Maluku Utara merupakan daerah otonomi provinsi hasil pemekaran wilayah dari Maluku yang sebelumnya menjadi salah satu Kabupaten Maluku Utara di Maluku. Pemerintahan di Maluku Utara melibatkan pimpinan daerah yang menjalankan kebijakan terkait birokrasi, ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, dan lainnya, serta menyusun peraturan daerah bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Maluku Utara. Pimpinan daerah terdiri atas gubernur dan didampingi oleh wakil gubernur. Gubernur Maluku Utara pada awalnya dipilih oleh anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dan akhirnya dipilih secara langsung melalui pemilihan umum pada 2008.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Gubernur Maluku Utara | |
|---|---|
| Pemerintah Provinsi Maluku Utara | |
| Kediaman | Rumah Dinas Gubernur Maluku Utara |
| Masa jabatan | 5 tahun, dapat diperpanjang sekali |
| Pejabat perdana | Surasmin (Penjabat) Thaib Armaiyn (definitif) |
| Dibentuk | Oktober 12, 1999 (1999-10-12) |
| Wakil | Wakil Gubernur Maluku Utara |
| Situs web | www |
Maluku Utara merupakan daerah otonomi provinsi hasil pemekaran wilayah dari Maluku yang sebelumnya menjadi salah satu Kabupaten Maluku Utara di Maluku. Pemerintahan di Maluku Utara melibatkan pimpinan daerah yang menjalankan kebijakan terkait birokrasi, ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, dan lainnya, serta menyusun peraturan daerah bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Maluku Utara. Pimpinan daerah terdiri atas gubernur dan didampingi oleh wakil gubernur. Gubernur Maluku Utara pada awalnya dipilih oleh anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dan akhirnya dipilih secara langsung melalui pemilihan umum pada 2008.
Setelah resmi berdiri sebagai provinsi, Kementerian Dalam Negeri menunjuk Surasmin sebagai penjabat gubernur dan setelahnya digantikan oleh Muhyi Effendie pada tahun 2000. Lalu, pergantian kepemimpinan kembali dilakukan setelah pemerintah pusat mengangkat Sinyo Harry Sarundajang menjadi penjabat gubernur hingga gubernur defintif dilantik di akhir 2002. Thaib Armaiyn menjadi gubernur definitif pertama yang terpilih melalui pemilihan di DPRD Provinsi Maluku Utara, sekaligus gubernur pertama Maluku Utara yang terpilih melalui pemilihan umum secara langsung.
Berikut adalah daftar Gubernur Maluku Utara secara definitif sejak tahun 2002.
| No. | Gubernur (Lahir–Wafat) |
Potret | Partai | Awal | Akhir | Masa jabatan | Periode | Wakil | Ref. | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Thaib Armaiyn (lahir 1957) |
Independen | 25 November 2002 | 25 November 2007 | 5 tahun, 0 hari | I (2002) |
Madjid Abdullah | |||
| 29 September 2008 | 29 September 2013 | 5 tahun, 0 hari | II (2007) |
Abdul Ghani Kasuba | [1][2] | |||||
| 2 | Abdul Ghani Kasuba (1951–2025) |
PKS | 5 Mei 2014 | 5 Mei 2019 | 5 tahun, 0 hari | III (2013) |
M. Natsir Thaib | [3][4] | ||
| Independen | 10 Mei 2019 | 10 Mei 2024[a] | 5 tahun, 0 hari | IV (2018) |
Al Yasin Ali | [5][6] | ||||
| 3 | Sherly Tjoanda (lahir 1982) |
Demokrat | 20 Februari 2025 | Petahana | 1 tahun, 62 hari | V (2024) |
Sarbin Sehe | [7][8] | ||
Dalam tumpuk pemerintahan, seorang kepala daerah yang mengajukan diri untuk cuti atau berhenti sementara dari jabatannya kepada pemerintah pusat, maka Menteri Dalam Negeri menyiapkan penggantinya yang merupakan birokrat di pemerintah daerah atau bahkan wakil gubernur, termasuk ketika posisi gubernur berada dalam masa transisi. Berikut merupakan daftar pengganti sementara untuk jabatan Gubernur Maluku Utara.
| Pejabat | Potret | Partai | Awal | Akhir | Masa jabatan | Periode | Gubernur definitif | Ref. | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Surasmin (Penjabat) |
Nonpartisipan | 12 Oktober 1999 | 2000 | 0–1 tahun | — | Transisi (1999–2002) | |||
| Abdul Muhyi Effendie (Penjabat) |
Nonpartisipan | 2000 | 18 April 2002 | 1–2 tahun | |||||
| Sinyo Harry Sarundajang (Penjabat) |
Nonpartisipan | 18 April 2002 | 25 November 2002 | 190 hari | [9] | ||||
| Timbul Pudjianto (Penjabat) |
Nonpartisipan | 25 November 2007 | 29 September 2008 | 309 hari | — | Transisi (2007–2008) | |||
| Madjid Husen (Pelaksana Harian) |
Nonpartisipan | 30 September 2013 | 23 Oktober 2013 | 224 hari | — | Transisi (2013–2014) | [10] | ||
| Tanribali Lamo (Penjabat) |
TNI | 23 Oktober 2013 | 2 Mei 2014 | 191 hari | [11][12] | ||||
| Muhammad Natsir Thaib (Pelaksana Tugas) |
Hanura | 15 Februari 2018 | 23 Juni 2018 | 128 hari | III (2013) |
Abdul Ghani Kasuba | [ket. 1] | ||
| Bambang Hermawan (Pelaksana Harian) |
Nonpartisipan | 5 Mei 2019 | 10 Mei 2019 | 5 hari | — | Transisi (2019) | [14] | ||
| Al Yasin Ali (Pelaksana Tugas) |
PDI-P | 20 Desember 2023 | 10 Mei 2024 | 142 hari | IV (2018) |
Abdul Ghani Kasuba | [15][16] | ||
| Samsuddin Abdul Kadir (Penjabat) |
Nonpartisipan | 10 Mei 2024 | 17 Mei 2024 | 7 hari | — | Transisi (2024—2025) | [17] | ||
| 17 Mei 2024 | 20 Februari 2025 | 279 hari | [18] | ||||||