legendaris bagian dari Danantara yang bergerak di bidang pertanian, khususnya penyediaan benih dan pengolahan hasil pertanian.

Kantor Pusat SHS di Jakarta

Sejarah

Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 1812 dengan nama Pamanukan & Tjiasem Land (P&T Land) yang memiliki lahan seluas 3.150 hektar di Sukamandi. Pada tahun 1957, perusahaan tersebut dinasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia, dan lahannya dikelola oleh Yayasan Pembangunan Djawa Barat (YDPB) hingga tahun 1964. Kemudian pengelolaan lahan tersebut dialihkan ke Perusahaan Tapioka dan Rosela Sukamandi Djaya hingga tahun 1966. Mulai tahun 1966, karena terus merugi, pengusahaan tapioka dan rosela pun dihentikan dan lahannya diserahkan ke Departemen Pertanian untuk digunakan sebagai sarana pelaksanaan Program Bimas, sehingga lahan tersebut dialihkan menjadi lahan persawahan.

Lahan persawahan tersebut kemudian dijadikan lahan Projek Produksi Pangan Sukamandi Djaya (Proyek Dewi Sri Djaya), sebagai bagian dari proyek intensifikasi pertanian pangan pada masa itu. Proyek tersebut berlangsung hingga tahun 1968, sebelum kemudian diubah menjadi Lembaga Sang Hyang Seri Sukamandi yang fokus mengusahakan produksi benih padi unggul. Pada tahun 1971, status lembaga tersebut diubah menjadi perusahaan umum (Perum) dengan bisnis utamanya memproduksi benih (padi) bersertifikat, dalam rangka mendukung program swasembada beras nasional.[1] Pada tahun 1995, status dari perusahaan ini resmi diubah menjadi persero, dengan bisnis utamanya memproduksi benih pertanian, yakni benih padi, benih kedelai dan benih jagung.[2]

Pada tahun 1997, perusahaan ini berekpansi ke bisnis benih hortikultura, dan pada tahun 2001, perusahaan ini mulai mengembangkan bisnis pengolahan hasil pertanian. Pada tahun 2003, bisnis perusahaan ini dikembangkan dari benih tanaman pangan menjadi benih pertanian secara umum, yakni benih tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan.[3] Pada bulan Januari 2022, pemerintah Indonesia resmi menyerahkan mayoritas saham perusahaan ini ke Rajawali Nusantara Indonesia sebagai bagian dari upaya untuk membentuk holding BUMN yang bergerak di bidang pangan.[4] Sepanjang tahun 2022, perusahaan ini mendistribusikan benih padi bersertifikat sebanyak 7.000 ton ke petani di seantero Indonesia.[5]

Aset Lahan Sukamandi Milik Sang Hyang Seri

Lahan Sang Hyang Seri (SHS) di Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Lahan Sang Hyang Seri (SHS) di Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, seluas hampir 3.200ha merupakan salah satu kawasan strategis nasional dalam pengembangan dan produksi benih padi. Kawasan ini telah lama menjadi pusat kegiatan perbenihan yang berperan penting dalam mendukung program ketahanan dan swasembada pangan Indonesia.[6]

Lahan Sukamandi digunakan untuk berbagai aktivitas, antara lain penelitian dan pengembangan varietas padi, produksi benih sumber dan benih dasar, serta kegiatan perbanyakan benih unggul. Selain itu, kawasan ini juga berfungsi sebagai lokasi demonstrasi plot (demplot), pendidikan, dan transfer teknologi bagi petani, penyuluh pertanian, serta pemangku kepentingan sektor pertanian.[7]

Dengan kondisi agroklimat yang sesuai dan sistem pengelolaan yang terstandar, lahan Sukamandi menjadi salah satu referensi nasional dalam pengujian mutu benih padi. Keberadaan lahan ini memperkuat peran Sang Hyang Seri sebagai badan usaha yang fokus pada penyediaan benih berkualitas dan penguatan sistem perbenihan nasional.[8]

Dari Masa ke Masa

  • Sang Hyang Seri di Sukamandi adalah bagian dari bekas perkebunan milik perusahaan joint venture antara perusahaan inggris dan belanda yaitu Pamanoekan en Tjiasemlanden Lands  yang  didirikan pada tahun 1912. Tanaman utama yang dibudidayakan di perkebunan Sukamandi ketika itu adalah sisal atau rami (Agave sisalana), yang kemudian diambil seratnya sebagai bahan baku pembuatan karpet, tali, karung goni, serat penguat ban, dan sebagainya. Setelah diolah di pabrik, serat-serat sisal tersebut kemudian diekspor ke berbagai negara.
  • Kondisi Sang Hyang Seri pasca kemerdekaan RI di tahun 1950an (Saat ini rumah nomor B1)
    Pada tahun 1957 perusahaan tersebut dinasionalisasi pemerintah dan dikelola oleh Yayasan Pembangunan Djawa Barat (YDPB) sampai tahun 1964. Selanjutnya, dalam tahun 1964-1966 pengelolaan perkebunan itu dialihkan kepada Perusahaan Tapioka dan Rosela Sukamandi Djaya.
  • Berkas:Suharto sam 00141 (1).jpg
    Presiden Soeharto meresmikan Sang Hyang Seri pada tahun 1968
    Pada tahun 1966 , karena kurang optimal, perusahaan tapioca dan rosella dihentikan dan areal perkebunan diserahkan kepada Departemen Pertanian (Sekarang Kementerian Pertanian Republik Indonesia) dalam rangka pelaksanaan Program Bimbingan Massal (Bimas)  yang kemudian Presiden Soeharto mengalihkan fungsi tanah tersebut menjadi areal persawahan. Areal persawahan itu dijadikan sebagai lahan Projek Produksi Pangan Sukamandi Djaya (Proyek Dewi Sri Djaya), bagian dari proyek intensifikasi pertanian pangan pada masa itu. Proyek tersebut berlangsung sampai tahun 1968, sebelum kemudian berubah menjadi Lembaga Sang Hyang Seri Sukamandi (1968-1971) yang khusus mengusahakan produksi benih padi unggul.
  • Lembaga Sang Hyang Seri menjadi Perum Sang Hyang Seri dengan bisnis lini produksi benih padi bersertifikat dalam rangka mendukung swasembada beras Nasional (PP. No 22, 5 Mei tahun 1971 ; PP No. 44/1985) yang kemudian selanjutnya diperingati hari ultang tahun Sang Hyang Seri yang jatuh pada tanggal 5 mei tahun 1971.
  • Tahun 1995 Perum Sang Hyang Seri berubah status menjadi Persero, PT Sang Hyang Seri (Persero) dengan bisnis inti benih pertanian (PP 18/1995).
  • PT Sang Hyang Seri menerima penggabungan PT Pertani kedalam PT Sang Hyang Seri dan berfokus bisnis pada bidang perberasan,perbenihan dan hortikultura serta menjadi bagian dari BUMN Holding Pangan, dibawah naungan ID FOOD.
Kunjungan Presiden Joko Widodo tahun 2023 ke Lahan SHS

Penggabungan Dengan PT Pertani (Persero)

Awal mula pada tahun 2016 Menteri BUMN Rini Soemarno mengisyaratkan penggabungan usaha dua

dalam menjalankan tugas masing-masing. Menurut Rini, restrukturisasi pada PT Sang Hyang Seri dilakukan untuk peningkatan kinerja perusahaan yang mendapat sorotan akibat adanya penyimpangan-penyimpangan seperti mengalihkan beberapa lini bisnis SHS kepada PT Pertani. Peta jalan penggabungan keduanya juga hampir selesai dilakukan, terutama soal bisnis benih bukan saja untuk beras, tetapi juga untuk produk lain seperti kopi dan teh.[9]

Kemudian di masa kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir Pada bulan September 2021, melalui PP nomor 98 tahun 2021, pemerintah Indonesia resmi menggabungkan Pertani ke dalam perusahaan ini.[10]

Produk Sang Hyang Seri

Produk PT Sang Hyang Seri merupakan perusahaan perbenihan nasional yang berfokus pada penyediaan benih pertanian bermutu untuk mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia.

Benih Padi

PT Sang Hyang Seri dikenal sebagai salah satu produsen benih padi di Indonesia. Benih padi yang dihasilkan mencakup berbagai varietas unggul yang dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas, ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta kemampuan adaptasi pada beragam kondisi agroekologi. Seluruh proses produksi benih dilakukan melalui sistem sertifikasi resmi sesuai dengan ketentuan perbenihan nasional.

Benih Palawija

Selain padi, perusahaan juga memproduksi benih palawija, seperti jagung dan kedelai. Produksi benih palawija ditujukan untuk mendukung diversifikasi pangan nasional dan memperkuat ketersediaan bahan pangan nonberas.

Benih Hortikultura

PT Sang Hyang Seri juga mengembangkan dan memproduksi benih hortikultura, khususnya sayuran, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Salah satu benih hortikultura yang diproduksi adalah kangkung, yang banyak dibudidayakan oleh petani dan pelaku usaha pertanian skala kecil hingga menengah. Benih hortikultura ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dengan memperhatikan mutu, daya tumbuh, dan kesesuaian terhadap lingkungan budidaya.

Merk Populer Sang Hyang Seri

Merek Sang Hyang Seri berkembang seiring perjalanan PT Sang Hyang Seri sejak berdiri pada tahun 1971. Sebagai perusahaan perbenihan negara, Sang Hyang Seri menjadi simbol benih bermutu, berlabel resmi, dan terjamin kualitasnya melalui proses sertifikasi ketat.

Dalam perkembangannya, merek ini tidak hanya identik dengan kualitas genetik benih, tetapi juga dikenal oleh petani melalui desain kemasan yang profesional, informatif, dan mudah dikenali oleh petani.

Logo Sang Hyang Seri

Logo Perum Sang Hyang Seri

Sejak berdiri, Sang Hyang Seri (SHS) terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan pertanian nasional. Logo SHS mengalami perubahan dari masa ke masa sebagai cerminan komitmen perusahaan terhadap kualitas benih, inovasi, dan keberlanjutan.

Logo PT Sang Hyang Seri (Persero)
Logo Sang Hyang Seri Member Of ID FOOD

Referensi

  1. ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 22 tahun 1971" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 5 Oktober 2021.
  2. ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 18 tahun 1995" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 5 Oktober 2021.
  3. ↑ "Tentang Perusahaan". Sang Hyang Seri (Persero). Diakses tanggal 5 Oktober 2021.
  4. ↑ "Holding BUMN Pangan Terbentuk, RNI Resmi Jadi Induk". CNN Indonesia. 7 Januari 2022. Diakses tanggal 8 Januari 2022.
  5. ↑ Purnama, Sugiharto (12 Desember 2022). "Sang Hyang Seri suplai 7.000 ton benih padi bersertifikat ke petani". LKBN Antara. Diakses tanggal 15 Mei 2025.
  6. ↑ "Profil Perusahaan – PT Sang Hyang Seri Member Of ID FOOD" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-10.
  7. ↑ "Profil Perusahaan – PT Sang Hyang Seri Member Of ID FOOD" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-10.
  8. ↑ "Profil Perusahaan – PT Sang Hyang Seri Member Of ID FOOD" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-10.
  9. ↑ http://www.beritasatu.com/ekonomi/312377-rini-pt-sang-hyang-seri-dan-pt-pertani-akan-digabung.html
  10. ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 98 tahun 2021" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 17 September 2021.

Pranala luar

  • iconPortal Pertanian
  • PT Sang Hyang Seri (Persero) Diarsipkan 2013-09-13 di Wayback Machine. dalam direktori BUMN.
  • Situs resmi Diarsipkan 2019-10-31 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
ID FOOD
Pangan
  • Berdikari
  • Garam
  • Laras Astra Kartika
  • Mitra Kerinci
  • Pabrik Gula Rajawali I
  • Pabrik Gula Rajawali II
  • Pabrik Gula Candi Baru
  • Perikanan Indonesia
  • Perkebunan Mitra Ogan
  • Sang Hyang Seri
Manufaktur
  • Mitra Rajawali Banjaran
  • Rajawali Citramass
  • Rajawali Tanjungsari Enjiniring
Perdagangan dan distribusi
  • GIEB Indonesia
  • Perusahaan Perdagangan Indonesia
  • Rajawali Nusindo
  • l
  • b
  • s
Mantan badan usaha milik negara di Indonesia (daftar)
Menjadi anak usaha
BUMN lain
  • Aneka Tambang
  • Angkasa Pura
    • I
    • II
  • Asuransi Jasa Indonesia
  • Asuransi Kredit Indonesia
  • Bahtera Adhiguna
  • Balai Pustaka
  • Berdikari
  • Bukit Asam
  • Dahana
  • Dirgantara Indonesia
  • Energy Management Indonesia
  • Garam
  • Hotel Indonesia Natour
  • Inalum
  • Indofarma
  • Industri Nuklir Indonesia
  • Inhutani
    • I
    • II
    • III
    • IV
    • V
  • Jamkrindo
  • Jasa Raharja
  • Kawasan Berikat Nusantara
  • Kawasan Industri Medan
  • Kawasan Industri Makassar
  • Kawasan Industri Wijayakusuma
  • Kertas Padalarang
  • Kimia Farma
  • Kliring Berjangka Indonesia
  • Mega Eltra
  • Nindya Karya
  • PAL Indonesia
  • Pegadaian
  • Pengembangan Pariwisata Indonesia
  • Pengerukan Indonesia
  • Perikanan Indonesia
  • Permodalan Nasional Madani
  • Perkebunan Nusantara
    • I
    • II
    • IV
    • V
    • VI
    • VII
    • VIII
    • IX
    • X
    • XI
    • XII
    • XIII
    • XIV
  • Perusahaan Gas Negara
  • Perusahaan Pengelola Aset
  • Perusahaan Perdagangan Indonesia
  • Petrokimia Gresik
  • Pindad
  • Pupuk Iskandar Muda
  • Pupuk Kalimantan Timur
  • Pupuk Kujang
  • Rekayasa Industri
  • Sang Hyang Seri
  • Sarana Karya
  • Sarinah
  • Semen Baturaja
  • Semen Padang
  • Semen Tonasa
  • Sucofindo
  • Surveyor Indonesia
  • Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko
  • Timah
Digabung ke/dengan
BUMN lain
  • Aduma Niaga
  • Aneka Niaga
  • Arta Yasa
  • Asam Arang
  • Bank Bumi Daya
  • Bank Dagang Negara
  • Bank Ekspor Impor Indonesia
  • Bank Industri Negara
  • Bank Pembangunan Indonesia
  • Barata
  • Bhanda Ghara Reksa
  • Bhinneka Kina Farma
  • Bina Mulya Ternak
  • Bisma
  • Boma
  • Bonded Warehouses Indonesia
  • Dharma Niaga
  • Dirga Niaga
  • Dok dan Perkapalan Tanjung Priok
  • Dok dan Galangan Kapal Nusantara
  • Hasil Laut
  • Indra
  • Industri Sandang I
  • Karya Cotas
  • Logam Mulia
  • Natour
  • Nakula Farma
  • Panca Niaga
  • Pelita Bahari
  • Pelabuhan Daerah
    • I
    • II
    • III
    • IV
    • V
    • VI
    • VII
    • VIII
    • IX
  • Pelabuhan Indonesia
    • I
    • III
    • IV
  • Pembangunan Niaga
  • Pengangkutan Penumpang Djakarta
  • Pengelola Kawasan Berikat Indonesia
  • Peprida
  • Percetakan Kebayoran
  • Perikanan Nusantara
  • Perikanan Maluku
  • Perikanan Samodra Besar
  • Perikani
  • Perikani
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Riau
    • Sulawesi Selatan/Tenggara
  • Perkebunan
    • I
    • II
    • III
    • IV
    • V
    • VI
    • VII
    • VIII
    • IX
    • X
    • XI
    • XII
    • XIII
    • XV–XVI
    • XVIII
    • XIX
    • XX
    • XXI–XXII
    • XXIII
    • XXIV–XXV
    • XXVI
    • XXVII
    • XXVIII
    • XXIX
    • XXXI
    • XXXII
  • Permata Nusantara
  • Permina
  • Pertamin
  • Pertani
  • Pradnya Paramita
  • Raja Farma
  • Reasuransi Umum Indonesia
  • Sabang Merauke
  • Sapta Motor
  • Sari Husada
  • Sasana Bhanda
  • Satya Niaga
  • Tambang Batubara Mahakam
  • Tambang Batubara Ombilin
  • Tambang Bauksit Indonesia
  • Tambang Emas Cikotok
  • Tirta Raya Mina
  • Zatas
Dijual ke swasta
  • Aneka Gas Industri
  • Indosat
  • Gaya Motor
  • Intirub
  • Industri Marmer Indonesia Tulungagung
  • Jado Trading Corporation
  • Kertas Basuki Rachmat
  • Kertas Blabak
  • Leppin
  • Pengeringan Tembakau Bojonegoro
  • Semen Madura
Diubah statusnya
  • Askes
  • Bank Ekspor Indonesia
  • Jamsostek
  • RRI
  • TVRI
  • Pusat Jantung Nasional Harapan Kita
  • RS Hasan Sadikin
  • RS Kanker Dharmais
  • RSAB Harapan Kita
  • RSUP dr. Cipto Mangunkusumo
  • RSUP dr. Kariadi
  • RSUP dr. M. Djamil
  • RSUP dr. M. Hoesin
  • RSUP dr. Sardjito
  • RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo
  • RSUP Fatmawati
  • RSUP Persahabatan
  • RSUP Sanglah
Dibubarkan
  • Aneka Bhakti
  • Bahana Pakarya Industri Strategis
  • Budi Bhakti
  • Buwana Karya
  • Dayaza
  • Fajar Bhakti
  • Fajar Ternak
  • Gita Karya
  • Gula Bone
  • Iglas
  • Industri Mesin Perkakas Indonesia
  • Industri Sandang Nusantara
  • Industri Soda Indonesia
  • Istaka Karya
  • Jaya Bhakti
  • Karya Mina
  • Karya Nusantara
  • Kerta Niaga
  • Kertas Gowa
  • Kertas Kraft Aceh
  • Kertas Kraf Cilacap
  • Kertas Leces
  • Kertas Martapura
  • Kertas Pematang Siantar
  • Kumala Karya
  • Lokananta
  • Marga Bhakti
  • Metrika
  • Merpati Nusantara Airlines
  • Nabuka Karya
  • PANN Multi Finance
  • Perhotelan dan Perkantoran Indonesia
  • Perhutani
    • Aceh
    • Jawa Barat
    • Kalimantan Barat
    • Maluku
    • Riau
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Selatan
    • Sulawesi Selatan/Tenggara
  • Perkapalan dan Dok Alirmenjaya
  • Perkebunan Kapas Indonesia
  • Perkebunan XVII
  • Perkebunan XXX
  • Permigan
  • Perusahaan Mekanisasi Pertanian Negara
    • I
    • II
    • III
    • IV
    • V
    • VI
    • VII
  • Perusahaan Peternakan Negara
  • Pusat Perkayuan Marunda
  • Sejati Bhakti
  • Sinar Bhakti
  • Tambang Batubara
  • Tri Bhakti
  • Tulus Bhakti
  • Daftar BUMN aktif
  • Kategori
Ikon rintisan

Artikel bertopik korporasi atau perusahaan Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Basis data pengawasan otoritas: Orang Sunting di Wikidata
  • Trove

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Aset Lahan Sukamandi Milik Sang Hyang Seri
  3. Dari Masa ke Masa
  4. Penggabungan Dengan PT Pertani (Persero)
  5. Produk Sang Hyang Seri
  6. Benih Padi
  7. Benih Palawija
  8. Benih Hortikultura
  9. Merk Populer Sang Hyang Seri
  10. Logo Sang Hyang Seri
  11. Referensi
  12. Pranala luar

Artikel Terkait

Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan

organisasi yang dibentuk oleh pemerintahan Jepang pada tahun 1945 ketika menduduki Indonesia

Daftar badan usaha milik negara di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Mie Gacoan

perusahaan asal Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026