Jalan Tol Yogyakarta–Bawen atau Jalan Tol Yogalawen adalah jalan tol di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah yang menghubungkan Kapanéwon Mlati, Kabupaten Sleman dengan Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Jalan tol ini akan memulai pembangunannya pada tahun 2018 akan tersambung di ruas tol Bawen, Jalan Tol Semarang-Solo .Tol ini direncanakan dibangun melayang di atas Selokan Mataram sepanjang 10 km dan menembus terowongan antara Ambarawa dan Temanggung agar tidak merusak kawasan objek wisata kopi Banaran.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini membahas mengenai bangunan, struktur, infrastruktur, atau kawasan terencana yang sedang dibangun atau akan segera selesai. |
| Jalan Tol Yogyakarta-Bawen | |
|---|---|
| Jalan Tol Yogalawen | |
| Informasi rute | |
| Dikelola oleh PT Jasa Marga Jogja Bawen (Jasa Marga) | |
| Panjang | 75,82 km (47,11 mi) |
| Berdiri | Sejak Maret 16, 2022 (2022-03-16) |
| Persimpangan besar | |
| Ujung Utara | |
| Persimpangan besar | Simpang Susun Bawen Simpang Susun Ambarawa Simpang Susun Temanggung Simpang Susun Magelang Simpang Susun Borobudur Simpang Susun Banyurejo Simpang Susun Sleman |
| Ujung Selatan | |
| Lokasi | |
| Negara | Indonesia |
| Kota | Bawen, Ambarawa, Temanggung, Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Sleman |
| Sistem jalan | |
Jalan Tol Yogyakarta–Bawen atau Jalan Tol Yogalawen adalah jalan tol di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah yang menghubungkan Kapanéwon Mlati, Kabupaten Sleman dengan Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Jalan tol ini akan memulai pembangunannya pada tahun 2018 akan tersambung di ruas tol Bawen, Jalan Tol Semarang-Solo .Tol ini direncanakan dibangun melayang di atas Selokan Mataram sepanjang 10 km dan menembus terowongan antara Ambarawa dan Temanggung agar tidak merusak kawasan objek wisata kopi Banaran.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menuturkan, dari hasil komunikasi dengan Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, rute ruas tol ini telah ditetapkan. Meskipun demikian, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR masih terus berupaya mematangkan rute tersebut beserta dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT). Setelah kedua proses tersebut selesai, Kementerian PUPR akan melayangkan surat kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Yogyakarta.
Diharapkan tender pengadaan jalan tol tersebut dapat dilaksanakan pada tahun ini. Sehingga, ditargetkan proses pembangunannya dapat diselesaikan dalam dua tahun. Dilansir dari Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Tol Bawen-Yogyakarta dirancang sepanjang 71 kilometer dengan kebutuhan investasi sekitar Rp 12,1 triliun. Adapun Ditjen Bina Marga telah berkoordinasi dengan KPPIP untuk mendapatkan surat penetapan rute jalan tol. Selain itu, Kementerian ATR/BPN juga telah diminta untuk menerbitkan Surat Kesesuaian Tata Ruang.
| No | Seksi | Panjang |
|---|---|---|
| 1 | Seksi 1 (JC Sleman-Banyurejo) | 8,25 km |
| 2 | Seksi 2 (Banyurejo-Borobudur) | 15,26 km |
| 3 | Seksi 3 (Borobudur-Magelang) | 8,08 km |
| 4 | Seksi 4 (Magelang-Temanggung) | 16,46 km |
| 5 | Seksi 5 (Temanggung-Ambarawa) | 22,56 km |
| 6 | Seksi 6 (Ambarawa-JC Bawen) | 5,21 km |
Legenda:
| Provinsi | Wilayah | Lokasi | km | Nama | Destinasi |
|---|---|---|---|---|---|
| Jawa Tengah | Kabupaten Semarang | Bawen | 442 | Bawen I/C | |
| 444 | Bawen Ramp | ||||
| Ambarawa | 447 | Ambarawa I/C | |||
| Kabupaten Temanggung | Pringsurat | 26+167 | Temanggung I/C | ||
| Kabupaten Magelang | Candimulyo | 43+130 | Magelang I/C | ||
| Mungkid | 51+212 | Borobudur I/C | |||
| Yogyakarta | Kabupaten Sleman | Banyurejo | 66+474 | Banyurejo I/C | |
| Mlati | 74+724 | Sleman I/C |