Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bahasa Jawa Malang–Pasuruan

Bahasa Jawa Malang–Pasuruan atau dialek Malang–Pasuruan adalah sebuah dialek bahasa Jawa modern dalam rumpun dialek Arekan yang dituturkan di kawasan Malang Raya dan Pasuruan. Dialek Malang banyak digunakan dan dipopulerkan oleh kalangan pemuda, baik dari dalam maupun luar Malang. Dalam percakapan sehari-sehari dialek ini telah menjadi salah satu ciri khas orang Malang. Selain itu, kelompok pendukung klub sepak bola asal Malang, Aremania, juga turut andil dalam mempopulerkan dialek Malang, melalui penggunaannya dalam berbagai bentuk dukungan kepada klub ataupun dalam percakapan sehari-hari.

bagian dari rumpun bahasa Austronesia
Diperbarui 21 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Untuk dialek bahasa Madura, lihat bahasa Madura Pasuruan.
Bahasa Jawa Malang–Pasuruan
Båså Jåwå Malang–Pasuruhancode: jv is deprecated
ꦧꦱꦗꦮꦩꦭꦁ-ꦥꦱꦸꦫꦸꦲꦤ꧀code: jv is deprecated
Dituturkan diIndonesia
Wilayah
  • Malang Raya
  • Pasuruan
  • Probolinggo (bagian ujung barat)
EtnisJawa
Penutur
Rumpun bahasa
  • Austronesia
    • Melayu-Polinesia
      • Jawa Kuno
        • Jawa Pertengahan
          • Jawa Arekan
            • Jawa Malang–Pasuruan
Tampilkan klasifikasi manual
  • bahasa manusia
    • Austro-Tai
      • Austronesia
        • Melayu-Polinesia
          • bahasa Jawa Suntingan nilai di Wikidata
            • Jawa Malang–Pasuruan
    Tampilkan klasifikasi otomatis
    Posisi bahasa Jawa Malang–Pasuruan dalam dialek-dialek bahasa Jawa Sunting klasifikasi ini

    Catatan:

    Simbol "†" menandai bahwa bahasa tersebut telah atau diperkirakan telah punah
    • Austronesia Lihat butir Wikidata
      • Melayu-Polinesia Lihat butir Wikidata
        • Jawanik Lihat butir Wikidata
          Cari tahu mengapa.Halaman Jawanik masuk dalam cabang rumpun dari Sunda-Sulawesi yang oleh ahli linguistika dianggap usang dan telah digantikan oleh Melayu-Polinesia.
          • Bahasa Jawa Malang–Pasuruan
    Sistem penulisan
    Aksara Jawa
    Abjad Pegon
    Alfabet Latin
    Status resmi
    Diatur olehBalai Bahasa Provinsi Jawa Timur
    Kode bahasa
    ISO 639-3–
    LINGUIST List
    LINGUIST list sudah tidak beroperasi lagi
    jav-mal
    Glottologmala1493[1]
    Lokasi penuturan
    ProyekWiki Bahasa | Wikipedia | Kode sumber
     
    Lihat dalam mode terbatas
    Tampilkan peta yang diperbesar
    Tampilkan peta yang diperkecil
    Perkiraan persebaran penuturan bahasa ini.
    Peta bahasa lain
    Koordinat: 7°58′48″S 112°37′12″E / 7.98000°S 112.62000°E / -7.98000; 112.62000 Sunting di Wikidata
     Portal Bahasa
    L • B • PW   
    Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
    Tentang artikel
    Pemberitahuan
    Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.
    Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.

    {{PW Bahasa|importance=|class=}}


    Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

    08.11, Jumat, 24 April, 2026 (UTC) •
    hapus singgahan
    Sebanyak 1.609 artikel belum dinilai
    Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
    Cari artikel bahasa
    Cari artikel bahasa
     
    Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
     
    Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
    Artikel bahasa sembarang
    Halaman bahasa acak

    Bahasa Jawa Malang–Pasuruan atau dialek Malang–Pasuruan (bahasa Jawa: ꦧꦱꦗꦮꦩꦭꦁ-ꦥꦱꦸꦫꦸꦲꦤ꧀code: jv is deprecated translit. Båså Jåwå Malang–Pasuruhan) adalah sebuah dialek bahasa Jawa modern dalam rumpun dialek Arekan yang dituturkan di kawasan Malang Raya dan Pasuruan. Dialek Malang banyak digunakan dan dipopulerkan oleh kalangan pemuda, baik dari dalam maupun luar Malang. Dalam percakapan sehari-sehari dialek ini telah menjadi salah satu ciri khas orang Malang. Selain itu, kelompok pendukung klub sepak bola asal Malang, Aremania, juga turut andil dalam mempopulerkan dialek Malang, melalui penggunaannya dalam berbagai bentuk dukungan kepada klub ataupun dalam percakapan sehari-hari.[2]

    Kosakata

    [icon]
    Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.

    Beberapa contoh kosakata dalam bahasa Jawa Malang–Pasuruan:

    Dialek Malang–Pasuruan Bahasa Jawa standar Bahasa Indonesia
    aku aku saya
    koên, riko kowé kamu
    arèk bocah, laré anak
    yok opo kapriyé, piyé bagaimana
    katé arep akan
    mêné, sesuk sesuk besok
    cèk bèn, karebèn, supåyå, amrih agar
    ae bae, wae saja
    nong, ndék, nok, nang ing, nang di
    teko såkå dari
    gelek asring, kerep sering
    engkok mengko nanti
    onok ånå ada
    ketok katon terlihat/tampak
    mbois bagus keren
    ndelok ndeleng melihat
    nggae nganggo, nganggé memakai
    nyacak njajal mencoba
    nyelang nyilih meminjam
    njukuk njupuk mengambil
    lugur tibå jatuh
    anjok, tutuk tekan sampai
    singitan ndhêlik, umpêtan bersembunyi
    takok takon bertanya
    goroh/mbujuk ngapusi berbohong
    ndemok ndemek, nyekel memegang
    guwak buwang membuang
    guduk dudu bukan
    gak, ora, ndak ora tidak
    gurung durung belum
    kempong ompong rumpang
    licik jirih penakut
    waras bagas waras, sehat sehat
    gering lårå, gering sakit
    èmbong dalan jalan
    mari bar, rampung selesai
    iwak iwak, lawuh ikan, lauk
    wedok wadon perempuan
    warah, kandani omongi, kandani kasih tahu
    wuruk warah mengajari
    masiyå senajan, sanadyan walaupun
    becik, apik baik
    coban grojogan, jurug air terjun

    Bahasa walikan

    Sebuah imbauan resmi dari Pemerintah Kota Malang saat pandemi yang ditulis dalam Boso Walikan..
    Spanduk dengan bahasa walikan di Malang dengan "Soto sehat" yang dibalik suku katanya menjadi "Otos tahes"

    Boso walikan atau Osob Kiwalan (bahasa Jawa: ꦄꦱꦧ꧀ꦏꦶꦮꦭꦤ꧀, Asab Kiwalancode: jv is deprecated ) adalah bahasa slang khas Malang yang memiliki ciri khas berupa membalikkan posisi huruf pada kosakata bahasa Jawa ataupun bahasa Indonesia pada umumnya, kecuali pada konsonan rangkap, afiks dan gabungan suku kata yang tidak memungkinkan bisa dibalik.[3] Sejarah Boso Ngalam atau bahasa walikan khas Malang berasal dari pemikiran para pejuang tempo doeloe yaitu kelompok Gerilya Rakyat Kota (GRK). Bahasa khusus ini dianggap perlu untuk menjamin kerahasiaan, efektivitas komunikasi sesama pejuang selain juga sebagai pengenal identitas kawan atau lawan. Metode pengenalan ini sangat penting karena pada masa Clash II perang kemerdekaan sekitar akhir Maret 1949 Belanda banyak menyusupkan mata-mata di dalam kelompok pejuang Malang. Mata-mata ini banyak yang mampu berkomunikasi dalam bahasa daerah dengan tujuan menyerap informasi dari kalangan pejuang GRK. Penyusupan ini terutama untuk memburu sisa laskar Mayor Hamid Rusdi yang gugur pada 8 Maret 1949 dalam pertempuran dukuh Sekarputih (sekarang Wonokoyo).

    Seorang tokoh pejuang Malang pada saat itu yaitu Suyudi Raharno mempunyai gagasan untuk menciptakan bahasa baru bagi sesama pejuang sehingga dapat menjadi suatu identitas tersendiri sekaligus menjaga keamanan informasi. Bahasa tersebut haruslah lebih kaya dari kode dan sandi serta tidak terikat pada aturan tata bahasa baik itu bahasa nasional, bahasa daerah (Jawa, Madura, Arab, Cina) maupun mengikuti istilah yang umum dan baku. Bahasa campuran tersebut hanya mengenal satu cara baik pengucapan maupun penulisan yaitu secara terbalik dari belakang dibaca kedepan.

    Pada saat itu, banyak sekali mata-mata Belanda yang berasal dari orang pribumi sendiri. Otomatis, komunikasi dalam Bahasa Jawa menjadi hal yang riskan karena para mata-mata itu juga pasti akan paham lantas akan membocorkannya pada pihak Belanda. Karena itu para pejuang menggunakan boso walikan untuk mengelabui para mata-mata sekaligus untuk meminimalisir bocornya strategi perjuangan para gerilyawan.

    Karena keakraban dan pergaulan sehari-hari maka para pejuang dalam waktu singkat dapat fasih menguasai 'bahasa' baru ini. Sedangkan lawan dan para penyusup yang tidak setiap hari bergaul dengan sendirinya akan kebingungan dan selalu ketinggalan istilah-istilah baru. Maka siapapun yang tidak fasih mempergunakan osob walikan ini pasti bukan dari golongan pejuang dan pendukungnya, sehingga kehadiran para penyusup dapat diketahui dengan cepat serta rahasia komunikasi tetap terjaga.

    Karena bahasa ini sangat bebas dan longgar aturannya maka kemungkinan pengembangannya sangat luas untuk itu perlu disepakati beberapa istilah penting dikalangan pejuang. Kesepakatan istilah ini diperlukan juga karena banyak kata penting sulit untuk dibaca terbalik sehingga harus dicari istilah dan padanan yang sesuai tetapi mudah diingat oleh para pelakunya. Contohnya kata 'Belanda' dalam bahasa Jawa disebut 'Londho' yang cukup sulit dibaca terbalik, maka dicari istilah padanannya yaitu 'Nolo'. Demikian juga dengan 'Polisi' bukan menjadi 'Isilop' tetapi cukup 'Silop'. Kemudian untuk 'mata-mata' bila dibaca terbalik menjadi 'atam'. Namun untuk menentukan bahwa yang dimaksud dalam istilah tersebut adalah antek Belanda maka ditambahi kata 'keat' dari asal kata 'taek' yang dalam bahasa jawa berarti kotoran. 'Keat Atam' atau kotoran mata dalam bahasa jawa disebut 'ketek' adalah sebutan yang pas untuk para penyusup ini.

    Begitu juga dengan nama peralatan perang seperti senjata genggam karena sulit menemukan istilah yang pas maka dipakai kode samaran 'Benduk' dan untuk laras panjang (dowo = panjang dalam bahasa Jawa) disebut 'benduk owod' atau disingkat 'owod' saja. Sedangkan untuk menunjuk masyarakat suku / etnik tertentu disebut 'onet' untuk golongan Cina (asal kata 'cino' dalam bahasa Jawa), 'arudam' untuk madura, 'arab' menjadi 'bara' dan seterusnya. Sedang untuk menyebut diri seseorang digunakan 'uka' = aku, 'ayas' = saya, 'umak' = kamu, 'okir' = riko (kamu dalam bahasa madura).

    Sedangkan untuk menyebutkan sesuatu yang baik / bagus digunakan istilah 'nez' dari asal kata bahasa arab 'zen'. Begitu pula dalam menyebut orang tua laki-laki (ayah, Bapak) orang arab biasa menyebut dengan 'abah' atau 'sebeh' yang kemudian menjadi 'ebes'. Istilah 'ebes' kemudian menjadi populer ditujukan sebagai gelar kehormatan tidak resmi kepada para komandan, pemimpin atau pembesar dan pemuka masyarakat yang dituakan oleh segenap masyarakat Malang sampai sekarang.

    Namun, boso ngalam bukanlah bahasa sandi karena tetap menggunakan bahasa yang lazim digunakan, hanya cara membacanya yang diubah. Kata yang lazimnya dibaca dari kiri ke kanan dalam boso walikan dibaca dari kanan ke kiri. Bahasa yang bisa dibalik juga bisa berasal dari Bahasa Jawa maupun Bahasa Indonesia. Karena itu pula, boso walikan selalu berkembang karena pasti banyak kata-kata yang bisa dibalik. Namun, tentu tidak semua kata bisa seenaknya dibalik karena hanya kata-kata yang umum saja yang biasanya dibaca secara terbalik. Sebagai contoh, kata "komputer" tidak pernah diucapkan sebagai retupmok karena akan sulit pengucapannya dan tidak lazim digunakan.

    Suyudi Raharno pada September 1949 gugur disergap Belanda di suatu pagi buta di pinggiran wilayah dukuh Genukwatu (sekarang Purwantoro) walaupun keadaan pada saat itu sedang gencatan senjata. Seminggu sebelumnya, salah seorang kawan akrabnya yang turut mencetuskan 'osob kera ngalam' yaitu Wasito juga gugur dalam pertempuran di Gandongan (Pandanwangi) sekarang. Saat ini keduanya telah disemayamkan di Taman Makam Pahlawan Suropati

    Sayangnya, sekarang ini makin sedikit kaum muda Ngalam yang mempraktikkan penggunaan boso walikan sehari-hari. Bagaimanapun, boso walikan merupakan ciri khas budaya Malang yang perlu dilestarikan.[4]

    Kosakata khas Walikan[5]

    Nama Daerah:

    • Ngalam = Malang
    • Oyonid = Dinoyo, nama kelurahan di Kota Malang
    • Nahelop = Polehan, nama kelurahan di Kota Malang
    • Onosogrem = Mergosono, nama kelurahan di kota Malang
    • Rajajowas = Sawojajar, nama kelurahan di Kota Malang
    • Nukus = Sukun, nama kelurahan di Kota Malang
    • Otrahum = Muharto, nama wilayah di kota Malang
    • Ajasikap = Pakisaji, nama wilayah di Kabupatan Malang
    • Nenjap = Panjen/Kepanjen, nama wilayah di Kabupatan Malang
    • Sikap = Pakis, nama wilayah di Kabupatan Malang
    • Utab = Batu/Kota Wisata Batu
    • Naurusap = Pasuruan
    • Ongisiras = Singosari
    • Ayabarus = Surabaya
    • Olos = Solo
    • Ngarames = Semarang
    • Ngundab = Bandung
    • Arudam = Madura
    • Nolo = Belanda
    • Onet/onic = Cina

    Kata Umum:

    • adapes = sepeda
      • adapes rotom = sepeda motor
      • libom = mobil
    • anamid = di mana
      • aranjep = penjara
      • disjam = masjid
      • hamur = rumah
      • halokes = sekolah
      • hasardam = madrasah
      • hailuk = kuliah
      • rasap = pasar
    • aranet = tentara
      • silup/silop/isilup/isilop = polisi
      • ngonceb = bencong (Indonesia: waria)
      • nolab = balon/pelacur
      • ledom = model
    • asaib = biasa
    • asrob = minum
      • ipok = kopi
      • usus = susu
    • nakam = makan
      • ciwe = weci
      • etas = sate
      • otos = soto
      • oskab = bakso
      • uhat = tahu
      • lecep = pecel
      • nowar = rawon
      • oges = sego (Indonesia: nasi)
      • oker = rokok
    • ayahab = bahaya
    • ayas = saya
      • umak = kamu
      • okir = riko/rika (Indonesia: kamu)
    • genaro = orang
      • kera = arek (Jawa standar: bocah)
      • kera licek = arek cilik (Indonesia bocah kecil/anak kecil)
      • nganal = lanang (Indonesia: laki-laki/pria)
      • kodew = wedok (Jawa standar: wadon, Indonesia: perempuan/wanita)
      • ebes = bapak, panggilan hormat tidak formal
      • memes/emes = ibu, panggilan hormat tidak formal
      • sam = mas, paggilan untuk laki-laki
    • hamur = rumah
    • ibar = rabi (Indonesia: menikah/kawin)
      • ojob = bojo (Indonesia: suami/istri/pacar)
      • ngojob = pacaran
      • oromawut = morotuo (Indonesia: mertua)
    • idrek = kerdi (singkatan dari KERja roDI) *saat ini dimaknai umum sebagai kerja
    • kadit = tidak
      • kadit itreng = tidak tahu
    • komes = semok (Indonesia: seksi)
      • sinam = manis (cantik)
    • kunam = manuk (Indonesia: burung)
    • ladub = budal (Indonesia: berangkat)
      • helom = moleh (Indonesia: pulang)
      • ngalup = pulang (Indonesia: pulang)
      • oket = teko (Indonesia: datang)
      • kelab = balek (Indoneia: kembali)
      • kelab henam = balek maneh (Indonesia: kembali lagi)
    • lokop/lukup = pukul
    • nayamul = lumayan
    • nendes kombet = senden tembok (Indonesia: bersandar di dinding)
    • nganem = menang
      • halak = kalah
    • ngarambes = sembarang (Indonesia : terserah)
    • nuwus = suwun (Indonesia: terimakasih)
    • ojir = uang
    • ongis = singo (Indonesia: Singa)
      • ongis nade : singo edan
    • osob = boso (Indonesia: bahasa)
      • osob kiwalan = boso walikan
      • kowal kawil = wolak walik
    • oyi/ojrit = iyo (Indonesia: ya)
    • rayab = bayar
    • dirayabi = dibayari
    • tahes = sehat
    • ublem = mlebu (Indonesia: masuk)
      • utem = metu (Indonesia: keluar)
    • uklam-uklam = mlaku-mlaku (Indonesia: jalan-jalan)
      • uklam tahes = jalan sehat
    • ulales = selalu
    • utapes = sepatu
    • woles = selow/slow (Indonesia: pelan-pelan/santai)

    Contoh kalimat

    Wah lek ngene, ayas kadit unyap ojir. Lha adapes-adapes rotom iku padha kadit rayab blas lek parkir nang kene.
    Romanisasi: Wah lek ngene, saya tidak punya ojir(kata lain uang). Lha sepeda-sepeda motor iku padha tidak bayar blas lek parkir nang kene.
    Terjemahan: Wah, kalau begini, aku tidak punya uang. Lha sepeda-sepeda motor itu kalau parkir di sini tidak ada yang bayar.

    Rujukan

    1. ↑ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Dialek Malang-Pasuruan". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
    2. ↑ Rachmawaty, Iin (2012). "Lawikan Kera Ngalam di Tengah Arus Globalisasi". Jurnal Lakon. 1 (1): 98–104. doi:10.20473/lakon.v1i1.1922.
    3. ↑ Hanggoro, Wahyu Puji (2016-01-01). "Bahasa Walikan Sebagai Identitas Arek Malang". Etnografi. 16 (1): 23–30. ISSN 1411-7258. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-10-26. Diakses tanggal 2018-04-14.
    4. ↑ http://halomalang.com/serba-serbi/ngalamers-harus-tahu-sejarah-boso-walikan. Diakses 19 April 2014
    5. ↑ "Osob Kiwalan atau Bahasa Walikan". 1001indonesia.net. Diakses tanggal 2021-12-17.

    Pranala luar

    • Pedoman Umum Ejaan Bahasa Jawa (PUEBJ)
    • Leksikon bahasa Jawa di Sastra.org
    • Bausastra Jawa oleh W.J.S. Poerwadarminta
    • Kamus bahasa Indonesia-Jawa
    • Kamus bahasa Jawa-Inggris di SEAlang Projects
    • l
    • b
    • s
    Bahasa Jawa
    Penulisan
    • Buda
    • Carakan
    • Cacarakan
    • Kawi
    • Latin
    • Pegon
    • Rikasara
    Aksara Jawa
    Tingkatan
    Bahasa
    • Ngoko
      • lugu
      • alus
    • Krama
      • lugu
      • alus
    Kosakata
    • Ngoko
    • Krama-ngoko
    • Krama
      • krama madya
    • Krama inggil
      • krama andhap
    Dialek
    Bagian Barat
    • Banten
    • Indramayu
    • Cirebon
    Bagian Tengah
    • Banyumas
    • Kedu
    • Mataram (standar)
    • Mataraman
    Pesisiran
    • Tegal
    • Pekalongan
    • Semarang
    • Muria
    Bagian Timur
    • Jombang
    Arekan
    • Surabaya
    • Malang
    Bahasa terkait
    • Bagongan
    • Jawa Kuno
      • Kawi (kesusastraan)
    • Osing
    • Suriname
    • Tengger
    Topik terkait
    • Angka
    • Jawanisme
    • Sastra Jawa
    • Kongres
      • bahasa
      • aksara
    • Wikipedia
    • Blok Unicode


    Ikon rintisan

    Artikel bertopik bahasa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

    • l
    • b
    • s

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Kosakata
    2. Bahasa walikan
    3. Kosakata khas Walikan[5]
    4. Contoh kalimat
    5. Rujukan
    6. Pranala luar

    Artikel Terkait

    Rumpun bahasa Austronesia

    rumpun bahasa besar yang tersebar di Asia Tenggara dan Samudra Pasifik

    Suku-suku Austronesia

    kelompok beranggotakan etnik-etnik berbahasa Austronesia

    Bahasa Malagasi

    bahasa yang dituturkan di Madagaskar

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026