Gempa bumi dan tsunami Sulawesi 1968, mengguncang Sulawesi, Indonesia pada tanggal 14 Agustus. Gempa ini memiliki magnitudo sebesar 7.2, dan menghasilkan tsunami besar, hingga membunuh sekitar 200 jiwa. Gempa ini disebabkan oleh pergeseran Sesar Palu-Koro bagian utara.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Waktu UTC | 1968-08-14 22:14:23 |
|---|---|
| ISC | 818025 |
| USGS-ANSS | ComCat |
| Tanggal setempat | 15 Agustus 1968 (1968-08-15) |
| Waktu setempat | 06:14:23 |
| Magnitudo | 7.2 Mw |
| Kedalaman | 17 km (11 mi) [1] |
| Episentrum | 0°04′N 119°41′E / 0.06°N 119.69°E / 0.06; 119.69 [1] |
| Sesar | Sesar Palu-Koro |
| Wilayah bencana | Sulawesi Tengah, Indonesia |
| Intensitas maks. | MMI IX (Hebat) |
| Tsunami | 10 m (33 ft) |
| Korban | 213 tewas |
Gempa bumi dan tsunami Sulawesi 1968 (bahasa Inggris: 1968 Sulawesi earthquake and tsunamicode: en is deprecated ), mengguncang Sulawesi, Indonesia pada tanggal 14 Agustus. Gempa ini memiliki magnitudo sebesar 7.2, dan menghasilkan tsunami besar, hingga membunuh sekitar 200 jiwa. Gempa ini disebabkan oleh pergeseran Sesar Palu-Koro bagian utara.
Gempa tersebut memiliki magnitudo Richter sebesar 7,4. Ini menciptakan tsunami dengan ketinggian gelombang yang mencapai 8 m (26 ft) sampai 10 m (33 ft), yang dengan segera menuju ke Sulawesi. Gelombang terluas mencapai sekitar 300 m (980 ft) hingga ke pedalaman, menghancurkan 700 rumah dan membunuh setidaknya 200 orang.[2]
Gempa tersebut memecahkan patahan di sepanjang Teluk Manimbaya. Hal ini menyebabkan subsiden tanah yang menurunkan elevasi sekitar 2 m (6 ft 7 in) sampai 3 m (9,8 ft) di sepanjang pantai. Gempa ini juga tampaknya mengangkat setidaknya satu pulau dari Kepulauan Togean.[2]
Gempa berada di dekat Laut Sulawesi, dan menenggelamkan pulau Tuguan.[3]