Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Hipotesis surga polusi

Hipotesis surga polusi menyatakan bahwa ketika negara-negara maju besar hendak mendirikan pabrik atau kantor di luar negeri, mereka akan mencari opsi sumber daya dan tenaga kerja termurah yang menawarkan lahan dan material yang diperlukan. Akan tetapi, praktik ini biasanya turut mengancam lingkungan. Negara berkembang yang memiliki sumber daya dan tenaga kerja murah cenderung memiliki hukum lingkungan yang kurang ketat. Sebaliknya, negara yang hukum lingkungannya ketat menjadi tempat yang mahal bagi operasi perusahaan karena harus mematuhi standar yang ditetapkan. Perusahaan yang memilih berinvestasi di luar negeri biasanya akan pindah ke negara yang standar lingkungannya rendah atau pelaksanaannya lemah.

Wikipedia article
Diperbarui 3 Agustus 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hipotesis surga polusi
Pabrik bercerobong asap di pinggir Sungai Yangtze
Bagian dari seri tentang
Ekonomi lingkungan
Konsep
  • Akuntansi hijau
  • Ekonomi hijau
  • Perdagangan hijau
  • Perdagangan ramah lingkungan
  • Pekerjaan hijau
  • Perusahaan ramah lingkungan
  • Environmentalisme fiskal
  • Keuangan ramah lingkungan
  • Energi terbarukan
Kebijakan
  • Green New Deal
  • Pariwisata berkelanjutan
  • Pajak lingkungan
  • Pengukuran bersih
  • Pajak Pigovian
  • Reformasi harga lingkungan
  • Tarif lingkungan
Dinamika
  • Komersialisasi energi terbarukan
  • Biaya pemangkasan marjinal
  • Paradoks hijau
  • Politik hijau
  • Hipotesis surga polusi
Karbon
  • Ekonomi rendah karbon
  • Bahan bakar karbon netral
  • Netralitas karbon
  • Harga karbon
  • Perdagangan emisi
  • Diet karbon
  • Kredit karbon
  • Pelunasan karbon
  • Perdagangan emisi karbon
  • Perdagangan karbon pribadi
  • Pajak karbon
  • Keuangan karbon
  • Tarif feed-in
  • Diet karbon
  • Jarak tempuh bahan pangan
  • Masyarakat 2000 watt
  • Jejak karbon
  • l
  • b
  • s

Hipotesis surga polusi menyatakan bahwa ketika negara-negara maju besar hendak mendirikan pabrik atau kantor di luar negeri, mereka akan mencari opsi sumber daya dan tenaga kerja termurah yang menawarkan lahan dan material yang diperlukan.[1] Akan tetapi, praktik ini biasanya turut mengancam lingkungan. Negara berkembang yang memiliki sumber daya dan tenaga kerja murah cenderung memiliki hukum lingkungan yang kurang ketat. Sebaliknya, negara yang hukum lingkungannya ketat menjadi tempat yang mahal bagi operasi perusahaan karena harus mematuhi standar yang ditetapkan. Perusahaan yang memilih berinvestasi di luar negeri biasanya akan pindah ke negara yang standar lingkungannya rendah atau pelaksanaannya lemah.

Tiga skala hipotesis

  1. Biaya pengendalian polusi berdampak terhadap margin; margin turut berdampak pada keputusan investasi dan arus perdagangan.
  2. Biaya pengendalian polusi mampu memengaruhi perdagangan dan investasi dalam skala besar.
  3. Beberapa negara menetapkan standar lingkungan di bawah tingkat manusiawi demi menarik investasi atau memperkenalkan barang ekspornya.[2]

Skala 1 dan 2 terbukti secara empiris, tetapi keutamaan hipotesis ini relatif terhadap faktor investasi dan perdagangan lainnya masih diperdebatkan. Sebuah penelitian menemukan bahwa peraturan lingkungan memiliki dampak sangat negatif terhadap investasi asing langsung ke sebuah negara, khususnya di negara-negara berpolusi berat bila diukur berdasarkan jumlah pekerja. Namun demikian, penelitian yang sama menemukan bahwa peraturan lingkungan di negara tetangganya memiliki dampak kecil terhadap arus perdagangan negara tersebut.[2]

Lihat pula

  • Globalisasi
  • Polusi di Cina
  • Race to the bottom
  • Trading Up (buku)

Referensi

  1. ↑ Levinson, Arik; M. Scott Taylor (2008). "Unmasking the Pollution Haven Effect". International Economic Review. 49 (1): 223–54. doi:10.1111/j.1468-2354.2008.00478.x.
  2. 1 2 Millimet, Daniel. "Four New Empirical Tests of the Pollution Haven Hypothesis When Environmental Regulation is Endogenous" (PDF). Tulane University. Diakses tanggal 15 April 2013.
  • l
  • b
  • s
Ilmu sosial lingkungan
Bidang
  • Antropologi ekologi
  • Ekonomi ekologi
  • Antropologi lingkungan
  • Ekonomi lingkungan
  • Komunikasi lingkungan
  • Sejarah lingkungan
  • Politik lingkungan
  • Psikologi lingkungan
  • Sosiologi lingkungan
  • Ekologi manusia
  • Geografi manusia
  • Ekologi politik
  • Ilmu kawasan
Terkait
  • Agroekologi
  • Antrozoologi
  • Geografi perilaku
  • Studi masyarakat
  • Demografi
  • Desain
    • ekologi
    • lingkungan
  • Humaniora ekologi
  • Ekonomi
    • energi
    • termo
  • Lingkungan
    • pendidikan
    • etika
    • hukum
    • ilmu
    • studi
  • Etnobiologi
    • botani
    • ekologi
    • zoologi
  • Kehutanan
  • Ekologi industri
  • Geografi terpadu
  • Permakultur
  • Sosiologi pedesaan
  • Sains, teknologi, dan masyarakat
    • Studi sains
  • Keberlanjutan
    • ilmu
    • studi
  • Ekologi sistem
  • Perkotaan
    • ekologi
    • geografi
    • metabolisme
    • studi
Terapan
  • Arsitektur
    • lansekap
    • berkelanjutan
  • Ekopsikologi
  • Rekayasa
    • ekologi
    • lingkungan
  • Kriminologi hijau
  • Kesehatan
    • lingkungan
    • epidemiologi
    • pekerjaan
    • masyarakat
  • Manajemen
    • lingkungan
    • perikanan
    • hutan
    • sumber daya alam
    • limbah
  • Perencanaan
    • lingkungan
    • guna lahan
    • kawasan
    • ruang
    • kota
  • Kebijakan
    • energi
    • lingkungan
  • Portal Portal lingkungan
  • Category Kategori
  • Konsep
  • Gelar
  • Lembaga
  • Jurnal
  • Badan penelitian
  • Ilmuwan
  • l
  • b
  • s
Globalisasi
  • Buku
  • Daftar
  • Garis besar
  • Indeks
  • Istilah
  • Jurnal
  • Organisasi
  • Penulis
  • Studi
Ide utama
  • Alter-globalisasi
  • Anti-globalisasi
  • Deglobalisasi
  • Globalisasi budaya
  • Globalisasi demokratis
  • Globalisasi ekonomi
  • Globalisasi keuangan
  • Globalisasi kontra-hegemoni
  • Globalisasi militer
  • Globalisasi perdagangan
  • Globalisasi politik
  • Globalisasi tenaga kerja
  • Kesehatan global
  • Kewarganegaraan global
    • pendidikan
  • Pemerintahan global
  • Sejarah globalisasi
    • kuno
    • modern awal
Isu
Global
  • Arbitrase kerja
  • Kesenjangan digital
  • Krisis air
  • Pemanasan
  • Penduduk
  • Penyakit
Lainnya
  • Alih keluar
  • Arus keuangan terlarang
  • Bahasa terancam
  • Bantuan pembangunan
  • Hak asasi manusia
  • Keadilan iklim
  • Kejahatan transnasional
  • Kesenjangan digital
  • Kesenjangan ekonomi
  • Kesenjangan Utara–Selatan
  • Pelarian modal
    • terbalik
  • Pembagian kerja internasional baru
  • Perang dunia
  • Perdagangan adil
  • Pertarungan ke bawah
    • surga polusi
  • Perubahan iklim
  • Sengketa investor-negara
  • Spesies invasif
  • Westernisasi
Teori
  • Akumulasi modal
  • Akumulasi primitif
  • Ketergantungan
  • Lokalisme fiskal
  • Modernisasi
    • ekologi
    • sejarah
  • Pembangunan
  • Perubahan sosial
  • Sejarah dunia
  • Sistem bumi
  • Sistem dunia
Pakar
  • Samir Amin
  • Arjun Appadurai
  • K. Anthony Appiah
  • Daniele Archibugi
  • Giovanni Arrighi
  • Ravi Batra
  • Jean Baudrillard
  • Zygmunt Bauman
  • Ulrich Beck
  • Walden Bello
  • Jagdish Bhagwati
  • Robert Brenner
  • Manuel Castells
  • Noam Chomsky
  • Alfred Crosby
  • Christopher Chase-Dunn
  • Andre G. Frank
  • Thomas Friedman
  • Anthony Giddens
  • Peter Gowan
  • Michael Hardt
  • David Harvey
  • David Held
  • Paul Hirst
  • Michael Hudson
  • Paul James
  • Ibn Khaldun
  • Naomi Klein
  • Antonio Negri
  • Jeffrey Sachs
  • Saskia Sassen
  • John R. Saul
  • Vandana Shiva
  • Joseph Stiglitz
  • John Urry
  • Immanuel Wallerstein
  • Portal Portal
  • Category Kategori
  • Commons page Commons
  • WikiProject WikiProject

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Tiga skala hipotesis
  2. Lihat pula
  3. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026