PT Sang Hyang Seri atau biasa disingkat menjadi SHS, adalah perusahaan legendaris bagian dari Danantara yang bergerak di bidang pertanian, khususnya penyediaan benih dan pengolahan hasil pertanian.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jenis perusahaan | BUMN |
|---|---|
| Industri | Pertanian |
| Didirikan | Mei 5, 1971 (1971-05-05) |
| Kantor pusat | , Indonesia |
Tokoh kunci | Mochammad Maksum Machfoedz (Komisaris Utama) Adhi Cahyono Nugroho (Direktur Utama) |
| Produk | Benih Padi, Benih Jagung |
| Induk | Danantara ID FOOD |
| Situs web | ptsanghyangseri |
PT Sang Hyang Seri atau biasa disingkat menjadi SHS, adalah perusahaan legendaris bagian dari Danantara yang bergerak di bidang pertanian, khususnya penyediaan benih dan pengolahan hasil pertanian.

Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 1812 dengan nama Pamanukan & Tjiasem Land (P&T Land) yang memiliki lahan seluas 3.150 hektar di Sukamandi. Pada tahun 1957, perusahaan tersebut dinasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia, dan lahannya dikelola oleh Yayasan Pembangunan Djawa Barat (YDPB) hingga tahun 1964. Kemudian pengelolaan lahan tersebut dialihkan ke Perusahaan Tapioka dan Rosela Sukamandi Djaya hingga tahun 1966. Mulai tahun 1966, karena terus merugi, pengusahaan tapioka dan rosela pun dihentikan dan lahannya diserahkan ke Departemen Pertanian untuk digunakan sebagai sarana pelaksanaan Program Bimas, sehingga lahan tersebut dialihkan menjadi lahan persawahan.
Lahan persawahan tersebut kemudian dijadikan lahan Projek Produksi Pangan Sukamandi Djaya (Proyek Dewi Sri Djaya), sebagai bagian dari proyek intensifikasi pertanian pangan pada masa itu. Proyek tersebut berlangsung hingga tahun 1968, sebelum kemudian diubah menjadi Lembaga Sang Hyang Seri Sukamandi yang fokus mengusahakan produksi benih padi unggul. Pada tahun 1971, status lembaga tersebut diubah menjadi perusahaan umum (Perum) dengan bisnis utamanya memproduksi benih (padi) bersertifikat, dalam rangka mendukung program swasembada beras nasional.[1] Pada tahun 1995, status dari perusahaan ini resmi diubah menjadi persero, dengan bisnis utamanya memproduksi benih pertanian, yakni benih padi, benih kedelai dan benih jagung.[2]
Pada tahun 1997, perusahaan ini berekpansi ke bisnis benih hortikultura, dan pada tahun 2001, perusahaan ini mulai mengembangkan bisnis pengolahan hasil pertanian. Pada tahun 2003, bisnis perusahaan ini dikembangkan dari benih tanaman pangan menjadi benih pertanian secara umum, yakni benih tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan.[3] Pada bulan Januari 2022, pemerintah Indonesia resmi menyerahkan mayoritas saham perusahaan ini ke Rajawali Nusantara Indonesia sebagai bagian dari upaya untuk membentuk holding BUMN yang bergerak di bidang pangan.[4] Sepanjang tahun 2022, perusahaan ini mendistribusikan benih padi bersertifikat sebanyak 7.000 ton ke petani di seantero Indonesia.[5]

Lahan Sang Hyang Seri (SHS) di Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, seluas hampir 3.200ha merupakan salah satu kawasan strategis nasional dalam pengembangan dan produksi benih padi. Kawasan ini telah lama menjadi pusat kegiatan perbenihan yang berperan penting dalam mendukung program ketahanan dan swasembada pangan Indonesia.[6]
Lahan Sukamandi digunakan untuk berbagai aktivitas, antara lain penelitian dan pengembangan varietas padi, produksi benih sumber dan benih dasar, serta kegiatan perbanyakan benih unggul. Selain itu, kawasan ini juga berfungsi sebagai lokasi demonstrasi plot (demplot), pendidikan, dan transfer teknologi bagi petani, penyuluh pertanian, serta pemangku kepentingan sektor pertanian.[7]
Dengan kondisi agroklimat yang sesuai dan sistem pengelolaan yang terstandar, lahan Sukamandi menjadi salah satu referensi nasional dalam pengujian mutu benih padi. Keberadaan lahan ini memperkuat peran Sang Hyang Seri sebagai badan usaha yang fokus pada penyediaan benih berkualitas dan penguatan sistem perbenihan nasional.[8]


Awal mula pada tahun 2016 Menteri BUMN Rini Soemarno mengisyaratkan penggabungan usaha dua
dalam menjalankan tugas masing-masing. Menurut Rini, restrukturisasi pada PT Sang Hyang Seri dilakukan untuk peningkatan kinerja perusahaan yang mendapat sorotan akibat adanya penyimpangan-penyimpangan seperti mengalihkan beberapa lini bisnis SHS kepada PT Pertani. Peta jalan penggabungan keduanya juga hampir selesai dilakukan, terutama soal bisnis benih bukan saja untuk beras, tetapi juga untuk produk lain seperti kopi dan teh.[9]
Kemudian di masa kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir Pada bulan September 2021, melalui PP nomor 98 tahun 2021, pemerintah Indonesia resmi menggabungkan Pertani ke dalam perusahaan ini.[10]
Produk PT Sang Hyang Seri merupakan perusahaan perbenihan nasional yang berfokus pada penyediaan benih pertanian bermutu untuk mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia.
PT Sang Hyang Seri dikenal sebagai salah satu produsen benih padi di Indonesia. Benih padi yang dihasilkan mencakup berbagai varietas unggul yang dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas, ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta kemampuan adaptasi pada beragam kondisi agroekologi. Seluruh proses produksi benih dilakukan melalui sistem sertifikasi resmi sesuai dengan ketentuan perbenihan nasional.
Selain padi, perusahaan juga memproduksi benih palawija, seperti jagung dan kedelai. Produksi benih palawija ditujukan untuk mendukung diversifikasi pangan nasional dan memperkuat ketersediaan bahan pangan nonberas.
PT Sang Hyang Seri juga mengembangkan dan memproduksi benih hortikultura, khususnya sayuran, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Salah satu benih hortikultura yang diproduksi adalah kangkung, yang banyak dibudidayakan oleh petani dan pelaku usaha pertanian skala kecil hingga menengah. Benih hortikultura ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dengan memperhatikan mutu, daya tumbuh, dan kesesuaian terhadap lingkungan budidaya.
Merek Sang Hyang Seri berkembang seiring perjalanan PT Sang Hyang Seri sejak berdiri pada tahun 1971. Sebagai perusahaan perbenihan negara, Sang Hyang Seri menjadi simbol benih bermutu, berlabel resmi, dan terjamin kualitasnya melalui proses sertifikasi ketat.
Dalam perkembangannya, merek ini tidak hanya identik dengan kualitas genetik benih, tetapi juga dikenal oleh petani melalui desain kemasan yang profesional, informatif, dan mudah dikenali oleh petani.

Sejak berdiri, Sang Hyang Seri (SHS) terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan pertanian nasional. Logo SHS mengalami perubahan dari masa ke masa sebagai cerminan komitmen perusahaan terhadap kualitas benih, inovasi, dan keberlanjutan.

