Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Masjid Tuo Koto Nan Ampek

Masjid Tuo Koto Nan Ampek atau juga disebut Masjid Gadang Balai Nan Duo adalah salah satu masjid tertua di Indonesia yang terletak di Nagari Koto Nan Ampek atau kini secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kelurahan Balai Nan Duo, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Masjid berarsitektur Minangkabau ini diperkirakan dibangun pada tahun 1840, yang pada mulanya beratapkan ijuk sebelum akhirnya diganti menjadi seng.

masjid di Indonesia
Diperbarui 7 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Masjid Tuo Koto Nan Ampek
Masjid Tuo Koto Nan Ampek
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 0°13′59.221″S 100°37′21.209″E / 0.23311694°S 100.62255806°E / -0.23311694; 100.62255806Lihat peta diperbesar
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 0°13′59.221″S 100°37′21.209″E / 0.23311694°S 100.62255806°E / -0.23311694; 100.62255806Lihat peta diperkecil
Agama
AfiliasiIslam
KepemimpinanWakaf
Lokasi
LokasiKelurahan Balai Nan Duo, Nagari Koto Nan Ampek, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, Indonesia
Arsitektur
TipeMasjid
GayaMinangkabau
Peletakan batu pertama1840
Spesifikasi
Kapasitas500 jamaah[1]
Panjang20 meter
Lebar20 meter

Masjid Tuo Koto Nan Ampek atau juga disebut Masjid Gadang Balai Nan Duo adalah salah satu masjid tertua di Indonesia yang terletak di Nagari Koto Nan Ampek atau kini secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kelurahan Balai Nan Duo, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat.[2] Masjid berarsitektur Minangkabau ini diperkirakan dibangun pada tahun 1840, yang pada mulanya beratapkan ijuk sebelum akhirnya diganti menjadi seng.[3][4]

Saat ini selain digunakan untuk aktivitas ibadah umat Islam, masjid satu lantai ini juga digunakan oleh masyarakat sekitar sebagai sarana pendidikan agama sekaligus tempat bermusyawarah.[5]

Sejarah

Berkas:Masjid Balai Gadang Nan Duo.jpg
Masjid Gadang Balai Nan Duo

Tidak diketahui pasti tahun berapa sebetulnya masjid ini mulai berdiri. Menurut Abdul Baqir Zein dalam bukunya yang berjudul Masjid-masjid Bersejarah di Indonesia, masjid ini diperkirakan dibangun pada tahun 1840 (sumber lain 1850[6]) dan dinamakan berdasarkan nama tempat didirikannya, yakni Nagari Koto Nan Ampek.[7]

Pembangunannya dilakukan pada masa pemerintahan Regent Luhak Limo Puluah Tuanku Nan Cedok[8] dari Suku Koto dengan panitia pembangunan yang disebut "Tukang Nagari Nan Tigo Baleh" dan dipimpin oleh tiga orang penghulu yang berasal dari suku yang berbeda di Minangkabau, yakni: Datuk Kuniang dari suku Kampai, Datuk Pangkai Sinaro dari suku Piliang, dan Datuk Siri Dirajo dari suku Malayu.[2][4]

Masjid pertama yang dibangun di Nagari Koto Nan Ampek ini disebut sebagian masyarakat Masjid Gadang Balai Nan Duo, karena waktu dulu masjid ini berada di tengah-tengah nagari berdekatan dengan Balai Adat Nagari "Balai Nan Duo".[6]

Meskipun termasuk salah satu masjid tertua, sebagian besar tiang, lantai, dan dinding yang semuanya terbuat dari kayu belum pernah diganti sejak pertama kali masjid ini dibangun.[5] Masjid ini juga belum banyak mengalami renovasi sehingga keasliannya masih tetap terjaga.[9][10] Hanya saja, karena sudah lapuk, atap yang pada mulanya terbuat dari ijuk kemudian diganti dengan seng.[4]

Arsitektur

Masjid ini berdiri di atas tanah berukuran 50 × 31 meter atau seluas 1.550 meter persegi.[11] Tanah tersebut tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) Payakumbuh sebagai tanah wakaf dari sejumlah kaum, yakni Datuk Rajo Mantiko Alam, Datuk Bangso Dirajo Nan Hitam, Datuk Paduko Majo Lelo, dan Datuk Sinaro Kayo.[11] Secara keseluruhan, arsitektur yang dimiliki masjid ini dipengaruhi oleh corak Minangkabau dengan konstruksi bangunan umumnya terbuat dari kayu.[2][4] Atap masjid ini dibuat berundak-undak sebanyak tiga tingkat dengan permukaan yang tidak datar melainkan melentik; cocok untuk daerah beriklim tropis karena dapat lebih cepat mengalirkan air hujan ke bawah. Antara tingkatan atap yang satu dengan yang lain terdapat celah untuk pencahayaan dengan tingkatan teratas merupakan atap berbentuk limas. Bagian mihrab, yang terletak di sebelah barat dan sedikit menjorok keluar, memiliki atap yang menyatu dengan undakan atap pertama.

Bangunan utama masjid ini berbentuk persegi yang pada mulanya berukuran 17 × 17 meter, kemudian karena jumlah jemaah kian banyak diperluas menjadi 20 × 20 meter[4] dengan tiang sebanyak 48 buah yang dibuat dari bahan kayu juar . Lantai dari papan dengan ketinggian dari tanah sekitar 1,2 m.[6] Tiang-tiang dipancang miring, kecuali tiang utama di tengah. Dengan kontruksi berupa panggung seperti halnya Rumah Gadang, lantai masjid ini memiliki ketinggian sekitar 1,2 meter dari permukaan tanah.[2]

Rujukan

Catatan kaki
  1. ↑ Padang Ekspres 2011.
  2. 1 2 3 4 Departemen Agama Indonesia 2008.
  3. ↑ Gayo 1985, hlm. 178.
  4. 1 2 3 4 5 Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu 2011.
  5. 1 2 Zein 1999, hlm. 47.
  6. 1 2 3 https://www.google.com/search?biw=1053&bih=639&tbm=bks&sxsrf=ALeKk02286oa0ZPNshFAMriLoB8uEQWO_g%3A1599475807822&ei=XxBWX6PsMcKvyAO_25uQCA&q=%22Pembangunan+pertama+kali+masjid+ini+%2C+sekitar+tahun+*%22&oq=%22Pembangunan+pertama+kali+masjid+ini+%2C+sekitar+tahun+*%22&gs_l=psy-ab.3...7700.8009.0.8172.2.2.0.0.0.0.161.262.0j2.2.0....0...1c.1.64.psy-ab..0.0.0....0.kFhrZYaUq28
  7. ↑ Zein 1999, hlm. 45.
  8. ↑ Amran, Rusli (1981). Sumatera Barat hingga Plakat Panjang. Penerbit Sinar Harapan.
  9. ↑ ANTARA 2008.
  10. ↑ Indonesia Travel.
  11. 1 2 Zein 1999, hlm. 46.
Daftar pustaka
  • Zein, Abdul Baqir (1999). Masjid-masjid Bersejarah di Indonesia. Jakarta: Gema Insani. ISBN 979-561-567-X. Diakses tanggal 2012-07-29. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Gayo, Iwan (1985). "Masjid Bersejarah di Indonesia". Buku Pintar Seri Senior. Grasindo. ISBN 979-025-294-3. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Sekretariat Wakil Presiden Indonesia (2008). Direktori Masjid Bersejarah. Jakarta: Departemen Agama Indonesia. ISBN 979-25-0050-2.
  • "Masjid Tuo Koto Nan Ampek". ANTARA. 2008-06-25. Diakses tanggal 2012-08-03.
  • "Masjid Bersejarah Nagari Koto Nan Ampek, Payakumbuh, Sumatera Barat". Melayu Online. Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu. 2011-05-28. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-04-20. Diakses tanggal 2012-07-29.
  • "Payakumbuh: Keindahan Alam Berbalut Nikmatnya Batiah". Indonesia Travel. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 2012-07-29.
  • "Sambut Puasa, Tabligh Akbar Digelar". Padang Ekspres. 2011-07-26. Diakses tanggal 2012-07-29.

Pranala luar

  • https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/masjid-tuo-koto-nan-ampek-keagungan-yang-bertahan-170-tahun Diarsipkan 2019-02-07 di Wayback Machine.
  • Portal Islam
  • l
  • b
  • s
Masjid utama di Indonesia menurut provinsi
Sumatra
Aceh
  • Baitul Makmur
  • Baiturrahim Singkil
  • Baiturrahim Ulee Lheue
  • Habib Muda Seunagan
  • Oman Al-Makmur
  • Po Teumeureuhom
  • Pucok Krueng
  • Rahmatullah Lampuuk
  • Raya Baiturrahman Aceh
  • Sheikh Abdurrauf
  • Teungku di Anjong
  • Tua Indra Puri
  • Tua Indra Purwa
Bengkulu
  • Jamik Bengkulu
  • Akbar At-Taqwa
  • Al-Ikhlas Bengkulu
Jambi
  • Al-Falah Jambi
  • Pondok Tinggi
  • Ikhsaniyyah
Kepulauan Riau
  • Agung Batam
  • Sultan Lingga
  • Sultan Riau
Lampung
  • Terapung Al-Aminah
Riau
  • Al-Manan
  • Ar-Rahman
  • Air Tiris
  • Lama Kunto
Kep. Bangka Belitung
  • Kiai Muara Ogan
Sumatera Barat
  • 60 Kurang Aso
  • Al-Muhsinin
  • Nurul Iman
  • Nurul Islam
  • Al-Hakim
  • Al-Imam
  • Ampang Gadang
  • Asasi
  • Babussalam
  • Bingkudu
  • Ishlah Pariangan
  • Istighfar
  • Birugo
  • Mandiangin
  • Parabek
  • Sungai Jambu
  • Taluak
  • Kurai Taji
  • Lubuk Bauk
  • Muhammadan
  • Nurul Amin Pagaruyung
  • Nurul Huda Sawahlunto
  • Nurul Iman Koto Gadang
  • Pariaman
  • Pincuran Gadang
  • Rao-Rao
  • Air Pampan
  • Ampek Lingkuang
  • Andalas
  • Balai Gadang Mungo
  • Bayur
  • Ganting
  • Koto Baru
  • Kubang Putih
  • Kubang
  • Lima Kaum
  • Padusunan
  • Pincuran Tujuah
  • Sumatra Barat
  • Teluk Bayur
  • Saadah
  • Sheikh Burhanuddin
  • Taqwa Muhammadiyah
  • Tua Siguntur
  • Tuanku Pamansiangan
  • Kayu Jao
  • Koto Nan Ampek
  • Ummil Qura
  • Piladang
Sumatera Selatan
  • Agung Palembang
  • Cheng Ho Palembang
Sumatera Utara
  • Al-Mashun
  • Al-Osmani
  • Azizi
  • Lama Gang Bengkok
Jawa
Banten
  • Banten
  • Al-A'zhom
  • Ats-Tsauroh
  • Caringin
  • Carita
  • Fathullah
  • Kali Pasir
  • Kasunyatan
  • Nurul Ikhlas
DKI Jakarta
  • Al-Alam Marunda
  • Al-Azhar Jakarta
  • Al-Makmur
  • Angke
  • An-Nawier
  • Cut Meutia
  • Hasyim Asy'ari
  • Hidayatullah Jakarta
  • Islamic Center Jakarta
  • Istiqlal
  • Kampung Baru
  • Lautze
  • Luar Batang
  • Pangeran Diponegoro
  • Ramlie Musofa
  • Sunda Kelapa
  • Langgar Tinggi
Jawa Barat
  • Cirebon
  • Harakatul Jannah
  • Manonjaya
  • Sumedang
  • Al-Imtizaj
  • Al-Furqon
  • Al-Hurriyyah
  • Al-Jabbar
  • At-Taqwa Cirebon
  • Dian Al-Mahri
  • Al-Huda Pangandaran
  • Al-Juman
  • Merah Panjunan
  • Rahmatan Lil-Alamin
  • Bandung
  • Salman ITB
  • Sumber
Jawa Tengah
  • Al-Jami
  • Baitul Makmur Jepara
  • Brebes
  • Demak
  • Agung Jawa Tengah
  • Purbalingga
  • Surakarta
  • Tegal
  • Besar Al-Atiiq Kauman Salatiga
  • Agung Semarang
  • Mantingan
  • Menara Kudus
  • Nurut Taqwa
  • Saka Tunggal Banyumas
  • Sheikh Zayed
  • Sholihin
  • Wustha Mangkunegaran
  • Raden Sayyid Kuning
DIY
  • Ad-Darajat Babadan
  • Gedhe Kauman
  • Gedhe Mataram
  • Jogokariyan
  • Kampus Universitas Gadjah Mada
  • Kauman Pleret
  • Pajimatan Imogiri
  • Plasakuning
  • Saka Tunggal
  • Syuhada
  • Taqwa Wonokromo
Jawa Timur
  • An-Nur Pare
  • Baitul Hakim
  • Baiturrahman Trenggalek
  • Agung Malang
  • Sumenep
  • Al-Karomah Kresek
  • Al-Akbar
  • Al-Qana Taman
  • Ampel
  • Baiturrahman Banyuwangi
  • Cheng Ho Surabaya
  • Ahmad Dahlan
  • Miftahul Jannah
  • Namira
Kepulauan Nusa Tenggara
Bali
  • Daftar
  • Baitul Makmur Denpasar
  • Keramat Kuno
  • Nurul Huda
  • Jamik Singaraja
  • Agung Sudirman
NTB
  • Bayan Beleq|Bayan Beleq|Bayan Beleq
  • Raya Hubbul Wathan
  • Agung Darussalam Sumbawa Barat
  • Agung Praya
  • Lama Gunung Pujut
NTT
  • Agung Al-Baitul Qadim
  • Al-Muqarrabin
Kalimantan
Kalimantan Barat
  • Al-Falah Mempawah
  • Keraton Landak
  • Keraton Sambas
  • Pontianak
  • Sultan Nata
  • Kiai Gede
  • Mujahidin
  • Singkawang
Kalimantan Selatan
  • Al-Karomah
  • Al-Jihad
  • Ar-Raudhah Sekumpul
  • As-Suada
  • Banjarmasin
  • Pandulangan
  • Sungai Banar
  • Tuhfaturroghibin
  • Banua Halat
  • Pelajau
  • Muhammadiyah Kelayan
  • Banua Lawas
  • Amuntai
  • Sabilal Muhtadin
  • Sheikh Abdul Hamid
  • Sultan Suriansyah
  • Riadhussalihin
Kalimantan Tengah
  • Al-Istiqlal
  • Ar-Raudhah
  • Baiturrahman Buntok
  • Darul Awwabin
  • Darussalam Palangka Raya
  • Wahyu Al-Hadi
Kalimantan Timur
  • Negara Ibu Kota Nusantara
  • Darussalam
  • Islamic Center Samarinda
  • Aji Amir Hasanuddin
  • Shiratal Mustaqiem
Kalimantan Utara
  • Kasimuddin
Sulawesi
Gorontalo
  • Hunto Sultan Amai
Sulawesi Barat
  • Agung Mamuju
  • Raya Syuhada
Sulawesi Selatan
  • 99 Kubah
  • Al-Markaz Al-Islami
  • Amirul Mukminin
  • Katangka
  • Nur Balangnipa
  • Makassar
  • Tua Palopo
Sulawesi Tengah
  • Arqam Baburahman
Sulawesi Tenggara
  • Wolio
  • Al-Alam Kendari
Sulawesi Utara
  • Kiai Madja
Kepulauan Maluku
Maluku
  • Wapauwe
Maluku Utara
  • Al-Munawwar Ternate
  • Sultan Ternate
Pulau Papua
Papua
  • Nurul Amin
Papua Barat
  • Tua Patimburak
Papua Barat Daya
  • Al-Akbar Sorong
Papua Pegunungan
  • Al-Ihsan Jayawijaya
Papua Selatan
  • An-Nur Agats Asmat
Papua Tengah
  • Baabul Munawwar
  • Kategori
  • Daftar
  • Commons

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Arsitektur
  3. Rujukan
  4. Pranala luar

Artikel Terkait

Daftar masjid di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Masjid di Indonesia

Masjid di Indonesia adalah tempat-tempat penyelenggaraan Salat Lima Waktu dan Salat Jumat secara berjamaah secara rutin. Keberadaan masjid-masjid berusia

Arsitektur masjid di Indonesia

Arsitektur masjid di Indonesia merupakan bagian utama dari arsitektur Islam Indonesia. Meskipun banyak bangunan Islam tertua di Jawa dan hampir semuanya di Sumatera

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026