Perusahaan Kereta Api Jepang Timur adalah perusahaan penyedia jasa perkeretaapian penumpang berbasis kereta rel listrik (KRL) dan Shinkansen terbesar di dunia dan salah satu perusahaan dalam kelompok JR. Perusahaan ini biasa disebut JR East .
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Nama asli | 東日本旅客鉄道株式会社 |
|---|---|
Nama latin | Higashi-Nihon Ryokaku Tetsudō kabushiki gaisha terj. har. 'Perusahaan Kereta Api Jepang Timur' |
Jenis perusahaan | Perusahaan terbuka (Tbk.) |
| Kode emiten |
|
| Industri | Transportasi rel |
| Pendahulu | Kereta Api Nasional Jepang (JNR) |
| Didirikan | 1 April 1987 (1987-04-01), privatisasi dari JNR |
| Kantor pusat | 2-2-2 Yoyogi, Shibuya, Tokyo , Japan |
Wilayah operasi | |
Tokoh kunci |
|
| Produk | Suica (kartu pintar) |
| Jasa | |
| Pendapatan | [4] |
| |
| |
| Total aset |
|
| Total ekuitas | |
| Pemilik |
|
Karyawan | 69.559karyawan (per 31 Maret 2025)[5] |
| Divisi | |
| Anak usaha | 83 anak perusahaan, termasuk Tokyo Monorail and J-TREC [7][8] |
| Situs web | www |
| Catatan kaki / referensi [9][10] | |
Perusahaan Kereta Api Jepang Timur (東日本旅客鉄道株式会社code: ja is deprecated , Higashi-Nippon Ryokaku Tetsudō Kabushiki-gaisha) adalah perusahaan penyedia jasa perkeretaapian penumpang berbasis kereta rel listrik (KRL) dan Shinkansen terbesar di dunia dan salah satu perusahaan dalam kelompok JR. Perusahaan ini biasa disebut JR East (JR東日本code: ja is deprecated , Jeiāru Higashi-Nippon).
JR East juga memiliki beragam armada kereta, baik kereta konvensional maupun Shinkansen untuk memenuhi kebutuhan angkutan penumpang komuter di Jepang wilayah timur laut. Sebagian besar armadanya merupakan kereta rel listrik (KRL). Sebagian dari armada KRL tersebut dijual kepada KAI Commuter, sebuah anak perusahaan Kereta Api Indonesia, untuk dioperasikan pada jalur-jalur Commuter Line di Daerah Operasi I Jakarta.[11][12]
JR East sangat identik dengan warna hijau, JR East memiliki ciri khas berupa huruf "E" pada pola latar belakang tiketnya. JR East berpusat di Distrik Shibuya, Tokyo, perusahaan ini telah melantai di Pasar Utama (Prime Market) Bursa Efek Tokyo dan menjadi salah satu komponen saham utama dalam indeks Nikkei Stock Average serta TOPIX Large 70.[13][14]
Konsep mutu manajemen JR East Group adalah "Hidup secara lokal. Berkembang secara global.", slogan tersebut ditetapkan sebagai arah manajemen dalam pedoman JR East "Group Management Concept V - Endless Progress" yang diumumkan pada tahun 2012.[15][16]
Entitas ini resmi didirikan pada 1 April 1987 sebagai hasil dari kebijakan privatisasi dan pemecahan unit usaha BUMN Japanese National Railways (JNR).[17][18] Dalam pembentukannya, perusahaan mengambil alih seluruh fungsi operasional perkeretaapian yang sebelumnya berada di bawah wewenang Biro Kereta Api Nagano, Niigata, serta jalur-jalur perkeretaapian lain di wilayah Tōhoku dan Kantō.[19]
Bawah: Kereta seri [[Kereta rel listrik JR East seri E235|JR East seri E235]]"},"company_type":{"wt":"[[Perusahaan publik|Publik]] [[Kabushiki-gaisha|KK]] ({{tyo|9020}})"},"start_year":{"wt":"[[1 April]] [[1987]]"},"end_year":{"wt":"saat ini"},"hq_city":{"wt":"[[Shibuya, Tokyo]], [[Jepang]]"},"key_people":{"wt":"Mutsutake Ōtsuka, Ketua Umum{{br}}Satoshi Seino, Presiden"},"products":{"wt":"Semua (penumpang dan barang)"},"revenue":{"wt":"{{unbulleted list|{{increase}} {{yen|2.671.822 juta|link=yes}}(FY 2013)<ref name=FS2013>{{cite web |url= http://www.nikkei.com/markets/ir/irftp/data/tdnr1/tdnetg3/20130430/81uez4/140120130430028112.pdf |title= JR East 2013 Earnings Summary (Japanese) |author= East Japan Railway Company |accessdate= 25 June 2013}}</ref>|{{decrease}} {{yen|2,532.174 juta|link=yes}}(FY 2012)}}"},"operating_income":{"wt":"{{unbulleted list|{{increase}} {{yen|397.562 juta|link=yes}}(FY 2013)<ref name=\"FS2013\"/>|{{increase}} {{yen|360.025 juta}}(FY 2012)}}"},"net_income":{"wt":"{{unbulleted list|{{increase}} {{yen|175.384 juta|link=yes}}(FY 2013)<ref name=\"FS2013\"/>|{{increase}} {{yen|108.738 juta}}(FY 2012)}}"},"assets":{"wt":"{{unbulleted list|{{increase}} {{yen|7.223.204 juta|link=yes}}(FY 2013)<ref name=\"FS2013\"/>|{{increase}} {{yen|7.060.409 juta}}(FY 2012)}}"},"equity":{"wt":"{{unbulleted list|{{increase}} {{yen|2.048.192 juta|link=yes}}(FY 2013)<ref name=\"FS2013\"/>|{{increase}} {{yen|1.890.634 juta}}(FY 2012)}}"},"gauge":{"wt":"{{RailGauge|1067 mm}} (kereta konvensional),\n{{RailGauge|1435 mm}} (Shinkansen)"},"num_employees":{"wt":"67.710 (2005)"},"website":{"wt":"[http://www.jreast.co.jp/ www.jreast.co.jp]"}},"i":0}}]}' id="mwfQ"/>Atas: Logo JR East warna hijau tua. Bawah: Kereta seri JR East seri E235 | |
| Ikhtisar | |
|---|---|
| Kantor pusat | Shibuya, Tokyo, Jepang |
| Tokoh penting | Mutsutake Ōtsuka, Ketua Umum Satoshi Seino, Presiden |
| Tanggal beroperasi | 1 April 1987–saat ini |
| Teknis | |
| Lebar sepur | 1.067 mm (3 ft 6 in) (kereta konvensional), 1.435 mm (4 ft 8+1⁄2 in) (Shinkansen) |
| Lain-lain | |
| Situs web | www.jreast.co.jp |
JR East didirikan pada 1 April 1987 setelah dipecah dari Japanese National Railways (JNR) milik pemerintah. Meskipun proses tersebut disebut "swastanisasi", JR East sebenarnya merupakan anak perusahaan penuh sebuah BUMN pemerintah, JNR Settlement Corporation selama beberapa tahun hingga akhirnya terjual sepenuhnya kepada publik pada tahun 2002.
East Japan Railway Company secara resmi memulai sejarahnya sebagai entitas yang lahir dari privatisasi besar-besaran Japanese National Railways (JNR). Dalam proses pembentukannya, perusahaan ini mengemban tanggung jawab besar dengan mengambil alih seluruh fungsi operasional kereta api yang sebelumnya berada di bawah wewenang Biro Kereta Api wilayah Nagano, Niigata, serta wilayah Tohoku dan Kanto.[20] Langkah awal penguatan ekosistem bisnis dilakukan dengan sangat gigih, salah satunya dengan mengakuisisi saham East Japan Kiosk (kemudian JR East Retail Network Company) pada tahun yang sama untuk dijadikan anak perusahaan strategis di sektor ritel pada Juni 1987.[21]
Pada April 1989, East Japan Railway Company melakukan langkah strategis untuk mendiversifikasi lini bisnisnya dengan mendirikan JR East Restaurant Company, sebuah entitas yang di kemudian hari bertransformasi menjadi JR East Food Business Company. Perusahaan ini dibentuk sebagai anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh JR East, dengan peran krusial sebagai pilar utama atau perusahaan inti dalam pengembangan dan pengelolaan bisnis kuliner untuk mengoptimalkan potensi komersial di area stasiun dan properti milik JR East.[22]
Selain itu, perusahaan mulai menata efisiensi jalur dengan menghapuskan beberapa jalur lama seperti Jalur Aizu, Jalur Kihara, dan Jalur Mooka untuk kemudian dikonversi menjadi perusahaan operator kereta api swasta tersendiri untuk tingkat daerah.
Pada tahun 1993, sebanyak 382 stasiun memiliki aturan area bebas rokok sepanjang hari, kecuali untuk area tertentu yang telah ditentukan.[23]
Kemudian selama dekade 1990-an, perusahaan ini melakukan lompatan teknologi yang signifikan dalam layanan penumpang melalui pengenalan kartu pembayaran elektronik. Inovasi dimulai dengan peluncuran IO Card di Jalur Yamanote pada tahun 1991, yang menjadi cikal bakal revolusi transaksi nontunai di stasiun-stasiun Jepang.[20]
Keberhasilan IO Card sebagai transaksi tiket nontunai kemudian disempurnakan dengan peluncuran kartu pintar Suica pada November 2001.[24] Kartu Suica tidak hanya berfungsi sebagai tiket elektronik tetapi juga berkembang menjadi alat pembayaran serbaguna. Di sektor finansial, JR East mempertegas kemandiriannya dengan melantai di Pasar Utama Bursa Efek Tokyo pada Oktober 1993. Hingga tahun 2020, perusahaan ini tetap memegang posisi penting di pasar modal sebagai salah satu konstituen dalam indeks TOPIX Large 70 setelah sebelumnya sempat berada dalam kategori TOPIX Core30.[14]
Ekspansi infrastruktur terus dilakukan melalui pembangunan jalur kereta cepat Shinkansen yang menghubungkan Tokyo dengan wilayah utara secara lebih efisien. Perpanjangan jalur Shinkansen Tohoku menuju Shin-Aomori pada tahun 2010 serta pembukaan jalur Shinkansen Hokuriku menuju Kanazawa pada 2015 untuk memperluas jangkauan operasionalnya.[25]
Namun terjadi Gempa Besar Jepang Timur pada Maret 2011.[26] Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur rel yang sangat parah di wilayah Tohoku.[27] Bencana tersebut memaksa perusahaan mencatatkan penurunan pendapatan paling drastis dalam sejarahnya akibat penghentian operasional jangka panjang.[28][29] Untuk memulihkan konektivitas di wilayah yang hancur, perusahaan memperkenalkan inovasi Bus Rapid Transit (BRT) sebagai pengganti sementara layanan kereta api di Jalur Kesennuma dan Ofunato.[butuh rujukan]
Memasuki era modern, perusahaan terus beradaptasi dengan perubahan gaya hidup dan kebutuhan penumpang melalui diversifikasi bisnis, seperti peluncuran layanan poin terpadu JRE POINT pada 2016 dan pengembangan bisnis kantor bersama (shared office) di stasiun-stasiun besar pada 2019.[30]
Meski demikian, terdapat tantangan baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada akhir tahun fiskal Maret 2021, perusahaan memproyeksikan defisit finansial konsolidasi untuk pertama kalinya sejak masa privatisasi.[31] Hal ini disebabkan oleh penurunan penggunaan transportasi umum secara masif akibat pandemi global, yang kemudian memaksa perusahaan untuk melakukan efisiensi jadwal, termasuk memajukan jam keberangkatan kereta terakhir di wilayah Tokyo guna memberikan waktu lebih bagi pemeliharaan jalur.[32]
Pada tahun 2014, JR East mendapatkan penjualan sebesar AS$27,7 juta dengan total keuntungan AS$1,9 juta.[33]
Pada tahun yang sama, JR East menempati peringkat ke-237 dalam daftar Global 2000, sebuah daftar perusahaan terbesar di dunia yang diperingkat oleh majalah bisnis Forbes, dengan total nilai pasar (market value) AS$28,7 juta dan total aset sebesar AS$68,8 juta.[33]
Per 1 Oktober 2022, berikut merupakan bangunan milik JR East.[34]
| Bangunan | Lokasi |
|---|---|
| Kantor Pusat Utama | JR East Headquarters Building (Stasiun Shinjuku), 2-2-2 Yoyogi, Shibuya,Tokyo |
| Kantor Pusat Penelitian dan Pengembangan JR East | 479 Nisshincho 2-chome, Kota Saitama, Perfektur Saitama (Stasiun Nisshin) |
| Kantor Pusat Pelatihan Umum JR East | 1-1 Tosahara Michishita, Kota Shirakawa, Prefektur Fukushima (Stasiun Shin-Shirakawa) |
| Kantor Pusat Promosi Kesehatan JR East | 1-1-19 Hiromachi, Kota Shinagawa, Tokyo (Stasiun Oimachi) |
| Rumah Sakit Umum JR East | 2-1-3 Yoyogi, Kota Shibuya, Tokyo (Stasiun Shinjuku) |
| Bangunan | Lokasi dan stasiun terdekat | |
|---|---|---|
| Kantor Metropolitan | Kita-ku, Tokyo (Stasiun Tabata) | |
| Kantor Cabang Yokohama | Yokohama, Kanagawa (Stasiun Yokohama) | |
| Kantor Cabang Hachioji | Hachioji, Tokyo (Stasiun Hachioji) | |
| Kantor Cabang Omiya | Omiya Ward, Saitama (Stasiun Ōmiya) | |
| Kantor Cabang Takasaki | Takasaki, Gunma (Stasiun Takasaki) | |
| Kantor Cabang Mito | Mito, Ibaraki (Stasiun Mito) | |
| Kantor Cabang Chiba | Chuo- ku, Chiba (Stasiun Chiba) | |
| Kantor Cabang Nagano | Nagano, Nagano (Stasiun Nagano) | |
| Kantor Cabang Tohoku | Sendai, Miyagi (Stasiun Sendai) | |
| Cabang Yamagata | Yamagata, Yamagata (Stasiun Yamagata) | |
| Cabang Fukushima | Fukushima, Fukushima (Stasiun Fukushima) | |
| Kantor Cabang Morioka | Morioka, Iwate (Stasiun Morioka) | |
| Cabang Aomori | Aomori, Aomori (Stasiun Aomori) | |
| Kantor Cabang Akita | Akita, Akita (Stasiun Akita) | |
| Niigata Branch | Niigata, Niigata (Stasiun Niigata) | |
| Kantor Manajemen Proyek Konstruksi Tokyo | Shinagawa, Tokyo (Stasiun Meguro) | |
| Kantor Manajemen Proyek Konstruksi Joshinetsu | Takasaki, Gunma (Stasiun Takasaki) | |
| Electrical System Integration Office | Shinagawa, Tokyo (Stasiun Meguro) | |
| Tohoku Construction Project Management Office | Sendai, Miyagi (Stasiun Sendai) | |
| Kantor Umum Shinkansen | ||
| Bangunan | Lokasi | remarks |
|---|---|---|
| Los Angeles Office | 21250 Hawthorne Blvd., Suite 500, Torrance, California, Amerika Serikat | |
| Paris Office | 3, rue de Faubourg St. Honoré, 75008 Paris, Prancis | |
| London Office | 4th Floor, 30-31 Furnival Street, London, Britania Raya | |
| Singapore Office | 20 Anson Road, #11-01, Twenty Anson, Singapura 079912 | |
| Brussels Office | Square de Meeûs 23, Brussels, Belgia | Aktivitas perkantoran berhenti pada 30 September 2018.[35] |
| New York Office | Empire State Building, Suite 4220, 350 Fifth Avenue New York, New York | Aktivitas perkantoran berhenti pada 28 Februari 2022, digantikan dengan kantor baru di Los Angeles.[36] |
| Nama | Masa kerja | Almamater |
|---|---|---|
| Shoji Sumita | 1987 - 1993 | Fakultas Hukum, Universitas Tokyo |
| Masashi Matsuda | 1993 - 2000 | Fakultas Hukum, Universitas Hokkaido |
| Riki Otsuka | 2000 - 2006 | Fakultas Hukum, Universitas Tokyo |
| Satoshi Kiyono | 2006 - 2012 | Fakultas Hukum, Universitas Tohōku |
| Tetsuro Tomita | 2012 - 2018 | Fakultas Hukum, Universitas Tokyo |
| Yuji Fukasawa | 2018 - 2024 | Fakultas Hukum, Universitas Tokyo |
| Yoichi Ki | 2024 - Saat ini | Fakultas Hukum, Universitas Tokyo |
Jalur-jalur milik JR East kebanyakan melayani wilayah Kantō dan Tohoku serta sejumlah wilayah Prefektur Niigata, Nagano, Yamanashi, dan Shizuoka.
JR East mengoperasikan seluruh jalur Shinkansen di Jepang yang berada di belahan utara Tokyo.
Jalur Tōkaidō Shinkansen yang melayani rute Tokyo-Osaka dimiliki oleh JR Central walaupun keretanya berhenti di beberapa stasiun milik JR East.

Jalur-jalur berikut mempunyai bagian yang masuk "Kawasan Suburban Tokyo" yang ditentukan JR East.
Berikut adalah daftar layanan kereta api yang memiliki nama julukan (nickname) di jaringan JR East sejak perusahaan resmi berdiri hingga revisi jadwal per tanggal 15 Maret 2025. Cakupan informasi ini meliputi layanan yang masih aktif beroperasi maupun yang dioperasikan melalui kerja sama dengan perusahaan JR lainnya.
Penggunaan kartu pintar atau kartu elektronik di jaringan perkeretaapian Jepang mencakup kartu Suica, PASMO, Kitaca, TOICA, Manaca, ICOCA, SUGOCA, Nimoca, dan Hayakaken, telah diintegrasikan untuk melayani transaksi penjualan di dalam stasiun.[37] Kartu tersebut memungkinkan penumpang untuk melakukan pembelian makanan atau minuman di atas kereta dengan sistem tap-and-go yang lebih efisien dibandingkan transaksi tunai konvensional.
Peringkat pendapatan perhari pada tahun fiskal 2018.[38]