Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bahasa Sunda Priangan

Bahasa Sunda Priangan atau dialek Priangan adalah sebuah set varietas bahasa Sunda yang dituturkan di wilayah eks-Keresidenan Parahyangan. Dialek Priangan merupakan varietas bahasa yang paling banyak dituturkan di antara bentuk-bentuk bahasa Sunda lainnya dan dalam perkembangannya kemudian ditetapkan sebagai bentuk baku bahasa Sunda. Oleh karena itu, dialek ini digunakan dalam berbagai hal, mulai dari literatur seperti buku, majalah atau surat kabar, juga digunakan dalam hal komersial dan dalam lingkungan pemerintahan. Dialek ini juga diajarkan sebagai pengajaran bahasa Sunda standar di seluruh instansi pendidikan di wilayah Provinsi Jawa Barat.

dialek yang dijadikan ragam baku bahasa Sunda
Diperbarui 2 Agustus 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bahasa Sunda Priangan
Bahasa Sunda Priangan
Basa Sunda Parahyangan
ᮘᮞ ᮞᮥᮔ᮪ᮓ ᮕᮛᮠᮡᮍᮔ᮪
Basa Sunda Lulugu
ᮘᮞ ᮞᮥᮔ᮪ᮓ ᮜᮥᮜᮥᮌᮥ
Dialek Selatan
Bahasa Sunda Standar
Pengucapanbasa sʊnda parahijaŋan
Dituturkan diIndonesia
Wilayah
  • Parahyangan Barat
    • Kota Sukabumi
    • Kabupaten Sukabumi
    • Kabupaten Cianjur
  • Parahyangan Tengah
    • Kota Bandung
    • Kabupaten Bandung
    • Kota Cimahi
    • Kabupaten Bandung Barat
    • Kabupaten Sumedang
  • Parahyangan Timur
    • Kabupaten Garut
    • Kota Tasikmalaya
    • Kabupaten Tasikmalaya
  • Kabupaten Bogor (bagian selatan, tenggara, dan sebagian timur)
  • Kabupaten Subang (bagian selatan)
  • Kabupaten Purwakarta (bagian tengah dan selatan)
  • Kabupaten Indramayu
    • Gantar
    • Terisi
Penutur
± 21.7 juta (2020)[1]
Rumpun bahasa
Lihat sumber templat}}
Beberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman ini
Klasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
  • Austronesia Lihat butir Wikidata
    • Melayu-Polinesia Lihat butir Wikidata
      • Melayu-Sumbawa atau Kalimantan Utara Raya (diperdebatkan)
        Cari tahu mengapa. Beberapa rumpun bahasa dimasukkan sebagai cabang dari dua rumpun bahasa yang berbeda. Untuk lebih lanjutnya, silakan lihat pembagian dari sub-rumpun Melayu-Sumbawa dan Kalimantan Utara Raya
        • Sunda-Badui
          • Sunda
            • Sunda Priangan 
Tampilkan klasifikasi manual
    • Sunda Priangan
    Tampilkan klasifikasi otomatis
    Posisi bahasa Sunda Priangan dalam dialek-dialek bahasa Sunda Sunting klasifikasi ini

    Catatan:

    Simbol "†" menandai bahwa bahasa tersebut telah atau diperkirakan telah punah
    • Sunda-Badui
      • Sunda Modern
        • Sunda Banten
          • Pandeglang
          • Rangkasbitung
          • Serang
          • Tangerang
        • Sunda Pesisir Utara
          • Binong
          • Bogor
          • Karawang
        • Sunda Cirebon
          • Brebes
          • Indramayu
          • Kuningan
          • Majalengka
        • Sunda Priangan
          • Bandung
          • Ciamis
          • Cianjur
          • Garut
          • Sumedang
          • Tasikmalaya
        • Banyumas†
      • Badui
    Bentuk awal
    • Sunda Kuno
      • Sunda Klasik
        • Sunda Modern Awal
          • Sunda Priangan
    Dialek
    Bandung
    Ciamis
    Cianjur
    Garut
    Sumedang
    Tasikmalaya
    Sistem penulisan
    Alfabet bahasa Sunda dan Aksara Sunda Baku
    Kode bahasa
    ISO 639-3–
    LINGUIST List
    LINGUIST list sudah tidak beroperasi lagi
    sun-pri
    Glottologprin1241
    Linguasfer31-MFN-ac
    Informasi penggunaan templat
    Status pemertahanan
    Punah

    EXSingkatan dari Extinct (Punah)
    Terancam

    CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
    SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
    DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
    VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
    Aman

    NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
    ICHEL Red Book: Not Endangered

    Sunda Priangan diklasifikasikan sebagai bahasa aman ataupun tidak terancam (NE) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

    Referensi: [2][3]
    Lokasi penuturan
    Wilayah penutur dialek Priangan
    Wilayah penutur dialek bahasa Sunda lainnya
    Peta bahasa lain
    Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA.
     Portal Bahasa
    L • B • PW   
    Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
    Cari artikel bahasa
    Cari artikel bahasa
     
    Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
     
    Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
    Artikel bahasa sembarang
    Halaman bahasa acak

    Bahasa Sunda Priangan (BSP,[a] BSL,[b] atau BSS[c]) atau dialek Priangan[4] adalah sebuah set varietas bahasa Sunda yang dituturkan di wilayah eks-Keresidenan Parahyangan. Dialek Priangan merupakan varietas bahasa yang paling banyak dituturkan di antara bentuk-bentuk bahasa Sunda lainnya dan dalam perkembangannya kemudian ditetapkan sebagai bentuk baku bahasa Sunda. Oleh karena itu, dialek ini digunakan dalam berbagai hal, mulai dari literatur seperti buku, majalah atau surat kabar, juga digunakan dalam hal komersial dan dalam lingkungan pemerintahan. Dialek ini juga diajarkan sebagai pengajaran bahasa Sunda standar di seluruh instansi pendidikan di wilayah Provinsi Jawa Barat.

    Sejarah

    Sebagai salah satu wilayah jajahan pemerintah Kolonial Belanda yang cukup penting, wilayah Priangan/Parahyangan terutama di pusat pemerintahannya di Bandung merupakan wilayah di mana budaya Sunda berkembang, termasuk dalam hal bahasa, keberadaan bahasa Sunda di wilayah ini kekuatannya semakin meningkat dan dianggap pamor, apalagi pemerintah Kolonial Belanda kemudian melakukan pembakuan bahasa Sunda dengan berdasar kepada dialek-dialek yang dipertuturkan di wilayah Bandung dan sekitarnya pada tahun 1872, bahasa ini kemudian distandardisasi menjadi bahasa baku (bahasa Sunda: lulugu) dan digunakan di lingkungan pemerintahan dan kaum menak pribumi.

    Bahasa Sunda dialek Bandung ini kemudian hidup subur di wilayah Priangan (kabupaten Sukabumi, kota Sukabumi, kabupaten Cianjur, Bandung Raya, kabupaten Garut, kabupaten Sumedang, kabupaten dan kota Tasikmalaya, kabupaten Ciamis, kabupaten Pangandaran dan kota Banjar) sehingga dikenal juga sebagai bahasa Sunda dialek Priangan. Bahasa Sunda Priangan terbagi menjadi empat dialek, Bandung, Garut, Sumedang, dan Tasikmalaya.

    Lingkup penggunaan

    Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahasa Sunda dialek Priangan ini berawal dari ragam bahasa Sunda yang dipertuturkan di wilayah Bandung, sebagai pusat kekuasaan pada masa itu, Bandung dianggap sebagai wilayah percontohan sehingga hal ini pun berdampak terhadap bahasa yang kemudian secara lambat laun dialek Priangan ini menyebar ke wilayah lain di luar Bandung, seperti Garut, Cianjur, Sukabumi, Tasikmalaya, Purwakarta, dan Sumedang, Pangandaran, serta Ciamis. Walaupun begitu, tiap wilayah tetap memiliki beberapa perbedaan terutama dalam keragaman kosakata, seperti contohnya di wilayah Ciamis, ada beberapa kosakata khas yang tidak dikenali dalam bahasa Sunda di wilayah lainnya, hal ini menyebabkan, terkadang bahasa Sunda yang dipertuturkan di wilayah Ciamis dianggap sebagai dialek tersendiri yang berbeda dengan dialek Priangan.

    Bahasa Sunda Priangan sendiri secara geografis terbagi menjadi dua, yakni klaster dialek Pegunungan dan Pesisir Selatan. Bahasa Sunda yang digunakan di Pangandaran misalnya, cukup berbeda dengan bahasa Sunda yang digunakan di Bandung dan sekitarnya.[5]

    Pengaruh bahasa asing

    Sebagai bahasa baku, tentunya dialek priangan tidak lepas dari serapan bahasa-bahasa asing dalam perkembangannya. Umumnya dialek ini banyak menyerap dari bahasa-bahasa seperti Arab, Melayu, Inggris, Belanda, Sanskerta, dan sebagainya.[6]

    Pengaruh Arab

    Bahasa Arab Bahasa Sunda Bahasa Indonesia
    ُّ ألدَّاءِرَةٌ (ad-daairotu) daérah daerah
    ُّ عِلْمًا (Ilman) élmu ilmu
    ُّ مَوْتٌ (mautun) maot meninggal

    Pengaruh Melayu

    Bahasa Melayu Bahasa Sunda Bahasa Indonesia
    majalah majalah majalah
    rekam rékam rekam
    tokoh tokoh tokoh
    budak budak anak

    Pengaruh Belanda

    Bahasa Belanda Bahasa Sunda Bahasa Indonesia
    potlood patlot pensil
    herstel hér perbaikan nilai (remedial)
    katel katél wajan

    Pengaruh Sanskerta

    Bahasa Sanskerta Bahasa Sunda Bahasa Indonesia
    nāgara (नागर) nagara negara
    pīḍana (पीडन) pidana pidana
    śarva (शर्व) sarwa serba

    Metode penulisan

    Sebagai bentuk bahasa yang paling sering digunakan dalam karya sastra, setidaknya semenjak adanya pembakuan bahasa Sunda, dialek Priangan setidaknya mengenal beberapa huruf yang digunakan dalam penulisan, huruf-huruf tersebut diantaranya adalah:

    • Cacarakan
    • Abjad Pegon
    • Alfabet Latin
    • Aksara Sunda Baku

    Lihat pula

    • iconPortal Bahasa
    • flagPortal Indonesia
    • Portal Sunda
    • Bahasa Sunda Banten
    • Bahasa Sunda Bogor
    • Bahasa Sunda Cirebon
    • Bahasa Sunda Klasik
    • Dialek bahasa Sunda

    Rujukan

    Keterangan

    1. ↑ Bahasa Sunda Parahyangan
    2. ↑ Bahasa Sunda Lulugu
    3. ↑ Bahasa Sunda Standar

    Catatan Kaki

    1. ↑ Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat (2020).
    2. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
    3. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
    4. ↑ Hammarström, Forkel & Haspelmath (2019).
    5. ↑ Afsari, Asri Soraya; Muhtadin, Teddi (2019). "Variasi Bahasa Sunda di Daerah Pesisir Jabar Selatan". Pustaka Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya. 19 (1). Sumedang, Indonesia: Universitas Padjajaran. doi:10.24843/PJIIB.2019.v19.i01.p03.
    6. ↑ Nurlatifah, Sudaryat & Kuswari (2017), hlm. 162-163.

    Pustaka

    • Sutawijaya, Alam (1977). Struktur bahasa Sunda dialek Priangan. Bandung: Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Jawa Barat, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. OCLC 29229202. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    • Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2019). "Pringan". Glottolog 4.1. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ;
    • Nurlatifah, Eva; Sudaryat, Yayat; Kuswari, Usep (2017). "KATA SERAPAN BAHASA SUNDA (Pendekatan Étimologi, Morfologi, dan Grafologi)". Prodi Pendidikan Bahasa dan Budaya Sunda, Fakultas Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia.
    • Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat (2020). "Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota (Jiwa), 2018-2020". Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat.

    Pranala luar

    • Pedoman Ejaan Bahasa Sunda Yang Disempurnakan
    • Kamus Sunda-Indonesia Repositori Kemdikbud
    • Kamus Bahasa Sunda-Inggris oleh F.S. Eringa
    • Konverter Aksara Latin-Aksara Sunda di kairaga.com
    • Tabel Karakter Unicode Aksara Sunda di unicode-table.com
    • l
    • b
    • s
    Bahasa Sunda
    Sejarah
    • Kuno (abad ke-12—16)
    • Klasik (abad ke-17—18)
    • Modern Awal (abad ke-19)
    • Modern (abad ke-20—kini)
    Aksara Sunda
    Sistem penulisan
    Aksara
    • Buda
    • Kuno
    • Baku
    • Pegon
    • Latin
    Unicode
    • Blok Unicode (karakter)
    • Supplement (tanda baca)
    Tingkat tutur
    Bahasa
    • Hormat
      • ka batur
      • ka sorangan
    • Loma
    Kosakata
    • Lemes
      • pisan
      • enteng
      • dusun
    • Sedeng
    • Panengah
    • Loma
    • Cohag
    Ragam
    Dialek
    Banten
    • Pandeglang
    • Serang
    • Tangerang
    Pesisir Utara
    • Binong
    • Bogor
    • Karawang
    Priangan
    • Bandung
    • Ciamis
    • Garut
    • Sumedang
    • Tasikmalaya
    Cirebon
    • Brebes
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
    Nonbaku
    • Basa budak (bahasa kanak-kanak)
    • Widal (slang)
    Bahasa terkait
    • Badui
    • Banyumas†
    • Depok
    • Lombok Barat
    • Tegal
    Gramatika
    • Tata bahasa
    • Fonologi
      • Rinéka sora
    • IPA
    Otoritas
    • Lembaga
    • Kongres
    • Kamus R.A. Danadibrata
    Topik terkait
    • Angka
    • Ejaan
    • Rumpun
    • Sastra
    • Wikipedia

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Sejarah
    2. Lingkup penggunaan
    3. Pengaruh bahasa asing
    4. Pengaruh Arab
    5. Pengaruh Melayu
    6. Pengaruh Belanda
    7. Pengaruh Sanskerta
    8. Metode penulisan
    9. Lihat pula
    10. Rujukan
    11. Keterangan
    12. Catatan Kaki
    13. Pustaka
    14. Pranala luar

    Artikel Terkait

    Dialek bahasa Sunda

    berbagai variasi bahasa Sunda menurut letak geografis

    Ragam nonbaku dalam bahasa Sunda

    bentuk-bentuk nonformal bahasa Sunda

    Aksara Sunda Baku

    Aksara yang digunakan untuk menulis Bahasa Sunda

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026