Gresik merupakan sebuah wilayah kecamatan yang terletak di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, Indonesia dan menjadi ibu kota Kabupaten Gresik sekaligus menjadi pusat perekonomian dari Kabupaten Gresik. Sebelum dipindahkan ke lokasi sekarang, kompleks Kantor Bupati Gresik dan juga pendapa Kabupaten Gresik ada di sisi utara dan selatan Alun-alun Gresik.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gresik | |
|---|---|
| Negara | |
| Provinsi | Jawa Timur |
| Kabupaten | Gresik |
| Luas | |
| • Total | 5,54 km2 (2,14 sq mi) |
| Populasi | |
| • Total | 86.417 (2.017)[1] jiwa |
| • Kepadatan | 15.598,74/km2 (40,400,6/sq mi) |
| Kode Kemendagri | 35.25.16 |
| Desa/kelurahan | 21 |

Gresik (bahasa Jawa: Hanacaraka: ꦒꦽꦱꦶꦏ꧀, Pegon: ڮرۤسيكcode: jv is deprecated , bahasa Belanda: Grisseecode: nl is deprecated ) merupakan sebuah wilayah kecamatan yang terletak di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, Indonesia dan menjadi ibu kota Kabupaten Gresik sekaligus menjadi pusat perekonomian dari Kabupaten Gresik. Sebelum dipindahkan ke lokasi sekarang (di Kecamatan Kebomas), kompleks Kantor Bupati Gresik dan juga pendapa Kabupaten Gresik ada di sisi utara dan selatan Alun-alun Gresik.
Mayoritas penduduk Gresik merupakan etnis Jawa, sehingga masyarakatnya sangat erat atau kental dengan unsur-unsur kebudayaan Jawa. Etnis Suku Madura juga merupakan minoritas terbesar di kecamatan ini.
Data Badan Pusat Statistik 2010 menunjukkan bahwa penduduk Kecamatan Gresik berjumlah 76.594 jiwa. Kemudian data BPS Kabupaten Gresik 2017 menunjukkan bahwa jumlah tersebut bertambah menjadi 86.417 jiwa.[1]
Matoritas penduduk kecamatan Gresik memeluk agama Islam. Data BPS Kabupaten Gresik tahun 2016 menunjukkan bahwa penduduk beragama Islam berjumlah 97.50%. Kemudian agama minoritas lainnya adalah Kristen Protestan 1.43%, Katolik 0.68%, Budha 0.33%, Hindu 0.05% dan lainnya 0.01%.[1] Pemerintah menjamin kebebasan beragama dan kehidupan masyarakat di Gresik juga dapat saling menghormati.
Batas batas Kecamatan Gresik meliputi wilayah berikut: